Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

I\m Sorry Good Bye!

Image from: http://filmcrithulk.files.wordpress.com

Elizabeth Gilbert semestinya tidak perlu pergi ke Itali dan India untuk menemukan dua unsur yang dia cari. Makanan dan spiritualisme. Terakhir dia ke Bali dan menemukan cintanya setelah bercerai dengan suaminya Steven. Andai saja Gilbert tidak termakan stigma bahwa surga makanan itu ada di Italy dan spiritualisme hanya bisa ia jumpai di India. Andai Gilbert sedikit ‘cerdas’ dan sedikit peka, maka ia hanya butuh ke satu tempat. Indonesia. Mungkin sobat setuju dengan saya, karena kita sama-sama berpaham chauvinisme. Tapi benar gak? (gak perlu kasih waktu kan buat berfiikir? Haha…..)

I\m Sorry Good Bye!

Kalau kita bicara kuliner di Indonesia, bagian  mana sich di negeri ini yang tidak punya makanan khas? Kalau bicara soal selera tinggal pilih saja. Kalau kamu lebih suka makanan yang pedas silakan nikmati makanan dari daerah Padang atau yang dekat saja, Jawa Timur.

Kalau lidah lebih prefer makan makanan manis, Jawa Tengah tempatnya. Makanan asin cari saja daerah pesisir. Daerah Jawa Barat lebih rame rasanya. Belum Kalimantan, Sulawesi, Bali, Maluku, sayang aku belum pernah ke sana haha…..

Bicara soal travelling identik pula dengan wisata kuliner. Sebab manusia gak bisa jauh dari yang namanya makan. Sumber tenaga, sekaligus cara untuk menikmati indra perasa (lidah).

Saya akan membagi pengalaman wisata kuliner saya saat melakukan perjalanan. Dimulai dari kota saya sendiri, Kudus. Di sana terkenal dengan makanan khas Soto Kudus, dan anehnya hampir sebagian besar tempat di Indonesia punya soto khas masing-masing, sebut saja soto Betawi, soto Semarang, soto Lamongan, Soto Solo, Coto (namanya beda sendiri, tapi sama kok kayak soto juga) Makassar dan masih banyak lagi. Soto begitu populer. Itu hanya secuil bukti kalau kuliner kita itu begitu kaya. (bayangin Julia Robert makan soto Kudus :p ) Dari satu jenis kuliner saja banyak variannya.

Dari pengalaman saya, contoh perbedaan soto-soto tersebut misalnya Soto Kudus biasanya disajikan dalam mangkuk ukuran kecil dan bersama sendok bebek. Soto ini terdiri dari dua pilihan yaitu soto ayam dan soto daging. Soto Betawi, masih mirip soto Kudus, namun beda diisinya yang lebih banyak dan mangkoknya besar. Ada juga yang pakai kuah santan. Isian biasanya lebih sering menggunakan daging sapi, jeroan, dan kaki sapi. Sebagai pelengkap rasa ditambahkan acar, sambal dan emping.

Belum lagi kalau kita bicara jajan tradisonal. Kalau dihitung jumlahnya bisa melebihi jumlah seluruh pulau (besar dan kecil) di nusantara ini.

Kembali ke sharing pengalaman wisata kuliner. Di Kudus juga terkenal dengan Lentog, kalau di Jakarta  hampir mirip dengan lontong sayur. Kalau bicara oleh-oleh ada jenang Kudus, kalau di jawa barat dodol namanya.

Ingat kan negara kita negara maritim? Iya sudah pasti kaya dengan masakan ikan. Dan makan ikan yang seru menurut saya adalah saat makan ikan bakar di tepi pantai dekat rumah teman (Beswan juga, Rojib namanya) bareng-bareng di daerah Jepara. Pernah juga makan ikan bakar bareng-bareng di Waduk Gedungombo, Grobogan.

I\m Sorry Good Bye!

Ikan bakar tepi waduk Kedungombo

And you know what? Kini kuliner Indonesia mulai mendunia, Bulan Juli tahun lalu situs CNNgo meriilis 50 makanan terenak di dunia dan rendang menempati urutan ke 11 mengalahkan Lasagnya dari Italy (urutan 23) dan Kebab dari Iran (urutan 18). Bahkan kemudian di bulan Agustus mereka memuat artikel yang khusus merilis 40 makanan terenak di Indonesia. Dan posisi pertama di tempati sambal. Menyusul di urutan di bawahnya yaitu sate , bakso, soto dan nasi goreng. The point is food is everywhere here, just choose the suiteble one for your tounge and your stomach haha….

I\m Sorry Good Bye!

Rendang (photo from : http://i.cdn.cnngo.com)

“There is no love sincerer than the love of food,” George Bernard Shaw said

I\m Sorry Good Bye!

Elizabeth Gilbert mencari ketenangan dengan memperkuat sisi spiritulisme ala dia dengan belajar yoga di India. Tapi kalau kita bicara spiritualisme di negeri ini gak kalah kental kok sisi spritualismenya. Di Bali, sudah pasti terkenal dengan spiritualismenya yang kuat. Di Jawa pun demikian, bahkan masyarakat Jawa  terkenal dengan Walisongo dan pondok-pondok pesantren berkualitas tempat belajar agama dan memupuk spiritualisme. Lagi-lagi Gilbert termakan stigma kan bahwa spiritualisme itu hanya bisa didapat lewat yoga, mungkin karena yoga sudah menjadi cara yang universal dalam mendekatkan diri kepada-Nya dan meraih ketenangan batin. Coba ya Gilbert ikutan istigosah, dzikir bersama atau Ruqiyah hehe… just kidding guys

I\m Sorry Good Bye!

