Posts Tagged ‘sepakbola’

Latah Garuda Muda

September 23rd, 2013

Semua tahu Indonesia sedang dalam masa cobaan, termasuk untuk sepakbolanya. Beragam isu yang sangat perlu untuk dibenahi seperti pembinaan pemain muda, sistem kompetisi yang baku, organisasi bebas politik atau standar baku stadion kian jauh untuk diselesaikan. Kemudian semua itu menjadi suatu pandangan negatif untuk sepakbola Indonesia.

Tapi kemudian semua dibalikkan oleh sebuah tim berisi anak-anak muda yang berlaga di Piala AFF U-19. Anak-anak muda dari seluruh Indonesia berlaga tanpa “bantuan” satu pun pemain naturalisasi. Pandangan negatif kemudian berubah menjadi euforia optimisme. Semua dibuat latah olehnya, termasuk saya.

Ada apa gerangan? ternyata skuad Garuda Muda Tim Nasional Indonesia U-19 berhasil merengkuh juara AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam 7-6 melalui adu pinalti. Gelar juara disebut-sebut sebagai yang pertama dari kompetisi resmi setelah terakhir juara SEA Games 1991.

Wajar saja kemudian kegirangan menggema dimana-mana. Puasa gelar 12 tahun ibarat pecah tadi malam. Semua liputan olahraga tidak ada satu pun yang melewatkan momen langka tadi malam. Petinggi PSSI rela turun langsung menyambut pahlawan-pahlawan muda, walau kadang terselip motif busuk pencitraan.

Tim nasional Indonesia U-19 memang juara. Timnas berhasil memperagakan sepakbola yang baik meski tetap saja ada masalah fisik atau emosi menghantui, maklum mereka masih dibawah 19 tahun. Sang kapten Evan Dimas memperlihatkan ketenangan seorang kapten dan gelandang pengatur tempo lapangan tengah.

Lihatlah bagaimana ia mengatasi tekanan saat ditempel dua pemain Vietnam, atau saat ia mengantar tim meraih kemenangan 3-1 atas Thailand lewat trigol-nya. Bertrio dengan M. Hargianto dan Zulfiandi, mereka mengontrol lini tengah dengan baik, walau kadang saya sesekali melihat Zulfiandi masih terbawa tekanan saat ditempel lawan.

Evan Dimas mengidolakan seorang Ahmad Bustomi, sesama gelandang tengah. Bedanya Bustomi telah di level timnas senior. Lucunya, Bustomi belum pernah mencicipi gelar juara satu untun timnasnya.

Tak lupa seorang penjaga gawang bernama Rafli Murdinato yang sangat cemerlang di partai final. Menggagalkan berbagai peluang Vietnam, baik secara one on one atau shooting by distance. Ketenangan seorang kiper seperti Rafli jarang ada pada kiper-kiper muda sekarang.

Berbicara ketenangan, tentu tidak menarik jika kita tidak membahas adu pinalti melawan Vietnam. Beberapa pemain memiliki ketenangan tersebut saat momen krusial menghadang. Ilham Udin saat mengambil tendangan penentu sangat terbantu pencaya dirinya ketika dihampiri satu per satu oleh teman-temannya sebelum mengembil tendangan.

Atau pemain-pemain lain yang mengatasi tekanan dengan berhasil mengecoh kiper ke arah yang salah. Kemudian mengungkapkan kelegaannya dengan sujud sukur atau menyemangati kiper Rafli.

Dan yang pasti seluruh tim telah belajar mengatasi partai final dan Vietnam karena pada babak grup mereka kalah 1-2 dari Vietnam. Pelatih Indra Syafri patut mendapat kredit lebih untuk ini.

Maka pantaslah Timnas Indonesia U-19 menjadi juara. Langkah awal membantuk tim nasional yang kuat telah terbetuk, tinggal bagaimana pengurus dan pemegang kepentingan mengurusi sepakbola dengan baik. Ingat masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki seperti tekel (bahkan saya melihat ada pemain Indonesia yang pantas mendapat straight red card ) masih sesekali brutal, koordinasi lini tengah dan belakang serta penyelesaian.

Final words, Selamat untuk kalian garuda muda…

sumber gambar : google.com (bola.liputan6.com)

Pindah Konfederasi

September 11th, 2013

Dalam konteks geografi, agak sulit menemukan kasus sebuah negara pindah benua. Misalkan China yang tadinya Asia pindah ke Amerika. Namun di konfederasi sepakbola, itu bisa terjadi. Kazakhstan, Israel, Turki, dan Australia adalah contoh nyata.

