Trivia (kota) Bengkulu

October 26th, 2011 by seprisubarkah Leave a reply »
simpanglimo

Pemandangan Pusat Kota Bengkulu

Bengkulu, sebuah provinsi di sebelah barat Sumatra memang memiliki kekayaan budaya layaknya daerah-daerah lain di Indonesia. Bengkulu memiliki keunikan penyebaran demografi hingga pembagian geografi.

Dari sisi geografi daerah secara umum, anda semua bisa lihat sendiri di link yang saya beri diatas. Namun jika ingin lebih tahu hal-hal kecil yang jarang dibuat di situs atau blog lain, maka perhatikanlah sepenggal cerita dibawah ini yang terangkum dalam Trivia Bengkulu. :)

1.  Hampir semua orang tahu nama Bengkulu berasal dari kata Bencoolen (tanah patah) dalam bahasa Inggris dan Bangkulon (pesisir barat) dalam bahasa Melayu-Jawi. Namun tahukan kalian, tanah patah sekarang adalah salah satu kelurahan di Kota Bengkulu.

2. Tahukah anda jika tanah patah memiliki hubungan dengan gempa??. Jika anda menjawab iya berarti anda benar. Dahulu sangking seringnya gempa di Bencoolen, orang Inggris kala itu menamai daerah jajahan mereka itu dengan gelar Cut Land / tanah patah.

3. Selain tanah patah, pemerintah kota Bengkulu menetapkan nama-nama lain kelurahan dalam kota seperti : Pagar Dewa, Pintu Batu, Air Sebakul, Penurunan, Pendakian, Sawah Lebar, Kebun Kenanga, Kebun Dahri, Sumur Meleleh, Jalan Gedang dan sebagainya. Entah apa dalam obsesi pemereintah kala itu hingga menamai kelurahan dengan tema penuh mistis dan bersifat bumiah.

4. Ada anekdot “tidak adak sukses bertani di kota Bengkulu”. Wajar saja kalau melihat sawah lebar disiram hanya dengan air sebakul. Entah masih segar atau tidak anekdot itu hingga kini.

5. Kawasan pecinan kota Bengkulu diberi nama Kampung Cina. Jangan salah menilai Kampung Cina itu seperti pecinan di kota-kota lain yang besar dengan kompleks-kompleksnya. Pecinan di kota Bengkulu hanya terdiri dari beberapa ratus meter rumah saling berjejer lengkap dengan sebuah Vihara sederhana.

6. Ada sebuah daerah di tengah kota yang mirip dengan nama sebuah kota di Irak, Karbala. Daerah tersebut diberi nama kelurahan Karabela. Kronologis hampir samanya kedua nama tersebut dikarenakan tradisi syiah Irak (Karbala) yang kental di daerah Karabela (tempat pembuangan tabot, upaacara untuk mengenang kematian cucu Nabi Muhammad dan anak Ali bin Abi Thalib, Hassan dan HUssein).

7. Hampir 70% Provinsi Bengkulu terdiri dari hutan berbagai jenis, dari hutan hujan hingga sekadar hutan liar. Kota Bengkulu sendiri sebagian wilayahnya terdiri dari hutan-hutan liar. Bukan karena peduli terhadap dampak pemanasan global, namun karena memang belum tersentuh pembangunan.

8. Untuk anak gaul yang kebetulan singgah di Bengkulu, hanya ada dua tempat sebagian remaja-remaja – yang katanya – gaul Bengkulu berkumpul, yaitu di Pantai Panjang dan Pantai Tapak Paderi. Belakangan, berdirinya mall membuat pusat berkumpul beralih ke tempat tersebut.

9. Untuk penggemar transportasi kereta api yang kebetulan berada di kota Bengkulu, siap-siap kecewa karena tidak ada satu pun jalur kereta api dari dan keluar Provinsi Bengkulu. Asumsi saya, daerah Provinsi yang sebagian besar bergunung-gunung membuat transportasi kereta api sulit diwujudkan.

10. Jika anda mencari angkutan taksi dan bertanya pada masyarakat lokal Bengkulu, maka anda akan disodorkan sebuah angkot yang hanya beroperasi dari pagi (sekitar pukul 06.00) hingga sore (sekitar pukul 18.00).

Trivia yang unik, menyeleneh, bahkan ada yang membuat miris. Untuk saya yang 21 tahun tinggal di kota ini, sudah biasa dengan keunikan-keunikan (kalau tidak mau disebut kejanggalan) tersebut.

Lalu apakah semua itu akan berubah ke-depannya?? entahlah, cuma waktu yang bisa menjawabnya.  :D

Advertisement

2 comments

  1. johan says:

    hahaha,ngakak baco yang tentang pagar dewa,sumur melelh nyo sep….mantap :D

  2. seprisubarkah says:

    @johan makasih jo…itu cuma pikiran sesaat ajo, daripado dibuang buang mending ditulis :D

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 2 * 2?