Posts Tagged ‘Bengkulu’

A night of the champions

May 20th, 2012

Apa yang membuat konsentrasi massa berada fokus pada satu lokasi??. Cuma ada 3 kemungkinan, mahasiswa demo, konser public figure, nonton bareng suatu acara.

Yap, semalam tepatnya tanggal 19 Mei dilangsungkan final Liga Champions antara Bayern Munchen vs Chelsea. Banyak dari kita mengadakan nonton bareng di public area atau di tempat-tempat yang sudah ditentukan, sehingga bisa dipastikan kalau konsenstrasi massa pada malam kemarin adalah acara nonton bareng final UCL.

Di Bengkulu, ada beberapa tempat yang dianggap memiliki sensasi dalan nobar. Pertama di warung bola, kedua di halaman Graha Pena Rakyat Bengkulu, dan terakhir di warung kopi luwak Veteran. Ketiga tempat selalu ramai dengan orang-orang nobar bila ada hajatan besar sepakbola.

Saya sendiri menyempatkan diri nobar di Graha Pena Rakyat Bengkulu, alasannya  karena mudah (baca : gratis). Beda dengan dua tempat lainnya yang agak tidak enak kalau hanya numpang nonton, minimal harus memesan beberapa minuman ( mental gratisan :hammer:  ).

Belum lagi kalau masalah sensasi nonton yang memang sangat gahar kalau di Graha Pena koran terbesar di Bengkulu tersebut. Kenapa gahar?? karena bisa menampung ratusan orang kurang kerjaan di malam minggu hanya untuk menyaksikan orang-orang Eropa menyepak bola.

Wajar saja kalau Graha Pena RB memang penuh sesak para suporter, baik itu yang mendukung Chelsea, Bayern, atau yang mendukung dua-duanya. Mendukung dua-duanya?? terkesan tidak ada pendirian memang tapi itulah kenyataanya. Karena saya melihat sendiri ada beberapa pemuda yang melompat senang kala Bayern mencetak gol. Lain waktu mereka juga melompat kala Drogba menyamakan kedudukan. Aneh…

Saya sendiri mendukung Bayern untuk juara. Bukannya menganggap saya ini GH (Glory Hunter : mendukung tim yang menang saja), tapi memang sejak saya masih akhil balik hingga kini klub favorit saya ada dua, Arsenal dan Bayern Munchen. Lah kalau mereka berdua bertemu??  pilihan pada tim nomor satu, Arsenal. :D

——————————————————————————————

Kembali lagi ke nobar semalam, saya sendiri datang ke Graha Pena RB sendirian, ya sendirian tanpa teman, karena kebanyakan teman-teman lain bukan football freak solitaire atau penyuka sepakbola pemburu pertandingan seru sehingga mereka labih memilih tidur (Agak miris memang karena memang justru tidur yang paling diutamakan saat malam). :D

Dimana sensasinya kalau sendirian?? Gampang, tinggal ikut saja kelompok-kelompok loyal yang memakai seragam Bayern. Tinggal bilang saya sendiri, saya pendukung Bayern, dan dalam sekejap mata didapatlah teman-teman baru ala nonton bareng. :D

Buarpu Bayern kalah adu penalty dari Chelsea, malam tersebut tetaplah malamnya sang juara. Juara melihat sang juara mengangkat trofi Liga Champions untuk pertama kalinya, dan juara melihat perjuangan Bayern menggempur Chelsea habis-habisan walaupun tetap saja  gagal.

Dan bagi saya, malam ini adalah juara karena sensasi menonton bersama-sama yang jarang sekali terjadi bila tidak ada pertandingan besar dan juara karena bertemu teman-teman baru. :D

bersama teman baru : walau kalah, tetap dukung bayern ya..

bersama teman baru : walau kalah, tetap dukung bayern ya..

Bimo dan Danu

December 2nd, 2011

Perbincangan saya dengan teman-teman di twitter beberapa hari yang lalu sempat membuat saya kembali mengingat masa-masa ketika SMP dulu. Mengapa teringat masa SMP?? karena kebetulan sekali ada teman-teman akrab saya yang saat ini jauh dari kampung halaman, dan kebetulan juga berada di satu tempat yang sama, Yogyakarta.

