12 AugKoffie Fabriek Aroma Bandoeng

Tujuan utama saya sebenarnya adalah ke Pasar Baru, surga belanja barang murah di Bandung, surganya ibu-ibu Malaysia untuk update fashion juga. Fajar mengajak saya untuk menemaninya membeli dua lusin kaos bandung – semacam I love Bandung dan Bandoeng Tempoe Doeloe. Setelah selesai belanja dan sempit-sempitan dengan ibu-ibu, fajar malah mengajak saya memasuki satu jalan kecil, jalanan tua yang penuh dengan pertokoan. Iya, kawasan ini adalah kawasan pecinan yang sangat maju dan melegenda di Bandung. Sampailah saya ke ujung jalan, Fajar mengajak saya untuk parkir di pertigaan itu, Jalan Banceuy 51 ke tempat toko Kopi Aroma. Dia mau membeli kopi.

Bangunan tempat ini sudah sangat tua, lusuh, semacam hampir lapuk, dan mungkin orang jarang tertarik melihat bangunan ini. Daya tarik toko ini terletak di komoditasnya, kopi robusta dan arabika, pecinta kopi pasti lebih paham

Pintu masuk

Pintu masuk

Tempat kopi jaman dahulu

Tempat dan gilingan kopi jaman dahulu

“Jar, kita itu orang Lampung, sudah punya kopi Lampung, ngapain kamu jauh-jauh beli kopi beginian, terus dikirim ke rumah. Bungkusnya juga biasa aja”

“Ge, yang bikin enak dari kopi ini, kopinya disimpan bertahun-tahun, keasamannya berkurang, jadi lebih enak dan nggak ngerusak lambung”

Saya mulai melihat keistimewaan Kopi Aroma. Inilah kenikmatan sebuah kopi. Mungkin kita berpikir, enaknya kopi itu dicampur dengan susu atau krim atau bahan-bahan lainnya.

Kopi Aroma adalah pabrik yang cukup tua, berdiri sejak 1930an oleh Tan Houw Sian dan saat ini diteruskan oleh generasi yang berikutnya. Kemasannya cukup sederhana, dengan kertas putih atau kertas singkong lalu dibalut dengan plastik, bertuliskan pesan dalam bahasa Indonesia djaman dahoeloe dan bahasa Belanda.

Kemasan yang sederhana

Kemasan yang sederhana

“Aroma dan rasanya tinggal tetep, kalau ini kopi sudah di buka dari kantongnya harap dipindahkan di stoples atau di b**k yang tertututup rapat. Jangan tinggal di kantong”. b**k= ngga kebaca bung.

Coffee addict? visiting Bandung? you must visit this.

Post Tagged with , ,

2 Responses so far.

  1. admin says:

    Ternyata di Bandung ada Pasar Baru juga ya. Di Indonesia terkenal dengan kopi Arabica dan kopi paling unik serta mahal kopi Luwak. Tapi hati-hati jangan terlalu addict sama kopi karena terlalu banyak kafein buat kesehat kurang baik

  2. suprayogi says:

    Iya min, ada pasar baru juga di sini, semacam tanah abangnya Bandung. :). gara2 teman ngajak saya ke sini, jadi tertarik dengan kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is 3 times 4?