Archive for April, 2012

Mau Belajar??

April 30th, 2012

Sudah mendekati akhir musim EPL, Arsenal masih bercokol di posisi 3. Posisi yang aman buat main di Liga Champions musim depan, itupun kalau dua match terakhir main konsisten.

Bicara konsisten, ini yang sulit didapat dari Arsenal dari dulu. Selepas piala dunia 2006 permainan taktis efektif ala skuad unbeaten 49 mulai hilang, berganti dengan permainan penguasaan bola, yang sejauh ini tidak efektif.

Kenapa tidak konsisten?? banyak penyebabnya dan seharusnya Arsene Wenger sebagai pelatih lebih tahu. Yang paling sering didengungkan orang-orang adalah bagaimana sang pelatih terlalu percaya dengan anak-anak muda menjadi tim inti. Lainnya, anak muda kadang labil, emosian, lalu permainan tim terganggu.

Lain dari itu, strategi Arsene yang dari dulu menerapkan 4-3-3 atau modifikasi 4-2-3-1 dengan penguasaan bola, terlalu mudah dibaca lawan. Lawan tinggal menempatkan semua pemain di setengah lapangan mereka, lalu habislah permainan Arsenal.

Yap, habis. Habis karena terlalu sibuk membongkar pertahanan lawan dengan umpan-umpan pendek dengan skill pemain seadanya. Sehingga kadang miris melihat lawan Arsenal dengan mudahnya mencetak gol lewat serangan balik.

Ujung-ujungnya, 7 tahun puasa gelar harus dialami Arsenal. Tujuh tahun bukan perkara sepele jika saja Arsene mau belajar dari kegagalan-kegagalan lalu. Kegagalan taktik, kegagalan strategi main, kegagalan memainkan bursa transfer pemain, kegagalan membendung ego, hingga kegagalan membentuk satu tim utuh tanpa banyak adaptasi.

——————————————————————————————————————

Lain Arsene Wenger, lain mahasiswa tingkat akhir.

Kendala mahasiswa tingkat akhir sudah barang tentu adalah skripsi, dan parahnya judul skripsi yang diajukan kadang-kadang tidak sinkron dengan pelajaran yang didapat di kelas.

Jelas, frustasi langsung menghinggap. “Bagaimana ini?? apakah harus ganti judul??” . Tidak jika filosofinya sama, mau belajar. Yah, mau belajar kalau perlu dari awal.

Jujur tugas akhir saya mengangkat tentang Algoritma Genetika yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah. Awalnya memang panik, karena saya sendiri ragu apakah bisa diselesaikan.

Toh, satu-satunya cara ya belajar dari awal lagi. Kalau tidak begitu ya tidak maju-maju, tetap pada fase stagnansi hingga kadang-kadang membuat diri sendiri mencapai fase galau (orang bilang, gak gaul kalo gak galau :p ).

——————————————————————————————————

Apapun itu, memang sulit tapi tak ada yang tak mungkin. Jikalau mau puasa gelar juara ingin dipecahkan, ada baiknya Arsene belajar dari kegagalan lalu. Jikalau ingin merebut gelar sarjana, ada baiknya juga mahasiswa tingkat akhir mau belajar (kalau perlu tidak sebatas tugas akhir). :D