Feeding Father

August 13th, 2012 by seprisubarkah Leave a reply »

Belakangan yang menarik perhatian saya adalah Malaga CF, klub asal provinsi Andalusia Spanyol. Bukan karena kejutannya yang menembus play-off Liga Champions  tetapi karena tindak-tanduk aneh klub tersebut di bursa transfer. Seperti yang kita ketahui, sejak diambil alih oleh Sheikh Abdullah bin Nassar Al Thani tahun 2010 klub ini tiba-tiba menjadi sebuah kekuatan fenomena bursa transfer – menyaingi duo Real Madrid dan Barcelona dengan membeli sejumlah pemain bintang sepakbola dunia.

Imbas dari kebijakan royal Malaga di bursa transfer bisa dilihat dari prestasi dua musim terakhir dengan lolos Liga Europa dan play-off Liga Champions, bahkan tidak menutup kemungkinan akan lolos fase grup jika berhasil melewati Panathinaikos. Padahal jika mengamati sepak terjang Liga Spanyol Malaga adalah klub medioker atau  bisa dibilang sering bolak-balik divisi satu-dua.

Lalu apa tintak-tanduk aneh Malaga?? ya mereka menjual pemain-pemain bintang macam Santiago Cazorla ataupun Solomon Rondon ke luar Spanyol. Ada apakah gerangan?? apakah Syekh Arab kehabisan duit atau ada masalah lain??.

Ternyata politik bermain dalam akusisi Malaga ke tangan sang Syekh. Pada saat sang Syekh hendak mengajukan bidding membeli Malaga, ia juga turut menyertakan proposal membuat pelabuhan khusus dan hotel bintang lima di kawasan Marbella – Marbella kebetulan berada di provinsi Andalusia. Pembelian Malaga adalah cara untuk membuat politisi dan pemerintahan lokal supaya jatuh hati pada sang Syekh.

Jelas Malaga dijadikan alat, tapi tidak ada yang peduli. Toh, tetap saja uang mengalir deras dari Syekh Al Thani ke klub guna membangun kekuatan Malaga CF. Tim terbang tinggi dan akhirnya mencapai kualifikasi liga champions – bahkan fans berharap Adebayor, van Persie, Tevez atau Sahin berlabuh di Malaga di musim depan.

Masalah kemudian muncul kala tiba-tiba Dewan Provinsi Andalusia menolak proposal Al Thani membangun pelabuhan kapal mewah dan hotel bintang lima.  Dapat dimengerti bila Syekh Al-Thani tidak senang, menunjukkan kemarahan di twitter, dan nampaknya tidak akan lagi menyokong klub dengan uang-uangnya.

Dampaknya jelas, Malaga yang masih memiliki utang pajak sekitar 30 juta euro harus menjual Cazorla dan Rondon untuk cara cepat melunasinya. Di masa depan, Malaga harus mencari sendiri pendapatan dan dana transfer klub. Bersyukurlah mereka lolos ke liga champions yang bertaburan uang, agar setidaknya dapat membangun lagi kekuatan mereka di masa depan.

——————————————————————————————————————————————————————

Agak aneh karena kisah Malaga hampir mirip dengan kebanyakan mahasiswa-mahasiswa Indonesia. Karena sudah terlalu lama menjadi anggota kampus mereka lalu diultimatum orang tua dengan menyetop duit bulanan. Dapat dimengerti kemarahan orang tua tersebut karena memang idealnya 5 tahun seorang mahasiswa sudah bisa lulus.

Imbas dari ancaman tersebut mahasiswa akhirnya mencari kerja sampingan untuk bertahan hidup. Namun dengan bekerja ini diharuskan bisa membagi waktu antara studi – spesifiknya bisa tugas akhir – dan kerja. Jika tidak akan kolaps sendiri, kuliah berantakan kerja jadi tidak menentu.

Memang orang tua tidak se-ekstrim Syekh Al-Thani dalam tujuan menyokong dana, hanya ingin anaknya lulus kuliah. Namun dari sini kita bisa melihat persamaan bila seorang – bisa juga sebuah grup – feeding father suatu saat bisa menghentikan dukungannya pada kita bila kita terlalu terlena. Terlepas dari alasan-alasan mereka mencopot sokongannya, kita wajib bersiap untuk stand on our knee in order to survive.

Advertisement

2 comments

  1. Andrey says:

    Menarik gan….Kalau soal politik dan intrik di Indonesia juga banyak, dan sepakbola pun jadi ladang. Bisa dilihat dari munculnya Dualisme liga, dualisme tim dan banyak yang lain…

  2. seprisubarkah says:

    nah itu dia yang susah kalo politik main di olahraga,
    serba kabur semuanya…
    liga yg sekarang ada di indonesia – IMO – sama aja,
    yang paling bener dukung timnasnya dah,
    bisa sesuka hati teriak “bambang” “Indonesia”

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 3 multiplied by 9?