Teman-teman akrab saya selam SMP itu adalah Danu dan Bimo. Yah, selama masa SMP kami hampir selalu bertiga, terkhusus ketika kelas 2 SMP. Karena frekuensi bersama yang sangat sering iotulah, kami sempat dijuluki AB three versi cowok. Agak aneh memang kalau diingat, karena kami sama sekali berbeda latar belakang. Bimo yang punya sedikit darah Jawa dan saya berdua Danu dengan darah Bengkulu.

Hingga sampai saya ingat suatu percakapan di depan rumah Danu. Yah, sepulang sekolah kami memang sering melaksanakan ritual jalan kaki, dan karena rumah Danu yang paling dekat maka kami sering mampir sebentar. Intinya pada percakapan tersebut Danu dan Bimo berandai-andai dengan menjadi orang sukses bersama rumah mereka dan tinggal di kawasan elit, sedangkan saya diceritakan hanya tinggal di lorong gelap penuh laba-laba.:D

Sedikit sadis memnag, cuma itulah candaan masa labil (baca : SMP). Ibarat kata, saya pada masa itu sering menjadi Nardji di grup Cagur bila bersama mereka. Hampir candaan dan kenyikan (Bengkulu : mengolok secara halus) selalu mengarah pada saya, dan konyolnya saya pernah merajuk (Bengkulu : ngambek) pada suatu waktu hanya karena kenyikan mereka. :D

Haha, konyol memang mengingat itu.

Seperti disebutkan diatas, saya masih melanjutkan kuliah di kota kelahiran dengan agenda tugas akhir yang belum selesai-selesai – rasanya mau seperti @Rerreadysti yang langsung ngamuk kalau menyinggung skripsi – dan mereka merantau di kota pelajar. Danu di UGM dan Bimo di UII.

Lalu suatu kebetulan kah jika mereka berdua sedang berada di daerah kuliah yang sama, dengan saya sendiri di kampung halaman?? Apakah ini indikasi candaan jaman SMP??? berharap saja tidak. :)

Terakhir, berharap mereka tidak membaca ini. Karena kalau mereka membaca,mungkin saja keluar  ungkapan khas mereka, “asseeemm..!!”.

Trivia (kota) Bengkulu

October 26th, 2011
simpanglimo

Pemandangan Pusat Kota Bengkulu

Bengkulu, sebuah provinsi di sebelah barat Sumatra memang memiliki kekayaan budaya layaknya daerah-daerah lain di Indonesia. Bengkulu memiliki keunikan penyebaran demografi hingga pembagian geografi.

Dari sisi geografi daerah secara umum, anda semua bisa lihat sendiri di link yang saya beri diatas. Namun jika ingin lebih tahu hal-hal kecil yang jarang dibuat di situs atau blog lain, maka perhatikanlah sepenggal cerita dibawah ini yang terangkum dalam Trivia Bengkulu. :)

» Read more: Trivia (kota) Bengkulu

Maestro yang sederhana

October 22nd, 2011

Ibu Efi besama kami murid SD 08

Ibu Efi besama kami murid SD 08

Kembali menengok masa saya duduk di sekolah dasar, seakan kembali melihat interaksi bersama teman-teman dan guru-guru. Sebuah interaksi sederhana namun menghasilkan kenangan yang luar biasa.

Masa sekolah dasar – saya bersekolah di SD N 08 Bengkulu – yang begitu polos, apa adanya, seperti sebuah saksi ketika saya masih tunduk pada nilai-nilai kebenaran yang diajarkan. Guru-guru yang memiliki perbedaan satu sama lain, kantin-kantin, dan teman-teman dahulu seakan menyimpan tanya untuk saya, “apakah mereka masih seperti itu?”.

Banyak sekali yang ingin diungkapkan tentang masa sekolah dasar, namun pikiran lebih membawa saya ke masa yang jarang diingat.

Perjalanan menengok masa sekolah dasar dimulai ketika saya mengingat mata pelajaran Muatan Lokal – mata pelajaran yang berisi tentang seni seperti tari, batik besurek khas Bengkulu, seni menganyam, atau seni-seni yang lain.

