DOCTOR'S SECRET

Young Doctor. Struggling to make others smile

Category : fairy tale story

Sahabat

Seorang sahabat menceritakan kepadaku.. Kamu tahu apa arti cinta dan sayang?

Mungkin jawabanku ketika itu adalah “tidak tahu”

Namun semakin hari aku semakin tahu perbedaannya..

Rasa sayang itu tidak akan pernah pudar sampai kapanpun..

Melintasi ruang dan waktu, tetap saja terikat dan tetap ingin melihat orang yang kita sayang bahagia..

 

Seorang sahabat juga datang dalam hidupku

Membuatku terkesan dengan bagaimana caranya menyikapi hidup

Bukan seorang atheis

Namun juga tidak solat

Tapi jangan ditanya, wawasan agamanya bagus

Dan sebenarnya dia tahu, hanya saja “belum” mau menjalankan

 

Seorang sahabat yang datang di hidupku ini

Dengan sesal aku mengumpat kepada Allah

Tidak masalah ada manusia seperti ini

Tetapi kenapa aku harus mengenalnya?

Aku ungkapkan hal ini, namun dirinya hanya berkata “kamu adalah ujian untukku, dan aku adalah ujian untukmu”

 

Seorang sahabat yang datang di hidupku ini

Mungkin aku tidak mengenalnya terlalu dalam

Namun dirinya mampu menempatkan diri sebagai seorang kakak, seorang kekasih,

seorang yang ketika tidak ditanyapun, memberikan jawaban lengkap atas kegundahan hati

dan mengajak untuk  menjadi baik bersama-sama

 

Seorang sahabat yang kini hadir

Semoga akan menjadi ayah dari anakku kelak

Sehingga otak briliannya, wajahnya yang matang, suaranya yang merdu itu, dapat diwariskan kepada mahluk yang segenetik dengannya

Dan senyum manisnya akan menjadi berganda di dunia ketika seorang anak laki-laki lahir

Terpenting lagi, akan ada seseorang yang merawatnya kelak di hari tua

 

Sahabat, ketahuilah,

Mungkin berulang aku berkata aku membencimu

Namun itu hanya penyangkalan hati ketika cinta itu mulai bersemi untuk memaksakan sedikit angan

Karena komitmenmu adalah komitmenmu

Duniamu adalah duniamu

 

:)

 

Lebaran KEDUAKU

lebarannn

Memori dan emosi dalam foto masih terasa, aku merasakan rasanya sungkeman, bersilahturahmi, memberi dan saling berbagi, didoakan dan mendoakan, memohon maaf dan memaafkan.. Semua terasa baru bagiku.
Bahkan aku harus menghapalkan dulu teks omongan yang kira-kira berbunyi begini “Pak/Bu/yang/pakdhe/budhe, kulo ngaturaken sugeng riyadi, sedoyo kalepatan kulo, kulo nyuwun pangapuro. Kulo nggih nyuwun donga pangestunipun nggih…”

Eaaaaa.. seketika diberikan wejangan balik dalam bahasa jawa alus juga. Ya tinggal disauri “nggih nggih” .. “matursuwun”

Maklum peranakan sunda-cina sm jawa jd di rumah pake bahasa inggris buahaha. Ora ora. Pake bahasa indonesia
Lebaran pertama, karena seisi rumah sakit tempat aku Koas masih menganggap aku Non-Muslim, alhasil, aku malah berjaga di hari raya. Iya, betul, mana ada rumah sakit yang libur di hari raya bukan?

Lebaran pertama emang agak kelam dan suram. Namun, di lebaran kedua ini, selain aku mendapatkan berkah bisa merayakan di kota asalku (karena calon suamiku berasal dari kota yang sama dengan diriku), aku juga pada akhirnya merasakan bahwa dekat dengan keluarga sendiri itu nikmat.

Meskipun mama dan papaku tidak merayakan Idul Fitri sepertiku. Meskipun mereka tidak mengucapkan sepatahkatapun yang berbau selamat hari raya untukku, bagiku diamnya mereka sudah cukup mengiyakan keputusanku ini.

Susah?

Ya susah. Mualaf kok.

Hehehe bahkan aku sudah biasa jika salat ied harus bersalaman dengan orang yang tidak aku kenal, salat ied berangkat sendiri, salat tarawih juga berangkat sendirian.

