25 OctMemandu Wisata Lewat Ngeblog

img_0967

Kawah Putih, kab. Bandung, Jawa Barat. So wonderful

Saya percaya banyak orang yang suka berbagi tentang pengalaman berwisata mereka melalui blog. Mereka mengabadikan momen dan pose mereka yang gokil dan menurut mereka cukup layak untuk dishare diblog. Dari pose pegang patung di dalam candi, nyebrang pantai ke pura, nyobain coto makassar, sampai mandiin kerbau. Saya sebagai pembaca blog senang sekali kalau ada cerita-cerita tempat wisata baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata religi, dll. Rasanya pengen sekali ke sana. Meski ada yang nggak mungkin karena harus naik pesawat berjam-jam (duit buat nyewa duduk di kursi pesawatnya sih tepatnya).

Ketika senang-senang membaca postingan pengalaman berwisata, sepertinya ada yang kurang. Tapi, gimana caranya ke sana, soalnya nggak ada info ke sana pake apa, biaya berapa, fasilitasnya apa saja?. Kadang-kadang saya tidak menemukan informasi ini. Misalnya, dulu saya ingin ke Pare ke desa Bahasa Inggris di Kabupaten Kediri. Saya banyak sekali membaca informasi kalau di Pare itu adalah lingkungan berbahasa Inggris yang bisa memaksa kita untuk menjadi lebih aktif berbicara dan mendapatkan hasil selama sekian minggu. Sayangnya saya tidak menemukan bagaimana alternatif pergi ke sana. Ada yang bilang putus-putus, masuk daerah terpencil sampe berjam-jam. Akhirnya karena tidak yakin daripada tersesat di Stasiun Balapan, saya sampai sekarang belum jadi ke sana.

Ketika kita bercerita tentang Pariwisata dan Budaya Indonesia di blog, ada banyak orang-orang yang berharap lebih dari curhatan pengalaman kita mengunjungi tempat-tempat tersebut. Mungkin niat awal kita hanyalah bercerita kalau “I was here” tanpa maksud lain. Tapi percaya atau tidak, banyak orang yang mupeng (muka pengen) suatu hari bisa ke sana. Kalau bahasa Critical Discourse Analysis bilangnya “language has social power to shape reader’s mind.” bahasa yang kita tulis bisa mempengaruhi orang. Selain itu, banyak orang yang mencari referensi tempat-tempat unik, salah satunya adalah tempat yang memiliki tradisi/ kebudayaan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

img_5253

web Visit Indonesia

Selama ini kalau kita ingin berkunjung ke tempat wisata (wisata alam dan wisata budaya), pasti kita bertanya dengan orang-orang terdekat. Kadang-kadang tidak semua teman-teman kita tahu. Sekarang kita sudah berada di era digital. Tulisan-tulisan kita diinternetlah yang menjadi source of information para wisatawan. Ketika kita sudah hobi ngeblog dan blog sudah menjadi bagian dari hari-hari kita, kenapa tidak kita berbuat lebih. Kalau dulu kita hanya bercerita tentang keindahan suatu tempat, sekarang saatnya kita menjadi virtual tourism guide buat para wisatawan. Melalui tulisan, kita ajak mereka untuk datang ke tempat yang pernah kita kunjungi. Kita bantu dengan memberikan kisaran jarak dan waktu tempuh, biaya yang diperlukan, rute perjalanan, dan saran-saran yang lain. Karena orang-orang akan berkunjung ketika mereka memiliki bekal, ya bekal informasi itu tadi. Karena setiap wisatawan ingin perjalanan mereka terprediksi dengan baik dan mereka bisa mempersiapkannya.

Kalau dipikir-pikir, dimana letak ekspresi budaya Indonesianya dengan menulis pengalaman berwisata di blog? Saya masih ingat pengetahuan umum yang menyatakan bahwa ramah tamah adalah salah satu local wisdom Indonesia. Dan saya mengakui dan menyaksikan sendiri saat saya mengobrol dengan orang Uni Emirat Arab. Dia berkata “I really like the ospitality of Indonesian people.” Melekatkan keramah-tamahan dalam bercerita di blog tentang pariwisata dan budaya adalah kesenian berbahasa tersendiri yang bisa menarik teman-teman kita dari belahan daerah lain Indonesia untuk datang.

img_4842

Menarik wisatawan mancanegara is our goal

Dengan cara inilah saya mulai mengekspresikan keragaman budaya Indonesia melalui tulisan-tulisan blog dalam usia 22 tahun ini (what? 22 tahun?). Dengan menuliskan apa yang pernah saya alami dan yang pernah saya lihat. Djarum Beasiswa Plus mengajarkan saya untuk berpikir kreatif, mengawali kelebihbaikan dengan cara-cara yang sederhana, dan berpikir kritis tentang lingkungan sekitar. Lingkungan Beswan Djarum yang multikultural sudah membuat saya ingin berkunjung ke teman-teman beswan dari berbagai daerah (Beneran lho). Nanti ya, satu-satu, dari yang dekat dulu.