Saya jujur lebih senang dengan pelajaran seperti IPA, IPS daripada mengandalkan keterampilan seperti itu. Dan biasanya seperti itu, pihak sekolah mengalokasikan waktu lebih banyak untuk mata pelajaran bersifat pengasahan otak tersebut ketimbang Muatan Lokal. Jadi jangan heran – saya baru sadar sekarang – bila banyak teman-teman sekelas sama memandang Muatan Lokak seperti saya.

» Read more: Maestro yang sederhana

Tour de Bengkulu (etape II with UBC)

October 9th, 2011

Beberapa hari yang lalu teman saya, Indra, Fikon, dan Vita memberi info tentang UBC (UNIB Bikers Community), sebuah komunitas pencinta sepeda Universitas Bengkulu (UNIB). UBC beranggotakan rektor UNIB, staf-staf rektorat, dan dosen.

Lalu mahasiswa-nya?? sejauh tulisan ini ditulis baru kami berempat yang bergabung serta rutin mengikuti rute-rute yang berganti-ganti tiap minggunya. Saya sendiri termasuk anak baru di komunitas ini, karena baru hari minggu ini mengikuti rute tur.

Kebetulan sekali, Tour de Bengkulu yang saya jalankan sendiri dapat digabungkan dengan rute-rute UBC yang berganti-ganti tiap minggu-nya. Lagipula, bersepeda sendiri kadang membosankan. Jadi persoalan hanya tinggal beradaptasi dengan tata cara komunitas ini.

» Read more: Tour de Bengkulu (etape II with UBC)

Nuansa budaya adopsi-an di Indonesia

October 7th, 2011

Masih segar dalam ingatan kita tentang Soimah, seniman asal Yogyakarta. Kemunculannya yang fenomenal di beberapa televisi swasta mengundang berbagai decak kagum. Bagaimana tidak, seorang Soimah yang dibesarkan dalam dunia karawitan tradisional Jawa tiba-tiba mengguncang pakem seni dengan membawakan lagu bahasa Jawa dalam nuansa hip-hop.

Tentu Soimah tidak sendirian dalam mengekspresikan pakem barunya karena ia bersama Jogja Hip-Hop Foundation bersama-sama membesarkan sebuah tema baru budaya lagu daerah di Indonesia.Tak tanggung-tanggung, mereka diundang ke New York, kota dengan lingkungan hip-hop yang kental, sebagai apresiasi sebuah komunitas Hip-Hop Bronx.

Tema serupa juga terjadi dalam budaya komedi Indonesia. Jangan sebut anda pecinta komedi kalau belum menyaksikan sebuah tren dagelan baru bernama Stand up Comedy, sebuah komedi tunggal hasil adapatasi dari Amerika Serikat. Untuk menyaksikannya, anda bisa tonton sebuah tv swasta ataupun mengunduh di situs video terkemuka.

Bagi tokoh pembesar genre komedi baru ini, Stand up Comedy diibaratkan sebagai suatu hiburan alternatif. Sudah terlalu letih melihat hiburan-hiburan di Indonesia yang masih seputar sinetron, film laga gaib, musik non-orisinil, ataupun film berhantu garing.

» Read more: Nuansa budaya adopsi-an di Indonesia

I wanna talk about culture

September 30th, 2011

Panas oleh tulisan-tulisan kolega beswan lain, akhirnya saya memberanikan diri menggubah posting kali ini dan selanjutnya mengenai budaya. Ada apa gerangan??, selain momen yang sangat tidak tepat untuk pemanasan sebelum kompetsisi blog, saya merasa perlu mengenalkan budaya daerah saya sendiri walau hanya lewat lagu kata :) .

Sebelum postingan ini terbit, saya sempat tertegun melihat berita di tv yang banyak sekali membahas anggar banggar, yah hampir mirip korupsi skala besar lah. Kali ini lawan si banggar adalah sang cicak KPK yang entah bagaimana bisa mendapat musuh baru lagi.

Ditambah lagi keterangan ayah saya yang memang menambah miris (memnijam istilah dodi) keadaan bangsa korup ini. Beliau mengatakan memang seperti itulah aturan main proyek besar, sang pemain yang ingin mendapat proyek menyetor sejumlah besar dana kepada pemegang proyek.

Masalahnya, banggar itu adalah penyusun sejumlah pengeluaran uang negara yang menyangkut didalamnya proyek-proyek besar daerah. Sang pemain tinggal menyetor ke orang banggar,orang keuangan, orang menteri, atau bahkan orang polisi. Kalau nasib ya dapat proyek, kalau tidak nasib yah ketipu :D .