Ziarah ke Walisongo (Sunan Kudus)

I\m Sorry Good Bye!

Sudah barang tentu Indonesia itu tempat yang cocok buat jatuh cinta. Tapi saya tidak akan membicarakan cinta sesama manusia. Jika seseorang mengenal Indonesia, pasti dia akan jatuh cinta. Jatuh cinta dengan keindahan alamnya, keanekaragaman flora fauna, adat kebudayaan, dan masyarakatnya yang dikenal ramah (semoga tetap demikian).

I\m Sorry Good Bye!

Kedungombo, Grobogan

I\m Sorry Good Bye!

Waduk Kedungombo, Grobogan

I\m Sorry Good Bye!

Image from: http://bangarulsite.blogspot.com

I\m Sorry Good Bye!

Photo from: http://indrakurniadi.com

Suatu ketika saya  mengendarai motor hendak beli pulsa ke konter, selesai beli pulsa rasanya enggan untuk langsung pulang ke rumah. Hingga motor membawa saya melewati sawah, dan ketemu sungai yang airnya jernih. Sejurus saya menepi, meluangkan waktu sejenak menyejukkan mata.

Motor kembali kupacu hingga membawa saya ke dataran yang lebih tinggi di kota saya tinggal, motor kulaju pelan sambil menikmati setiap tarikan udara yang aku hirup.

Sampai di suatu tikungan dimana rumah-rumah di daerah kota bisa dilihat terpampang bagai semut beraneka warna yang membentang sepanjang hamparan mata memandang.

Aku menepi lagi, kali ini aku menikmati hembusan angin lembah yang melesat naik. Suasana ini menyegarkan kembali jiwaku dari kepenatan, kumanfaatkan momen ini untuk menggali ide, what I’ve done and what next! Itulah perjalanan. Se-simple itu…

Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya. Jika sebelumnya membahas pentingnya melakukan sebuah perjalanan, maka kali ini saya ingin sharing sebuah perjalanan.

Pernahkah sobat berfikir untuk melakukan perjalanan ke suatu tempat yang baru seorang diri. Silakan berfikir kalau melakukan perjalanan sendirian itu freak, kayak orang hilang, kesepian, identik dengan anti sosial or whatever. However, you need to try it sometime! Jika ada perasaan takut, coba lakukan perjalanan mulai dari yang paling dekat, yang belum pernah kamu datangi.

Melakukan travel seorang diri atau dikenal dengan istilah solo travelling justru jadi pilhan bagi beberapa traveller dunia. Terkadang kita butuh waktu untuk melakukan perjalanan seorang diri dan menanyakan kepada diri kita sendiri “Bagaimana kabarmu?” atau mananyakan pertanyaan yang lebih dalam lagi kepada diri kita sendiri.

It seemed an advantage to be traveling alone. Our responses to the world are crucially molded by the company we keep, for we temper our curiosity to fit in with the expectations of others. They may have particular visions of who we are and hence may subtly prevent certain sides of us from emerging… Being closely observed by a companion can also inhibit our observation of others; then, too, we may become caught up in adjusting ourselves to the companions questions and remarks, or feel the need to make ourselves seem more normal than is good for our curiosity. – Alain de Botton

Saya punya pengalaman untuk topik yang satu ini. Suatu ketika saya punya waktu luang di rumah, ingin rasanya keluar rumah dan mencari udara segar, ingin rasanya pergi ke suatu tempat yang baru. Muncul ingatan mengenai sebuah gambar papan yang bertuliskan “Ke Air Mancur Songgolangit”, tulisan itu saya jumpai ketika saya datang kondangan di pernikahan teman di daerah Bangsri, Jepara. “Suatu saat saya ingin ke sana”, begitu pikir saya dalam hati ketika itu.

I\m Sorry Good Bye!

Motorider traveller

Datanglah saya ke sana seorang diri, ke air terjun Songgolangit di kecamatan Kembang, Jepara. Papan yang saya baca beberapa tahun lalu itu masih melekat di sana, ketika saya lihat lebih detail di situ tertulis “Ke Air Terjun Songgolangit 11 Km lagi”, setelah menempuh perjalanan dengan sepeda motor selama satu setengah jam lebih, 11 kilometer masih di depan mata menuju spot tersebut.

Beberapa kali saya melewati hamparan hutan jati dan persawahan yang luas. Kuperhatikan indikator bahan bakar di samping speedometer, jarum merah itu hendak menyentuh angka 0. Panik sempat menghinggap, gak kebayang kalau saya harus menuntun motor berkilo-kilometer melalui hamparan hutan jati hanya karena kehabisan bensin.

I\m Sorry Good Bye!

Suasana sepanjang jalan menuju Songgolangit

Maka ketika di depan sudah terlihat perkampungan, rasanya lega luar biasa, langsung saya beli bensin di warung kecil yang saya lewati. “Songgolangit masih jauh bu?” tanyaku kepada penjual bensin. “Masih 4 kiloan lagi mas, kok sendirian, pacarnya gak diajak?” jawabnya disusul pertanyaannya yang ‘menyudutkanku’ dan semakin mengukuhkan kalau diriku ini seperti orang hilang. “Pacarnya lagi gak mau diajak bu,” jawabku sambil tersenyum (“This is solo travel Bu!’” teriakku dalam hati :p).

Melakukan perjalanan ke tempat baru seorang diri sungguh mmemiliki kesan yang berbeda, seolah aku sedang menantang diriku sendiri “Sejauh mana aku mampu pergi?”

