Posts Tagged ‘liga champions’

Pindah Konfederasi

September 11th, 2013

Dalam konteks geografi, agak sulit menemukan kasus sebuah negara pindah benua. Misalkan China yang tadinya Asia pindah ke Amerika. Namun di konfederasi sepakbola, itu bisa terjadi. Kazakhstan, Israel, Turki, dan Australia adalah contoh nyata.

Zona Oseania adalah salah satu konfederasi sepakbola selain dari konfederasi utama dunia seperti Eropa, Asia,dkk. Australia adalah salah satu kekuatan dari zona oseania pada awalnya. Setiap hajatan kualifikasi Piala Dunia tim kangguru selalu hampir bisa memuncaki klasemen.

Sebagai pemuncak klasemen, Australia tidak langsung bisa melaju ke babak utama Piala Dunia karena harus melakoni play-off melawan salah satu wakil konfederasi Asia, Amerika Selatan, bahkan Eropa. Celakanya mereka hampir selalu gagal di babak ini.

Tercatat Australia gagal di play-off 1986 kalah dari Skotlandia, Argentina (1994), Iran (1998), dan Uruguay (2002). Hanya sekali mereka memenangi play-off yaitu tahun 2006, itupun dengan susah paya melewati babak adu penalty melawan Uruguay. Karena itu mereka mendapat julukan tim hampir lolos piala dunia.

Australia vs Uruguay 2006

Maka tepat tahun 2006, Federasi Sepakbola Australia memutuskan pindah konfederasi, menyeberang ke Asia. Nasib baik didapat dengan lolos langsung di kualifikasi piala dunia secara berurutan, yaitu kualifikasi Piala Dunia 2010 dan 2014.

Terbaru, Tim Nasional Australia menjadi anggota terbaru Federasi Sepakbola Asean (AFF). Bisa dibayangkan dominasi Australia akan seperti apa, kecuali mereka menganggap gelaran Piala AFF sebagai ajang tarung tim nasional U-23. Namun tetap saja merepotkan anggota AFF lain.

Turki, Kazakhstan, Israel

Secara geografis Turki, Israel, dan Kazakhstan adalah bagian dari Asia sehingga mereka bisa saja ikut bertarung di kualifikasi Piala Dunia konfederasi Asia. Namun mereka memilih untuk bergabung ke konfederasi Eropa.

Turki memang dekat dengan Eropa, namun juga adalah bagian Asia. Kota Istanbul adalah symbol dari keunikan tersebut karena seberang kota adalah Eropa dan seberang satunya adalah Asia. Mereka dihubungkan dengan jembatan Bosphorus.

Turki tercatat telah mengikuti Piala Eropa 1996, 2000, dan 2008. Paling fenomenal tentu saja pencapaian di Piala Dunia 2002 saat mengalahkan wakil Asia Korea Selatan di perebutan tempat ketiga. Jangan lupa pula gol Semih Senturk yang membuyarkan impian Kroasia menuju semifinal Piala Eropa 2008.

Di level klub, Turki juga salah satu negara yang disegani di Eropa. Galatasaray mencatat prestasi bagus saat menjuarai Piala UEFA 2000 mengalahkan Arsenal. Fans Galatasaray  dan Turki juga terkenal militant saat mendukung timnya. Itu dibuktikan dengan terciptanya suasana gemuruh stadion yang luar biasa, seperti menginginkan lawan terintimidasi sepanjang waktu.

Israel dan Kazakhstan memang masih kalah dibanding Turki. Keduanya belum pernah sekalipun ikut kejuaraan Eropa atau Dunia. Paling bagus adalah Israel yang ikut Piala Eropa U-12, itupun karena mereka adalah tuan rumah.

Dibanding tim nasionalnya, klub-klub Israel justru lebih sering meramaikan kejuaran Eropa semacam Liga Champions atau Liga Eropa. Klub-klub seperti Maccabi Tel-Aviv atau Maccabi Haifa adalah paling tersohor. Meski tetap saja jadi santapan empuk raksasa-raksasa Eropa.

