Archive for August 8th, 2012

Kenangan Yang Terulang??

August 8th, 2012

Entah mengapa saya teringat kembali kenangan ketika SMP. Kenangan ketika bersekolah yang penuh dengan hal-hal unik, kadang terkesan miris. Mulai masuk kelas I, saya dianggap pendiam sehingga jarang terlihat bersama hingga akhirnya masuk kelas II menemukan teman yang bisa dibilang cukup dekat.  Mereka adalah Danu dan Bimo.

Umumnya murid-murid SMP yang cenderung berkelompok, berbagai hal kita lakukan bersama mulai dari membentuk kelompok tugas hingga pulang sekolah bersama. Keakraban berlanjut hingga SMA sampai akhirnya kami terpisah saat  memasuki tahap perguruan tinggi. Bimo di Sleman, Danu di Jogja dan saya sendiri tetap di kampung halaman, Bengkulu.

Sebelumnya tidak pernah saya menanggapi kelakar-kelakar masa SMP ketika bersama mereka secara berlebihan. Sampai saya ingat sesuatu yang pernah mereka katakan ketika pulang bersama.

Bimo : “Eh, nanti kalau sudah besar pastilah kita bisa punya rumah bagus, bertetangga dalam satu komplek?? iya kan Nu??”

Danu : “Iya kita tinggal di tempat yang penuh dengan cahaya terang. Sepri biarkan saja di tempat gelap penuh sarang laba-laba di belakang gang”

Siapapun tahu jika anak SMP yang bicara demikian pastilah tidak perlu ditanggapi serius, ditambah pula memang saya tidak mengerti betul maksud mendalam dari kata-kata tersebut sehingga tidak perlu repot-repot menanggapi.

Lagipula saya sadar peran saya di sebuah komunitas pertemanan dari dulu tidak pernah berubah : sebagai objek penderita kelakar :D .

Masalahnya adalah mengapa yang diucapkan mereka sampai saat ini mendekati kebenaran?? Ya mendekati kebenaran jika melihat Danu yang sudah bekerja dan keliling Indonesia serta Bimo yang terlihat enjoy dengan pekerjaan barunya. Saya sendiri masih berjuang dengan sidang tugas akhir, what a irony!!!

Pada akhirnya saya berharap ini hanya sebuah kebetulan, kebetulan yang terlalu bagus untuk bisa terjadi. Karena saya percaya apa yang diusahakan manusia itulah yang akan didapatkan manusia bersangkutan – selama Tuhan masih mengizinkan. Dari situ saya bisa instrospeksi diri pada kekurangan yang masih sering saya lakukan.