I\m Sorry Good Bye!

Meski kadang tempat yang kau datangi is unworthed, maka kamu bisa tertawa dan menganggapnya sebagai sebuah kelucuan “Saya pergi sendirian berkilo-kilometer hanya untuk ini?”, hal itu tidak menjadi masalah bagiku pribadi, yang terpenting adalah pengalaman. Dari perjalanan tersebut kita bisa belajar banyak hal, seperti usaha untuk mencapai tujuan atau hal lain. Tentang kemandirian misalnya, atau belajar untuk bersyukur.

Road to going back  or road to another destination

Sampai di air terjun Songgolangit, ada rasa kepuasan tersendiri. Meski takseindah yang diharapkan karena air terjun tersebut ternyata sedang kering, tapi tetap saja saya merasa puas. Rasa penasaran terbayar. Berhasil mendatangi spot yang menjadi tujuan utama tak lantas membuatku ingin segera pulang, meski hari semakin sore. Justru memancing hasratku untuk menikmati sunset di pantai yang aku lewati ketika pulang.

Sambil terburu mengejar matahari yang bergerak cepat semakin condong ke barat kulajukan motorku menuju pantai Bondo di Kecamatan Mlonggo, Jepara. Sempat tersesat, kuarahkan pandangan ke barat dan takkujumpai lagi matahari membuatku sedikit kecewa. Hingga kutemukan jalan ke pantai dan kudapati, semakin aku mendekati pantai yang hanya berjarak satu kilometer, semakin pula matahari tenggalam. Bukan tenggalam di cakrawala air laut melainkan oleh awan mendung yang mematahkan kesempatanku menikmati sunset sambil melepas pegal di punggunggu.

Masih tampak beberapa gerombol manusia yang memiliki harapan yang sama denganku, meyaksikan sunset. Akhirnya kunikmati saja hembusan angin pantai petang itu sambil diterangi sisa cahaya matahari yang dipantulkan oleh awan. dan pulanglah saya dengan pengalaman baru, sebagai manusia baru.

I\m Sorry Good Bye!

Akhirnya sampai di air terjun Songgolangit

I\m Sorry Good Bye!

Songgolangit dari dekat

I\m Sorry Good Bye!

Mampir ke pantai Bondo, sunset tertutup mendung

I\m Sorry Good Bye!

My ride

Seberapa sering kamu liburan? Sekali setahun? Sekali dalam sebulan? Lebih sering dari itu? Kalau jawabannya tidak tentu, artinya sama dengan jawaban saya (tos dulu ah! Silakan skip buat yang punya jawaban beda :p).

Saya yakin sebagian orang tidak menempatkan agenda liburan dalam list what to do-nya. Hal ini berhubungan dengan budget. Kalaupun ditempatkan dalam list mungkin letaknya berada di runner up ke empat setelah kegiatan belanja bulanan, bayar tagihan-tagihan, bayar arisan, dan biaya untuk hewan peliharaan, or even might be worse than that.

I\m Sorry Good Bye!

Photo from : http://www.pacenet.org/tipaday/

Saya pribadi awalnya menganggap kegiatan liburan sebagai kegiatan yang tak perlu masuk ke list. Jika tiba-tiba saya berlibur itu pasti diluar rencana, anggap saja bonus misal karena dapat undangan study visit atau nemenin teman liburan. Menurutku liburan itu perlu budget, dan akan menguras kantong jika menginginkan liburan berkualitas.

Jika sobat punya pemikiran yang sama coba baca ini

“……taveling itu tidak bisa dipaksakan, sesuai kemampuan. Tidak usah gengsi jika memang tidak bisa, toh traveling tidak melulu soal destinasi, tidak melulu soal murah tapi proses menikmati traveling itu sendiri. Toh, ukuran murah pun bisa sangat bervariasi.,,,,”- Efenerr

Itu kutipan dari salah satu traveller blogger, Efenerr yang membuat saya mengangguk-anggukan kepala and that’s so true.

Kenapa kita mesti repot dengan budget dan masih menganggap liburan itu sesuatu yang ‘wah’? Kita butuh liburan guys, we need some refreshment!

I\m Sorry Good Bye!

Photo from (edited by me) : http://www.gapyear.com/

Orang-orang barat pasti memasukkan travelling dalam agenda rutinnya, mereka tidak mau melewatkan itu dan just to remind you (and me, my self) kalau tempat kita itu surganya travel spot. Saya punya air terjun yang indah di kota saya tinggal, berapa kali saya ke sana? Bisa dihitung dengan jari, what an irony!

Saya tahu tidak semua pembaca blog saya miskin travelling seperti saya, beberapa dari sobat mungkin traveller sejati and I need your advice, maka biarkan saya menyadarkan diri saya pribadi lewat tulisan ini bahwa travelling tidak melulu identik dengan expensive cost. Travelling itu kebutuhan, sama seperti handphone yang butuh di-recharge, atau sama seperti ikan-ikan di akuarium yang airnya butuh diganti dengan air baru yang lebih fresh.

Belakangan saya sadar kalau yang namanya liburan itu bukan hanya diving di Bunaken, mantengin pria Nias meloncat batu dengan mata kepala sendiri, berjemur di pantai Kuta, atau wisata ke Raja Ampat. Meski itu jadi impian semua traveller yang belum pernah ke sana.

Tapi makna liburan itu tetap bisa kita dapat meski hanya merendam kaki di sungai (yang bening  dan bebas polusi tentu) deket rumah nenek, menghirup udara gunung sambil menanam pohon, mandi di air terjun, atau rame-rame makan ikan bakar di tepi pantai deket rumah teman. Yang terpenting adalah esensinya, meski belum mampu pergi wisata ke spot-spot yang populer yang penting kita berhasil me-refresh diri kita. itu intinya liburan.