Maccabi Tel Aviv contohnya. Liga Champions 2004-2005 adalah semacam kuburan buat mereka. Secara bergantian Juventus, Bayern Munich dan Ajax Amsterdam manghajar mereka. Koran lokal menyebut mereka samsak, lebih sering digebuk.

Juventus vs Maccabi

Kazakhstan adalah anggota baru UEFA. Mereka baru bergabung tahun 2002 setelah sebelumnya tergabung di zona Asia. Catatan Kazakhstan bersama zona Asia terbilang buruk. Mereka menjadi baying-bayang Korea, Jepang bahkan tetangganya sendiri Uzbekistan. Nama terakhir masih konsisten di zona Asia.

Sama seperti Israel, Kazakhstan juga belum pernah ikut kejuaraan Asia dan Eropa. Perbedaannya klub-klub Kazakhstan tidak pernah terdengar di kejuaran Eropa. Kazakhstan memainkan laga pertama sebagai anggota baru UEFA dengan menahan imbang Estonia 0-0.

Alasan Pindah

Ada beberapa alasan dari beberapa tim diatas untuk pindah konfederasi. Australia menginginkan pindah agar peluang lolos ke Piala Dunia lebih besar ketimbang harus selalu play-off dengan tim dari Amerika Selatan yang secara materi setara, namun lebih alot.

Dengan pindah ke zona Asia, Australia tidak perlu takut untuk sekadar finish di posisi kedua grup karena dua posisi teratas sudah pasti lolos babak Piala Dunia. Itu terbukti di dua gelaran kualifikasi Piala Dunia terakhir.

Turki, Israel dan Kazakhstan mungkin berbeda dengan Australia. Mereka bisa saja bergabung dengan Asia, dan menjadi saingan berat kekuatan tradisional semacam Jepang, Korea atau Arab Saudi. Mungkin kedekatan kultur dan emosi dengan orang Eropa menjadi faktor, atau bisa jadi mereka menginginkan kualitas sepakbola lebih maju jika sering beradu dengan tim-tim terbaik.

 gambar : google.com

Kontroversi Tanding Ulang Persija vs Persib

June 25th, 2013

Kemarin (24/6) PT. Liga Indonesia selaku administrator Liga Super Indonesia mengumumkan bahwa pertandingan Persija vs Persib yang “ditunda” akan berlangsung tanggal 28 Agustus 2013. Pertandingan yang seharusnya berlangsung tanggal 22 Juni terpaksa ditunda akibat bus yang mengangkut pemain dan official Persib dilempar oknum suporter Persija.

Setelah pelemparan bus tersebut, para pemain dan official segera meluncur berbalik ke arah Bandung. Di Bandung sendiri, para suporter Persib melakukan gerakan sweeping mobil ber-plat Jakarta untuk diintimidasi dan ditempeli stiker.

Dalam dunia sepakbola lumrah jika sebuah pertandingan ditunda dan dilanjutkan lagi dengan alasan tertentu. Namun saya menilai penjadwalan kembali pertandingan yang melibatkan gengsi dua kota besar tersebut dianggap kebijakan yang terlalu lunak. Mengapa begitu?

Pertama, melihat apa yang telah terjadi di liga-liga besar dunia pertandingan boleh ditunda jika keadaan tidak memungkinkan untuk menggelar pertandingan. Misalnya karena faktor cuaca. Untuk alasan ini, banyak klub-klub Inggris menunda partai liga karena serig terjadi badai salju. 

Lalu apakah partai Persija vs Persib layak untuk ditunda karena rusuh penyerangan bus Persib? sangat layak karena mengganggu stabilitas keamanan pertandingan dan mempengaruhi psikologis pemain yang akan bertanding.

Kedua, Mengacu pada contoh yang telah terjadi di sepakbola profesional adanya kekerasan dalam yang melibatkan satu atau lebih kelompok suporter maka federasi sepakbola yang bersangkutan sudah seharusnya memberi efek jera dalam bentuk hukuman.

