Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

I\m Sorry Good Bye!

Hipnotis menjadi popular di negeri ini setelah muncul tayangan reality show yang dipandu Romy Rafael. Berikutnya muncul Uya Kuya, dengan program tv-nya ia menampilkan seseorang yang dihipnotis dan menceritakan unek-uneknya dalam keadaan terhipnotis. Hal tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi pemirsa televisi.

Hipnotis juga muncul sebagai salah satu alternatif untuk mengobati beberapa gangguan seperti phobia, latah dan kecanduan rokok atau alkohol.

Dan tahukah sobat? kini istilah hipnotis juga menjadi salah satu istilah yang dikenal di dunia pendidikan. Namun jangan sobat bayangkan hipnotis untuk kategori pendidikan ini sama seperti yang sobat saksikan di layar kaca.

Awalnya hanya mampir ke salah satu toko buku di kota Semarang saat mengantar teman, hingga membawa saya berjumpa dengan salah satu buku yang mengupas tentang hipnotis dalam pendidikan. Judul buku tersebut “Hypno Teaching; Bukan Sekedar Mengajar”. Sepintas judulnya memang ‘garing’. Tapi setelah saya baca sekilas dan menangkap alur berfikir dari buku tersebut, tanpa pikir panjang saya memutuskan untuk membelinya.

Banyak hal saya dapat dari buku karangan Novian Triwidia Jaya tersebut yang berguna bukan hanya untuk pengajar seperti saya tapi juga semua orang. Lewat bukunya Novian mendefinisikan hypnoteaching sebagai perpaduan pengajaran yang melibatkan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Hypnoteaching merupakan perpaduan dua kata “hypnosis” yang berarti mensugesti dan “teaching” yang berarti mengajar. Sehingga dapat diartikan bahwa hypnoteaching sebenarnya adalah menghipnotis/mensugesti siswa agar emnjadi pintar dan melejitkan semua anak menjadi bintang”

Setiap manusia senantiasa menggunakan 2 pikiran dalam melakukan aktivitas yaitu pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (sub conscious mind). Pikiran sadar berfungsi sebagai pikiran yang analistis, rasional, kekuatan kehendak, faktor kritis dan memori jangka pendek yang sering kali disetarakan dengan otak kiri.

Sedangkan pikiran bawah sadar (sub conscious mind) berfungi dalam menyimpan memori jangka panjang, emosi, kebiasaan dan intuisi yang seringkali disetarakan dengan otak kanan.

Faktanya pikiran bawah sadar begitu hebat dan menguasai pemikiran sesorang sebanyak 88%, sedangkan pemikiran sadar menyisakan 12% saja. Jadi pikiran bawah sadar lebih berkuasa dalam mempengaruhi tindakan kita sobat. Di antara pikiran sadar dan bawah sadar terdapat sebuah filter ( RAS= Reticular Activating System) yang berfungsi menyaring data di otak.

I\m Sorry Good Bye!

“Proses pembelajaran mengunakan pikiran bawah sadar ternyata memiliki kemampuan 10.000 kali lebih cepat dari pada pikiran sadar”

Ketika dalam kedaan yang rileks dan senang filter tersebut akan terbuka menuju alam bawah sadar dan menciptakan program baru di otak. Dan sebaliknya jika dalam kondisi tertekan atau stress filter tersebut akan menutup. Mungkin sobat pernah merasa tidak suka dengan salah satu mata pelajaran di sekolah. Hal ini mungkin terjadi karena awalnya kita tidak menyukai guru yang mengajar pelajaran tersebut atau karena dari awal kita membayangkan kalau pelajaran tersebut sulit. Akibatnya otak kita kesulitan menerima pelajaran itu, seperti itulah kirai-kira ilustrasinya.

Di buku dengan ilustrasi gambar mata di covernya ini juga dijelaskan pentingnya persepsi dan sugesti dalam kegiatan pembelajaran. Robert Rosenthal dan Lenore Jacob melakukan sebuah tes untuk membuktikannya. Kedua peneliti tersebut memberi tahu kepada para guru bahwa berdasarkan test yang dilakuakn kepada sejumlah murid diketahui bahwa siswa A, B dan C akan meraih sukses akademis dibandingkan dengan siswa yang lain.

