Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

Dateng ke Pesta Blogger 2011 di Jakarta, kesananya naik pesawat dibayarin segala akomodasi (hotel, makan, transportasi dsb) wah siapa yang gak mau? Thanks to Djarum Beasiswa Plus yang membuat itu nyata. Alhamdulillah saya dan kesembilan (karena si Acil absen) top 10 Beswan Djarum Blogger plus si Johan juara favorit Kompetisi Blog 2010 bisa hadir di ONlOFF 2011 (nama Pesta Blogger sekarang).  Yes!!! untuk kedua kalinya naik pesawat gratis dibayarin sama Djarum Beasiswa Plus, karena naik pesawatnya PP jadi udah naik peswat 4 kali for free (mental ndeso mode on).

Dapet jadwal pesawat hari H (Sabtu, 3/12) jam 06.20 pagi, so saya dan Ichan (salah satu top 10 dari Kudus juga) paling nggak harus udah di Semarang Jumat malamnya. Jadilah kami berdua berangkat ke Semarang naik motor jumat malam (padahal waktu itu lagi ada Welcome Party Beswan Djarum Kudus, so kita pamit duluan).

Dengan jas yang bolong dikit di punggung kami menerjang badai (hujan deres) di sepanjang jalan kota Demak. Mati lampu pula. Jadi lengkap sudah romantisme malam itu (hueks …cuih!). Sampai di A. Yani airport niatnya pengen tidur aja di mushola, untung dapet info dari abang tukang parkir kalo ada penginapan murah deket bandara. Nama penginapannya “Karno Kusumo”. Dari namanya aja udah mistis mirip-mrip Ki Kusumo blablabla gitu, kebayangkan bakalan kayak gimana itu penginapan.

Bener aja, tuch penginapan emang spooky, kayaknya bekas asrama militer. Tapi lumayan nyaman lah, ada fasilitas AC (meski jadul), 3 kasur, dan kamar mandi di dalam ruangan. Lumayan daripada manyun di mushola.


Sabtu pagi jam tujuhan sampailah kita di Bandara Soetta. Lalu dibawalah rombongan alay ini menuju gedung Rasuna Said, venue acara ONlOFF. Foto dulu donk kita-kita di wallfame. Ketemu juga dengan Anis Baswedan, tokoh pendidikan inspiratif.  Orang yang satu ini benar-benar luar biasa, sambutannya di awal acara benar-benar inspiratif. Poin penting yang disampaikan Anis dan masih saya ingat adalah bahwa sebgai blogger kita punya tanggung jawab untuk menyebarkan gelombang-gelombang optimis lewat tulisan kita. Sebab selama ini media lebih banyak menulis, dam mempublikasikan hal-hal negatif dan pesimistis. Itu tugas yang akan saya lakukan. No keluh kesah! No Galau!. Hal itu juga menginsprasi saya untuk  updates status dan posting hal-hal postif di sosial media. Semoga komitmen.

Bayangkan suatu saat nanti anak atau cucu anda mengakses internet dan membaca tulisan anda di blog tentang kegalauan anda. Lalu anak anda akan mengatakan “Dulu Mama aja galau, masak aku gak boleh galau?” Maka buatlah anak cucu anda bangga dengan tulisan-tulisan yang mengisnpirasi dan berkontribusi terhadap negeri ini. – Anis Baswedan

I\m Sorry Good Bye!

Top 10 Beswan Djarum Blogger with Anis Baswedan & Ndoro Kakung

Mendengar sambutan Anis Baswedan serasa ikut kuliah umum, dan saya suka karean sangat menginspirasi. Sampai teman-teman Beswan Djarum blogger bisa-bisa menulis semua kata-kata yang keluar dari mulut Anis, karean sungguh semua kata itu inspiratif.

Di sesi selanjutnya ada hiburan stand up comedy yang sedang in, dan sumpah memang lucu abis. Disusul dengan dentuman hip-hop-nya Saykoji. Kemudian di sessi breakout ada banyak sekali workshop singkat yang berjalan pararel, kita tinggal pilih sesuai minat kita. Kebetulan saya pilih join di workshop fotografi dan sharing pengajar muda (Indonesia Mengajar).

I\m Sorry Good Bye!