Coba kita lihat kasus pelemparan kembang api oleh suporter Perempat Final Liga Champions antara Inter Milan vs AC Milan 2005 silam. Inter Milan dalam hal ini tidak bisa mengelola suporter dengan baik sehingga dihukum bertandingan tanpa suporter dan denda uang. Pertandingan Inter vs AC Milan sendiri dimenangkan AC Milan 0-3 karena pemberhentian pertandingan.

Final Heysel 1985 yang mempertemukan Juventus vs Liverpool diwarnai tragedi tewasnya 39 suporter serta 600 luka-luka. Tragedi terjadi saat suporter Liverpool mencoba menerobos dinding pemisah antara tribun suporter Liverpool dan tribun suporter netral yang diisi oleh suporter Juventus.

Denda yang dijatuhkan UEFA tidak main-main. Selang antara 1985-1991 klub-klub Inggris dilarang berlaga di kompetisi eropa. Enam tahun adalah harga yang harus dibayar akibat ketidakmampuan mengontrol diri.

Bagaimana dengan partai Persib vs Persija? apakah ada usaha untuk menimbulkan efek jera pada pelaku-pelaku terkait?. Belum ada denda yang dijatukan, malah dengan gampangnya admin liga memutuskan jadwal tanding ulang.

Mungkin dengan keputusan tersebut oknum yang terlibat kemarin berpikir, “Mending bikin rusuh terus, kan nggak ada hukuman“. Pola pikir seperti itu sebenarnya yang harus dihilangkan, dihilangkan dengan hukuman yang ber-efek jera.

Sudah terlalu banyak prahara sepakbola Indonesia. Mafia sepakbola, stadion yang tidak layak, pengelolaan klub yang berantakan, pembinaan usia muda yang tidak terarah, penunggakan gaji pemain dan lain-lain.

Sebenarnya sepakbola Indonesia itu maunya apa?. Jika terus begini energi kita habis dengan dengan hal-hal negatif seperti itu.

gambar :

sport.detik.com

liverpooldailypost.co.uk

Wembley Berbau Jerman

May 25th, 2013

Kalau Fussball Arena Munich dikenal sebagai venue kelahiran juara UCL baru, mungkin Wembley lebih tepat disebut keberuntungan tim tradisional. Jadi Bayern akan juara di final nanti??.

Sabtu (25/5) menjadi penentuan yang terbaik di Liga Champions Eropa (UCL) dimana final akan mempertemukan dua tim Jerman, Borussia Dortmund vs Bayern Munchen. Final se-negara ini adalah yang ke-empat (sebelumnya Spanyol, Italia, Inggris) dan yang pertama dalam sejarah Jerman di Liga Champions.

Bagi Jerman final UCL tahun ini menjadi kado ganda untuk mereka.Kado ganda tersebut adalah menempatkan dua klub mereka di final dan final ini berlangsung di “rumput suci” sepakbola Inggris :  Stadion Wembley Baru. Bagi Inggris ini adalah kado pahit ulang tahun FA ke 150 karema mereka harus menerima 2 klub Jerman bertarung di Wembley baru.

Sudah jadi rahasia umum jika di sepakbola, Inggris dan Jerman selalu bersaing sengit. Jika ditarik kebelakang, persaingan dimulai dari gol hantu Geoff Hurst ke gawang Jerman tahun 1966, drama adu penalty Inggris-Jerman di semifinal Euro 1966 hingga drama Dietmar Hamaan di kualifikasi Piala Dunia 2002. Semua “perang” Inggris-Jerman itu memiliki kesamaan latar : Stadion Wembley lama.

Memang, Wembley yang sekarang bukanlah Wembley lama seperti dulu. Wembley kuno memiliki arsitektur berupa dua menara kembar. Rumput didesain agak luas hingga terdapat spasi yag cukup antara gawang dan papan sponsor. Tribun kehormatan penyerahan trofi juga tidak setinggi Wembley baru.