Zona Oseania adalah salah satu konfederasi sepakbola selain dari konfederasi utama dunia seperti Eropa, Asia,dkk. Australia adalah salah satu kekuatan dari zona oseania pada awalnya. Setiap hajatan kualifikasi Piala Dunia tim kangguru selalu hampir bisa memuncaki klasemen.

Sebagai pemuncak klasemen, Australia tidak langsung bisa melaju ke babak utama Piala Dunia karena harus melakoni play-off melawan salah satu wakil konfederasi Asia, Amerika Selatan, bahkan Eropa. Celakanya mereka hampir selalu gagal di babak ini.

Tercatat Australia gagal di play-off 1986 kalah dari Skotlandia, Argentina (1994), Iran (1998), dan Uruguay (2002). Hanya sekali mereka memenangi play-off yaitu tahun 2006, itupun dengan susah paya melewati babak adu penalty melawan Uruguay. Karena itu mereka mendapat julukan tim hampir lolos piala dunia.

Australia vs Uruguay 2006

Maka tepat tahun 2006, Federasi Sepakbola Australia memutuskan pindah konfederasi, menyeberang ke Asia. Nasib baik didapat dengan lolos langsung di kualifikasi piala dunia secara berurutan, yaitu kualifikasi Piala Dunia 2010 dan 2014.

Terbaru, Tim Nasional Australia menjadi anggota terbaru Federasi Sepakbola Asean (AFF). Bisa dibayangkan dominasi Australia akan seperti apa, kecuali mereka menganggap gelaran Piala AFF sebagai ajang tarung tim nasional U-23. Namun tetap saja merepotkan anggota AFF lain.

Turki, Kazakhstan, Israel

Secara geografis Turki, Israel, dan Kazakhstan adalah bagian dari Asia sehingga mereka bisa saja ikut bertarung di kualifikasi Piala Dunia konfederasi Asia. Namun mereka memilih untuk bergabung ke konfederasi Eropa.

Turki memang dekat dengan Eropa, namun juga adalah bagian Asia. Kota Istanbul adalah symbol dari keunikan tersebut karena seberang kota adalah Eropa dan seberang satunya adalah Asia. Mereka dihubungkan dengan jembatan Bosphorus.

Turki tercatat telah mengikuti Piala Eropa 1996, 2000, dan 2008. Paling fenomenal tentu saja pencapaian di Piala Dunia 2002 saat mengalahkan wakil Asia Korea Selatan di perebutan tempat ketiga. Jangan lupa pula gol Semih Senturk yang membuyarkan impian Kroasia menuju semifinal Piala Eropa 2008.

Di level klub, Turki juga salah satu negara yang disegani di Eropa. Galatasaray mencatat prestasi bagus saat menjuarai Piala UEFA 2000 mengalahkan Arsenal. Fans Galatasaray  dan Turki juga terkenal militant saat mendukung timnya. Itu dibuktikan dengan terciptanya suasana gemuruh stadion yang luar biasa, seperti menginginkan lawan terintimidasi sepanjang waktu.

Israel dan Kazakhstan memang masih kalah dibanding Turki. Keduanya belum pernah sekalipun ikut kejuaraan Eropa atau Dunia. Paling bagus adalah Israel yang ikut Piala Eropa U-12, itupun karena mereka adalah tuan rumah.

Dibanding tim nasionalnya, klub-klub Israel justru lebih sering meramaikan kejuaran Eropa semacam Liga Champions atau Liga Eropa. Klub-klub seperti Maccabi Tel-Aviv atau Maccabi Haifa adalah paling tersohor. Meski tetap saja jadi santapan empuk raksasa-raksasa Eropa.

Maccabi Tel Aviv contohnya. Liga Champions 2004-2005 adalah semacam kuburan buat mereka. Secara bergantian Juventus, Bayern Munich dan Ajax Amsterdam manghajar mereka. Koran lokal menyebut mereka samsak, lebih sering digebuk.

Juventus vs Maccabi

Kazakhstan adalah anggota baru UEFA. Mereka baru bergabung tahun 2002 setelah sebelumnya tergabung di zona Asia. Catatan Kazakhstan bersama zona Asia terbilang buruk. Mereka menjadi baying-bayang Korea, Jepang bahkan tetangganya sendiri Uzbekistan. Nama terakhir masih konsisten di zona Asia.

