DOCTOR'S SECRET

Young Doctor. Struggling to make others smile

Keberadaanku sekarang berwarna hijau. haha bukan ini yg mau kutulis, tapi tentang diriku ketika SMA.  sebenarnya kelemahanku adalah suka seenak jidat dalaM bertingkahlaku. melihat sesuatu yang bagiku tdk masuk akal tetapi menjadi aturan, tdk akan aku patuhi. banyak hal yang kecil mritil dan aneh, tetapi karena rasa takut, banyak orang mematuhinya dan itu terjadi di SMA Taruna Nusantara, contoh: siswi kelas 1 tidak boleh cantik. hahaha sebenarnya tidak seperti itu aturannya, tetapi seperti ini: siswi kelas 1 tidak boleh memakai jepit yg berwarna selain hitam, tsk boleh memakai bando dgn warna apapun, tdk bole memakai anting yg mencolok. mungkin bagiku ini nggak masuk akal. anting? Anting kita sendiri, bando? Bamdo kita sendiri. begitu juga dengan jepit. ujungnya, ketika disadari, hal ini lebih kepada cara pembelajaran kedisplinan, yang akhirnya benar-benar tertanam sampainaku lulus: aku ga suka pake jepit selain warna hitam, aku ga suka pake bando slain untuk menyibak poni yg terlalu panjang, aku ga suka pake anting. salut deh sama SMAku. hahaha. tetapi, jangan salah, sebelum bisa diterapkan dalam kehidupam sehari-hari seperti sekarang, aku sempat mekanggarnya, hahahaha, sehingga dilabrak oleh kakak kelas, dan akhirnya aku mnurut.
okelah, yg tadi itu adalah aturan antar adik-kaka tingkat. masih banyak lagi aturan antar siswa di asrama, antar siwa di meja makan, antar siswa dan guru, dan yang lainnya. hahaha lalu berkat serangkaian aturan itu, aku pernah dibawa menjadi orang dengan penyandang nilai kepribadian terburuk di angkatanku, dengan nilai rapot menjadi salah satu yg terbaik di angkatan. miris sekali, mengingat di SMAku tdk sekedar nilai akdemik yang dipertimbangkan, tetapi juga nilai kepribadian (sikap dan tingkah laku) serta nilai kesehatan jasmani. Sebagai penyandang cacat, ups, maksudku, sebagai penerima beasiswa dari gubernur propinsi tempatku berasal, saat itu Pak Mardianto, lalu beliau menjabat Mendagri 2tahun setelah memberikanku beasiswa, halo Paaaak hahahaha, oke lanjut lagi, memiliki nilai kepribadian trendah di angkatan adalah sesuatu yg tdk baik. Seketika itu aku terkenal di kalangan Wakasek hahaha, lalu aku ditanyai macam-macam kenapa bisa nilai kepribadianku rendah seperti itu. lah kenapa nanya ke aku Pak? Ya tanya dong kepada pemberi aturan sehingga sikapku yg biasa saja malah dianggap salah. haha.
bukan, memang aku nakal sih. aku pernah membentak guru (disana disebut pamong) ketika hariku buruk, dia menegurku untuk masalah yang ga penting, tetapi menegur dengan agak membentak, lalu aku diam, dan dia semakin membemtak, akhirnyaa aku balas bentak “Saya lagi banyak masalah Bu! Jgn marah-marah dong.” lalu dia meledakledak membentakku dgn lebih panjang, aku diceramahi macam-macam, semacam jangN MEMBENTAK dan dia jg menjelaskan bahwa dia jg punya banyak masalah. yah begitulah. toleransi untuk perasaan di sana sangat sedikit, apalagi untuk seseorang yg bukan anak dari siapa-siapa sepertiku. untunglah hal ini hanya berdampak untk nilai kepribadianku, dan untunglah dalam mencari perguruan tingi, nilai rapot tdk dipertimbangkan.tetapibsejak itu aku semakin mengerti, bahwa ketika ada ibu ibu marah marah di hadapanmu, hadapilah dgn diam, karena masalah beliau pasti lebih banyak dari diri kita yg belum ibu ibu hahahaha.
