Tabot : Ritual agama ataukah festival budaya??

October 18th, 2011 by seprisubarkah Leave a reply »

Tabot adalah upacara tradisional warga Bengkulu yang bertujuan untuk mengenang kisah kepahlawanan cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Hussein yang meninggal pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Tabot diduga kuat masuk ke Bengkulu melalui para penganut Syiah Madras dan Bengali bagian selatan India yang didatangkan oleh pemerintah kolonial Inggris untuk membangun benteng Marlborough  (berdiri tahun 1718-1719, masih berdiri hingga kini).

Orang-orang Madras dan Bengali ini kemudian merasa kerasan di daerah baru ini (Bengkulu) ditambah dengan diterimanya mereka dengan baik oleh pemimpin Bengkulu saat itu, Syekh Burhanuddin atau Imam Senggolo.

Mereka kemudian menikah dengan wanita-wanita Bengkulu pada zaman itu sehingga mendirikan sebuah komunitas pemukiman baru bernama Berkas dan menghasilkan keturunan-keturunan bernama orang Sipai.

Tradisi berkabung yang berkembang di negara asal orang-orang Madras dan Bengali kemudian berasimilasi dengan budaya Bengkulu waktu itu dan menjadi tradisi turun menurun menjadi sebuah ritual tabot yang berlangsung hingga kini.

November 2010, bertempat di pelataran tugu Parr Kampung Cina hingga sudut-sudut jalan pantai tapak paderi meriahnya festival tabot dapat dirasakan. Terdapat 7 macam tabot dari tabot mulai dari tabot berkas hingga tabot imam berjejer memenuhi sudut-sudut lapangan tugu Parr.

November 2011 nanti, festival serupa siap digelar di Bengkulu. Sama seperti sebelumnya, upacara tabot akan terdiri dari 9 tata cara upacara dalam rentang waktu 10 hari dari 1 muharam hingga 10 muharam.

Tahapan upacara tabot adalah  : Upacara pengambilan tanah, upacara sakral duduk penja, upacara menjara, upacara arak jari-jari, hari Gam atau tidak ada bunyi-bunyian, Tabot naik pangke, malam arak gedang dan arak-arakan Tabot terbuang.

Untuk lebih lengkap tentang upacara tabot, silakan klik disini. Dan jika dilihat dari tatanan upacaranya, tidak ada sekilas pun menyangkut tentang sebuah ajaran agama apapun jenis agamanya.

tabot

Mungkin saja, dalam ajaran Syiah upacara ini termasuk dalam salah satu acara suci. Bagaimanapun, Syiah adalah sebuah kepercayaan yang mengagung-agungkan Ali bin abi Thalib yang notabene adalah menantu Nabi Muhammad.

Ditambah lagi, semua upacara dan tata laksana dari pembuatan tabot biasanya dibantu oleh pemerintah dengan menganggarkan APBD yang disalurkan ke Kerukunan Keluarga Tabot (KKT).

Dengan itu pula nilai ritual upacara semakin berkurang karena dengan sendirinya pemerintah “menitipkan” sebagian saham untuk membangun tabot pembangunan, sejenis tabot untuk festival, yang juga diarak bersama tabot tradisional.

Memang disinilah timbul keragu-raguan masyarakat Bengkulu yang lain tentang citra tabot. Pernah suatu ketika, seorang teman menyatakan tabot itu sebuah acara syirik yang jika tidak dilaksanakan maka Bengkulu akan ditimpa bencana.

Nah, masyarakat lain berpendapat bahwa tabot pembangunan dan campur tangan pemerintah dalam perkembangan tabot justru mengurangi nilai ritual tabot, dengan memasukkan tabot pembangunan sebagai titipan.

Tapi jika dirunut-runut untuk pengambilan nilai positif, acara pengambilan tanah cukup untuk menyadarkan tentang darimana kita berasal dan kemana kita akan berbaring.

Terakhir, tabot 2011 akan berlangsung November ini yang kelihatannya juga mengambil tempat yang sama dari tahun-tahun sebelumnya, dengan sisi-sisi lain yang mungkin bisa diambil, entah itu sisi budaya ataupun sisi agama.

Advertisement

5 comments

  1. Wana Darma says:

    taboot itu ada hubungannya ama yang cambuk2 itu ga si sep?

  2. seprisubarkah says:

    gak ada bro, cambuk2 itu mungkin di reog kali ya… :D

  3. Wana Darma says:

    bukan-bukan, cambuk2 yang syiah itu loh.. apa ya lupa namanya -___-

  4. seprisubarkah says:

    cambuk emas yah??? :D
    gak tau banyak soal syiah bro -_-

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 7 in addition to 4?