Sama seperti Israel, Kazakhstan juga belum pernah ikut kejuaraan Asia dan Eropa. Perbedaannya klub-klub Kazakhstan tidak pernah terdengar di kejuaran Eropa. Kazakhstan memainkan laga pertama sebagai anggota baru UEFA dengan menahan imbang Estonia 0-0.

Alasan Pindah

Ada beberapa alasan dari beberapa tim diatas untuk pindah konfederasi. Australia menginginkan pindah agar peluang lolos ke Piala Dunia lebih besar ketimbang harus selalu play-off dengan tim dari Amerika Selatan yang secara materi setara, namun lebih alot.

Dengan pindah ke zona Asia, Australia tidak perlu takut untuk sekadar finish di posisi kedua grup karena dua posisi teratas sudah pasti lolos babak Piala Dunia. Itu terbukti di dua gelaran kualifikasi Piala Dunia terakhir.

Turki, Israel dan Kazakhstan mungkin berbeda dengan Australia. Mereka bisa saja bergabung dengan Asia, dan menjadi saingan berat kekuatan tradisional semacam Jepang, Korea atau Arab Saudi. Mungkin kedekatan kultur dan emosi dengan orang Eropa menjadi faktor, atau bisa jadi mereka menginginkan kualitas sepakbola lebih maju jika sering beradu dengan tim-tim terbaik.

 gambar : google.com

Kisruh BBM

June 18th, 2013

Sudah seharian ini saya dipaksa mendengar perbincangan seputar bahan bakar minyak (BBM). Pro kontra bermunculan seputar jadi atau tidaknya kenaikan harga BBM akan diberlakukan. Bahkan ketika saya sidang, para dosen membuka topik awal dengan obrolan BBM.

Menurupakar minyak karbitan ini,harga BBM memang seharusnya sudah dari dulu dinaikkan. Kenapa baru sekarang teriak-teriak minta kenaikan BBM? apa manuver politik menjelang pilpres 2014? Who Knows

Yang jelas saya setuju harga BBM dinaikkan. Tidak pro rakyat? nanti dulu. Inilah faktanya dari sumber yang saya baca.

Indonesia sebagai negara penghasil minyak jenis crude oil hanya mampu menghasilkan sekitar 800.000 barrel per hari. Hasil minyak tersebut belum termasuk upak kontraktor. Sedangkan konsumsi harian rata-rata Indonesia berkisar 1,3 juta barrel per hari.

Setelah dikurangi bagian kontraktor asumsikan bagian pemerintah RI adalah sebesar 600.000 barrel. Lalu sisanya terpaksa harus mengimpor dari luar negeri. Indonesia mengimpor minyak jenis light sweet dan production oil yang merupakan tipikal minyak Arab atau Venezuela.

Kenapa yang diimpor jenis light sweet? karena Indonesia memiliki kilang minyak jenis light sweet oil. Celakanya cadangan minyak (crude oil) Indonesia akan habis dalam beberapa tahun mendatang sehingga investor tidak berani menanamkan modal membangu kilang jenis crude oil.

Jadi intinya Indonesia itu sedang kesusahan minyak. Ditambah lagi subsidi dari pemerintah, sehingga bertambah banyak APBN negara yang tersedot hanya untuk BBM. Belum lagi minyak bersubsidi sering salah sasaran. Coba saja cari berapa banyak oknum yang menyelundupkan BBM bersubdisi  kemudian dijual mahal di luar negeri.

Atau bagaimana mobil-mobil yang seharusnya mengkonsumsi pertamax malah membali minyak premium bersubsidi. Pemerintah setengah-setengah mendidik masyarakat tentang BBM ini. Tapi masih lebih baik jika dinaikkan sekarang daripada tidak sama sekali.

Well,…semua yang diatas itu menurut ahli minyak karbitan. Percaya boleh, tidak percaya silahkan. Kepala orang berbeda-beda, berbeda pula sudut pandangnya.

Tapi yang lebih menarik adalah pertemuan Tahiti vs Nigeria nanti malam (17/6) waktu Brasil. Anda pernah mendengar Tahiti, atau sering keseleo menyebutnya dengan Haiti?. Yang jelas negeri samudera tersebut jarang-jarang bisa disiarkan di televisi. Kenapa begitu? karena masuk Piala Dunia saja jarang.