Yang penting kan dalamnya hati.

Dalamnya hatiku hanya Allah yang tahu.

lebaran

Lebaran keduaku kali ini alhamdulilah seru.. semoga kita bertemu lg di idul fitri selanjutnya dalam keadaan yg lebih baik, hati yg lebih baik..

Terimakasih Allah…

Kisah ini aku angkat dari salah seorang temanku yang memposting cerita ini dari salah seorang teman lainnya yang jg memposting ini…

Tapi kisah ini bukanlah suatu pembenaran apakah aku merasa diistimewakan sebagai wanita yang nantinya akan dipilih menjadi ISTERI. Justru, ketika seorang pria sudah memilih dan merasa bertanggungjawab atas diri kita (hei ladies!) disitulah tanggungjawab kita sangat besar ditopang didalamnya.

Isteri adalah hanyalah salah satu peran seorang wanita ketika dilahirkan di dunia. Namun sebagai isteri, tanggungjawab kita sangat besar, terutama untuk membagi waktu dan tenaga, dan tak luput: kasih sayang. Isteri –> berarti wanita sedang berkaca dari sisi suami.

Namun, karena tadi aku bilang bahwa ISTERI hanyalah salah satu peran wanita, maka tanggung jawab kita tak hanya sebagai isteri. Sebagai ibu, sebagai nenek, sebagai anak juga (dari kacamata orangtua).

Oke, begini kisahnya…

gaya pelaminan 1

SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI?

Orang selalu berkata, “ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua”.
Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.


Professor : “Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu.”

Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.
Profesor : “Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya.”

Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.
Profesor : “Silahkan coret 2 nama lagi.”

Tinggalah 5 nama tersisa.
Profesor : “Coret lagi 2 nama.”

Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.
Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : “Silahkan coret 1 nama lagi!”

Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.
Profesor : “Silahkan coret 1 nama lagi!”

Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, “Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?”

Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, “Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya”.

Setelah nenarik nafas panjang dia melanjutkan, “Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian milyar wanita yang ada di dunia”.

 

Ursula Penny Putrikrislia

IG: @ursulapenny

Baju Hijau Si Pembaca Pikiran

Urusan chemistry, aku dan Angga Dwian memang ditakdirkan untuk menyatu dan bersatu. Aku, diam. Tapi Angga tahu apa isi hatiku. Hihihi…

Si ganteng satu ini juga sepaket lengkap dengan keluarganya yang sayang denganku. Kedua orangtuanya baru saja mengunjungiku karena aku jatuh dari kecelakaan itu. Padahal sebenarnya aku tidak apa-apa. Hanya retak. Retak jempol. Jempol kanan. Sudah. Cukup kecil tapi aku pikir sangat merugikan karena bahkan mengangkat gayung untuk cebok abis pipis itu susah banget. Buat main piano juga susah. Buat ngetik juga susah. Ternyata jempolku ini banyak manfaatnya.

Aku itu cukup aneh. Diajarkan mandiri dari kecil. Diajarkan untuk tidak mengeluh dari kecil. Tapi terkadang sangat ingin dimanja dan diketahui kabarnya. Tapi karena terbiasa untuk tidak mengeluh, Angga harus pandai menebak apa yang aku inginkan. Susah kan?

Wkwkwkwkwk!!!!! Tapi Angga Dwian SELALU BERHASIL

Selamat.

Bahkan, oleh-oleh yang dibawakan orangtua Angga ke rumahku hari ini sangat tepat: anggur dan jeruk. Buah-buahan idamanku.

Setidaknya anggur tidak membutuhkan jempol untuk dimakan. Cukup seemplok. Nyam. Nyam. Enak.

Kadang kalau aku malas, aku gigit juga bijinya. Cukup renyah!

Terimakasih Angga Dwian. Ketahuilah. Aku sedang memandangi jempolku. Bukan karena tulangnya retak, tetapi karena gatal-gatal dan setelah kulihat ada kutu air di situ.

Aku tahu,, sekarang Angga Dwian sedang menyeterika baju kerjanya besok. Angga meskipun  mukanya galak atau orang lebih sering menyebutnya bermuka “mesum”, Angga adalah anak yang baik di mata orangtuanya dan pasangan yang terbaik yang aku miliki. Angga rajin menyapu rumah dan kamarnya sendiri, melipat baju-bajunya dengan rapi. Pria idaman. Kamarnya wangi.  Dan baju kebangsaannya hijau.

