Archive for August 17th, 2013

Catatan Pribadi : Memaknai Kemerdekaan

August 17th, 2013

Bisa dibilang 17 Agustus adalah momen mengharukan, membanggakan sekaligus introspeksi diri, tergantung dari pribadi masing-masing. Hari kemeredekaan Republik Indonesia mengingatkan kita tentang perjuangan pahlawan merebut kemerdekaan, walau konon ada beberapa simpang siur terkait hari kemerdekaan dan rencana pemberian kemerdekaan dari Jepang.

Sejarah memang memang sulit untuk menemukan dirinya. Namun apapun itu, hari kemerdekaan sudah selayaknya kita isi dengan hal-hal positif. Tidak melulu berbau seremonial dan hura-hura semacam upacara, pengibaran bendera, atau lomba-lomba.

Saya pribadi lebih memilih momen kemerdekaan RI sebagai momen introspeksi diri. Apakah saya telah berada pada jalur kehidupan yang benar? Apakah negara ini begitu kacaunya sehingga dulu sempat saya berpikir untuk ke luar negeri?  Apa yang  telah saya berikan untuk negara ini?.

Pikiran kembali melayang saat upacara bendera di Dinas Pendidikan Provinsi tadi pagi. Saya menemukan momen yang sangat tidak layak untuk dilakoni orang dewasa, atau sebut saja PNS DIKNAS. Bagaimana bisa orang-orang mengatur instansi pendidikan bersikap tidak terdidik? ya saya sebut tidak terdidik karena mereka begitu ribut sepanjang upacara dan berteriak semauanya saat doa.

Bukan apa-apa, ada anak-anak usia sekolah dari SD-SMA yang hadir untuk pemberian penghargaan UN, yang kemungkinan besar akan beranggapan semua hal tersebut biasa saja. Pantas saja pendidikan RI jalan di tempat jika yang menangani pendidikan tidak “berpendidikan”.

Belajar Mencintai

Dulu saya sempat berpikir Indonesia sudah tidak ada bentuknya lagi. Berbagai kasus asusila moral bergentayangan di stasiun-stasiun televisi mainstream. Akhirnya membetuk pola pikir a-nasionalis pada diri saya.

Kemudian semua berubah saat saya menyadari bahwa Indonesia bukan yang televisi ceritakan. Indonesia bukan Jakarta, bukan Jabodetabek ,bukan Bandung walau pembangunan begitu timpang memihak kota-kota besar pulau Jawa.

Indonesia adalah Sabang-Merauke. Indonesia memiliki sejuta pesona yang sangat indah. Cobalah berpikir berapa banyak pantai-pantai eksotis, berapa banyak kearifan lokal yang terpuji, berapa banyak kekayaan alam yang belum maksimal digali potensinya. Semua itu milik Indonesia.

Saya menyadari bahwa saya dulu begitu membenci apa yang tidak begitu saya kenali lebih dalam. Saya menyadari pola pikir sempit dicampur kenistaan pribadi membuat semua menjadi begitu buruk.

Apakah saya satu-satunya? Apakah masih banyak yang masih termakan berita-berita televisi yang “hanya” bertujuan menaikkan rating siaran? Apakah masih ada yang belum berpikiran terbuka? Andai saya satu-satunya berpola pikir tersebut…

Mulai Dari Hal Kecil

Saya sadar saya berasal dari keluarga PNS biasa. PNS diidentikkan dengan kehidupan comfort zone sehingga membentuk pola pikir tidak ada perubahan atau tidak terbiasa menghadapi perubahan. Padahal dunia di luar mereka terus-menerus berubah secara konstan.

Lalu apakah saya sesali? Dulu begitu, namun belakangan justru saya banyak belajar dari situ. Saya belajar banyak bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik, saya belajar berbagi, saya  belajar untuk menentukan pilihan sesuai nurani dan logika.

Saya memulai dari hal-hal kecil bermanfaat bagi pribadi dan sekeliling. Saya mulai membuka pikiran positif dan menjauhkan yang negatif, meski memang butuh perjuangan karena begitu banyak pola pikir dan sikap negatif  di sekeliling saya.

Akhirnya kemerdekaan Indonesia bukan saja sekedar seremonial atau lomba. Saya memaknai sebagai kemerdekaan pikiran positif. Saya memaknai kemerdekaan dengan dengan “memberi” kepada negara dalam bentuk “minimal” : Menjadi prbadi yang lebih baik dan berbagi.

Ah, tiba-tiba saya ingat anak-anak…… :)

Sumber gambar : google.com

Bukan Meng-alay-kan diri

August 17th, 2013

Teknologi yang berkembang dengan pesat telah membuat gaya hidup masyarakat berubah. Salah satu produk teknologi adalah internet. Internet memberikan apa yang orang dulu tidak pernah bayangkan. Contohnya saja situs pencari (search engine) atau media sosial.

Media sosial adalah sarana  yang untuk mengekspresikan diri. Semua lapisan masyarakat dapat dengan bebas mengungkapkan apa yang ada dalam benak mereka lewat facebook, twitter, atau mungkin instagram. Tergantung dari apa passion media mereka.

Media sosial juga bisa menjadi saran belajar yang efektif, namun juga bisa menjadi sarana propaganda pihak-pihak tertentu. Dalam hal ini kedewasaan pengguna media sosial berperan besar dalam memilah dan menyikapi informasi.

Apapun itu tetap saja kita harus ambil sisi positifnya : belajar dari media sosial semacam twitter. Belajar? ya karena pada dasarnya pengguna twitter bisa dengan bebas memilih sumber informasi dengan representasi orang yang mereka ikuti/follow.