Lalu apa hubungannya Piala Konfederasi dengan kisruh BBM? hmmm…..pihak yang terlibat sama-sama eksotik. Jika Tahiti eksotik dengan pesona-nya, maka kisruh BBM eksotik dengan manuver politiknya. :D

Pustaka :

twitter.com/triomacan2000

google.com

Form is Temporary, Class is Permanent

December 2nd, 2012

Jika sebuah liga sepakbola adalah perlombaan maraton maka yang diperlukan adalah konsistensi gerak, tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat. Konsistensi inilah yang berperan besar membuat sebuah tim menjadi tim yang berkelas.

Ada beberapa kejadian dalam dunia sepakbola yang mencerminkan judul diatas yang terjadi semalam (1/12). Yang paling tersohor adalah kekalahan Tim Nasional Indonesia – saya lebih senang menyebutnya Tim Nasional PSSI Djohar – dari tetangga Malaysia dengan 2-0.

Kalau mau jujur, sebenarnya kegagalan Indonesia di AFF Cup sudah bisa terdeteksi dari jauh-jau hari. Jangan melihat ketika laga 2 uji coba di senayan, namun lihatlah dari tahun-tahun awal ketika Djohar Arifin memegang PSSI.

Semua rekor buruk pelan-pelan mulai dipecahkan. Indonesia kalah 10-0 dari Bahrain dan hanya bermain 1-1 dengan tim yang bahkan tidak resmi, Kurdistan. Rekor kekalahan 10 golmembuat FIFA menyelidiki kasus ini apakah terindikasi suap atau tidak.

Dari sisi organisasi juga lebih buruk. PSSI yang mempunyai tandingan bernama KPSI hanya memperbolehkan Tim Nasional Indonesia memanggil pemain yang berlaga di Liga Primer, tidak Liga Super. Diskriminasi?? sangat jelas jika kita tahu siapa sebenarnya pemegang kekuasaan Liga Primer – PSSI dan Liga Super – KPSI.

Belum cukup dengan kontaminasi politik pada organisasi tertinggi, Tim Nasional Indonesia kembali tidak menjelaskan bagaimana sistem pembinaan pemain mudanya. Bagaimana kabar tim SAD Uruguay?? Bagaimana kelanjutan pemain-pemain juara hasil AC Milan Junior Camp?? Apa ceritanya pembinaan pemain juara Homeless World Cup??.

Maka dari tiga parameter – liga yang terpecah dua, organisasi carut marut, pembinaan pemain kacau – itulah maka tidak terlalu terkejut Indonesia gagal total di AFF 2012. Yang membanggakan adalah antusiasme penggemar TimNas Indonesia yang tetap tinggi menonton pertandingan AFF, walau  disuguhi performa buruk di tiga pertandingan grup B.

Kemenangan melawan Singapura pun saya anggap sebagai form bukan class. Indonesia bisa saja kalah lagi melawan Singapura jika saja Singapura bermain seperti melawan Malaysia. Atau jika mau berburuk sangka, pertandingan Indonesia vs Singapura saya anggap hasil pengaturan skor.

» Read more: Form is Temporary, Class is Permanent

Warna lain matchday 5 Liga Champions 2012-2013

November 29th, 2012

Matchday 5 liga Champions 2012-2013 memberikan sebuah warna baru tapi lama : munculnya penguasa baru dari level medioker. AC Milan dan Real Madrid harus puas memastikan posisi dua, sementara Chelsea nasibnya di ujung tanduk.

Bisa dibilang liga Champions musim 2012-2013 penuh kejutan, apalagi menjelang berakhirnya babak/fase grup. Tim-tim tradisional Eropa berhasil dibuat repot oleh tim-tim medioker yang bahkan masih dibilang anak baru di kompetisi atas Eropa.

Porto yang notabene juara liga Champions dua kali memang berhasil menguasai puncak grup A. Namun posisi puncak Porto bisa direbut oleh klub medioker yang mulai menanjak, Paris Saint Germain (PSG) karena di partai terakhir kedua tim akan bertemu.

Jalan kedua tim level menengah Eropa tersebut tentu akan lebih berat lagi di fase gugur, karena dipastikan persaingan akan lebih kuat. Tim-tim tradisional Eropa semua akan muncul di fase gugur tersebut.

Schalke yang dua kali mengganjal Arsenal kini memimpin grup B dengan 11 poin. Schalke akan memastikan posisi puncak jika berhasil mengalahkan Montpellier di partai terakhir, apapun hasil yang diraih Arsenal.

Shakhtar Donestk – tim menengah Ukraina – di grup E secara tak terduga berhasil membuat salah satu tim tradisional – Juventus atau Chelsea – akan tersingkir di fase grup. Shakhtar dengan poin 10 unggul 1 poin atas Juventus dan 3 poin atas Chelsea.