I\m Sorry Good Bye!

Di Sungai dekat Rumah Nenek, Dawe, Kudus

I\m Sorry Good Bye!

Di Air Mancur Montel, Colo, Kudus

I\m Sorry Good Bye!

Di tepi sawah dekat rumah teman

I\m Sorry Good Bye!

Menikmati suasana gunung, saat melakukan penghijauan

I\m Sorry Good Bye!

Mendayung canoe di Pantai Bandengan, Jepara

I\m Sorry Good Bye!

Di Pantai Teluk Awur, Jepara deket rumah Beswan Djarum Kudus

Jadi jika belum bisa liburan ke luar Jawa, apalagi ke luar negeri  mari mulai dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang terdekat, di  kotamu sendiri atau di kota-kota terdekat.  Rumput tetangga akan selalu tampak lebih hijau, dan kita tidak akan pernah tahu bahwa ada rumput emas dihalaman kita sendiri karena kita tidak peduli,  melihat terlalu jauh.

So, what we waiting for, let’s start to travel from the nearest one!

I\m Sorry Good Bye!

http://www.superrobotmayhem.com/

I\m Sorry Good Bye!Asalamualaikum, miaw…..

Halo pemirsa jangan bilang-bilang ya, ini yang ngeblog gue Chilla bukan Tristyantu Prabowo tuanku yang ngerwat aku hihihi….. ups! (tengok kanan kiri).Pelan-pelan aja ya ketawanya nanti tuanku bangun, dia lagi kekenyangan makan opor ayam trus tepar dech, maklum kan lagi lebaran pemirsa.

Oh ya Maaf lahir batin ya pemirsa. Sebenernya gue ngumpet-ngumpet nich alias nyolong-nyolong tapi bukan nyolong duit ya….

Sebenernya gua itu sering ngamatin kalau tuan gua lagi mainan letop, eh letop apa lepot ya pokoknya itu yang bisa buat maen internetan gitu,…. walhasil gue bisa ngeblog!!!!!!!!!!!!!!!! yeyeye lalala……

Mumpung lepotnya masih idup dan gak kepake gua beraniin dech ikutan ngeblog, sebenernya sebelumnya gue udah pernah nyoba-nyiba main lepot pas tuan gue ketiduran gue ketik-ketik aja ngasal eh ternyata nemu bugel.. bugel atau dugel pokoknya itu yang biasa ditanyain sama orang banyak orang bilang tanya ajah tuch ke mbah bugel  gitu….

Gue gak mau kalah donk sama si Alfa, kucingnya Raditya dika, emang dia aja yang bisa ngeblog, gue juga bisa kali…… gue kan kucing haitek, haitek itu kan canggih kan iya kalau gak salah itu artinya emang canggih… liat aja gue bisa kasih link juga kan?

Lagipula tuan gue sich, masak kucing yg lain udah dikenalin di blog ini, gue sendiri yang belum… malu donk masak gue kagak eksis gitu..

makanya gue beraniin diri buat ngetik-ngetik gituuu di mari heheh….

(plak!) aduh!!!!  Tuch tangan tuan gue kemana-mana, biasa kalau tidur kebanyakan gaya…

Eh udah dulu ya, tadu gue udah ngetik biogata, itu tuh yang isinya ada hobi, tanggal lahir, alamat, pendidikan sampe panjang  banget eh begitu gue pencet satu tombol ilang semua, terpaksa ngetik lagi dech hadehw…

mungkin itu tombol yang dibilang sama tuan gue tombol dilet…

soalnya waktu itu pernah tuan gue lagi ngetik, trus gue iseng aja nylonong di atas tombol letop, trus tuan gue bilang “Jiah payah nich malah di dilet! Hadowhhhhhh!!!!!”

Waktu itu gue cuma cekikikan di balik pintu sampil nutup mulut pake tangan eh kaki gue,… maksudnya…. tuan gue pernah bilang kalau gue itu gak punya tangan, tapi kaki gue ada empat lho….

Eh udah dulu ya…… takut tuan gue keburu bangun…. biar afndol gua posting foto gue ya, ntar kalau ketemu di jalan jangan lupa di sapa…. met malam pemirsa.. Miawwwww….

I\m Sorry Good Bye!

Ini foto gue, unyu kan? :p

This is not the end” kata-kata yang aku buat untuk menutup lomba blog tahun lalu itu selalu membayangiku. Bagaimana tidak? Gara-gara tulisan yang aku buat dengan kesadaran penuh itu aku merasa bertanggung jawab atas kata-kata yang aku tulis. Jadi tulisan di blog yang aku posting sebagai artikel penutup itu bukan yang terakhir begitulah intinya. Susah bagiku untuk mulai menulis lagi di blog ini. Tapi aku gak pernah nyesel nulis kata-kata itu, itu sebagai pengingat buatku sendiri untuk selalu ngeblog. Pernah gak merasa benar-benar sibuk atau sebenarnya gak begitu sibuk amat, cuman malas untuk menulis sesuatu dan mempostingnya di blog? Nah kurang lebih itu yang aku rasain.

Well, terkadang mungkin kita berfikir gak ada sesuatu yang spesial yang bisa ditulis. Padahal sebenernya banyak, “BANGET!”, apa aja bisa kita tulis. Hal yang gak penting sekalipun,. Fiuh….. awal memasuki dunia kerja, yang bener-bener kerja juga jadi alasan sebenernya meski kerja gak begitu menyita waktu amat. Ya kesimpulannya emang lagi males lah pointnya.

