Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

Kemarin saya mampir ke Alfa Batik Kudus, produsen batik yang sempat saya muat di artikel Menoreh Canting, Merekonstruksi Budaya. Kali ini saya ke sana membeli batik titipan Yogi (Beswan Djarum Bandung angkatan 25). For you to know Yogi adalah salah satu pecinta batik dan bukan hanya itu dia juga jadi duta batik Jawa Barat (as the first runner up). Salut ya buat pemuda yang satu ini.

Lewat  hanphone Yogi mengontak saya dan minta tolong dibelikan batik. Rupanya dia sudah sempat browsing dan tertarik dengan salah satu motif, motif tari kretek.

I\m Sorry Good Bye!

Batik motif kretek yang dipilih Yogi.

Berangkatlah saya ke galeri yang juga sekligus workshop batik milik Fatkurahman tersebut. Kebetulan pengunjung sedang ramai, semuanya ibu-ibu dan gadis-gadis cantik dan rombongan girlband-nya. Wah saya cowok sendiri nich. Gak papalah, emang batik buat cewek aja. Sekalian ah liat-liat kemeja batik yang bagus-bagus. Nafsu konsumtif sempat muncul, untung bisa ditahan.

Beberapa menit kemudian dapat juga batik pesanan si Yogi. Ketika hendak pulang tiba-tiba hujan deras turun, sayangnya rombongan girlband tadi sudah pergi (maksdunya? Pengen terjebak hujan bareng girlband maunya haha…..) Tinggal saya sendiri di galeri. Fatkurahman  dan Ummu isterinya yang ramah dan baik hati mempersilakan saya untuk tetap tinggal, sambil menunggu hujan reda.

Hingga akhirnya kami ngobrol banyak hal tentang batik. Pasangan suami isteri tersebut, bercerita banyak , mengenai batik. Mereka juga menceritakan berbagai pengalaman memulai usaha dan perjuangan mereka melanglang buana untuk belajar dari para perajin batik di berbagai tempat yang kondang dengan batiknya seperti Cirebon, Solo, Pekalongan, Lasem dan lainnya. “Kalau mau belajar batik dari ahlinya kita harus mengeluarkan sejumlah dana untuk kompensasi, tapi ada juga yang mau menularkan ilmunya secara cuma-cuma,” ujar Fatkurahman. Wah luar biasa perjuangan mereka, mengingat usaha mereka benar-benar dimuali dari nol.

Fatkurahman juga menceritakan berbagai inovasi yang coba ia kembangkan salah satunya dengan mengembangkan kembali batik warna alam (batik yang menggunakan pewarna dari bahan alam; akar, batan, daun, bunga dsb).  Fatkurahman juga tak segan berbagi info tentang perawatan batik. “Batik itu jangan dicuci pakai sabun dan dicuci pakai mesin cuci, pakai ini mas (sambil menunjukkan buah kering, yang kemudian baru saya tahu itu namanya lerak), gosok-gosok leraknya sampai mengelaurkan busa lalu tambahkan sedikit air dan batik di kucek lalu direndam sebantar dan dibilas”

“Lerak? what the he** it that? Pikirku dalam hati. “Lerak ?” tanya saya dengan muka bodoh. “Iya, masnya belum tahu ya? Lerak itu buah yang bisa mengelaurkan busa yang digunakan untuk mencuci batik sejak zaman dahulu”. Wah saya sudah punya beberapa koleksi batik tapi selaman ini tidak saya rawat dengan baik, saya cuci pake detergen. Jadi muncul rasa bersalah yang sangat amat (a.k.a muncul lebay). Pantesan ya bebrapa batik saya terlihat bladus, rupanya salah penanganan.  Dan ternyata ada juga lerak dalam bentuk cair yang lebih praktis untuk mencuci batik. Mulai sekarang yuk pake lerak, selain menjaga kualitas batik juga lebih ramah lingkungan.  So, jika kamu ngaku sebagai pecinta batik, jangan hanya bisa koleksi harus tahu juga cara ngerawatnya. Bikinnya aja susah lho jadi kita harus menghargai kerja keras perajin batik. Love batik!

I\m Sorry Good Bye!

Ini yang namanya buah lerak saudara-saudara.

I\m Sorry Good Bye!

Sari Lerak, lebih praktis.


SEAGAMES XXVI segera berakhir. Nanti malam sudah ditutup denangan closing ceremony senilai triliunan (posted on 22/11, at 13.20) Sudah hampir dapat dipastikan Indonesia yang jadi juara umumnya. Tapi sempat kesal juga, Timnas kita gagal bawa emas karena kalah saat adu penalty. However, penalty is about luck factor. Mungkin sang Dewi Fortuna lagi enggan mampir ke Indonesia, dan lebih memihak Malaysia yang seolah dan kayaknya emang sengaja selalu bikin sakit ati kita (bangsa Indonesia). It’s fine coz that is not the end! Wah (lagi lagi) kayak judul postingan aku yang buat menutup artikel kompetisi blog.

Well, saya mau share fakta unik yang terjadi selama SEAGMES dihelat Indonesia di dua tempat terpisah, Palembang dan Jakarta. Suatu ketika ada foto spandung numpang lewat di wall facebook. Yang membuatnya semakin eye catching adalah tulisan yang terpampang di sanduk tersebut. Guys you must see this one!