Jadi apapun hasil yang diraih Shakhtar di partai terakhir melawan Juventus tetap akan membawa mereka lolos ke fase grup. Sementara Chelsea sebagai juara bertahan harus menang atas Nordsjaelland sembari berharap Shakhtar mengalahkan Juventus agar mereka lolos ke fase grup. Sementara Juventus tinggal meraih hasil seri di partai terakhir untuk lolos.

» Read more: Warna lain matchday 5 Liga Champions 2012-2013

Arsenal-Liverpool : Seolah Kehilangan Karakter

November 28th, 2012

Jika dulu Liverpool dikenal sebagai raja Inggris di era 1980-an, maka Arsenal dikenal sebagai pengganggu hegemoni Manchester United di awal millenium. Kini kedua tim dikenal sebagai pesakitan. Ada apa sebenarnya??

Dibanding tim Inggris lainnya, Liverpool bisa dibilang yang paling sukses dengan parameter delapan belas juara liga Inggris ditambah 5 juara liga Champions. Belum lagi jika menghitung piala lokal dan piala UEFA. Namun banyak trofi yang diraih Liverpool adalah ketika masa 1970 hingga 1980 ketika The Reds dilatih Bill Shankly dan Bob Paisley.

Awal millenium baru pun tidak begitu buruk bagi Liverpool. Setidaknya mereka pernah merebut treble winners pada 2001, Piala FA 2006 serta liga Champions 2005.

Tetapi dari 1989 hingga sekarang belum satu-pun gelar liga Inggris yang didapat Liverpool. Treble winners 2001 tidak sama yang diraih Manchester United 1999. Liverpool 2001 meraih Piala UEFA, Piala Liga, dan Piala FA – tanpa gelar liga Inggris.

Paceklik gelar mulai datang pertengahan 2000-2010. Indikasinya berubah saat Fernando Torres datang pada 2007. Rafael Benitez sang pelatih mengubah karakter Liverpool yang bermain cepat dan mengandalkan bola-bola mati menjadi permainan rapat memendek khas Spanyol, demi mengakomodasi Torres.

Terbukti Liverpool gagal meraih satu-pun gelar dalam rentang Torres dan Benitez bekerja sama, hingga mereka berdua hengkang pada musim 2010-2011. Perombakan yang dilakukan Roy Hodgson dan Kenny Dalglish setelah era Benitez tidak begitu berdampak baik.

Kapten sekaligus simbol kesuksesan 2005 Steven Gerrard seperti lelah mengangkat Liverpool sendirian. Ia butuh rekan-rekan yang dapat menginspirasi kembali karakter khas yang ditunjukkan Liverpool saat masih berjaya.

» Read more: Arsenal-Liverpool : Seolah Kehilangan Karakter

Menjaga Sebuah Kultur

November 27th, 2012

Jika diibaratkan sebuah sistem, kultur sepakbola adalah bagian teratas dari penjalanan filosofi sepakbola sebuah klub. Kultur sepakbola terus ditopang dari era-era yang saling berantai dengan sebuah simbol kejayaan pada suatu era, sang pemain sepakbola.

Bisa dibilang Barcelona adalah klub terkuat saat ini. Tidak perlu saya jelaskan mendetil karena cukup melihat mereka bermain maka akan langsung menyadari bahwa mereka yang terbaik. Bukti klub terkuat pada era kini diperkuat berbagairaihan trofi mayor baik ditingkat individu maupun tim.Sebuah kebetulan kah?? tentu saja tidak karena melewati sebuah proses.

Dimulai jauh sebelum era sepakbola modern sekarang seorang dari Belanda yang membawa akar-akar totall football datang ke Barcelona. Dialah Johan Cruyff sang maestro.

Totall Football yang menjadi kultur sepakbola Barcelona adalah terjemahan langsung ke sepakbola dari karakter orang Belanda yang tergila-gila akan ruang dan spasi. Singkatnya karakter tersebut membuat pemain-pemain Belanda bisa merekayasa pikiran lawan dengan menciptakan ruang gerak sekecil-kecilnya ketika lawan menyerang.

Selanjutnya ketika menyerang, pemain-pemain Belanda akan menciptakan ruang gerak yang luas antar mereka sehingga lawan akan merasa lapangan akan menjadi sangat luas. Karena itulah totall football membuthkan kedinamisan gerak antar pemain.

Dengan totall football itu, Belanda berhasil menjuarai Piala Eropa 1988 dan menjadi tim paling menghibur di era 1970-an dengan gelar : Juara tanpa mahkota.

