Posts Tagged ‘pre-season’

Pre-Season

August 5th, 2013

Memasuki musim baru kompetisi sepakbola Eropa, musim 2013-2014, klub-klub menggelar dan menghadiri kegiatan pre-season. Menurut etimologinya, pre season bermakna persiapan sebelum kompetisi resmi dimulai.

Pre-season bisa dilakukan dimana saja, kapan saja – asal tidak bertabrakan dengan kompetisi resmi- dan dengan format apa saja.

Klub Inggris seperti Chelsea memilih petualangan pre-season di Asia, kemudian berkeliling Amerika hingga kembali lagi ke Inggris. Sementara Arsenal memilih hanya berkeliling Asia sebelum kembali ke Inggris. Manchester United sama saja, bedanya si setan merah menambahkan Australia sebagai transit.

Selama Pre-season itu pula digunakan pola yang tidak lazim dengan aturan standar sepakbola. Ambil Contoh Telekom Cup dan Emirates Cup.

Telekom Cup menerapkan sistem 4 tim dengan dua pasang tim saling berhadapan untuk memperebutkan tiket final. Pemenang final menjadi juara. Uniknya adalah waktu bermain para peserta kejuaraan yang disponsori perusahaan telekomunikasi Jerman ini adalah masing-masing 30 menit satu babak. Jadi satu pertandingan menghabiskan waktu hanya 1 jam.

Lebih cepat 30 menit dari waktu bermain normal. Kemudian jika pertandingan seri, maka akan dilanjutkan dengan adu tendangan penalti. Bayern Munchen menjadi juara Telekom Cup setelah mengandaskan Borussia Moenchenglandbach 5-1.

Lalu ke Emirates Cup. Kejuaraan yang disponsori oleh maskapai ini juga menghadirkan 4 tim dengan format pertandingan saling bertemu. Namun anehnya satu tim hanya akan menjalani dua pertadndingan dan tidak akan bertemu dengan salah satu tim dari 4 tim tadi.

Misalkan peserta Emirates Cup 2013 adalah Arsenal, Galatasaray, Porto, dan Napoli. Arsenal kebagian dua pertandingan melawan Napoli dan Galatasaray, dan tidak bertemu Porto. Begitu juga dengan Napoli yang kebagian Arsenal dan Porto, tidak bertemu Galatasaray. Bagaimana bisa? bisa saja kalau memakai undian. :D

Lalu yang menarik lagi adalah sistem penilaian Emirates Cup. Nilai akan didapat jika mencetak gol dan mendapat hasil imbang/menang. Misalnya hasil pertandingan Arsenal dan Galatasaray adalah 2-2. Maka Arsenal mendapat poin 3 (imbang 1, gol 2) dan Galatasaray juga 3 (imbang 1, gol 2).

Ada lagi ketika Napoli kalah 1-3 melawan Porto. Maka pembagian poinnya adalah Napoli 1 (kalah 0, gol 1) dan Porto 6 (menang 3, gol 3). Sangat berlainan dengan peraturan standar FIFA.

Selain pre-season dalam bentuk turnamen, ada juga pre-season yang hanya menggelar satu pertandingan dengan jadwal terpola. Barcelona adalah salah satu yang memakai format ini. Pada tanggal tertentu mereka melawan Gdansk, Valerenga, dan Santos dalam satu tanggal tertentu.

Jadi tidak melulu  dalam bentuk turnamen…

Ngantuk

Tujuan awal sebenarnya dari pre-season adalah menguatkan tim sebelum kompetisi resmi dimulai. Jadi ceritanya setelah kompetisi musim lalu selesai, para pemain diliburkan atau bebas memilih membela negaranya.

Masalah yang timbul adalah kebugaran fisik pemain akan jauh menurun ketika setelah liburan dibanding sebelum liburan, sehingga pre-season menjadi sarana untuk membiasakan badan mereka untuk kembali bermain.

Nah bagaimana dengan pemain yang membela negara mereka? tetap saja mereka diberi waktu libur ekstra sehingga bisa bergabung dengan rekan-rekan klub di ujung pre-season. Meski kebugaran pemain yang membela negaranya masih bisa dibilang bagus, namun pre-season penting juga untuk mereka.

Kenapa? karena itu berkaitan dengan tujuan lain pre-season, membentuk kekompakan tim. Kekompakan dan pembentukan pola permainan perlu dibina dari awal agar tidak kaget saat musim kompetisi resmi dimulai. Apalagi suatu klub pasti ada minimal satu pemain baru, sehingga pre-season bisa jadi sarana adapatasi.

Dengan tujuan membentuk kekompakan tim tersebut, maka hasil pertandingan jadi tidak begitu penting. Indikasinya gol tidak banyak tercipta. Kalau pun ada banyak gol, bisa dipastikan itu berasal dari kurang kompaknya lini belakang lawan.

Jadi jangan harap ada pertandingan pre-season tensi tinggi. Mungkin pelatih-pelatih berpikir, “Menang bagus, tidak menang tim dibenahi lagi..”. Akibatnya, fans layar kaca hanya bisa nonton sambil ngantuk. :D