Sebuah Post, Blog, dan Futsal

October 23rd, 2012 by seprisubarkah Leave a reply »

Saya sendiri merasa agak aneh dengan postingan ini, karena sempat-semptnya membahas keluar dari sepakbola. Tapi tidak juga, karena nantinya akan saya ceritakan sedikit pengalaman dan filosofi saya dalam bermain futsal.

Dan sebenarnya tidak ada niatan juga ingin menulis blog, dan karena ada suat dorongan dari seorang Andica Haradi sang Haji sepakbola, maka saya menulis lalu jadilah tulisan ini.

Dari wacana yang dibuat oleh Andica diatas, yang saya tangkap adalah negara Indonesia yang besar terlalu banyak dipenuhi oleh komentator atau analisator sepakbola, sedangkan skill sepakbola yang dimiliki nol.

Dari sini saya sadar itu adalah kritik untuk saya yang memang senang menceritakan sepakbola, dan sedikit hal-hal berbau analisis. Namun yang ingin saya tegaskan adalah : saya sebagai penyuka sepakbola tidak segemerlap Bung Towell atau Bung Ropan dalam analisis, namun saya pecinta cerita dan drama sepakbola.

Tidak terlalu bersalah tentunya sebagai penulis ulang sejarah sepkbola amatiran bukan?? Toh di negara ini kita dipersilakan untuk merasa bebas, tentu bebas yang beradab. Just feel free to express it!!.

Oke, itu dari saya tentang bung Haji Andica. Nah gejolak kembali ketika ada jargon di twitter beliau yang  kira-kira bermaksud  :  “Harusnya skill analisis blog atau komentator atau yang berbau ocehan sepkbola  diimbangi dengan kemampuan di lapangan.”

Dari situ saya sadar bahwa hobi bercerita sepakbola saya juga harus diimbangi dengan skill sepakbola. Tentu tidak salah bukan jika mengekspresikan sepakbola melalui futsal?? hmm..

Kadang saya berfikir jika say bermain futsal, dimana pun event apapun, saya berusaha untuk memberikan yang terbaik saya sebagai penjaga gawang. Pernah terfikir ketika saya mengalami kekalahan dalam suatu ajang, maka saya sendiri lah yang dipersalahkan. Apakah itu adil??

Tergantung. Saya memandang diri saya bersalah supaya lebih teliti dan fokus lagi. Masa bodoh orang memandang bek-bek tim saya atau penyerang tim saya bermain buruk. Satu bermain buruk maka yang lain akan dicap bermain buruk juga. That’s it!!!

Lalu aplikasinya?? ya itu tadi, akan terbawa suasana kompetitif dalam event apapun itu. Dan pernah ada rekan yang mengatakan : ” Slow aja bro, ini kan cuma sparring biasa..” . Sparring biasa, namun tidak biasa untuk eksistensi diri saya. :)

Ah sudahlah, begitulah saya. Terlalu mendramatisir futsal sama seperti saya menceritakan sepakbola. :)

—————————————————–

Ah baru saja saya menemui sebuah blog anak SMP di kota saya. Isinya subhanallah menakjubkan untuk anak SMP. Berisi cita-cita dan harapan serta guratan ecerdasan emosional yang sangat luar biasa untuk ukuran anak kelas 3 SMP.

Saya tidak sengaja menemukannya ketika sedang stalking akun twitter adik saya @chachasaphira. Sendainya saja saya bisa kembali lagi ke masa sekolah, saya akan mengubah seluruh masa gelap selama SMP dan SMA. -_-

By the way, ini alamat blog sang anak smp tersebut http://rifdaviranah25.blog.com/

Advertisement

1 comment

  1. johantectona says:

    kadang drama ini mengasikkan loh dan perlu diingat drama itu sering laku keras hhehe

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 in addition to 7?