I\m Sorry Good Bye!

Photo by : Itje Chodidjah

Foto tersebut diupload ke facebook oleh Itje Chodidjah, salah satu pakar kebahasaan (khususnya Inggris) yang juga pemerhati pendidikan. Spanduk pada foto itu dipampang di area SEAGAMES dimana atlet dan official 11 negara melihat dan menyaksikan spanduk yang keterlaluan itu.

Istihlah Jawa mengatakan “ngisin-ngisini” (mempermalukan), itulah kata yang tepat untuk menaggapi spanduk yang dibuat asal-asalan itu. Seorang komentator di facebook bahkan sempat memberi komentar rasa chili “Bahasa Inggris tukang becak di Malioboro aja kebih bagus dari bahasa Inggris yang bikin tuch spanduk!” Totally agree with that comment.

Pertanyaanya siapa sich yang tega membuat kata-kata semacam itu di acara setingkat ASEAN? Well, yang bikin memang individu guys, tapi itu mewakili kita semua, rakyat Indonesia. Gak kebayangkan bagaimana orang-orang Singapura, Filipina, Malaysia (apalagi), menertawakan kita! Tentu yang ditertawakan bukan personal itu harga diri bangsa dipertaruhklan (#mendramatisir). So guys, mari jangan menyepelekan hal-hal kecil semacam itu kalau kita mau jadi bangsa yang besar.

*Thanks buat mama Itje yang sudah memberikan izin buat share fotonya.

I\m Sorry Good Bye!

Ilustration from : http://laptopshopsurabaya.com/

Wew, this is my first post after the Blog Competition. Aku penuhi juga kan janjiku di postingan sebelumnya This is Not The End”. Memang nggak mudah untuk tetap konsisten ngisi blog supaya tetep hidup. Berbagai alasan bisa jadi alasan pembenaran, salah satunya kesibukan.

Tapi buat para pembaca setia, ane belain dech buat meluangkan waktu buat nulis di blog (#sok populer), padahal aslinya sich emang kebutuhan pribadi, buat curhat dan ngeluarin apa yang pengen dikeluarin hehe….. And jangan kaget ya kalau mulai sekarang tulisan saya lebih kasual, mungkin sebelum-sebelumnya agak lebih formal dikit ya.. mungkin karena kebiasaan nulis di majalah kampus dulu.

Selama masa penjurian hingga saat ini blog Beswan Djarum sempat krik… krik…… (suara jangrik) alias sepi. Mungkin lagi pada ambil napas ya setelah ngos-ngosan bikin artikel bertema budaya sama ngemis “LIKE” ke siapapun yang online di FB which is I do it too. Yang nongol cuma beberapa postingan termasuk gratitude dari Irwan Sitinjak, the champion dan suhu Arnis the first runner up. Saya sendiri juga belum sempat posting lagi hingga muncul tulisan ini, voila!

Well, saya lagi seneng, seneng karena  punya keluarga baru, Beswan Djarum angkatan 27. Tambah seneng lagi waktu buka www.blog.djarumbeasiswaplus.org ternyata beberapa Beswan Djarum angkatan 27 sudah ada yang posting di blog Beswan Djarum. Sebut saja Cintia, Liestya, dan Paulina. Kebetulan baru sempet mampir ke tiga blog itu, dari beberapa Beswan Djarum 27 yang mungkin juga udah posting tulisan mereka. Dan kebetulan juga ketiganya cewek semua.  Sungguh kebetulan yang indah, jadi bisa sekalian kenalan ihir…… Meskipun sekedar say Hai lewat postingan perdana mereka, buat saya itu sudah jadi awal yang bagus buat gedein Beswan Djarum Blogger Community (BBC).

Harapan saya mereka nantinya juga akan meramaikan member area, our home sweet home (seperti yang digembar-gemborkan para dedengkot member area). For Beswan Djarum 27 yang lagi baca tulisan ini, yang belum mampir ke member area buruan mampir ya. Di sana kamu bakalan ngedapatin banyak hal, kamu nggak hanya bisa kenalan and keep in touch dengan Beswan Djarum dan alumni seantero negeri, tapi juga dapat berbagai informasi lewat rubrik artikel, berita, kegiatan, atau bertanya ke tokoh, ikutan polling dan yang lebih seru bisa ngegossip (baca: diskusi) segala macem hal dari yang serius sampai hal-hal gak jelas.

Then kayaknya ini momen yang paling pas buat gelar karpet merah and ngucapin “Selamat Datang  Keluarga Baru, Beswan Djarum angkatan 27”, pengalaman tak terlupakan ada di depan mata, semoga kalian bisa benar-benar memanfaatkan momen-momen itu dan belajar banyak hal dari berbagai kegiatan yang akan kalian jalani. Oh ya event yang terdekat yang sebentar lagi kalian akan ikuti adalah Wawasan Kebangsaan, bakalan banyak hal yang akan kalian alami. Ketemu Beswan Djarum se-Indonesia, workshop seni, sarasehan wah pokoknya banyak. Aku tunggu ya cerita serunya di blog kalian.  Wajib di-share ya!