Archive for January, 2012

The Return of the King

January 10th, 2012
404331_2971127884535_1451892756_2998619_1989943745_n

gambar : AKFC at kaskus.us

Melihat judul diatas, pikiran pasti langsung merujuk ke sebuah film tetralogi besutan Peter Jackson yang mengambil tempat di Selandian Baru. Yap, the return of the king lagi marak-maraknya pekan ini di Barclays Premier League, salah satu liga tersengit di kolong jagat.

Penyebabnya tak lain adalah kembali bermainnya dua maestro sepakbola Arsneal dan Manchester United dari setelah hilang peredaran. Jika Thierry Henry, sang raja Arsenal era 2000 awal, kembali ke London Utara setelah petualangan di Barcelona dan New York Redbuls, maka Paul Scholes sang raja Manchester United (MU) kembali bermain ketika Manchester United  menghadapi Manchester City.

Kebetulan kedua raja tersebut memulai debut kembali ke tim lama di babak 3 Piala FA pekan lalu, dan kebetulan juga keduanya meraih kemenangan. Henry dan Scholes seakan membangkitkan kembali moral punggawa Arsenal dan Manchester United setelah minggu lalu kedua tim menuai kekalahan sehingga pekan ini kembali menengguk kemenangan.

Itulah sejelit kilas para raja di dunia sepakbola. Mereka mampu mengembalikan atmosfir semangat dan mental rekan-rekan yang tengah terpuruk. Dan karena sifat-sifat kepemimpinan dan keteladanan mereka semua atmosfir negatif pergi menjauh, berganti menjadi aura positif penuh semangat.

Sayangnya sang raja kharismatik khas dunia sepakbola seakan hilang di Indonesia, negeri kaya gemah loh jinawi. Negeri sang proklamator kini menjadi negeri kelas tiga dunia layaknya tim sepakbolanya.

Indonesia membutuhkan raja-raja dengan moralitas, kualitas, integritas, dan akhlak yang baik untuk suri tauladan generasi muda. Indonesia butuh raja semacam Henry dan Scholes untuk membimbing para youngster untuk bermain dengan benar, bukannya mengajarkan bagaimana cara menipu lawan dengan trik-trik menipu wasit.

Indonesia butuh pemimpin yang berani mengubah suasana kotor ala KKN menjadi suasana persaingan sehat, berani bersuara lantang ditengah-tengah kemunafikan dan mental hipokrit. Dan ketiadaan pemimpin seperti itulah yang membuat negeri kita berjalan ditempat, hampir bangkrut dihantam persaingan zona degradasi dunia.

Kita merindukan sosok-sosok Henry dan Scholes di Indonesia. Sosok-sosok yang membawa perubahan kehidupan masyarakat. Semoga saja pemimpin seperti itu tidak lahir 60 tahun sekali seperti Messi menyihir dunia dengan bakatnya.

Akhirnya, inilah episode kembalinya raja ke pangkuan sejatinya seperti saya yang kembali ke singgasana blog Beswan setelah sebulan tanpa disentuh. Sekarang, apakah anda merindukan sosok raja?? :)