Satu fakta yang membuat aku merasa senang dan tergugah menulis lagi, setelah melihat adik-adik Beswan Djarum 27 yang begitu semangat menulis di blog, terutama ketika event “Euforia Cinta” kemaren. Banyak banget penulis hebat nich! Salut buat kalian ya, semangat kalian menginspirasi.

Kalau sudah gini jadi inget kata-kata, salah seorang dosen. Biasakan menulis maka tulisan-tulisan itu akan mengalir seperti air. Benar juga ya ketika lama tidak menulis, memualinya susah.. Nulis gak seperti naik sepeda, yang meskipun udah lama banget gak naik sepeda kamu tetep bisa nggoes sepeda itu dengan mudahnya.

Menulis itu butuh dibiasain, dan bener juga ternyata kalau kita dah lama gak nulis itu rasanya nyeseg. Seperti nahan pipis atau pup. Sepertii menahan jutaan huruf, kata, kalimat, angka (kalau yang ditulis ada hubungannya ma itung2an) yang menyesaki otak, dan menulis itu melegakan. Semenit aja setelah ngetik tulisan ini serasa beban kegalauan berkurang, jiah….h aha…

Fuh (Menghela nafas)…. lega…… pokoknya gak mau ngedit tulisanku ini sebelum apa yang ada di kepala tertumpah. Apa aja dech pokoknya, dari hal yang gak penting sekalipun. Oh ya beberapa buan terakhir vakum nulis, mungkin juga karena keasyikan main dengan sahabat peliharaan saya Jacko dan Ocha. Jacko si kucing persia warna hitam dan Ocha si persia betina warna cream (wah kok jadi bawa-bawa kucing lagi ya).

Tapi jangan anggap aku ini seorang Ailurofilia* ya. Benar saya hobi piara kucing tapi masih taraf normal saya ini hehe…. Kenapa kucing? (biarin juga bahasannya jadi kemana-mana dech ya, yang penting nulis d^_^b) gak tahu kenapa ya aku suka banget sama yang namanya kucing bulu panjang, pokoknya yang berbulu-bulu panjang asalkan kucing suka.. inget khusus kucing aja ya, nggak yang lain.  Bagiku pesona kucing mengalahkan pesona Girlband K-Pop lah….. haha…

Yang suka kucing juga boleh kok bertukar info, atau ada niat mau piara kucing ayo saya bantu haha…. Entah kenapa kalau liat polah kucing yang cenderung anggun itu serasa menenangkan dan menghibur. Kalau gak percaya nich liat fotonya.

I\m Sorry Good Bye!

Jacko

I\m Sorry Good Bye!

Ocha

Piara kucing ras juga bisa jadi usaha sampingan lho? Beberapa catlovers yang punya koleksi banyak kucing, kucingnya beranak pinak dan diadopsikan ke pecinta kucing yang lain. Istiahnya memang adopsi, karena kucing bukan barang buat diperjual belikan. Jadi pihak adopter mengganti sejumah biaya perawatan plus pakan saja, seperti itulah kira-kira. Mungkin tulisan ini tidak begitu penting, apalagi menginspirasi, but surely it’s good for my health. For my writing habit. Thank you for reading.

*Ailurofilia adalah istilah yang sering ditujukan pada mania/penyayang kucing yang berlebihan.

Udah lama gak ngeblog nich sobat. Maaf ya pembaca setia blogku udah bikin kalian menunggu tulisanku. Beuh! Wakeup wakeup udah gak zamannya ngerasa sok populer! (self talk). Sudah sekian kali berniat psoting tapi selalu gagal, gara-gara malas. Disamping juga karen abanyak kerjaan tentunya. Memang ya kalau kebiasaan malas diterus-terusin jadinya hilang kebiasaan baik itu.

Tiba-tiba ajah negrasa kangen sama kucingku yang udah punya temat tinggal baru di Bekasi. So nulis tentang g kucing ajah dech. Daripada nunggu tulisan (yang niatnya pengen dibikin) berbobot yang gak kunjung keluar. Seminggu yang lalu aku dapet email dari seseorang pas aku buka eh ada foto Caty empusku yang dah diadopsi orang dua bulan yang lalu. Jad inget waktu ngerawat Caty pas dulus empat kena jamur (istilah kerennya ringworm) lumayan parah dan setiap hari aku obatin sampai akhirnya sembuh total.

Jamur yang aku maksud gak seperti jamurnya manusia alias panu, kudis kurao yang cepet sembuh dengan dakta**n. Jamur yang menyerang kucing itu beda, tergolong penyakit yang paling dibenci sebagian besar pecinta kucing karena sembuhny alama dan butuh perawatan.

Hampir 3 bulan perawatan Caty baru bisa sembuh dari ringworm itu. Jadi ringworm itu penykit kulit yang disebabkan jamur tertentu yng membuat kulit kucing jadi berkerak dan membeut bulu rontok. Tentus saja bikin penampilan si empus jadi gak keren lagi. Semoga Caty betah di sana ya! Algamdulillah adopternya keliatannya juga penyayang karena masih sering balas SMS saya kalau nanyain kabar si Caty. I\m Sorry Good Bye!

I\m Sorry Good Bye!