masalahku yg lain adalah, aku menyukai sesuatu yg baru. karena seragam SMA ku yang berwarna biru muda itu aku rasa membosankan, akhirny aku berjalan-jalan ke mall yg cukup ramai dengan kakak kelas, ketika it memang diperbolehkan pesiar, dan aku berganti baju, mengenakan baju bebas. oke, aku memang masih kelas 1, teapi cukup banyak kakak kelas yg mengenaliku, aku kira bergantibaju ketika pesiar it bole dan sah saja, ternyata itu adalah hal yg ilegal, akhirnya sepulang dari pesiar, aku langsung disidang oleh kakak-kakak yg memang sayang dan care dengan diriku hehehe, lalu aku disuruh minta maaf di depan teman- teman seangkatan, saat itu malu, tapi ternyata mereka support aku banget, dan dari situ, aku menyadari, pelajaran berharga kali ini bukanlah: AKU DILARANG MEMAKAI BAJU BEBAS KETIKA PESIAR , karena bagiku Tuhan pun tdk mempermasalahkan baju apa yang aku pakai, tetapi lebih kepada: WOW TEMAN-TEMANKU BAIK HATI DAN SUPPORT AKU APAPUN KONDISIKU, dan di situlah kekeluargaan TN yg pertama kali kurasakan. humm.
banyak hal yg terjadi ketika SMA, kenangan pahit dan manis, dan aku sadar, aku adalah bagian dari sesuatu yg membanggakan, terlepas dari kebiasaanku yg suka berkonflik, karena sesungguhnya masih banyak konflik yg pernah aku perbuat di sana. handphone? Hahaha tiga kali aku berganti ponsel ketika SMA, dan dua kali aku terangkap basah membawa ponsel. hukumannya adalah ponselkundisita dan diambil ketika hari kelulusan. hahahaa selain itu, hukumannya adalah mengenakan jubah hukuman, yaitu jubah yg berwarna hijau seperti pakaian hansip. kisahnyapun selalu bodoh: aku ketiduran ketika memegang ponsel, lalu pegangan kendor, dan ponselku merangkak merosot ke lantai, dan ahirnya jengjeeeeng, ditemukan oleh pamong lalu disita. menyebalkan. saking sebelnya, aku pernah membawa kisah ini ke alam mimpi ketika sudah berkuliah dan sudah 3 tahun lepas dari SMA ini. hahahaha.
kisah konflik yang lain adalah, saking banyaknya, bingung mau menceritakan yang mana lagi, hahahaa, kisah konflik lain adalah terperangkap dalam asiknya pesiar. tidak setiap minggu diijinkan pesiar, sehingga setiap keluar pesiar, aku malas untuk pulang ke asrama, akhirnya aku dengan teman-teman, bagaikan burung yg dilepas dari sangkar (lebay, tapi memang begitulah keadaan yg kita hadapi) selalu memanfaatkan jam pesiar dengan maksimum, bahkan lebih dari maksimum, alias telat. kalau apes, ya ketawan pamong graha dan dihukum lari keliling graha atau dihukum sekom (swmacam skotjam tapi cuma jongkok-berdiri-jongkok-berdiri), yah begitulah. Selalu aa konsekuensi dari apapun yg kita perbuat bukan, bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian. Setelah sekian lama keluar dari asrama, aku merssa jalan-jalan dan menghirup udara bebas adalah hal yg biasa, dan malah membosankan, sesuatu yg dulu langka aku dapatkan, justru kini adalah sesuatu yg membosankan. Fiyuuuuh.. Konflik lain akan aku ceritakan kapan-kapan, karena blog ini sudah mulai penuh, dan aku juga mulai jenuh menceritakan rangkaian konflik yg pernah aku alami di tarnus, yg jelas hidupku menjadi tdk membosankan krn aku memang suka berkonflik utk menambah pengalaman. Ucapan terimakasih tak putus-putusnya kuucapkan kepada para pamong yg tidak bosan menghukum dan meladeni diriku utk berkonflik. Hahahaa. Horeeeee.. Salam hangat dariku, seorang anak yg tdk pandai mengetik tetapi tetap berusaha menulis.

 

PS: Ini catatan harianku ketika aku berusia 20 tahun sepertinya, masih labil, tapi aku suka <3

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 2 in addition to 4?