Mengikuti/follow seseorang di twitter bisa dikarenakan :

1. Seseorang tersebut adalah teman

2. Memang layak diikuti karena ada suatu nilai yang diberikan pada berikutnya

Poin nomor 2 tersebut yang bisa dikatakan belajar dari twitter. Ada beberapa akun twitter yang menurut saya sangat baik dan bisa dijadikan referensi. Beberapa diantaranya adalah :

1. Pandji Pragiwaksono (@pandji)

Beliau adalah seniman, pemikir, dan pemuda yang peduli pada keadaan bangsa kita. Tweet beliau sebagian besar berisikan ajakan untuk berkarya, berbuat sesuatu, dan mengapresiasikan karya tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, @pandji sering me-ngetweet tentang stand up comedy, isu-isu terkini, dan olahraga. Ya olahraga karena beliau adalah penggemar olahraga terutama basket.

Beliau juga memiliki blog serta buku elektronik gratis yang bisa diakses melalui blog tersebut. terkadang beliau juga memasarkan beberapa hasil karyanya di twitter. Teknik pemasaran yang sangat baik mengingat peminat karya-karya beliau adalah anak-anak muda.

Akun @pandji sangat layak diikuti dengan beebagai nilai pelajaran yang dapat kita ambil.

2. Prof. Hazairin Pohan (@hazpohan)

Prof. Hazairin Pohan adalah seorang diplomat, duta besar yang telah berkeliling dunia sejak saya belum lahir :D. Pengalaman beliau sangat banyak terutama tentang budaya, filsafat hidup, dan sistem politik dan dampaknya pada suatu negara.

Sangat menarik juga jika melihat beberapa tweet beliau yang menginformasikan semacam perkembangan terbaru dari pola pemerintahan RI seperti informasi akan digunakannya penerjemah bahasa asing asli dari Indonesia yang disatukan dalam ruang lingkup seperti pasukan khusus.

Pengalaman-penglaman beliau juga diceritakan dalam sebuah blog, bisa diakses di bio beliau. Isi dari blog beliau juga dipromosikan pada tweet-tweet beliau, sehingga kita bisa memilah mana topik yang sesuai dengan passion kita.

Akun @hazpohan sangat layak untuk diikuti mengingat banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru yang bisa membuka pikiran kita.

3. @revolutia

Tidak ada yang tahu pasti siapa pemilik akun @revolutia. Namun dari gaya bahasa-nya dapat di-detect akun tersebut masih berusia muda, atau minimal berjiwa muda. Saya menemukan akun ini menarik setelah saya baca blog @pandji yang mengatakan bahwa @revolita sangat informatif, unik untuk diikuti.

Kebanyakan tweet @revolutia berkaitan dengan isu-isu politik dalam dan luar negeri serta sedikit filsafat. Misalya saya sering mendapati @revolutia menjabarkan seluk beluk korupsi, kronologi singkat rusuh di Mesir, dan pendapat objektif tentang pemerintahan RI.

@revolutia juga memiliki blog yang berisikan tentang politik, isu-isu terkini, dan hiburan. Blog @revolutia bisa diakses melalui link yang ada di bio beliau.

Ada beberapa tweet @revolutia yang bisa dibilang tidak penting, saya maklum mengingat saya berasumsi beliau masih muda. Namun secara umum @revolutia layak untuk diikuti mengingat beliau sangat informatif.

4. @Triomacan2000

Saya rasa inilah akun paling kontroversi di Indonesia. @Triomacan2000 menyebut diri mereka sebagai akun intelijen publik, yang berarti mereka mendapatkan informasi dari berbagai sumber yang bisa dikatakan classified untuk diolah, dianalisis, dan kemudian dibagikan kepada pengguna twitter.

Kontroversi karena mereka memberi informasi yang sangat menohok publik soal pejabat, korupsi, mega skandal, mafia, proyek bermasalah, atau perilaku partai. Namun Ada juga beberapa tweet @Triomacan2000 yang mengungkapkan tokoh-tokoh yang menurut mereka patut dihargai.

Seperti contoh kultwit (kuliah tweet) mereka tentang siapa Mahfud MD, Bibit Samat, atau Marzuki Alie yang sangat jarang diliput media. Mungkin media menilai mereka tidak bisa menaikkan rating tayangan. :D

Tidak seperti tiga akun diatas, akun @Triomacan2000 menyajikan bacaan berupa kultwit bukan blog. Kultwit mereka bisa diakses melalui mesin pencari dengan kata kunci @Triomacan2000 , chirpstrory. Kadang mereka membagikan link chirpstory di tweet mereka.

Membuka Pikiran

Kesamaan dari empat akun diatas adalah mereka menawarkan keterbukaan pikiran sembari menyaring informasi apa yang layak untuk diolah. Mereka secara tidak langsung memberi pengetahuan, membuka pikiran, dan mencerdaskan.

Saya ingat kutipan “Sungguh berdiskusi dengan orang cerdas bisa membuka pikiran dan hati”. Sehingga empat akun diatas bisa dipersonifikasi sebagai si orang cerdas. Mungkin ada beberapa akun lain yang layak diikuti semacam @yoris @tonybarrettimes atau @zenrs, tergantung pada passion si pengikut.

Pada akhirnya media sosial menjadi sarana yang baik untuk belajar. Belajar bisa darimana saja tidak selalu di pendidikan formal. Sangat tidak bijaksana jika media sosial bertujuan sebagai sarana untuk meng-alay-kan diri. :D

gambar : goolge.com