Top 10 Beswan Djarum Blogger + Blog Favorite Winner 2010

Taklupa juga hunting goodie bag di stand-stand yang mewarnai acara tersebut. Beberapa diantaranya ada stand komunitas blogger, stand acer (sponsor utama), stand US Embassy, sama stand pakaian. Mampirlah saya di salah satu stand yang paling ramai yatu VOA yang menantang peserta ONlOFF untuk jadi presenter ala Helmi Johannes hehe…… awalnya sempat males mau ikutan coz antriannya lumayan banyak. Begitu agak sepi masuk dech saya ke stand itu coba-coba jadi presenter trus dapet souvenir lagi (goodie bag berisi kalender, topi, fashdisk, pulpen, & mouse pad). Udah paling baik hati banget dech tuch stand VOA.Tapi yang paling baik hati itu tentu saja Djarum Beasiswa Plus yang sudah memberikan banyak pengalaman berharga, meski saya sudah tidak menerima beasiswa lagi (alumni). Once again thank a million Djarum Beasiswa Plus!

watch?v=1sMEecwHAnk

I\m Sorry Good Bye!Pernah tur ke blog teman-teman yang lain? Menarik bukan? Dan sangat variatif tentunya. Jika sobat membaca dan mengamati postingan di blog-blog tersebut akan menjumpai beragam tulisan dengan beragam tema.  Gaya bertutur lewat tulisan juga memiliki keunikan masing-masing sebab setiap orang memiliki gaya yang berbeda dalam menyampaikan gagasan lewat tulisan. Ada yang bertutur dengan gaya humor crunchy ala Raditya Dika dengan “Marmut Merah Jambunya”,ada yang bercerita berbalut keindahan bahasa ala novel romantis, dan ada pula yang menulis dengan gaya semi formal sampai yang benar-benar formal lengkap dengan citation dan analisa mendalam (macam skripsi aja.. :p).

Seringkali ketika mengetik tulisan untuk saya posting di blog ini saya berfikir apakah tulisan saya ini terlalu panjang atau mungkin terlalu pendek. Mungkin sobat juga mengalami hal yang sama. Sebab tidak dipungkiri panjang tulisan mempengaruhi minat baca pengunjung blog kita. Kita harus mempertimbangkan rata-rata waktu yang dibutuhkan pengunjung internet untuk meluangkan waktu bagi sebuah web. Ada berbagai pendapat yang saya baca dari buku. Menurut Anne Ahira dalam buku karangan Assep Purna Mulyanto (Go! Blog) panjang tulisan yang ideal untuk sebuah postingan blog adalah 10-30 detik jika dibaca. Menurut Darren Rows 90 detik.

Faktanya di search engine posisi teratas dalam top search bukanlah blog dengan tulisan eksra pendek maupun tulisan yang ekstra panjang. Namun pertengahan antara keduanya, yaitu sedang-sedang saja. Manurut saya pribadi, hal itu juga dipengaruhi kualitas tulisan kita. Sepanjang apapun tulisan kita, jika topik yang kita angkat menarik dan dengan gaya bertutur enak dibaca tentunya pembaca akan “krasan” membaca tulisan kita dan mau meluangkan waktu lebih.

I\m Sorry Good Bye!

jangan samoai tulisanmu bikin ngantuk (boring)

Salah satu alterbatif yang sering digunakan blogger adalah dengan membuat tulisan berseri untuk menge-post tulisan yang terlalu panjang. Sehingga pembaca akan penasaran dengan lanjutan postingan berikutnya disamping itu akan semakin banyak pula jumlah postingan di blog kita. Jadi malah membuat kita produktif. In conclusion tidak ada batasan bagi kita untuk berkreativitas  menulis, termasuk harus seberapa panjang tulisan kita. Intinya jangan batasi diri kita. Just write ajah! I\m Sorry Good Bye!

I\m Sorry Good Bye!Pertanyaan diatas selalu muncul ketika kita ingin menulis namun belum memiliki pandangan topik apa yang akan kita tulis. Pun pertanyaan ini muncul ketika banyak ide menyesaki ruang di kepala kita dan tak tahu harus mengawali dari mana? Ini berdasarkan pengalaman yang saya alami dan saya yakin banyak dari sobat semua yang sering mengalaminya.

