Theda’s Bucket

Semua abu-abuku

Ini adalah kejadian yg membuat saya ngakak di kelas. Waktu itu saya sedang mengawasi ujian tengah semester atau mid utk mata kuliah yg saya ampu yakni statistik pendidikan. Dari namanya saya yakin kalian sudah membayangkan yg tidak-tidak. Betul? Yak, angka-angka dan rumus!

Karena bergelut dg angka yg bikin rebonding laris maka saya mengijinkan peserta ujian utk menggunakan kalkulator.
Tik tok tik tok… Waktu berjalan.. Saya pun melirik sana sini memastikan ujian berlangsung dg khidmat.
Lirikan saya pun berhenti pd sebuah kalkulator yg tengah digunakan salah seorang mahasiswa saya. Dengan pertahanan yg melebihi pertahanan Pangeran Diponegoro saat menghadapi penjajah saya menahan tawa.

‘Bu, saya ke belakang bentar ya..’Pamit salah satu mahasiswa saya yg memang bertampang culun.
‘Iya’, kata saya.

Tik tok tik tok *lagi*
‘Hahahahaha..kalkulator bakul beras’, celetuk si mahasiswa tampang culun

Daaaann… Pertahanan tawa saya jebol sodara-sodara.. Saya ngakak di depan kelas…
Tawa saya diikuti seluruh peserta ujian. Mereka menertawakan saya yg tiba2 terbahak-bahak dan menertawakan  mahasiswa pembawa kalkulator.

Tampaknya si kalkulatorlah yg mjd pemicu gelak tawa. Kenapa? Ukuran kalkulator yg dibawa mahasiswa saya ini super guede! Kebayang kan ujian tengah semester didampingi kalkulator bukan scientific dg ukuran super besar ala ibu-ibu penjual beras di pasar.

Kejadian ini tak akan saya lupakan. Apalagi si pemilik kalkulator. Setiap bertemu si empunya kalkulator dia selalu pasang wajah manyun. Saya pun meledeknya.

Dan si kalkulator super besar itu jd populer di kelas saya.

Jatuh cinta emang sulit diduga. Demikian yg terjadi pada mahasiswa saya. Seminggu yg lalu di bawah tangga saya sempat ngobrol haha hihi bareng beberapa mahasiswa yg kelasnya saya ampu. Cinta menjadi topik yg hangat ya sehangat kalo kita duduk di dekat anglo kali ya.

Salah satu mahasiswa blg begini : bu saya kok sulit jatuh cinta ya?
Babibu..aiueo..blablabla.. Semua berpendapat. Suasana berubah spt perundingan harga sembako tingkat Asia. Sesi perundingan tingkat internasional pun berakhir tanpa sebuah solusi jitu yg.

Kemaren saya ‘dijejeri’ mahasiswa saya yg mengaku sulit jatuh cinta itu. Dia blg begini : bu, sekarang saya sudah pny pacar loh bu. Smalam saya telpon2an lama sama pacar saya.

Saya : *ndlongop*

Begitulah cinta datangnya tiba-tiba.. *emang jalangkung* hiiiih X_x

Dieng, sebuah kota kecil yg terkenal dingin di Wonosobo Jawa Tengah ini menyimpan keindahan alam yg luar biasa. Dengan berbekal penasaran dan perasaan tak sabar saya mengemasi barang-barang saya ke dalam sebuah ransel. Jaket tebal, syal dan topi kupluk yg biasa dipakai para pendaki gunung tentu mjd prioritas saya dan tidak boleh ketinggalan. Barang-barang inilah yg akan melekat erat dg tubuh saya di kala suhu dingin Dieng menyentuh kulit saya.

kejajar-20121102-01689 Read the rest of this entry »

Pilih mana? Read the rest of this entry »

‘Theda”, demikian pak guru memanggil saya ditengah pelajaran.

Dag dig dug…jantung saya tiba tiba berdetak lebih kecang. Saya pun bertanya-tanya kenapa tiba-tiba pak guru memanggil saya. PR sudah saya kerjakan. Seragam juga sudah kece alias rapi enggak pake acak-acakan. Duh ada apa ya? kata saya dalam hati. Read the rest of this entry »

Wiken yang saya tunggu benar-benar tiba. Saya dan Desti sohib saya sudah berencana akan ke air terjun Sri Gethuk. Berdasarkan informasi dari mulut ke mulut alias gethok tular katanya air terjun ini bagus. Alamnya masih asri dan sungai yang ada disekelilingnya juga belum banyak tercemar sampah.