Jerman punya kisah manis di Wembley lama. Kemenangan bisa diraih di tahun 1972,1996,dan 2000 meski kalah menyakitkan 4-2 di final Piala Dunia 1966 lewat gol hantu Hurst. Namun publik Jerman mungkin bisa melunturkannya karena juara di Euro 1996 (partai final dilangsungkan di Wembley) dan Piala Dunia 1972.

Yang agak lucu adalah ketika FA membuka polling untuk memberi nama jembatan di atap  Wembley baru, publik Jerman serentak memilih nama Dietmarr Hamann sebagai nama jembatan tersebut. Dietmarr Hamann adalah mantan pemain Bayern Munchen, Liverpool, dan Man CIty yang menjadi pemain terakhir yang mencetak gol di Wembley lama kala Inggris bersua Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2002.

Meski bukan nama Hamann yang dipilih, tetap saja Jerman bisa superior di Wembley baru. Tahun 2007 dua gol Kevin Kuranyi dan Christian Pander dibantu blunder David James memberi Jerman kemenangan 2-1. Kemenangan pertama “Jerman” di Wembley baru.

Tim Tradisional Eropa

Di pentas Liga Champions Eropa, Wembley adalah kesayangan tim-tim tradisional yang menguasai Eropa hingga kini. Tercatat AC Milan, Manchester United, Ajax Amsterdam, Liverpool, dan Barcelona pernah berjaya di final Wembley. AC MIilan, Ajax, dan Liverpool adalah pemegang badge of honour (BOH) karena mereka berhasil menjuarai Liga Champions lebih dari 3 kali. Sedangkan Barcelona dan Manchester United adalah dua penguasa liga masing-masing.

Sebagai unggulan tentu Bayern Munchen diunggulkan atas Borussia Dortmund di final. Bayern juga salah satu tim tradisional eropa mengingat prestasi mereka sebagai pemegang 4 juara liga champions sekaligus menyandang BOH. Menyingkirkan Barcelona dengan agregat fantastis 7-0 juga bisa sebagai acuan.

Dortmund bukannya tim lemah. Mereka juga pernah menjuarai UCL tahun 1997 yang finalnya berlangsung di rumah lawannya dulu, Olympia Stadium Munchen. Selepas itu mereka terus menurun bahkan hampir di vonis kolaps hingga bisa bangkit lagi seperti sekarang.

Terlepas mitos Wembley tersebut tetap saja Jerman kembali menancapkan kaki di Wembley baru. Mungkin perbedaan yang terlihat adalah : Ratu Elizabeth II yang menyerahkan trofi Piala Eropa 1996  tidak akan hadir di pesta Jerman kali ini.

gambar : google.com

Warna lain matchday 5 Liga Champions 2012-2013

November 29th, 2012

Matchday 5 liga Champions 2012-2013 memberikan sebuah warna baru tapi lama : munculnya penguasa baru dari level medioker. AC Milan dan Real Madrid harus puas memastikan posisi dua, sementara Chelsea nasibnya di ujung tanduk.

Bisa dibilang liga Champions musim 2012-2013 penuh kejutan, apalagi menjelang berakhirnya babak/fase grup. Tim-tim tradisional Eropa berhasil dibuat repot oleh tim-tim medioker yang bahkan masih dibilang anak baru di kompetisi atas Eropa.

Porto yang notabene juara liga Champions dua kali memang berhasil menguasai puncak grup A. Namun posisi puncak Porto bisa direbut oleh klub medioker yang mulai menanjak, Paris Saint Germain (PSG) karena di partai terakhir kedua tim akan bertemu.

Jalan kedua tim level menengah Eropa tersebut tentu akan lebih berat lagi di fase gugur, karena dipastikan persaingan akan lebih kuat. Tim-tim tradisional Eropa semua akan muncul di fase gugur tersebut.

Schalke yang dua kali mengganjal Arsenal kini memimpin grup B dengan 11 poin. Schalke akan memastikan posisi puncak jika berhasil mengalahkan Montpellier di partai terakhir, apapun hasil yang diraih Arsenal.