Menulis memang mudah, akan tetapi tulisan yang kita buat tersebut belum tentu orang lain mudah menangkap pesan apa yang ingin kita sampaikan. Sebab inti dari sebuah tulisan yang baik adalah mudah dimengerti dan ditangkap oleh pembaca. Oleh sebab itu tulisan yang baik harus memiliki struktur yang sistematis dan komunikatif. Hal yang menurut kita sepele seperti penulisan tanda baca dan penggunaan huruf kapital misalnya jika penulisannya kurang tepat pasti juga akan mempengaruhi “kenyamanan” pembaca. Namun untuk memulai menulis saja bagi sebagian orang sudah sangat susah, apalagi bagi yang belum memilki kebiasaan ini. Sejenak kita tinggalkan segala rules tersebut, jika malah membuat kita mengurungkan niat untuk menulis. Ada beberapa tips untuk memulai sebuah tulisan berdasarkan pengalaman dan menimba ilmu dari orang-orang yang lebih berpengalaman, antara lain:

  1. Tuliskan kata pertama yang muncul di pikiran

I\m Sorry Good Bye!

Saat kita hendak memulai menulis masalah yang sering kita hadapi adalah untuk memulai tulisan tersebut. Untuk masalah yang satu ini, sahabat saya pernah menasehati saya untuk menulis kata apa pun yang pertama kali melintas dalam pikiran saya. Benar saja, langkah awal tersebut cukup membantu untuk melanjutkan tulisan berikutnya. Namun sebelum itu tentunya kita perlu membuat draft mengenai apa saja yang hendak kita sampaikan dalam tulisan tersebut. Istilah umum untuk langkah ini adalah kerangka karangan. Namun saya lebih suka dengan proses yang disebut brainstorming seperti yang disampaikan dosen pengampu mata kuliah”Writing” saya di kampus. Yang dimaksud proses brainstorming adalah menuliskan semua hal yang berkaitan dengan tema atau topic yang kita sampaikan. Dari situ kita bisa memilah hal apa yang perlu dan tidak perlu ada dalam tulisan kita. Tujuannya adalah agar tulisan kita sistematis dan tidak kemana-mana (red, baca : tetap fokus pada topik tertentu).

2. Jangan menulis sambil mengedit

I\m Sorry Good Bye!

Kebiasaan yang sebenarnya bisa dikatakan mengurangi produktivitas tulisan kita adalah melakukan editing sebelum tulisan selsesai kita buat. Baru satu paragraph tertulis kita sudah membaca dan mengkoreksi tulisan kita. Akibatnya waktu kita hanya terbuang untuk satu paragraph daripada menyusun paragraph berikutnya. Yang saya lakukan untuk permasalahan yang satu ini adalah dengan menulis dan menulis semua gagasan yang muncul tanpa jeda. Hal ini adalah untuk menuangkan segala gagasan kita. Proses editing entah itu yang berkaitan dengan redaksi bahasa mupun kesalahan pengetikan dapat kita lakukan setelah tidak ada lagi gagasan yang belum tertuliskan. Terkadang jika kita berkutat pada sebuah paragraph kita akan kesulitan untuk melanjutkan paragraph berikutnya. Maka tulislah, sebelum semua kata-kata itu menghilang dari kepala sobat.

3. Posisikan diri sobat sebagai pembaca

Menulis adalah menyampaikan gagasan atau pesan untuk bisa diterima dan dipahami oleh orang lain. Jadi menulis itu memang bukan untuk diri kita sendiri melainkan untuk orang lain yang anda harapkan mau menbaca tulisan anda. Untuk itu selalu posisikan diri anda sebagai pembaca yang awam dan belum tahu sama sekali perihal yang ingin sobat sampaikan. Untuk itu usahakan judul maupun kalimat awal dalam tulisan sobat memilki daya tarik disamping memiliki penjelasan yang detail dan informatif. Hindari menggunakan singkatan-singkatan yang terlihat umum dipakai seperti “yg” (yang), “&” (dan), “tp” (tapi), dll. Singkatan semacam itu justru mengurangi nilai tulisan sobat.

4. Menulislah selagi sobat mampu

I\m Sorry Good Bye!

Yang saya maksudkan mengani sub judul di atas adalah mampu dalam artian waktu maupun dalam artian ada kesempatan. Sabab menulis itu menyehatkan, saya percaya itu. Kalau kamu?

(*bowo, 05/04/11)