Filosofi permainan Belanda tersebut  tersebut kemudian ditanamkan Cruyff ke Barcelona dan terus digaungkan dari generasi ke generasi hingga yang terbaru yang kita kenal sekarang.

» Read more: Menjaga Sebuah Kultur

Mengenai Peran Asosiasi Sepakbola

November 26th, 2012

Peran asosiasi sepakbola sangat mempengaruhi performa tim nasional, disamping memliki pembinaan dan liga yang kompetitif. Maka jika salah satu dari ketiga komponen tersebut hilang, maka lihatlah Inggris atau Indonesia sebagai contohnya.

Negara sepakbola maju yang memiliki liga yang hebat bisa dipastikan memiliki tim nasional yang hebat pula. Tidak sepenuhnya benar jika kita melihat Inggris yang liga lokalnya sangat mendunia namun prestasi tim nasionalnya jalan di tempat.

Jerman, Spanyol, atau Italia mungkin contoh yang tepat. Bundesliga Jerman, La Liga Spanyol, dan Serie-A Italia telah mengudara di seluruh dunia, pun demikian prestasi timnas ketiga negara sangat stabil.

Namun apakah hanya dengan liga yang kompetitif dan mendunia saja bisa mempunyai tim nasional yang tangguh?? Belum tentu jika asosiasi sepakbola negara bersangkutan tidak mendukung, dalam hal ini saya bisa bilang carut marut.

Dalam sebuah artikel saya pernah membaca jika Juergen Klinsmann pernah mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kesuksesan tim nasional Jerman selama ini di Eropa (3 juara Piala Eropa) dan dunia (3 juara dunia)  tidak memiliki resep khusus.

Klinsmann mengatakan hal tersebut karena pernah mengalami sendiri tim nasional Jerman kala memasuki persiapan dan fase final Piala Dunia 2006. Lebih lanjut ia mengatakan DFB (Asosiasi Sepakbola Jerman) memiliki peran yang besar dalam kesuksesan tim nasional.

Oleh DFB, Klinsmann diberi kuasa penuh dalam menjalankan metode kepelatihan mulai dari pemilihan pemain hingga penggunaan pola permainan. Setelah menentukan hal-hal taktis, ia kemudian mengajukan konsep permainan  ke DFB.

DFB yang menerima usulan dan konsep Klinsmann dan Loew – asisten pelatih saat itu – kemudian memilah yang baik. Kemudian tidak sekadar menyetujui konsep Klinsmann, namun DFB juga mensosialisasikan konsep permainan ke klub-klub Bundesliga untuk diterapkan.

Kinsmann dan DFB sepakat untuk berharap bahwa siapapun yang akan dipanggil akan terbiasa dengan pola yang akan digunakan Jerman di Piala Dunia 2006. Dan hasilnya, Jerman sukses mengubah pola bermain ortodoks mereka 3-5-2, berganti ke pola permainan menyerang yang diusulkan Klinsmann sehingga sukses menyabet juara ketiga Piala Dunia 2006.

Pola kombinasi manajerial pelatih Jerman – sekarang Joachim Loew – dan dukungan DFB kembali menunjukkan hasilnya sebagaimana yang kita lihat di  Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan terakhir Piala Eropa 2012. Dari ketiga turnamen tersebut, paling buruk Jerman berakhir di semifinal.

Spanyol dan Italia

Spanyol tidak sekejam Jerman. Asosiasi sepakbola Spanyol (RFEF) menugaskan pelatih tim nasional untuk menentukan pola dan skema permainan. RFEF kemudian melanjutkan proposal pelatih kepada anggota La Liga dan memastikan skema untuk tim nasional dapat dipahami oleh semua anggota.

Skema yang digariskan pelatih tim nasional tidak sebatas level senior, tetapi juga termasuk level junior U-15, U-17, hingga U-23. Beruntung pula Spanyol memiliki Barcelona yang sangat handal menyumbang pemain dalam segala level umur, atau Real Madrid juga katakanlah.

Tahu sendiri bagaimana skema Barcelona dalam possession football dan Real Madrid yang lihai memainkan serangan balik. Hasil yang didapat Spanyol sungguh luar biasa : Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.

Italia termasuk yang sadar akan tim nasionalnya. Untuk para pemain muda diberikan kompetisi sebangsa primavera hingga pelatihan wasit terkenal Coverciano. Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC) sangat paham kultur sepakbola bertahan Italia, sehingga Juventus atau klub-klub lain yang menyumbang pemain tim nasional tidak canggung lagi memainkan pola bertahan.