Shakhtar Donestk – tim menengah Ukraina – di grup E secara tak terduga berhasil membuat salah satu tim tradisional – Juventus atau Chelsea – akan tersingkir di fase grup. Shakhtar dengan poin 10 unggul 1 poin atas Juventus dan 3 poin atas Chelsea.

Jadi apapun hasil yang diraih Shakhtar di partai terakhir melawan Juventus tetap akan membawa mereka lolos ke fase grup. Sementara Chelsea sebagai juara bertahan harus menang atas Nordsjaelland sembari berharap Shakhtar mengalahkan Juventus agar mereka lolos ke fase grup. Sementara Juventus tinggal meraih hasil seri di partai terakhir untuk lolos.

» Read more: Warna lain matchday 5 Liga Champions 2012-2013

Arsenal-Liverpool : Seolah Kehilangan Karakter

November 28th, 2012

Jika dulu Liverpool dikenal sebagai raja Inggris di era 1980-an, maka Arsenal dikenal sebagai pengganggu hegemoni Manchester United di awal millenium. Kini kedua tim dikenal sebagai pesakitan. Ada apa sebenarnya??

Dibanding tim Inggris lainnya, Liverpool bisa dibilang yang paling sukses dengan parameter delapan belas juara liga Inggris ditambah 5 juara liga Champions. Belum lagi jika menghitung piala lokal dan piala UEFA. Namun banyak trofi yang diraih Liverpool adalah ketika masa 1970 hingga 1980 ketika The Reds dilatih Bill Shankly dan Bob Paisley.

Awal millenium baru pun tidak begitu buruk bagi Liverpool. Setidaknya mereka pernah merebut treble winners pada 2001, Piala FA 2006 serta liga Champions 2005.

Tetapi dari 1989 hingga sekarang belum satu-pun gelar liga Inggris yang didapat Liverpool. Treble winners 2001 tidak sama yang diraih Manchester United 1999. Liverpool 2001 meraih Piala UEFA, Piala Liga, dan Piala FA – tanpa gelar liga Inggris.

Paceklik gelar mulai datang pertengahan 2000-2010. Indikasinya berubah saat Fernando Torres datang pada 2007. Rafael Benitez sang pelatih mengubah karakter Liverpool yang bermain cepat dan mengandalkan bola-bola mati menjadi permainan rapat memendek khas Spanyol, demi mengakomodasi Torres.

Terbukti Liverpool gagal meraih satu-pun gelar dalam rentang Torres dan Benitez bekerja sama, hingga mereka berdua hengkang pada musim 2010-2011. Perombakan yang dilakukan Roy Hodgson dan Kenny Dalglish setelah era Benitez tidak begitu berdampak baik.

Kapten sekaligus simbol kesuksesan 2005 Steven Gerrard seperti lelah mengangkat Liverpool sendirian. Ia butuh rekan-rekan yang dapat menginspirasi kembali karakter khas yang ditunjukkan Liverpool saat masih berjaya.

» Read more: Arsenal-Liverpool : Seolah Kehilangan Karakter

Menjaga Sebuah Kultur

November 27th, 2012

Jika diibaratkan sebuah sistem, kultur sepakbola adalah bagian teratas dari penjalanan filosofi sepakbola sebuah klub. Kultur sepakbola terus ditopang dari era-era yang saling berantai dengan sebuah simbol kejayaan pada suatu era, sang pemain sepakbola.

Bisa dibilang Barcelona adalah klub terkuat saat ini. Tidak perlu saya jelaskan mendetil karena cukup melihat mereka bermain maka akan langsung menyadari bahwa mereka yang terbaik. Bukti klub terkuat pada era kini diperkuat berbagairaihan trofi mayor baik ditingkat individu maupun tim.Sebuah kebetulan kah?? tentu saja tidak karena melewati sebuah proses.

Dimulai jauh sebelum era sepakbola modern sekarang seorang dari Belanda yang membawa akar-akar totall football datang ke Barcelona. Dialah Johan Cruyff sang maestro.

