Post penutup : all about Bengkulu

October 28th, 2011 by seprisubarkah Leave a reply »

Hampir satu bulan yang lalu, saya mulai menekuni blog Beswan Djarum ini dengan tampilan kata-kata dalam posting, budaya atau kebudayaan. Itu karena memang dua kata tersebut menjadi tema kompetisi sekaligus mengiringi niat saya untuk ikut kompetisi blog Beswan Djarum.

Awalnya menemui kesulitan dan bingung apa yang akan ditulis nantinya. Untunglah teman-teman Beswan yang sudah memulai tulisan budaya – jauh sebelum saya – memberi saya motivasi untuk segera memulai tulisan tentang budaya.

Dimulai dengan tulisan ini, sebagai bentuk “panasnya” saya atas tulisan teman-teman, yang belakangan saya jadikan tulisan pembuka. Selanjutnya nulai mengalir tulisan-tulisan budaya, yang saya tetapkan seputar budaya-budaya Bengkulu.

Bukan apa-apa, maksud saya selain agar lebih konsisten dalam tema budaya Bengkulu, tema Bengkulu saya angkat untuk diperkenalkan lebih jauh. Hitung-hitung sebagai wujud cinta kepada kampung halaman.

Dari sekian banyak tulisan budaya Bengkulu di blog ini, saya menyisipkan Kembali ke Rejang sebagai amunisi pertama. Terinspirasi dari perjalanan dalam kegiatan Siltranas 2011 di perbatasan kabuapaten Lebong – Rejang Lebong yang kebanyakan didiami suku Rejang, mengingatkan saya kenangan selama KKN – yang juga di kabupaten bersuku Rejang – sehingga sangat excited berbaur dengan warga setempat.

Kemudian amunisi kedua saya pilih Temaram di Museum Bengkulu. Merunut pada kunjungan saya ke Museum yang kebetulan sedang direnovasi sehingga pada kuratornya saya menggali informasi.Bersamaan dengan itu pula saya ingin mengajak agar kita cinta mengunjungi museum, yang ironisnya belakangan ini jumlahnya makin menurun.

Lalu amunisi terakhir jatuh pada judul Bung Karno dan Cagar Budaya Bengkulu. Mungkin masih banyak yang belum sadar kalau di Bengkulu terdapat warisan sejarah dan cagar budaya yang berhubungan dengan presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Maka dari itu saya angkat pengaruh yang ditinggalkan Bung Karno untuk Provinsi Bengkulu serta lebih mengenalkan beberapa situs yang terkait dengan kehadiran Bung Karno di daerah pengasingannya dahulu.

Hampir lupa, terdapat selipan liputan kurang unik seputar perjalanan saya ber-sepeda ria dengan komunitas sepeda Universitas Bengkulu – sudah dijelaskan di posting awal budaya.

Kompetisi blog Beswan Djarum dari Djarum Beasiswa Plus ini menyadarkan kita tentang budaya, terkhusus bagi saya ini adalah sarana yang tepat untuk mengenalkan Bengkulu  dengan tulisan serba Bengkulu, all about Bengkulu.

Kalah atau menang urusan belakangan, yang lebih penting banyak hal-hal positif yang bisa diambil, dan percayalah semua yang positif akan selalu berguna untuk kita ke depannya.

Oh ya, tanggal 27 Oktober kemarin kita merayakan hari blog sedunia, jadi tetap semangat untuk terus blogging dan,  selamat hari blogging semuanya!!!. :)

Advertisement

2 comments

  1. pujiprabowo says:

    semangat sepri :)

  2. seprisubarkah says:

    @pujiprabowo makasih mas uji :D

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?