My last words:

Ceritakan kisah ini kepada teman-teman dekatmu dan jadilah PEMANDU WISATA VIRTUAL untuk Indoneisa.

31 Responses so far.

  1. anggun says:

    bagusss… sukses !!!!!!

  2. gemakusumaputri says:

    masyog masyog, ajakin aku ke tempat yg tadi disebutin itu dong dong dong :D

  3. Endita says:

    ak pingin ke malang kak,, hehehe
    hunting di internet,, emang gk ada biaya and dll,, nyari buku di gramed ketemu,, buku yg isinya wisata di malang,, sampe sedetildetilnya,,
    kalo lampung ada gk ya buku kayak gitu,,??

  4. angga says:

    yupz…
    i agree..

  5. suprayogi says:

    haha.. hayu2. tar ke rumahku dulu aja, habis itu kita ke Bendungan Batu tegi, lalala.. sore2 naik motor sekitar 2 jam, assoy.. satu2 ya gem, ntar gempor :D

  6. Kapan ada jalan-jalan gratis ya? says:

    Kapan ada jalan-jalan gratis ya? Semangat mengenalkan Budaya Indonesia… :)

  7. Sandi Juandi says:

    Kapan ada jalan-jalan gratis ya? Semangat mengenalkan Budaya Indonesia… :)

  8. P. Agnia Sri Juliandri says:

    hehe akuyah masyog? iya nanti diceritain lg deh detilnya ky yg waktu postingan phuket. hehe. hehe. *cengengesan

  9. Nisa Pertiwi says:

    Yogi,, mau keripik pisang coklat :D,, lohh malah minta oleh2 yah?hehehe.. Ayooo gi share foto2 objek wisata d lampung, biar pd ngiler pgn ksana..hehe

  10. suprayogi says:

    Nisa pertiwi: iya cha, ada nih di kosan, kan kemaren baru pulang, hehe. Iya, jadi pengennya sih blog ini juga bisa berguna buat yang ingin berkunjung tempat yang pernah dikunjungi cha. Eh, kemaren waktu aku pulang, aku ke Pulau Tangkil Lho cha, ini postingannya kalau mau baca , pantainya bersih banget.

  11. suprayogi says:

    putu agnia: bukanlah put dulu bukanyya punya putu udah agak detail ya cerita Phuketnya? Iya put, kalau misalnya masih kurang, tar biar aku ada pegangan kalo ke Phuket. Tapi kalo nyasar awas ya… tak keplak koe.. hehe :)

  12. suprayogi says:

    Jalan-jalan gratis? saya juga mauuuuu… Ikutan kuis-kuis dulu dari Kementrian Pariwisata, hehe

  13. Rheza Nur Rahman says:

    Yogi, kayanya wisata kuliner juga menarik perlu ditambahkan apalagi di kota Bandung terkenal makanan-makanannya yang yummy. :)

  14. suprayogi says:

    Rheza: bener za, wisata kuliner juga salah satu bagian dari wisata budaya kan, karena pada dasarnya masakan adalah kreasi masyarakat yang dipatenkan melalui hidangan sehari-hari. Nanti kalau aku ke Bebek Borme ya, bebek boromeus yang mak nyos, katanya. thanks ja

  15. Niken says:

    Ha…ha… setuju. Aku termasuk orang yang suka jalan tp susah banget dapet info cara kita bisa ke tempat wisata Indonesia terutama buat ngatur trip yang murah. Nyari info pesawat aja susah banget, apalagi ngatur biar bisa ke semua obyek wisata tp tetep low budget. Jadi pengen maen ke lampung. Wish u all the best gi!

  16. suprayogi says:

    Ha…ha… setuju. Aku termasuk orang yang suka jalan tp susah banget dapet info cara kita bisa ke tempat wisata Indonesia terutama buat ngatur trip yang murah. Nyari info pesawat aja susah banget, apalagi ngatur biar bisa ke semua obyek wisata tp tetep low budget. Jadi pengen maen ke lampung. Wish u all the best gi!

    Ya, mungkin kita tipikal yang suka backpackeran. Istilah gaul untuk berwisata low budget. Yap..semakin banyak orang yang nulis lengkap, akan lebih mudah buat info wisata beginian. Yooah ke Lampung, deket rumah ada beberapa tmpat wisata ken…:)

  17. astrivina says:

    ini bgt mas, kurangnya informasi soal pariwisataIndonesia. kalopun ada dari pemerintah daerahnya pasti dengan tampilan yang standar :D

  18. Ari Kurniati says:

    Zhouuuuu…
    That’s right… bener banget, sebetulnya objek wisata kita (lampung) tak kalah menariknya dengan daerah lain. yuuk, kita ajak mereka untuk kenal lebih dekat how beautiful Sang Bumi Ruwa Jurai…. (^_^)

  19. suprayogi says:

    ini bgt mas, kurangnya informasi soal pariwisataIndonesia. kalopun ada dari pemerintah daerahnya pasti dengan tampilan yang standar :D