Salah satu yang patut dikagumkan FIGC adalah cara mereka menangani tim nasional dalam masa krisis. Ketika hendak memulai Piala Dunia 2006 dengan kasus suap Calciopoli, FIGC segera mengisolasi tim nasional dari media agar bisa fokus. Lalu pemain yang terkait kasus suap langsung dikenai sanksi dicoret dari tim nasional, bahkan ada yang sampai masuk penjara.

Terbaru, ketika Italia kembali diguncang suap Scomessopoli cara yang sama diambil FIGC seperti tahun 2006. Korbannya salah satunya bek handal Domenico Criscito. Hasil yang didapat tim Italia : Juara Piala Dunia 2006 dan Juara 2 Piala Eropa 2012.

————————————————————————————————-

Apa yang dilakukan Jerman, Spanyol, dan Italia adalah sebuah pendekatan dan manajemen yang baik dari asosiasi sepakbola terhadap tim nasional dan komponen-komponen yang membentuk tim nasional yang kuat. Asosiasi-asosiasi sepakbola tersebut memainkan peran sentral untuk membentuk tim nasional yang tangguh dengan visi yang baik, wibawa yang kuat, dan cerdas.

Ah, lalu saya teringat timnas Indonesia yang ditahan Laos (26/11). :D

Chelsea – Man.City : Saatnya Bangkit!!

November 25th, 2012

Kedua tim tengah mengalami masa ujian. Jika nasib Chelsea di Liga Champions di ujung tanduk,maka Manchester City dipastikan gagal lolos grup. Mereka wajib bangkit di laga ini untuk menjaga momentum.

Tiga gol dari Juventus cukup untuk menuntaskan Roberto Di Matteo dari kursi pelatih. Di Matteo yang membawa Chelsea meraih gelar ganda musim lalu dianggap Roman Abramovich tidak cukup baik menangani Chelsea musim ini.

Memang, di awal start Chelsea cukup baik dengan mengemas 4 kemenangan dari 4 laga. Sebelum puncaknya ditahan Liverpool dan kalah dari West Brom dan Juventus. Alhasil mereka kini tertahan di posisi 3 grup E dengan 7 poin tertinggal 3 poin dari Shakhtar dan 2 poin dari Juventus. Di Liga Inggris, mereka tertahan di posisi 4 tertinggal dari United, City bahkan West Brom!!!.

Seperti diutarakan diatas, Chelsea sempat mendominasi Inggris dengan 7 kemenangan dan 1 seri sehingga memimpi sendirian dengan beda hampir 5 poin dari Manchester United, saat itu. Nah sesudah kemenangan melawan Spurs 2-4, roda seperti berbalik.

Dimulai dengan kalah dari Shakhtar di Liga Champions lalu kalah dari United di Liga Inggris. Kemudian setelah itu kemenangan tidak pernah lagi mampir di kubu Stamford Bridge. Ditengarai kekalahan kontroversial dari Manchester United lah yang menghancurkan Chelsea, dari mental serta fisik.

Maka dengan sederetan hasil tanpa menang itulah ditambah dibantai Juventus, Roberto Di Matteo didepak. Rafael Benitez sebagai boss baru Chelsea diharapkan membawa perubahan, terutama untuk Fernando Torres.

» Read more: Chelsea – Man.City : Saatnya Bangkit!!

Manusia Itu Bernama Ronaldo

November 16th, 2012

Cristiano Ronaldo Santos Aveiro, lahir di kepulauan terpencil Madeira Portugal 27 tahun silam.  Masa kecil hingga remajanya ia habiskan di tempat itu hingga umur 12 tahun bergabung dengan Sporting  Lisbon. Selanjutnya, seperti semua orang ketahui : bergabung dengan Manchester United di 2003 dan Real Madrid pada tahun 2009.

Di dua klub terakhir, Ronaldo hampir meraih segalanya. Tiga trofi liga Inggris, 1 Piala FA, 2 Piala liga serta dua paling fenomenal : trofi Liga Champions (2008) dan Piala Dunia  antar klub (2008). Semua bersama Manchester United.

Bersama Real Madrid ia meraih 1  Piala Raja dan Liga Spanyol. Itu semua belum termasuk penghargaan pribadi mulai dari pemain terbaik di Inggris hingga pemain terbaik dunia (2008). Bisa dikatakan 2008 adalah tahun panen gelar untuk Ronaldo.