Kenalkan ketiga kucing piaraan saya. Caty, Snowy  dan Ocha.  Ketiganya baru aku pelihara sekitar tiga bulanan ini. Kenapa kucing? Bukankah hewan kucing itu identik dengan feminisme? Dan bukankah lebih banyak cowok lebih suka piara burung atau ayam jago. Buat orang yang mengatakan hal seperti itu mungkin harus beajar berhitung. Bayangkan berapa banyak cewek yang teriak histeris kalau liat kucing, seolah seperti liat kuntilanak saja. Contohnya adalah si Nyna dan si Emy dua teman Beswan Djarum saya yang super parno kalo liat kucing. Kalau gak percaya coba aja lempar kucing ke arah mereka dijamin mereka akan teriak dan nangis sejadi-jadinya. Udah pernah dipraktekin lho and sukses abis (#sadis).

Dari kecil memang saya sudah mengenal kucing  sebagai hewan piaraan keluarga saya. Terutama almarhumah nenek. Di masa hidupnya beliau sangat perhatian sama hewan yang satu ini. Kalu saya pribadi lebih suka sama kucing ras, bukan karena tidak cinta produk dalam negeri tapi kucing ras emang lebih unyu, apalagi dengan bulunya yang panjang dan proposrsi tubuh yang chubby.

Dari kecil saya emang pengen banget piara yang namanya kucing ras, tapi berhubung harganya dan biaya perawatannya yang mahal maka orang tua belum bisa memenuhi. Dulu waktu masih kecil pernah nemu kucing ras yang tiba-tiba masuk ke rumah dan sempat saya pelihara sehari. Ssetelah itu si kucing kabur lagi dan saya nangis sedih. Setelah bisa cari uang sendiri akhirnya kesampaian juga buat piara kucing ras.

Selain karena lucu guys, kucing itu dipelihara karena bisa menunjukan kayak apa si empunya lho. Gak percaya?

Catlovers itu Pekerja Keras

Kalau kamu piara kucing (ras) aktivitas membersihkan litterbox (toilet empuss), menjemur kucing di pagi hari, menyisir bulu, memberi makan dan minum tepat waktu bakalan menjadi rutinitas yang tidak bisa kamu hindari. Semua itu harus kamu lakukan dengan telaten, apalagi urusan memandikan yang penuh dengan adegan saling cakar kalau kucing yang dimandiin belum terbiasa dengan air. Jadi seorang catlover itu sudah pasti orangnya pekerja keras, telaten dan sabar. Apalagi kalau kucing sedang sakit kita harus ekstra sabar mengobati dan memantau perkembangannya.

I\m Sorry Good Bye!

Ini contoh kucing yang dipakein baju. (wkwkwk...!)

Catlovers itu Penyayang

Semua catlovers pasti paling suka momen memanjakkan kucing kesayangannya dengan mengelus-elus kucingnya. Apalagi kalau si kucing bermental manja pasti tambah bikin gemes. Tidak jarang catlover suka sekali menggendong dan memakaikan berbagai aksesoris lucu buat kucingnya. Bahkan ada lho yang memakaikan pakaian khusus kucing. Yang saya heran kok ada juga ya yang jual pakaian kucing secara online di FB ckckc….. Kalau saya gak sampe tahap akut seperti itu, karena menurut saya kucing itu sudah lucu tanpa dikasih aksesoris-aksesoris yang malaham mengganggu bagi si kucing itu sendiri, apalahi dibajuin hello???!!! Kalau sama kucing aja sayang, sudah bisa dipastikan kalau catlovers itu juga tipe penyayang sesama manusia.

Catlovers itu  Gak Pelit

Memelihara kucing ras butuh banyak pengorbanan waktu untuk merawat dan memperhatikan perkembangan kucing. Kucing juga perlu diajak main biar tidak stress. Jika tidak bisa-bisa kucing itu tidak terbiasa dengan juragannya dan menjadi kucing yang galak. Disamping itu  biaya perawatannya juga lumayan. Kucing ras makan makanan khusus yang biasanya berupa dryfood. Dryfood ini sebgian besar diproduksi oleh produsen luar negeri (impor). Saat ini yang saya ketahui baru satu produk yang buatan dalam negeri dan itupun baru, dan saya baru mencobanya beberapa hari ini.

Kucing ras juga butuh cek kesehatan dan vaksin rutin lho. Kalau vaksin diulang tiap tahun sekali, tapi cek kesehatan beberapa bulan sekali. Jadi biaya perawatan kucing relatif mahal. Kalau catlovers saja tidak sungkan merogoh kocek untuk kucing sudah pasti dia juga sosok yang dermawan kan?

Catlovers Itu Baiiiiiiiiiiiiiiik Hati

Jadi udah bisa disimpulkan guys kalau catlovers itu sudah pasti orang yang baik hati karena telah sabar, telaten, penyayang dan gak pelit. So buat kamu yang lagi mau cari pacar, cari yang catlovers aja dijamin gak mengecewakkan! (#ending-nya promosi)

Dateng ke Pesta Blogger 2011 di Jakarta, kesananya naik pesawat dibayarin segala akomodasi (hotel, makan, transportasi dsb) wah siapa yang gak mau? Thanks to Djarum Beasiswa Plus yang membuat itu nyata. Alhamdulillah saya dan kesembilan (karena si Acil absen) top 10 Beswan Djarum Blogger plus si Johan juara favorit Kompetisi Blog 2010 bisa hadir di ONlOFF 2011 (nama Pesta Blogger sekarang).  Yes!!! untuk kedua kalinya naik pesawat gratis dibayarin sama Djarum Beasiswa Plus, karena naik pesawatnya PP jadi udah naik peswat 4 kali for free (mental ndeso mode on).

