03 JulPesan dari Negeriku

pesan dari negeriku

pesan dari negeriku http://tengah.files.wordpress.com/2009/11/menjadi-indonesia.jpg

Hari ini kupandangi potret hitam putih negeriku

Ku tatap lukisan nusantara yang damai

rimba sumatera yang bersenandung,

khatulistiwa yang megah

bumi papua nan elok

Laut Sunda yang tenang

Senja Dewata yang Arif.

Namun ketika ku melangkah pelan, dekat dan semakin lekat,

ku tatap guratan-guratan lain..wajah negeriku, ia tertegun dan sendu, dan semakin  meredup

ia meneteskan air mata..

Ia menjerit dan berteriak..

“Aku merasa bersalah ciptakanmu, karena kau hanya duduk menuggu, terbuai oleh waktu, menunggu nasib yang aku titipkan untukmu”

“Aku kecewa kau bersamaku, karena tangan-tanganmu tak mampu meracik zaman menggantungkan namaku bersama kesuksesan negeri lain ”

“ Aku menangis karena permata-permata itu kau relakan untuk negeri lain, dan kau hanya bisa mengais serpihanya di tengah-tengah timbunan pasir yang kotor ”

“Aku marah padamu , karena kau hanya bisa menyalahkanku ketika kau tak bisa makan hari ini”

Akankah kau berhenti sampai di sini?
Kita akan musnah bila kita takut kegagalan

Kita akan musnah bila kita berpangku tangan

Kita akan musnah ditelan zaman, bersama lautan manusia yang melolongkan kekerdilannya

Ingatlah kita terlahir dari bulir-bulir asa

Yang telah Tuhan semaikan dalam rahim Ibumu

Kita tumbuh dari pahatan-pahatan doa

yang telah Ayahmu ukir di masa kecilmu…

kita dewasa diantara anak-anak pilihan

yang telah negeri ini kumpulkan untuk merajut impianmu..

agar  kamu berpikir dengan hatimu sendiri…

Kita, keluarga kita, negeri kita….

telah menitipkan kita pada ilmu-ilmu hidup yang sekarang sedang kita temukan

yang menyematkan tanda pemuda bersarjana

yang menanti kedatangan para pembaharu berwibawa

Ku pandangi lagi potret di sampingnya, terlihat lambaian seorang ibu, lambaian penantian

Untuk anak yang pernah ia titipkan, “sukseskah kau saat ini nak?”

Terlihat sepucuk pesan. Pesan  di atas nisan seorang ayah “apakah doa-doaku sudah berhasil membesarkanmu nak?” apakah ayah masih bisa menghirup kebahagiaanmuy nak?

Terlihat tatapan dari sang negeri, memgang erat pundakmu seraya berkata “apakah kau sudah temukan jalan untuk hari esok kita?”

Kini potret itu kusimpan erat dalam hatiku, dan tlah kusampaiakan pesannya untukmu..

Kalau kita ingin terbang lebih tinggi, maka lihatlah lebih tinggi
Kalau kita ingin terbang lebih cepat, maka terbanglah lebih cepat
Kalau kita ingin terbang lebih jauh , maka terbangklah  lebih jauh.

Agar ketika badai datang, kau telah siapkan armada mentalmu untuk berdiri….

Titik-titik cahaya ini adalah harapan kecil, pijaran semangat yang baru saja kau tumbuhkan, dalam simpul kekuatan prestasi dan persahabatan…menyelami arti kehidupan yang baru, kehidupan mulia yang berawal dari memberi dan berbagi..

Mari bersama bangun negeri yang kaya ini, hanya untukmu, Indonesiaku.

Puisi renungan oleh Ssuprayogi dalam  Road To Campus “The Spirit of  Entrepreneuurship” di Universitas Pendidikan Indonesia Bbandung


Post Tagged with

6 Responses so far.

  1. Putri Eka Pratiwi says:

    Kok, kayaknya aku tau ya puisi ini???
    hehehehehhe
    wuahhhh Yogi kamu membawakannya dengan sangat kerennnn….
    Padahal mba sudah g yakin kamu yang baca…heheh karena pelatihnya si Mr. Sudi wkwkwkwkkw
    Ternyata Mr. Sudi mampu melatihmu dengan sangat baik…huahahhahahah
    Semangat Yogi!!!
    Lanjutkan !!

  2. suprayogi says:

    wah mbak putri ni…
    kan ada yang memotivasi mbak,,jadinya serius ngebawain,heheee

  3. bilal says:

    bagus puisinya….romantis…juga sarat refleksi.

  4. suprayogi says:

    thank you bilal buat responnya,,salam kenal…

  5. uji says:

    wah saya sih dengar kabar aja klo yogi baca pusisi ini di UPI kemarin, jadi penasaran pengen liat..hehehe

    Mari bersama bangun negeri yang kaya ini, hanya untukmu, Indonesiaku.

    bangga sama MaPres satu ini,,
    sukses terus ya mas yog

  6. suprayogi says:

    iya kang,,kmaren kebagian ngrangkum acara dlm bentuk puisi,..
    y begitulah,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What color is fresh snow?