Ah sudahlah, tidak ada habisnya membicarakan budaya yang satu itu. Bukannya makin bangga, makin miris malah yang didapat. Mungkin lebih baik akan dibiarakan budaya yang benar-benar budaya.

Banyak yang akan saya tulis nanti, yang pastinya tentang budaya Bengkulu seperti tabot, batik besurek, atau mungkin malah rumah bung Karno. Di sela-sela itu, mungkin akan terselip tulisan tour de Bengkulu yang kebetulan akan melewati situs-situs budaya Bengkulu :D .

Well, it’s gonna be awesome, so i don’t wanna talk about culture :D (big smile).

Blogpreneur Blogger Nusantara

September 26th, 2011

Blogpreneur, jujur kata ini masih asing, adalah istilah dalam dunia blog yang mengarahkan si pemilik blog untuk menjadi seorang pengusaha, dalam dunia blog. Tetapi bukan berarti saya benar-bena faham tentang blogpreneur. Adalah sesepuh di BTK yang mengenalkan istilah ini pada saya, yang kebetulan dia posting istilah tersebut di dinding grup.

Setelah dicermati, memang blogpreneurship memiliki kecenderungan untuk mengarahkan seorang blogger menjadi pengusaha. Usaha yang dimaksud disini mungkin lebih ke arah pemasangan iklan google ads, SEO, iklan baris, dan semacamnya.

Untuk menjadi seorang blogpreneur, bisa dikatakan agak rumit (menurut saya), namun kembali lagi kepada individu yang menjalankannya. Rumit disini dikarenakan kita harus mengerti bahasa CSS (atau HTML mungkin) untuk mengatur konten blog, mengusahakan kata kunci yang tepat untuk bersaing di SEO, dan juga mengambil jatah iklan dari  pengembang-pengembang (seperti google, adhitz, kumpulblogger).

» Read more: Blogpreneur Blogger Nusantara

Seleksi Beswan Djarum Bengkulu 2011

September 25th, 2011

Selasa dan Rabu (20-21/9) menjadi hari yang menegangkan bagi para calon penerima beasiswa Djarum 2011 karena pada hari itu diadakan seleksi penerimaan beasiswa Djarum 2011. Sebanyak 80 perserta dari seluruh fakultas di Universitas Bengkulu (UNIB) bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Delapan puluh peserta ini kemudian dibagi menjadi dua kelompok tes tertulis dimana kelompok satu kebagian tes pada pukul 08.00 dan kelompok dua mendapat tes pada pukul 13.oo. Dari dua kelompok tes tertulis tersebut, nanti akan disaring menjadi 21 orang untuk mengikuti seleksi FDG (Forum Discussion Group) dan wawancara.

Dari 21 orang, kemudian dipilih 5 orang Beswan Djarum Bengkulu 2011. Seperti biasa, Mas Sapto dan Mbak Nia selalu mengawal jalannya tes Beswan Djarum dari tahun 2008 hingga 2011 ini. Kami, sebagai alumni 2009 dan 2010, kebagian peran menjadi panitia dadakan.

» Read more: Seleksi Beswan Djarum Bengkulu 2011

Kaskuser Bengkulu on Radio

September 25th, 2011

Kaskuser  Regional Bengkulu, yang sebelumnya telah melakukan gathering dan bakti sosial, kali ini melawat ke kandang radio SwaraUnib FM, yang notabene merupakan radio dibawah naungan Universitas Bengkulu. Lawatan ini tak lepas dari rekan kaskuser sekaligus salah seorang penyiar SwaraUnib FM yang secara brilian memberikan ide siaran radio sebagai wadah sosialisasi Kaskuser Bengkulu.

Acara yang berlangsung Jumat,16 Serptember 2011 ini  jam 7 malam ini mengambil tempat di studio SwaraUnib FM dengan dihadiri sekitar 15 orang kaskuser.

Sebelum siaran, para kaskuser berkumpul terlebih dahulu di ruang tamu studio sembari menunggu selesainya program radio yang masih berjalan. Selama menunggu, banyak topik dan celetukan yang secara spontan keluar dari masing-masing anggota.

» Read more: Kaskuser Bengkulu on Radio