Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

Udah lama gak ngeblog nich sobat. Maaf ya pembaca setia blogku udah bikin kalian menunggu tulisanku. Beuh! Wakeup wakeup udah gak zamannya ngerasa sok populer! (self talk). Sudah sekian kali berniat psoting tapi selalu gagal, gara-gara malas. Disamping juga karen abanyak kerjaan tentunya. Memang ya kalau kebiasaan malas diterus-terusin jadinya hilang kebiasaan baik itu.

Tiba-tiba ajah negrasa kangen sama kucingku yang udah punya temat tinggal baru di Bekasi. So nulis tentang g kucing ajah dech. Daripada nunggu tulisan (yang niatnya pengen dibikin) berbobot yang gak kunjung keluar. Seminggu yang lalu aku dapet email dari seseorang pas aku buka eh ada foto Caty empusku yang dah diadopsi orang dua bulan yang lalu. Jad inget waktu ngerawat Caty pas dulus empat kena jamur (istilah kerennya ringworm) lumayan parah dan setiap hari aku obatin sampai akhirnya sembuh total.

Jamur yang aku maksud gak seperti jamurnya manusia alias panu, kudis kurao yang cepet sembuh dengan dakta**n. Jamur yang menyerang kucing itu beda, tergolong penyakit yang paling dibenci sebagian besar pecinta kucing karena sembuhny alama dan butuh perawatan.

Hampir 3 bulan perawatan Caty baru bisa sembuh dari ringworm itu. Jadi ringworm itu penykit kulit yang disebabkan jamur tertentu yng membuat kulit kucing jadi berkerak dan membeut bulu rontok. Tentus saja bikin penampilan si empus jadi gak keren lagi. Semoga Caty betah di sana ya! Algamdulillah adopternya keliatannya juga penyayang karena masih sering balas SMS saya kalau nanyain kabar si Caty. I\m Sorry Good Bye!

I\m Sorry Good Bye!

Kenalkan ketiga kucing piaraan saya. Caty, Snowy  dan Ocha.  Ketiganya baru aku pelihara sekitar tiga bulanan ini. Kenapa kucing? Bukankah hewan kucing itu identik dengan feminisme? Dan bukankah lebih banyak cowok lebih suka piara burung atau ayam jago. Buat orang yang mengatakan hal seperti itu mungkin harus beajar berhitung. Bayangkan berapa banyak cewek yang teriak histeris kalau liat kucing, seolah seperti liat kuntilanak saja. Contohnya adalah si Nyna dan si Emy dua teman Beswan Djarum saya yang super parno kalo liat kucing. Kalau gak percaya coba aja lempar kucing ke arah mereka dijamin mereka akan teriak dan nangis sejadi-jadinya. Udah pernah dipraktekin lho and sukses abis (#sadis).

Dari kecil memang saya sudah mengenal kucing  sebagai hewan piaraan keluarga saya. Terutama almarhumah nenek. Di masa hidupnya beliau sangat perhatian sama hewan yang satu ini. Kalu saya pribadi lebih suka sama kucing ras, bukan karena tidak cinta produk dalam negeri tapi kucing ras emang lebih unyu, apalagi dengan bulunya yang panjang dan proposrsi tubuh yang chubby.

Dari kecil saya emang pengen banget piara yang namanya kucing ras, tapi berhubung harganya dan biaya perawatannya yang mahal maka orang tua belum bisa memenuhi. Dulu waktu masih kecil pernah nemu kucing ras yang tiba-tiba masuk ke rumah dan sempat saya pelihara sehari. Ssetelah itu si kucing kabur lagi dan saya nangis sedih. Setelah bisa cari uang sendiri akhirnya kesampaian juga buat piara kucing ras.

Selain karena lucu guys, kucing itu dipelihara karena bisa menunjukan kayak apa si empunya lho. Gak percaya?

Catlovers itu Pekerja Keras

Kalau kamu piara kucing (ras) aktivitas membersihkan litterbox (toilet empuss), menjemur kucing di pagi hari, menyisir bulu, memberi makan dan minum tepat waktu bakalan menjadi rutinitas yang tidak bisa kamu hindari. Semua itu harus kamu lakukan dengan telaten, apalagi urusan memandikan yang penuh dengan adegan saling cakar kalau kucing yang dimandiin belum terbiasa dengan air. Jadi seorang catlover itu sudah pasti orangnya pekerja keras, telaten dan sabar. Apalagi kalau kucing sedang sakit kita harus ekstra sabar mengobati dan memantau perkembangannya.

I\m Sorry Good Bye!

Ini contoh kucing yang dipakein baju. (wkwkwk...!)

Catlovers itu Penyayang

Semua catlovers pasti paling suka momen memanjakkan kucing kesayangannya dengan mengelus-elus kucingnya. Apalagi kalau si kucing bermental manja pasti tambah bikin gemes. Tidak jarang catlover suka sekali menggendong dan memakaikan berbagai aksesoris lucu buat kucingnya. Bahkan ada lho yang memakaikan pakaian khusus kucing. Yang saya heran kok ada juga ya yang jual pakaian kucing secara online di FB ckckc….. Kalau saya gak sampe tahap akut seperti itu, karena menurut saya kucing itu sudah lucu tanpa dikasih aksesoris-aksesoris yang malaham mengganggu bagi si kucing itu sendiri, apalahi dibajuin hello???!!! Kalau sama kucing aja sayang, sudah bisa dipastikan kalau catlovers itu juga tipe penyayang sesama manusia.

Catlovers itu  Gak Pelit

Memelihara kucing ras butuh banyak pengorbanan waktu untuk merawat dan memperhatikan perkembangan kucing. Kucing juga perlu diajak main biar tidak stress. Jika tidak bisa-bisa kucing itu tidak terbiasa dengan juragannya dan menjadi kucing yang galak. Disamping itu  biaya perawatannya juga lumayan. Kucing ras makan makanan khusus yang biasanya berupa dryfood. Dryfood ini sebgian besar diproduksi oleh produsen luar negeri (impor). Saat ini yang saya ketahui baru satu produk yang buatan dalam negeri dan itupun baru, dan saya baru mencobanya beberapa hari ini.

Kucing ras juga butuh cek kesehatan dan vaksin rutin lho. Kalau vaksin diulang tiap tahun sekali, tapi cek kesehatan beberapa bulan sekali. Jadi biaya perawatan kucing relatif mahal. Kalau catlovers saja tidak sungkan merogoh kocek untuk kucing sudah pasti dia juga sosok yang dermawan kan?

Catlovers Itu Baiiiiiiiiiiiiiiik Hati

Jadi udah bisa disimpulkan guys kalau catlovers itu sudah pasti orang yang baik hati karena telah sabar, telaten, penyayang dan gak pelit. So buat kamu yang lagi mau cari pacar, cari yang catlovers aja dijamin gak mengecewakkan! (#ending-nya promosi)