Saya dan Desti berangkat berdua saja. Kami berhasil menaklukkan lika liku jalan dan tanjakan yang kami jumpai. Memang jalan yang harus kami tempuh dari Yogyakarta ke Gunung Kidul adalah jalan penuh tanjakan dan jalan yang berkelok-kelok. Kami berbagi tugas. Berangkatnya saya yang memboncengkan Desti. Pulangnya Desti yang memegang kemudi. Meskipun sudah beberapa kali menempuh perjalanan dari Yogyakarta ke Gunung Kidul tapi itulah pertama kali saya mengemudikan motor di depan. Biasanya saya bonceng teman saya hihihi… So, bisa dibayangkan donk,saya harus konsentrasi penuh selama perjalanan sebab banyak “kejutan” berupa belokan atau tanjakan yang menghadang. Read the rest of this entry »

Rabu, 25 Juli 2012

Satu hari spesial dalam hidup saya. Hari itu adalah hari dimana saya mendapat kesempatan untuk mengenakan toga untuk kedua kalinya. Kebahagiaan yang luar biasa sebab saya bisa menyelesaikan studi saya kurang dari 2 tahun. Tak hanya itu saya mendapat kejutan saat pelepasan wisudawan wisudawati di fakultas. Saya mendapat penghargaan atas naskah publikasi tesis terbaik.  Bak kejatuhan durian montong saya sempat “ngowoh” beberapa detik hingga disuruh maju ke depan menerima penghargaan. Read the rest of this entry »

Lapar…

Satu kata yang manusiawi dan tak dapat dihindari lagi mana kala si perut memanggil-manggil. Sore itu saya dan kedua teman saya Mbak Dhian dan Mbak Ira sedang berpiknik ria. Apalagi kalau bukan menikmati suasana Yogyakarta. Kedua teman saya ini bukan penduduk asli Yogyakarta. Mbak Dhian berasal dari Sukoharjo dan Mbak Ira berasal dari Lampung. Sudah sekian taun keduanya menimba ilmu di kota pelajar ini. Tapi sayangnya mereka jarang berkeliling dan berwisata di Yogya.  Akhirnya saya ajak deh mereka puter-puter Yogya. Waktu itu Malioboro adalah tempat terakhrir yang kami kunjungi. Jadi kalau tiba-tiba perut merengek minta disubsidi nasi ya maklum.

PecelPecel, lauknya tempe bacem Read the rest of this entry »

Pantai Ngobaran-Theda

Pantai Ngobaran, By : Theda

Wow, keren! Itulah  reaksi saya ketika saya mendatangi Pantai Ngobaran. Terdengar suara ombak memecah karang. Di depan mata terhampar lautan yang luas dengan air laut berwarna biru. Tebing-tebing tinggi berdiri kokoh disekitar pantai. Ombak yang bergulung mesra lalu perlahan menjadi buih yang kemudian membelai karang di tepi pantai. Pasirnya putih dan bercampur dengan pecahan kerang sehingga menimbulkan kesan warna warni. Eksotis bukan? Read the rest of this entry »

Hmmm Pulau Bawean..dimana itu? Mungkin begitulah kira-kira reaksi orang-orang ketika pertama kali mendengar pulau itu. Tak banyak orang yang familiar dengan nama Pulau Bawean. Bawean memang secara fisik terpisah dari Kabupaten Gresik karena memang Bawean berupa pulau yang terletak di utara Gresik. Pulau ini berada di Laut Jawa. Meskipun demikian secara administratif Pulau Bawean masuk ke dalam Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Jarak Pulau Bawean dari Gresik sekitar 80 mil atau 120 km. Dengan menggunakan kapal cepat Express Bahari 1C kita dapat sampai di Pulau Bawean dengan waktu tempuh sekitar 3 jam.

Kapal Express Bahari 1C

Kapal Express Bahari 1C

Read the rest of this entry »