Ini:

IMG_1931

Ini baju hijau, baju kebanggaan Angga Dwian. Digunakan untuk futsal. Matching dengan bolanya.

Baju ini juga digunakan di kesempatan lain dalam hidupnya:

12375581_1096164140393916_1715581378_o

Ini baju hijau, baju kebanggaan Angga Dwian untuk digunakan di kamar.

 

10425025_1418320388463167_6420394799888845351_n

Dan berkencan denganku.

Hahahahahhaa.

Kali ini: Angga Si Baju Hijau akan naik daun.

Bukan kolor ijo lagi. BUKAN. Awas aja ngomongin kolor ijo, berarti Angga Dwian nunjukin kolornya kemana-mana *loh

9-year-anniversary

October 7, 2015 .

Happy 9 yearsversary sayang… . . .

I have never thought that you are in to my life for being my special one. .

Eleven years ago, when we are in junior high school, I remember the handsome boy stood few lines for my position. Not so tall, but I know he was so kind and had a warm heart. .

my stupidity. I sent you a letter, contents my willing to be your friend, and to send greetings for you. .

I thought you scare to me for my letter, but you did not. You liked me, I do not know what it was called. Monkey’s love? But you are not a monkey. .

You said I was beautiful, in my 12 year old, but you had never said it directly to me. You sent it via your friend, but I doubted to respond you, because you also often bullied me as “Mbok Jamu” for my big butt. Hahahaha.. .

Allah send you to me to help me find a true way to be a good moeslmah. . Our life is too short, but thanks Allah, I have known you for 12 years, around a half of my life, now and till the end of my life.. .

Thanks being a patient person for listening me always, understanding me always, and giving love to me everytime… . .

I love you, -Penny-

 

anniv

Serasa Mimpi Perjalanan Kita

angga ultah

 

Selamat ulangtahun ….
Salatiga masih tetap sama, menanti kita selama 12 tahun untuk saling mengenal, dan menyadarkan kita selama 9 tahun untuk saling memahami, bahwa ternyata rasa sayang ini sangatlah besar.
.
Ketika aku harus marah karena hal-hal sepele, ternyata kemarahan itu juga membuatku sakit hati.
Dan sekali lagi, air matalah yang membuat semua emosi itu luruh.
Terimakasih atas kesabaran dalam menghadapiku..
.
Selamat hari jadi yang ke-24 tahun ya sayang,
Doa-doa ku pasti seputar “kapan kita nikah” haha.
.
.
Lokasi: belakang rumah Ursula, makprit langsung sampai.
.
Salatiga memang loveable!!!
#birthday #beloved #fiancee #happy#bestfriend #nature #green #gopro

Ini ditujukan kepada calon anakku nanti.

anakkuuuu

Kira-kira  anakku nanti seperti ini ^^ persis calon bapaknya lahhh..

 

Bukan untuk siapapun.

Kecuali yang tidak sengaja membaca dan mungkin tidak akan mengubah apapun dalam hidupm, pembaca.

Sebab ini hanyalah dilema antara hatiku dan pikiranku bahwa apa yang aku jalani selama ini teryata  hanyalah karena keinginan sesaat. Aku ingin menjadi dokter hanyalah keinginan sesaat. Tetapi namanya penyesalan ternyata tidak bisa semudah itu dipikirkan. Karena setelah memikirkan penyesalan selalu ada penyesalan selanjutnya. Penyesalan “kenapa aku harus menyesal, kan udah dijalani”

Lihatlah, di saat teman-temanku mengenyam gelar S2, aku bahkan baru merentas “AKAN” menjadi dokter. Terlalu lama sekolah, sebenarnya aku pun sudah ingin memanjakan orangtuaku dengan uang-uang yang bisa aku kembalikan kepada mereka. Meksipun ketika mereka sakit, aku tahu obat yang tepat untuk mereka, ketahuilah Anakku, bahwa ketika itu, justru dirimu tidak mampu mengawasi dan merawat diri mereka sendiri karena dirimu bukanlah hanya milikmu. Dirimu adalah untuk pasien-pasienmu, untuk masyarakat luas.

