Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

I\m Sorry Good Bye!

Pagi itu saya sedang menaiki motor menuju ke rumah salah satu sanak saudara melewati berbagai bengunan, sekolah, toko, pom bensin yang dulunya hanya hamparan sawah-sawah padi dan tegalan yang dianami tebu. Seharusnya hari itu saya ke rumah nenek untuk sungkem lebaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi ada yang berbeda tahun ini, saya tidak lagi berkunjung ke rumah nenek yang kini kosong tanpa penghuni karena telah ditinggal oleh peghuninya untuk waktu yang lama. Selama-lamanya. Semoga beliau mendapat tempat yang terbaik disisiNya. Amin. Selama perjalanan, muncul sketsa-sketsa di kepala saya atas peristiwa-peristiwa yang saya lihat dan rasakan sebelumnya. Saat sanak-saudara, dan tetangga berdatangan ke rumah saya. Saat saya terlibat perbincangan dengan para perantau yang sukses berkarir di ibu kota, lalu muncullah renungan-renungan itu.

Apa arti lebaran? Selesai puasa sebulan apa yang kamu dapatkan? Kita berkoar seolah kita telah memenangkan peperangan sadis melawan ribuan tentara spartan. Tapi apakah kita sudah benar-benar menang. Menang melawan apa? Siapa yang berhasil kita kalahkan? Apa kita sudah merasa puas dengan kemenangan kita?

Ketika orang-orang yang berpuasa sebulan penuh, orang-orang yang berpuasa hanya di separuh bulan Ramadhan, orang-orang yang berpuasa satu dua hari saja selama Ramadhan dan orang-orang yang mengaku Islam tapi tidak menjalankan kewajiban puasa tumpah ruah menjadi satu di euforia kemenangan. Lalu siapakah yang paling berhak mengklaim kemenangan hakiki itu?

Tidak ada yang tahu. Sudah cukupkah amalan ibadah kita di bulan puasa tahn ini? Sudah benarkah kita menjalankan puasa? Apa di setiap detik dalam tiap hari selama Ramadhan kita terhindar dari perilaku menggunjing? Apa kita yakin tidak berdusta sedikitpun selama puasa. Yakin amal ibadah kita diterima? Hanya Allah SWT yang tahu. Kemenangan mana yang engkau sombongkan? Kemenangngan atas pencapaian karir dan strata ekonomi yang engkau pergunjingkan ketika bersua dengan sanak saudara, tetangga dan kerabat jauh? Itukah arti kemenangan bagimu? Kemenangan yang mana?

Semoga kita termasuk orang-orang yang diterima amal ibadahnya, kembali fitri di hari raya Idul Fitri 1432 H, dan semoga masih diberi kesempatan untuk menyapa Ramadhan berikutnya. Amin…