13 SepAbout Entrepreneurship with Wydia

“Kalau mau tau banyak tentang traveling murah, bergaulah dengan backpacker. Kalau mau tau banyak tentang bisnis, ya bergaulah dengan entrepreneur.”

Rasanya semalam saya mendapatkan momen yang pas. Meskipun officially belum lulus a.k.a belum diwisuda, menjadi pengangguran luntang-lantung tiap hari nonton tivi lalu tidur siang rasanya sangat sudah ingin cepat-cepat “menggawe”. Intinya adalah menjadi produktif, sehingga tidak terlalu lama santai di rumah dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tetangga “Sekarang kegiatannya ngapain aja atau kerja dimana?”. Dan tadi malam, teman saya Wydia – teman beswan 27 dari Pontianak- menyapa saya lewat chat facebook.

Wydia adalah finalis Wirausaha Muda Mandiri beberapa tahun lalu yang sukses dengan bisnis fashionnya. Sekarang ia sudah punya butik sendiri. Dia termasuk anak yang senang bercerita tentang usahanya. Rasanya seperti obrolan lewat telepon, chat kami mengalir begitu saja dengan reply yang panjang-panjang. Wydya cerita kalau sekarang ia mendapatkan CSR dari Bank Mandiri dimana usaha dia sangat diperhatikan dan dibantu, diundang ke acara-acara bank tersebut dan mengikuti pelatihan-pelatihan wirausaha. Lucky her. Itu semua membawa dia jadi punya mindset yang bagus – smart mencari peluang, bagus dalam manajemen dan smart memilih strategi penjualan.

Wydia memberi saya semangat, mencoba memberanikan diri saya untuk mencari peluang usaha. Bener nggak sih sebagai orang yang jarang berurusan dengan bisnis, kita cenderung dihantui pikiran malu jualan, pikiran takut modalnya kekuras, takut barangnya nggak kejual, dan banyak waktu terbuang. “Hey rejeki Allah yang ngasih, ada cara untuk menjemputnya”. Apapun usahanya, niatkan sepenuh hati dulu, buang jauh-jauh perasaan pesimis tadi. Doa kita pasti didengar, usaha kita pasti membuahkan hasil. Dan jangan lupa untuk sedekah. Widya akhirnya cerita kalau sedekah yang banyak sekalian, karena Allah akan membalasnya 10 kali lebih banyak lewat tangan-tangan yang nggak kita sangka. Dan satu lagi Wydya cerita kalau berbagi rezekilah kepada yang membutuhkan. Yang ini agak jleb memang, karena kita sering terlarut dalam budaya menraktir teman dengan acara makan-makan atau nonton atau karaokean. It can be. Tapi dengan berbagi ke yang benar-benar membutuhkan, doa dari mereka bisa membantu kesuksesan usaha kita. Dan yang terakhir, selain berbagi tadi, ibadah kepada Allah dengan meningkatkan kualitasnya juga mendorong rejeki itu terjemput. Wydia cerita kalau ada temannya yang benar-benar ibadahnya bagus, membaca asmaul husna saat berwudhu – mungkin shalat malam dan tahajud juga- dan akhirnya sukses dengan usahanya.

Hm.. sampai ketemu di Bandung ya Wid, I STILL WANNA HEAR YOUR STORY J

Post Tagged with ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What color is a typical spring leaf?