Tristyan's Story

Through Story Sharing My Thought

SEAGAMES XXVI segera berakhir. Nanti malam sudah ditutup denangan closing ceremony senilai triliunan (posted on 22/11, at 13.20) Sudah hampir dapat dipastikan Indonesia yang jadi juara umumnya. Tapi sempat kesal juga, Timnas kita gagal bawa emas karena kalah saat adu penalty. However, penalty is about luck factor. Mungkin sang Dewi Fortuna lagi enggan mampir ke Indonesia, dan lebih memihak Malaysia yang seolah dan kayaknya emang sengaja selalu bikin sakit ati kita (bangsa Indonesia). It’s fine coz that is not the end! Wah (lagi lagi) kayak judul postingan aku yang buat menutup artikel kompetisi blog.

Well, saya mau share fakta unik yang terjadi selama SEAGMES dihelat Indonesia di dua tempat terpisah, Palembang dan Jakarta. Suatu ketika ada foto spandung numpang lewat di wall facebook. Yang membuatnya semakin eye catching adalah tulisan yang terpampang di sanduk tersebut. Guys you must see this one!

I\m Sorry Good Bye!

Photo by : Itje Chodidjah

Foto tersebut diupload ke facebook oleh Itje Chodidjah, salah satu pakar kebahasaan (khususnya Inggris) yang juga pemerhati pendidikan. Spanduk pada foto itu dipampang di area SEAGAMES dimana atlet dan official 11 negara melihat dan menyaksikan spanduk yang keterlaluan itu.

Istihlah Jawa mengatakan “ngisin-ngisini” (mempermalukan), itulah kata yang tepat untuk menaggapi spanduk yang dibuat asal-asalan itu. Seorang komentator di facebook bahkan sempat memberi komentar rasa chili “Bahasa Inggris tukang becak di Malioboro aja kebih bagus dari bahasa Inggris yang bikin tuch spanduk!” Totally agree with that comment.

Pertanyaanya siapa sich yang tega membuat kata-kata semacam itu di acara setingkat ASEAN? Well, yang bikin memang individu guys, tapi itu mewakili kita semua, rakyat Indonesia. Gak kebayangkan bagaimana orang-orang Singapura, Filipina, Malaysia (apalagi), menertawakan kita! Tentu yang ditertawakan bukan personal itu harga diri bangsa dipertaruhklan (#mendramatisir). So guys, mari jangan menyepelekan hal-hal kecil semacam itu kalau kita mau jadi bangsa yang besar.

*Thanks buat mama Itje yang sudah memberikan izin buat share fotonya.