    Ya, sudah saatnya ada jalur2 mandiri dan tidak perlu menunggu kinerja pemerintah kalau begini, kita jg bisa membantu kan ya :D

  20. Aries Abdul Azis says:

    enaknya kalo ada yang gratisan tour keliling belajar pariwisata indonesia..hhe

  21. Zulie Afrosin says:

    hahaahaha
    ya betul, harus ada nya info yang akurat,
    dan kamu ! ayo wujudkan semuanya agar para wisatawan tertarik buat jalan jalan terutama ke Lampung , biar di kenal banyak orang .
    \(o_O)/

  22. suprayogi says:

    Zhouuuuu…
    That’s right… bener banget, sebetulnya objek wisata kita (lampung) tak kalah menariknya dengan daerah lain. yuuk, kita ajak mereka untuk kenal lebih dekat how beautiful Sang Bumi Ruwa Jurai…. (^_^)

    Iya ri, that’s right. Banyak wisata alam dan wisata budaya di negeri kita, Lampung juga, yang belum terangkat. Lewat tulisan di blog yang ramah tamah, semoga bisa mendekatkan indonesia dan Sang Bumi Ruwa Jurai ke orang2 yang curious tentang indonesia. makasih ari :D

  23. suprayogi says:

    enaknya kalo ada yang gratisan tour keliling belajar pariwisata indonesia..hhe

    Wah,,, aries enaknya yg gratisan. Ya semoga nanti Bu M Eka Pangestu bisa bantuin kita jalan2.. hehe

  24. suprayogi says:

    ya betul, harus ada nya info yang akurat,
    dan kamu ! ayo wujudkan semuanya agar para wisatawan tertarik buat jalan jalan terutama ke Lampung , biar di kenal banyak orang .

    Yap, nanti kalau kita jalan2 di sekitaran Lampung yang bagus, inget2 ongkos dan jalannya ya.. biar bisa ditulis di blog, hhe…
    dengan begini, pariwisata budaya yang kecil2 juga bisa terangkat..

  25. Ricky Pratama says:

    assalamualaikum,

    saya setuju setiap pengunjung selalu mendokumentasikan budaya dan itu tidak hanya tentang promosi tetapi juga mengajak mengenal dan sekaligus menanamkan budaya langsung kepada orang tersebut.

    di Jawa Barat kami sedang mengalami masalah tentang Perda No. 5 Tahun 2003 dimana Jawa Barat telah mengakui adanya 3 suku asli Jawa Barat yaitu Betawi, Sunda dan Cirebonan. namun hingga kini aganya kehidupan budaya dan pelestarian bagi suku Betawi dan Cirebonan agaknya kurang mendapat fasilitas yang memadai dan bagus.

    saya percaya dengan tulisan bahwa Budaya bukan hanya promosi tetapi juga mengajak, dan saya harap ini juga terjadi di Provinsi saya bahwa Budaya bukan hanya sekedar Promosi tetapi juga mengajak dan melestarikan… tidak hanya di atas kertas ber-kop surat resmi namun juga diatas langkah nyata dengan dasar “TOLERANSI”

    terimakasih

    wassalam
    Ricky Pratama

  26. suprayogi says:

    Waalaikumsalam Kang Ricky.
    Iya, segala perubahan bisa di mulai dari bawah, dari masyarakatnya. Promosi wisata juga bisa dilakukan pengungjungnya. terimakasih sudah berkunjjung :D

  27. suprayogi says:

    bagusss… sukses !!!!!!

    makasih aggun…

  28. suprayogi says:

    ak pingin ke malang kak,, hehehe
    hunting di internet,, emang gk ada biaya and dll,, nyari buku di gramed ketemu,, buku yg isinya wisata di malang,, sampe sedetildetilnya,,
    kalo lampung ada gk ya buku kayak gitu,,??

    Sama ta, pengen ke Malang juga nih. Ya begitulah, kita bisa menjadi guide book lewat tulisan kita. Biasanya kebanyakan buku pariwisata hanya menyertakan profilnya, jarang mencantumkan harga dan “how to get there” nya.

    Di Lampung udah ada tourism guidebooknya, cuman belum lengkap juga.

  29. Wana Darma says:

    setauku ada 4 tipe catatan perjalanan kata Redaksi NGI, kalo aku sendiri baginya jadi 2. Travel experience ama travel guide. Yang mas baca banyak tapi-tapinya itu mungkin travel experience, disana emang ga ada macamnya how to get there, karena isinya cuma pengalaman doang, beda ama travel guide yang tujuan utamanya ngeguide traveler bukan memberikan kesan mupeng.. IMO

  30. suprayogi says:

    mas wana: iya juga kali ya mas. Kalau buat practicality, helping our government to promote, boosting our nationality to our country, nggak ada salahnya kalau travel experience jg dilengkapi dg travel guid. Karena mungkin ada tendensi orang untuk lebih suka membaca blog ketika mencari inspirasi berwisata.

  31. Wana Darma says:

    ya mungkin ada sedikit guide, tapi ga mungkin eksplisit mas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 in addition to 4?