Dapet jadwal pesawat hari H (Sabtu, 3/12) jam 06.20 pagi, so saya dan Ichan (salah satu top 10 dari Kudus juga) paling nggak harus udah di Semarang Jumat malamnya. Jadilah kami berdua berangkat ke Semarang naik motor jumat malam (padahal waktu itu lagi ada Welcome Party Beswan Djarum Kudus, so kita pamit duluan).

Dengan jas yang bolong dikit di punggung kami menerjang badai (hujan deres) di sepanjang jalan kota Demak. Mati lampu pula. Jadi lengkap sudah romantisme malam itu (hueks …cuih!). Sampai di A. Yani airport niatnya pengen tidur aja di mushola, untung dapet info dari abang tukang parkir kalo ada penginapan murah deket bandara. Nama penginapannya “Karno Kusumo”. Dari namanya aja udah mistis mirip-mrip Ki Kusumo blablabla gitu, kebayangkan bakalan kayak gimana itu penginapan.

Bener aja, tuch penginapan emang spooky, kayaknya bekas asrama militer. Tapi lumayan nyaman lah, ada fasilitas AC (meski jadul), 3 kasur, dan kamar mandi di dalam ruangan. Lumayan daripada manyun di mushola.


Sabtu pagi jam tujuhan sampailah kita di Bandara Soetta. Lalu dibawalah rombongan alay ini menuju gedung Rasuna Said, venue acara ONlOFF. Foto dulu donk kita-kita di wallfame. Ketemu juga dengan Anis Baswedan, tokoh pendidikan inspiratif.  Orang yang satu ini benar-benar luar biasa, sambutannya di awal acara benar-benar inspiratif. Poin penting yang disampaikan Anis dan masih saya ingat adalah bahwa sebgai blogger kita punya tanggung jawab untuk menyebarkan gelombang-gelombang optimis lewat tulisan kita. Sebab selama ini media lebih banyak menulis, dam mempublikasikan hal-hal negatif dan pesimistis. Itu tugas yang akan saya lakukan. No keluh kesah! No Galau!. Hal itu juga menginsprasi saya untuk  updates status dan posting hal-hal postif di sosial media. Semoga komitmen.

Bayangkan suatu saat nanti anak atau cucu anda mengakses internet dan membaca tulisan anda di blog tentang kegalauan anda. Lalu anak anda akan mengatakan “Dulu Mama aja galau, masak aku gak boleh galau?” Maka buatlah anak cucu anda bangga dengan tulisan-tulisan yang mengisnpirasi dan berkontribusi terhadap negeri ini. – Anis Baswedan

I\m Sorry Good Bye!

Top 10 Beswan Djarum Blogger with Anis Baswedan & Ndoro Kakung

Mendengar sambutan Anis Baswedan serasa ikut kuliah umum, dan saya suka karean sangat menginspirasi. Sampai teman-teman Beswan Djarum blogger bisa-bisa menulis semua kata-kata yang keluar dari mulut Anis, karean sungguh semua kata itu inspiratif.

Di sesi selanjutnya ada hiburan stand up comedy yang sedang in, dan sumpah memang lucu abis. Disusul dengan dentuman hip-hop-nya Saykoji. Kemudian di sessi breakout ada banyak sekali workshop singkat yang berjalan pararel, kita tinggal pilih sesuai minat kita. Kebetulan saya pilih join di workshop fotografi dan sharing pengajar muda (Indonesia Mengajar).

I\m Sorry Good Bye!

Top 10 Beswan Djarum Blogger + Blog Favorite Winner 2010

Taklupa juga hunting goodie bag di stand-stand yang mewarnai acara tersebut. Beberapa diantaranya ada stand komunitas blogger, stand acer (sponsor utama), stand US Embassy, sama stand pakaian. Mampirlah saya di salah satu stand yang paling ramai yatu VOA yang menantang peserta ONlOFF untuk jadi presenter ala Helmi Johannes hehe…… awalnya sempat males mau ikutan coz antriannya lumayan banyak. Begitu agak sepi masuk dech saya ke stand itu coba-coba jadi presenter trus dapet souvenir lagi (goodie bag berisi kalender, topi, fashdisk, pulpen, & mouse pad). Udah paling baik hati banget dech tuch stand VOA.Tapi yang paling baik hati itu tentu saja Djarum Beasiswa Plus yang sudah memberikan banyak pengalaman berharga, meski saya sudah tidak menerima beasiswa lagi (alumni). Once again thank a million Djarum Beasiswa Plus!

watch?v=1sMEecwHAnk

Kemarin saya mampir ke Alfa Batik Kudus, produsen batik yang sempat saya muat di artikel Menoreh Canting, Merekonstruksi Budaya. Kali ini saya ke sana membeli batik titipan Yogi (Beswan Djarum Bandung angkatan 25). For you to know Yogi adalah salah satu pecinta batik dan bukan hanya itu dia juga jadi duta batik Jawa Barat (as the first runner up). Salut ya buat pemuda yang satu ini.

Lewat  hanphone Yogi mengontak saya dan minta tolong dibelikan batik. Rupanya dia sudah sempat browsing dan tertarik dengan salah satu motif, motif tari kretek.

I\m Sorry Good Bye!

Batik motif kretek yang dipilih Yogi.

Berangkatlah saya ke galeri yang juga sekligus workshop batik milik Fatkurahman tersebut. Kebetulan pengunjung sedang ramai, semuanya ibu-ibu dan gadis-gadis cantik dan rombongan girlband-nya. Wah saya cowok sendiri nich. Gak papalah, emang batik buat cewek aja. Sekalian ah liat-liat kemeja batik yang bagus-bagus. Nafsu konsumtif sempat muncul, untung bisa ditahan.