Apa yang orang katakan di luar sana Nak? Ketika dokter mengeluhkan SEDIKIT saja apa yang dirasakan, pasti ada selentingan “Dokter itu mengabdi!”

Ya tapi dokter kan punya keluarga juga, dokter juga bisa sakit, dokter juga bisa merasa sedih. Apa iya harus terus tersenyum terus kepada pasiennya? Jawabannya IYA! Lelah loh tersenyum terus, apalagi ketika diri ini merasa ingin menangis karena lelah atau kesakitan.

Dokter tidak selamanya harus kuat selalu, Nak. Tetapi untukmu Nak ibu akan terus kuat, kuat, dan kuat. Berjuang dan berjuang.  Dan pada akhirnya kamulah sumber kekuatan ibu sehingga ibu tidak akan lelah tersenyum.

Tetapi, alih-alih menjadi dokter, kamu bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah Nak. Menjadi pengusaha, menurut ibu adalah solusi yang bagus. Usaha, asal kamu mau menggeluti, akan berkembang dengan pesat.  Atau politikus. Ubahlah negeri ini Nak. Ngeri ibu melihat pemberitaan dimana-mana, dan itu juga BELUM TENTU BENAR. Pahitnya dunia ini Nak.

Ibu pun, daripada mengambil keuntungan dari menjadi dokter, mengambil bayaran dari orang yg sakit, apalg di tengah maraknya BPJS dan tarif dokter yang konon hanya Rp2000 perpasien, ibu lebih memilih berbisnis BATU MULIA. Hahaha, semoga nanti bisa ibu wariskan bisnis ini padamu.

ibu ceritakan sedikit padamu. Sejak kecil ibu sudah suka berjualan. Pasti jualan ibu laku keras. Mulai dari kertas binder, sticker-sticker kesukaannya anak-anak SD, lalu ibu berjualan “selember kertas” yang kita sebut apa ya, “catatan sekolah” mungkin? Yang isinya PR-PR begitu. Ibu suka menciptakan uang sendiri, daripada harus meminta pada orangtua. SD ibu mendapat beasiswa karena selalu ranking 1, dan SMP ibu di sekolah negeri yang bisa dibilang murah sekali. Kakek dan nenekmu adalah pekerja keras yang bisa dibilang sebenarnya keluarga mampu juga, sehingga ibu sebenarnya bisa berkecukupan.

SMA, ibu di asrama, dan ibu mendapat beasiswa full. Padahal perbulannya jika kita membayar, 1,5 juta nak, dengan uang masuk 15 juta, yang pada jaman ibu SMA, itu sudah terbilang mahal nak. Hahaha. Lucu sekali aku memanggil NAK pada orang yang belum lahir.

Oya, tadi ibu berkata lebih baik menjadi pengusaha eh? Ya memang Nak, pengusaha, bahkan Nabi saja mengajarkan untuk berdagang. Tapi tidak dibenarkan menjadi dokter yang mendagangkan dokternya, sehingga dokter dan pedagang harus memiliki batasan tegas, atau nanti kita malah  “memeras” pasien kita.

Nak, ketika ibu menulis ini, sebenarnya ibu hanya ingin kamu tahu, bahwa menjadi dokter itu tidak mudah. Namun, menjadi dokter adalah profesi yang mulia, jika kita menjalankan dengan hati yang mulia. Ada seorang teman ibu, sahabat ibu malah, yang mungkin belum menyadari rasanya MULIAnya profesi ini, sehingga dia menjalankan dengan setengah hati. Tidak berpkir bahwa nanti selagi bekerja, kita bisa menabung amalan untuk nanti di akhirat. Maka, di dunia ini tak semuanya ditabung dengan UANG. Yang terpenting adalah kehidupan setelah mati ini Nak.

Entahlah. Ibu baru saja mengalami kecelakaan, sesungguhnya ibu hanya retak pada jari kanan ibu, dan luka-luka lecet di wajah. Namun, ibu tidak percaya diri untuk pergi keluar. Alhamdulilah, ternyata salat itu tidak harus wudhu, bsa hanya bertayamum, dan ibu melakukannya: TAYAMUM. Karena luka-luka ini, sejatinya sebagiknya hindari dulu terkena air. Ibu sudah merindukanmu untuk datang ke dunia, Nak. Ibu hanya berpikir, apakah hari-hari akan terasa hampa seperti ini, seperti ibu merindukan kesembuhan. Karena jujur, ibu tidak bisa melakukan apapun pasca terjatuh dari motor 4 hari yang lalu.