Pada akhirnya anak-anak yang disebutkan itu meraih prestasi akademis yang kebih unggul. Fakta yang luar biasa adalah sebenarnya kedua peneliti tersebut tidak pernah melakukan test (hanya test fiktif belaka). Hal ini membuktikan betapa besarnya pengaruh persepsi dan sugesti meskipun hal itu berasal dari luar (dari guru bukan dari siswa sendiri).

Bagaimana persepsi terbentuk?

Sebuah persepsi terbentuk dan melekat di dalam pikran kita. Awalnya bisa berupa pengalaman empiris. Misalkan kita pernah kena damprat oleh salah satu guru kita karena kesalahan kita. Hal itu bisa menjadi sebuah persepsi yang selalu melekat, akibatnya kita menjadi kurang suka terhadap guru tersebut dan berimbas pada menurunnya nilai pelajaran yang diampu guru bersangkutan.

Selain itu persepsi bisa terbentuk dari pengalamn induktif (dari pengalaman orang lain yang kita dengar). Yang terakhir persepsi muncul dari self-talk. Self-talk sendiri merupakan ucapan-ucapan yang kita sadari atau tidak selalu kita ucapkan kepada diri kita.

“Hampir setiap hari kita melakukan self-talk antara 10.000 kali dalam 1 hari dan sebagain besar dari self-talk itu berisi hal yang negatif” – Deepak Chopra

Bagaimana mengaktifkan pikiran bawah sadar?

1. Mulailah dengan antusias

Emosi dan pembawaan pengajar membawa dampak besar bagi situasi pembelajaran untuk itu mulailah dengan antusias dan tebarkan semangat di ruang kelas.

2. Mulailah dengan cloning

Melakukan aktivitas (gerakan/ucapan) bersama-sama dengan siswa memberikan pengaruh yang penting karena pada hekekatnya manusia senang dengan manusia lain yang memiliki kesamaan.

3. Lanjutkan dengan cerita

Setiap orang pasti tertarik mendengar cerita, tidak harus cerita yang panjang Karena hanya untuk menarik perhatain siswa. Usahakan menceritakan kejadian sehari-hari yang alami, ekpresif, melibatkan emosi dan fun.

Bagaimana melejitkan potensi siwa dengan hipnotis?

Novian menjelaskan dalam bukunya bahwa siswa harus diajak berimajinasi melalui pertanyaan ajaib. Apa itu pertanyaan ajaib? Pertanyaan ajaib adalah pertanyaan yang membuat siswa mampu berimaginasi terhadap pencapaiannya yang luar biasa. Terkadang kita sulit mencapai keberhasilan karena kita tidak pernah membayangkan (bermimpi) kebaiakn-kebaiakan yang akan kita peroleh jika kita berhasil. Jadi semua itu berawal dari mimpi. Bagaimana kita bisa berhasil apabila untuk memimpikannya saja tidak pernah?

Perhatian kita sebagai pengajar, sekecil apapun juga mampu mengipnotis siswa untuk simpati kepada kita dan lebih tertarik untuk mempelajari pelajaran yang kita ampu. Berkaitan dengan perhatian kepada siswa, di buku ini dijelaskan pula istilah tabungan perhatian. Yaitu sebuah istilah untuk reward bagi siswa. Membaca buku setebal 144 halaman ini tidak hanya memberikan saya banyak ilmu sebagai seorang pengajar tetapi menyadarkan saya untuk berfikir positi terhadap diri saya sendiri. Saya pasti bisa, begitu juga sobat! Let’s keep dreaming!

I\m Sorry Good Bye!Judul di atas mirip lagunya KD (Kris Dayanti) ya kan? tapi kisah yang mau aku ceritakan tidak ada kaitannya dengan lagu tersebut. Tahun ajaran baru ini saya membuat sebuah keputusan yang mengharuskan saya untuk tidak lagi mengajar di sekolah dasar dimana enam bulan terakhir ini saya tekuni. Dengan keputusan tersebut maka saya tidak lagi masuk ke ruang kelas dimana terdapat bocah-bocah kecil yang sibuk menjahili temannya ketika saya memberi tugas menulis. tidak juga menjumpai siswa saya yang selalu maju ke depan kelas dan menanyakan setiap huruf yang saya tuliskan di papan tulis. Tidak pula menjumpai Naeli yang suka menarik-narik baju saya atau Dimas yang suka klotekan (red, memukul-mukul meja) dan berbagai tongkah polah lucu anak didik saya.