Totall Football yang menjadi kultur sepakbola Barcelona adalah terjemahan langsung ke sepakbola dari karakter orang Belanda yang tergila-gila akan ruang dan spasi. Singkatnya karakter tersebut membuat pemain-pemain Belanda bisa merekayasa pikiran lawan dengan menciptakan ruang gerak sekecil-kecilnya ketika lawan menyerang.

Selanjutnya ketika menyerang, pemain-pemain Belanda akan menciptakan ruang gerak yang luas antar mereka sehingga lawan akan merasa lapangan akan menjadi sangat luas. Karena itulah totall football membuthkan kedinamisan gerak antar pemain.

Dengan totall football itu, Belanda berhasil menjuarai Piala Eropa 1988 dan menjadi tim paling menghibur di era 1970-an dengan gelar : Juara tanpa mahkota.

Filosofi permainan Belanda tersebut  tersebut kemudian ditanamkan Cruyff ke Barcelona dan terus digaungkan dari generasi ke generasi hingga yang terbaru yang kita kenal sekarang.

» Read more: Menjaga Sebuah Kultur

Chelsea – Man.City : Saatnya Bangkit!!

November 25th, 2012

Kedua tim tengah mengalami masa ujian. Jika nasib Chelsea di Liga Champions di ujung tanduk,maka Manchester City dipastikan gagal lolos grup. Mereka wajib bangkit di laga ini untuk menjaga momentum.

Tiga gol dari Juventus cukup untuk menuntaskan Roberto Di Matteo dari kursi pelatih. Di Matteo yang membawa Chelsea meraih gelar ganda musim lalu dianggap Roman Abramovich tidak cukup baik menangani Chelsea musim ini.

Memang, di awal start Chelsea cukup baik dengan mengemas 4 kemenangan dari 4 laga. Sebelum puncaknya ditahan Liverpool dan kalah dari West Brom dan Juventus. Alhasil mereka kini tertahan di posisi 3 grup E dengan 7 poin tertinggal 3 poin dari Shakhtar dan 2 poin dari Juventus. Di Liga Inggris, mereka tertahan di posisi 4 tertinggal dari United, City bahkan West Brom!!!.

Seperti diutarakan diatas, Chelsea sempat mendominasi Inggris dengan 7 kemenangan dan 1 seri sehingga memimpi sendirian dengan beda hampir 5 poin dari Manchester United, saat itu. Nah sesudah kemenangan melawan Spurs 2-4, roda seperti berbalik.

Dimulai dengan kalah dari Shakhtar di Liga Champions lalu kalah dari United di Liga Inggris. Kemudian setelah itu kemenangan tidak pernah lagi mampir di kubu Stamford Bridge. Ditengarai kekalahan kontroversial dari Manchester United lah yang menghancurkan Chelsea, dari mental serta fisik.

Maka dengan sederetan hasil tanpa menang itulah ditambah dibantai Juventus, Roberto Di Matteo didepak. Rafael Benitez sebagai boss baru Chelsea diharapkan membawa perubahan, terutama untuk Fernando Torres.

» Read more: Chelsea – Man.City : Saatnya Bangkit!!

Sama nilai,beda gol

August 9th, 2010

fifaDi sepakbola, kadang kita menemukan dalam suatu turnamen atau liga beberapa tim memiliki nilai yang sama dalam klasemen akhir.Untuk mencari yang terbaik, biasanya digunakan peraturan selisih gol, dimana rekor memasukkan suatu tim dikurangi rekor kebobolan tim tersebut.

Dalam setiap kompetisi, format selisih gol berbeda satu sama lain.Di Ligue 1 Prancis, Premier League Inggris, dan Bundesliga Jerman adalah penganut format selisih gol akhir antar tim yang bersaing.Misalnya, pada kasus Bundesliga 2000-2001 ketika Schalke dan Bayern Munchen memiliki nilai yang sama hingga pecan 33.Munchen memiliki selisih gol 64-29 (64 memasukkan dan 29 kemasukan), sedangkan Schalke 69-23 sehingga Schalke berhak memimpin klasemen Bundesliga Jerman dengan keunggulan selisih gol 46:35 dari Munchen.

» Read more: Sama nilai,beda gol