Hahahah konyol, ibu berbicara pada sosok “anak” yang belum lahir. Tapi ibu janji akan membacakan ini untukmu kelak. Ibu akan berkata ketika ibu menuliskan ini, ibu berusia 24 tahun, dengan retak jari tangan kanan, muka penuh lecet.

I will miss your born in this world, my child.

 

Image44

hahhahaha aku rasa aku kenapa mesti mencantumkan ini? Karena gadget ibu remuk rusak pecah ketika ibu terjatuh dalam kecelakaan 4 hari lalu. Ibu masih tidak membayangkan, ibu terbanting beberapa meter dari motor dan hape ini juga, tapi alangkah beruntungnya Ibu karena tidak ada kendaraan yang menghantam ibu dari belakang, jika tidak? ibu jadi “manusia penyet”. Nah foto ini hanya pengingat saja, ibu pernah seperti ini HAHAHAHA.

Image50

Ini tanganku Nak. Alih-alih di gips, dasar dokter soktau, akhirnya aku elastic bandage saja. Hehehe…

Oya, ibumu ini sedikit gila, dan sedikit galak. Tapi ibu akan melakukan yang terbaik untukmu Nak. Ibu dulu pernah jauh sekali dari orangtua ibu, namunibu tidak akan jauh darimu Nak. Ibu akan menjagamu. Oya, ibu juga malu, ibu belum bisa mengaji. Ibu ingin belajar mengaji. Ah, sepertinya liburan ini saat yang tepat untuk ibu belajar mengaji supaya tidak malu nanti di hadapanmu.

Oke, doakan ibu ya dari langit sana, supaya ibu segera dianugerahimu, Nak, jiwa yang suci dan murni.

 

Angga Dwian Prakoso: Ulangtahun

Malam ini aku tulis khusus semua tentang Angga Dwian Prakoso.

Nggak apa-apa dong nyampah.

Hehehe memberi kepuasan diri di tengah kesibukan persiapan UKMPPD yang akan tiba 12 hari lagi (counting down the time).

Oke, Angga Dwian Prakoso.

Angga sendiri memiliki arti tubuh, atau anggota badan. Hal ini benar-benar mencerminkan dirinya yang berbadan tegap, kekar, tinggi, besar, dan aku selalu merasa bahwa Angga bisa melindungiku nanti dari apapun.. Angga juga orangnya sangat sabar, dan menyayangiku sepenuhnya.

Dwian artinya anak kedua. Memang, Angga adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Angga merupakan anak tengah-tengah, dan orangtuanya tentu sangat menyayanginya, dan sangat bangga kepada dirinya, termasuk pula diriku. Aku sangat bangga, dan aku sangat menyayanginya.

Prakoso artinya kuat. Yang ini terbukti banget, kuat bertahan menjalani hubungan denganku, sabar dan tetap sangat amat baik kepada diriku, tidak pernah berkurang rasa sayangnya. Rasa sayangnya begitu kuat. begitu kokoh.

Baru-baru ini, Angga Dwian Prakoso berulangtahun. Angga lahir 24 tahun silam, tepatnya pada tanggal 8 November 1991. Jujur saja, tua aku. Hahahaha. Aku lahir pada tanggal 23 Juni 1991, tetapi aku bangga pada Angga, karena Angga tidak menampakkan bahwa dirinya lebih muda dariku, bahkan memang secara fisik tampak lebih tua Angga wahahha. Bukan bukan, Angga belum beruban. Hanya saja, badannya sangat besar, bongsor, tetapi keren, atlet renang dan sepak bola. Kadang-kadang bisa juga jadi atlet pulau kapuk. Kalau tidur ilernya kemana-mana. Basah semua. Nooohh bajuku pernah jadi sasaran ilernya gegara tidurnya di pundakku.

Angga sangat suka berolahraga. Lama sudah tidak bermain sepak bola, kini angga merambah ke dunia tani. Kini Angga menanam padi di sawah, bersama Gopro barunya. Tapi aku bohong. Yang benar adalah: Angga sekarang suka futsal, sampai-sampai kalau futsal, aku ngambek. Karena Angga bagaikan hilang ditelan bumi kalau futsal! Iya, benar, ga ada kabar gitu. Ilang peeet udah ilang iya ilang.