Dengan sederet prestasi tersebut ditambah wajah rupawan, tak heran ia begitu melimpah dengan materi. Wanita?? jangan ditanya, berulang kali gosip-gosip media menjodohkan pria Portugal dengan model-model dan wanita cantik dari seluruh dunia.

Tidak lupa pula jika membicarakan Ronaldo, maka wajib membicarakan kehidupan malam, koleksi mobil-mobil mewah atau tampang sengak ketika bermain. Tampang sengak itu seolah-olah membuat orang berfikiran jika Real Madrid atau Portugal tanpa Ronaldo, maka bersiap untuk kemungkinan terburuk.

Memang jika melihat penampilan Portugal, katakanlah seperti di Piala Eropa lalu, permainan Ronaldo mendominasi serangan-serangan Portugal. Seakan taktik Portugal telah terbuka : Mainkan bola, lalu beri ke Ronaldo, biar dia mengolahnya.Nasib baik jika Ronaldo bermain bagus. Namun jika bermain buruk?? partai Russia vs Portugal telah menjawabnya.

Dengan segala kelebihan-kelebihannya, tak jarang ia dibandingkan dengan Lionel Messi. Jose Mourinho menyebut mereka sebagai pasangan alien yang datang dari planet lain pasca El Clasico Oktober lalu.

Namun tak banyak yang tahu bahwa sesungguhnya Ronaldo adalah seorang manusia yang patut dijadikan panutan – terlepas dari segala kesombongan yang orang sebut, kehidupan malam, wanita-wanita dan keglamorannya.

Untuk menjadi Ronaldo yang sekarang setidaknya diperlukan latihan dan disiplin yang ketat. Di kamp latihan Real Madrid setidaknya ia menghabiskan rata-rata 3-4 jam latihan selama sehari dan dalam seminggu ia berlatih sekitar 5 hari seminggu!!.

Latihan teknik tersebut diikuti dengan pola diet yang baik dimana ia memiliki keteraturan antara jam tidur, sarapan, makan siang dan makan malam dengan porsi makanan yang telah ditentukan.

Belum lagi  jika mempertimbagkan Ronaldo melakukan setidaknya 2000 kali push up, 3000 kali sit up, dan latihan pull up and down. Lihatlah bentuk tubuhnya ketika sedang membuka baju.

Komitmennya bersama tim tidak perlu diragukan lagi. Contoh terbaru adalah ketika ia mendapat cedera pelipis kala menghadapi Levante. Ia tetap bermain dan mencetak satu gol untuk  membantu Real Madrid menang 2-1.

Tiga hari berselang ia kedapatan tengah berlatih bersama timnas Portugal menjelang laga melawan Gabon. Nampaknya cedera pelipis seperti luka kecil untuknya.

Itu dari dalam lapangan, bagaimana Ronaldo menjadi panutan di luar lapngan. Adalah Albert Fantrau yang seorang sahabat Ronaldo pada masa remaja yang menjadi saksi.

Fantrau dan Ronaldo bermain bersama dalam satu tim di suatu kejuaraan di Portugal. Pada saat bersamaan, pelatih Sporting Lisbon datang menyaksikan sembari berjanji “siapa yang mencetak gol lebih banyak maka ia akan masuk akademi Sporting”.

Ronaldo mencetak gol pertama, Fantrau gol kedua. Pada proses gol ketiga, Fantrau berhasil melewati kiper lawan sementara Ronaldo berlari disampingnya. Logikanya Fantrau bisa langsung mencetak gol, sekaligus “memenangkan” tiket ke akademi.

Ternyata, ia mengoper ke Ronaldo sehingga ia hanya mencetak satu gol, Ronaldo dua gol hingga peluit akhir pertandingan. Fantrau hanya mengatakan pada Ronaldo bahwa ia lebih baik dari dirinya sehingga menganggap Ronaldo lebih pantas masuk akademi.

Waktu berjalan hingga kini menjadi Ronaldo yang menjadi superstar. Fantrau?? sejauh yang saya baca ia hanya menjadi pengangguran. Namun ia memiliki  rumah bagus dan mobil disamping membina keluarga. Darimana semua hartanya berasal?? Fantrau menjawab dengan bangga : “Semuanya pemberian Ronaldo.”

Well itulah manusia bernama Cristiano Ronaldo. Meski sering dicap buruk dengan kehidupan malam, glamor dan playboy, tidak salahnya mencontoh sesuatu yang baik dari Ronaldo : kerja keras, disiplin, dan tahu cara membalas budi.