It's hard for me to say good bye…. hiks,,,huaaaaaa!!!!!!!! (menangis menghadap dinding sambil pukul-pukul dinding) but I'm sure everything is gonna be okay. Keputusan meninggalkan sekolah dasar saya buat semata karena pilihan karir, dengan pertimbangan rasional tentunya. Sebenarnya bagi saya pribadi tidak ada kata bosan apalagi tidak krasan dengan lingkungan kerja sebagai guru SD. Meskipun sebagai Guru Tidak Tetap (GTT) terkadang saya diposisikan sebagai juru ketik (membantu mengurusi administrasi sekolah), namun nyatanya justru saya banyak belajar dari situ. Ditambah lagi rekan-rekan guru yang hampr semuanya sebaya dengan orang tua saya perhatiannya kepada saya seperti kepada anak mereka sendiri, membuat saya nyaman dan benar-benar merasa diterima sebagai keluarga.

Namun bagaimanapun juga dengan background saya yang lulusan pendidikan bahasa Inggris dan kebijakan pemerintah yang belum memihak lulusan bahasa Inggris sebagai guru tetap (PNS) bikin saya jadi mikir. Faktanya pelajaran bahasa Inggris di SD hingga kini masih menjadi muatan lokal dan belum menjadii mata pelajarann inti. Padahal bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan. Hingga akhirnya sebuah tawaran untuk mengajar bahasa Inggris di SMP swasta menghampiri saya dan saya putuskan untu menerima tawaran itu.
Kebetulan kepala sekolah SMP tersebut adalah alumni Beswan Djarum juga yang sudah saya kenal akrab semenjak menjadi Beswan Djarum lantaran di Kudus komunikasi Beswan Djarum antar angkatan berjalan sangat baik dan kontinyu, apalagi dengan kepercayaan dari PT Djarum kepada kami melalui berbagai kegiatan yang melibatkan Beswan Djarum Kudus lintas angkatan. Jadi menerima Beasiswa Djarum tidak hanya memberikan saya banyak bekal softskill tetapi juga jarngan yang membantu saya di bidang karir.

Hari ini, Jumat (29/7) bapak dan Ibu guru di SD tempat saya mengajar dulu mengadakan sebuah ceremony perpisahan yang bertujuan untuk melepas kepergian saya dari SD tersebut. Bagi saya hal tersebut merupakan sebuah apresiasi yang besar, mengingat sedikitnya kontribusi saya bagi SD tersebut. Sebulan sebelumnya saya sudah berpamitan kepada semua bapak ibu guru. Saat itu saya hanya bisa meninggalkan tanda mata berupa microphone, kenapa microphone karena saya teringat beberapa minggu sebelumnya ketika SD menggelar pelepasan siswa kelas enam salah satu microphone yang digunakan untuk acara tersebut rusak sehingga acara agak terganggu. Dan benda yang nominalnya tidak seberapa itulah yang saat itu mampu saya beli dan saya berikan sebagai tanda terima kasih kepada sekolah yang memberikan saya kesempatan untuk mengaktualisasikan ilmu saya unuk pertama kalinya. Saya sisipkan pula secarik kertas berisi ucapan terima kasih sekaligus permintaan maaf di sela-sela microphone yang saya bungkus rapi.
Dan hari ini Kepala SD mewakili pihak sekolah dan bapak ibu guru memberikan sesuatu yang bermakna dan akan saya ingat terus. Sebuah ceremony perpisahan bagi saya sudah meruakan penghargaan besar, namun tidak hanya itu sekolah memberikan saya sebuah kenang-kenangan. Bukan isi dari bingkisan itu yang membuat saya terkesan melainkan sebuah pesan yang disisipkan bersamaan bingkisan tersebut.

Milikilah hati yang tidak pernah membenci,

Milikilah kata yang tidak pernah menyakiti,

Milikilah senyum yang ikhlas dan menyejukkan,

Belajarlah dari masa lalu,

Kerjakan hari ini,

Berharalah hari esok,

Walaupun pesan tersebut sangat sederhana, tapi memiliki arti yang dalam bagi saya I will always remember those words.