Sepatu futsalnya ada banyak. Kata Angga, “Ini sepatu futsal untuk lalala, fungsinya memutar bola agar lebih lilili” (sejujurnya aku kurang paham sih di bagian lalalala dan lilili nya. Lalu untuk sepatu futsal lainnya, “Kalau yang ini untuk pemain tengah, sepatu ini fungsinya akan membantuk lari karena lalala lebih ringan.”

Entahlah, futsal itu benar-benar dunianya.

Aku dan Angga sama-sama pecinta musik. Aku suka bernyanyi, Angga pun juga. Sehingga kalau karokean, kita sok-sok duet gitu. Tapi lebih asik lagi kalau ngejam bareng, secara aku suka banget main piano, dan Angga bisa banget main gitar, dan dia juga bisa main piano. Asik kan? Enggak. Kenapa? Karena kita orangnya sukanya rebutan. “Eh lagu ini aja!” “Jangan dong yang, lagunya yang ini aja” Atau misal udah sepakat lagunya apa, nanti tau-tau, “Ihhh aku aja yang main piano, aku bisa kok!” “Enggak, aku tau kuncinya, sini aku aja, sayang yang nyanyi!!”

Plis deh hahahahaa. Terus misalnya udah nyanyi sampe tengah, reff sekali, terus salah satu dari kita ada yang bilang gini “Ih lagunya ngebosenin, ganti yuk” “Iya yuk ganti aja.” Akhirnya ganti lagu, dan debat lagi deh untuk menentukan lagu selanjutnya.

Apa yang paling aku sukai? Hmmmm.. Angga itu patuh banget sama mama papanya. Aku suka itu. Mama papanya adalah everything untuk Angga, dan aku sangat mengagumi. Bahkan, dia selalu memikirkan kebahagiaan mama papanya, entah dari gajinya ini selalu dipikirkan mau beliin mama papa apa yaaa.. ^^

Yang aku sukai lainnya adalah, puasa Daudnya jalan terus. Salatnya selalu tegak. Dan selalu mengajariku berbuat hal-hal yang baik dan benar, seperti, tidur tepat waktu, jangan tidur molor kayak gini ini. Ya gapapa, namanya juga kelelawar malam, udah lama ga blogging, pengen banget nulis tentang orang yang disayang. Saking Angga rajin banget puasa Daud, aku bertekad akan menamai anakku dengan nama Daud. Tapi ya betenya sih, kalau misal ketemuan, terus weekend gitu ya, terus Angga cuma makan misal hari Sabtunya, atau hari Minggunya doang. Sisanya aku krik krik krik kemana-mana makan sendiri, minum sendiri, Angga hanya menemani.

Yang aku sukai lainnya? Angga bisa tahu isi hatiku tanpa harus bertanya lebih dalam. Ya bisa dibilang peka lah. Padahal ya aku udah berusaha menutupi, misal aku bete sama dia, eh dia malah nanya, “Kenapa sih yang, kok beda?” “Marah ya yang?”

Padahal aku udah berusaha nahan, tapi karena didesak-desak, jadi meledak deh. Pernah nih ya, saking aku marah banget sama dia, dia bilang “Pukul aja aku, kalau kesel pukul aja aku!!!”

Ya karena kesel, aku pukul beneran deh, terus bajunya aku tarik kerahnya, ehhhhhhhh, kancing bajunya lepas semua, terus bajunya robek. Yassalam, tenagaku yang kuat atau bajunya yang lemah? Haduhhh.. Terus aku nyesel banget, dan sekarang aku ga mau menggunakan lagi ototku untuk kekuatan yang alay kayak gitu.

Angga itu, dulu aku kenal pertama kali setelah dia baru aja supitan. Kayanya perban supitnya masih nempel deh di tititnya ahhahhaahhaa.. Tapi aku ga liat sih, soalnya waktu itu masih pake baju merah putih. Ospek. SMP. Seru banget. Aku kan dari SD Kristen, yang mayoritas orang-orangnya chinese, dan ketika aku melihat mahluk manis yang ga pernah aku lihat sebelumnya, yaaaa aku suka deh. Monkey love. Eh, ternyata dia juga suka sama aku.