Beberapa menit kemudian dapat juga batik pesanan si Yogi. Ketika hendak pulang tiba-tiba hujan deras turun, sayangnya rombongan girlband tadi sudah pergi (maksdunya? Pengen terjebak hujan bareng girlband maunya haha…..) Tinggal saya sendiri di galeri. Fatkurahman  dan Ummu isterinya yang ramah dan baik hati mempersilakan saya untuk tetap tinggal, sambil menunggu hujan reda.

Hingga akhirnya kami ngobrol banyak hal tentang batik. Pasangan suami isteri tersebut, bercerita banyak , mengenai batik. Mereka juga menceritakan berbagai pengalaman memulai usaha dan perjuangan mereka melanglang buana untuk belajar dari para perajin batik di berbagai tempat yang kondang dengan batiknya seperti Cirebon, Solo, Pekalongan, Lasem dan lainnya. “Kalau mau belajar batik dari ahlinya kita harus mengeluarkan sejumlah dana untuk kompensasi, tapi ada juga yang mau menularkan ilmunya secara cuma-cuma,” ujar Fatkurahman. Wah luar biasa perjuangan mereka, mengingat usaha mereka benar-benar dimuali dari nol.

Fatkurahman juga menceritakan berbagai inovasi yang coba ia kembangkan salah satunya dengan mengembangkan kembali batik warna alam (batik yang menggunakan pewarna dari bahan alam; akar, batan, daun, bunga dsb).  Fatkurahman juga tak segan berbagi info tentang perawatan batik. “Batik itu jangan dicuci pakai sabun dan dicuci pakai mesin cuci, pakai ini mas (sambil menunjukkan buah kering, yang kemudian baru saya tahu itu namanya lerak), gosok-gosok leraknya sampai mengelaurkan busa lalu tambahkan sedikit air dan batik di kucek lalu direndam sebantar dan dibilas”

“Lerak? what the he** it that? Pikirku dalam hati. “Lerak ?” tanya saya dengan muka bodoh. “Iya, masnya belum tahu ya? Lerak itu buah yang bisa mengelaurkan busa yang digunakan untuk mencuci batik sejak zaman dahulu”. Wah saya sudah punya beberapa koleksi batik tapi selaman ini tidak saya rawat dengan baik, saya cuci pake detergen. Jadi muncul rasa bersalah yang sangat amat (a.k.a muncul lebay). Pantesan ya bebrapa batik saya terlihat bladus, rupanya salah penanganan.  Dan ternyata ada juga lerak dalam bentuk cair yang lebih praktis untuk mencuci batik. Mulai sekarang yuk pake lerak, selain menjaga kualitas batik juga lebih ramah lingkungan.  So, jika kamu ngaku sebagai pecinta batik, jangan hanya bisa koleksi harus tahu juga cara ngerawatnya. Bikinnya aja susah lho jadi kita harus menghargai kerja keras perajin batik. Love batik!

I\m Sorry Good Bye!

Ini yang namanya buah lerak saudara-saudara.

I\m Sorry Good Bye!

Sari Lerak, lebih praktis.


SEAGAMES XXVI segera berakhir. Nanti malam sudah ditutup denangan closing ceremony senilai triliunan (posted on 22/11, at 13.20) Sudah hampir dapat dipastikan Indonesia yang jadi juara umumnya. Tapi sempat kesal juga, Timnas kita gagal bawa emas karena kalah saat adu penalty. However, penalty is about luck factor. Mungkin sang Dewi Fortuna lagi enggan mampir ke Indonesia, dan lebih memihak Malaysia yang seolah dan kayaknya emang sengaja selalu bikin sakit ati kita (bangsa Indonesia). It’s fine coz that is not the end! Wah (lagi lagi) kayak judul postingan aku yang buat menutup artikel kompetisi blog.

Well, saya mau share fakta unik yang terjadi selama SEAGMES dihelat Indonesia di dua tempat terpisah, Palembang dan Jakarta. Suatu ketika ada foto spandung numpang lewat di wall facebook. Yang membuatnya semakin eye catching adalah tulisan yang terpampang di sanduk tersebut. Guys you must see this one!

I\m Sorry Good Bye!

Photo by : Itje Chodidjah

Foto tersebut diupload ke facebook oleh Itje Chodidjah, salah satu pakar kebahasaan (khususnya Inggris) yang juga pemerhati pendidikan. Spanduk pada foto itu dipampang di area SEAGAMES dimana atlet dan official 11 negara melihat dan menyaksikan spanduk yang keterlaluan itu.

Istihlah Jawa mengatakan “ngisin-ngisini” (mempermalukan), itulah kata yang tepat untuk menaggapi spanduk yang dibuat asal-asalan itu. Seorang komentator di facebook bahkan sempat memberi komentar rasa chili “Bahasa Inggris tukang becak di Malioboro aja kebih bagus dari bahasa Inggris yang bikin tuch spanduk!” Totally agree with that comment.

Pertanyaanya siapa sich yang tega membuat kata-kata semacam itu di acara setingkat ASEAN? Well, yang bikin memang individu guys, tapi itu mewakili kita semua, rakyat Indonesia. Gak kebayangkan bagaimana orang-orang Singapura, Filipina, Malaysia (apalagi), menertawakan kita! Tentu yang ditertawakan bukan personal itu harga diri bangsa dipertaruhklan (#mendramatisir). So guys, mari jangan menyepelekan hal-hal kecil semacam itu kalau kita mau jadi bangsa yang besar.

*Thanks buat mama Itje yang sudah memberikan izin buat share fotonya.