Yang aku suka lagi dari Angga Dwian adalah, Angga bisa mengingat setiap detail yang aku pakai, aku lakukan, aku capai, ketika SMP. Misal, dia ingat ketika aku dihukum di lapangan upacara tengah hari, ga boleh ikut pelajaran, karena aku pakai tato temporer dari Bali. Hahahaha. Terus dia juga inget, dulu waktu SMP aku ditaksir sama orang yang namanya sama dengan dia, dan aku malah jadian juga sama cowo itu.

Hahahaha.

Ha.

Ha.

Yang aku ingat dari dia adalah, Angga manis ganteng, tapiii… sukanya mengejekku dengan sebutan “Mbok Jamu” karena pantatku yang besaaar. Padahal aku belum segemuk sekarnag waktu SMP, itu aja pantatku udah besar. Jadi ya wajar ya kalau sekarang juga lebih besar hahahahaha…..

Seringkali pertanyaan mendasar adalah, “Kok mau sih Angga sama aku?”

Hahaha terus dia simpel aja, “Sayang kan first love ku.”

Ceileeeeeee. Susah ya. Padahal Angga ganteng, bisa cari yang cantiknya flawlesss. Cetar. Aku mah biasa aja. Eh terus Angga bilang, “Aku suka kamu tanpa make up atau riasan muka, lebih alami, dan memang cantik seperti ini, apa adanya.”

Nahhhh ini nih, cowo yang bener ya yang suka cewe tanpa riasan muka. (hahaha biar akunya juga ga repot beli kosmetik sana sini lah ya)

Semoga Angga tetap menjadi Angga yang seperti ini, yang menyenangkan, soleh, dan sayang sama aku apa adanya.

Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku…

Selamat ulangtahun Angga Dwian Prakoso! Kesukesan akan selalu mengiringi!!!

 

10991202_942975819046083_5466935426163463656_n

Hobi kami adalah berolahraga sambil memandang kamera. Wkwk.

Hobi kami adalah berolahraga sambil memandang kamera. Wkwk.

Angga dwian prakoso…

 

“Seseorang yang awalnya asing dapat menjadi seorang teman yang hanya bisa saling mengejek tanpa memahami di kemudian hari apa yang Allah persiapkan atas pertemuan itu..”

 

 

Ketika itu masa orientasi siswa (MOS) SMP dan aku yang pertama kali melihat dirinya. Laki-laki yg pertama kali aku ajak kenalan, ketika bahkan kita masih menggunakan pakaian merah putih, dengan bet SD masing-masing. Aku SD Kristen 2 Laboratorium Salatiga, dan dia SD Tegalrejo 2. Hanya satu yang terbesit di pikiranku, wajahnya manis, anaknya bersahaja. Perkenalan hari pertama ini membawaku mengetahui bahwa lelaki baru yg aku ajak kenalan ini bernama Angga.

Keesokan harinya, kami bertemu dalam suatu hal yang tak terduga: kami sekelas. Kuberanikan diri memberikannya sepucuk surat, menandakan dirinya lebih spesial untukku daripada anak lainnya. Tetapi entah, surat itu tidak pernah dibalasnya. Aku merasa malu pernah memberikannya surat karena ternyata sahabatnya sering mengejek-ejekku dengan sebutan mbok jamu. Entah kenapa, tapi memang dari SMP aku tidak pernah percaya diri karena meskipun aku belum segemuk sekarang tetapi pantatku besar. Menyedihkan sekali mengingat potongan rok SMP tidak seperti rok SD. Hafff. Aku merasa aku buruk rupa. Tetapi ternyata karena surat itu, Angga menjadi menaruh perhatian lebih kepadaku tanpa sepengetahuanku. Sepanjang SMP dia memperhatikanku, mengetahui setiap detail prestasi, pujian, dan hukuman apa yang ak dapatkan ketika SMP.

 

Dia memiliki perhatian yang lebih kepadaku dalam diam. Kemana arah aku tuju ketika bel istirahat berbunyi, bagaimana cara jalanku, kenapa aku dihukum di tengah lapangan ketika kelas 2 SMP, dan masih banyak lagi.Kelas 3 SMP, dia mengajakku berpacaran. Entah kebodohan apa yang terjadi, aku menolaknya, dengan cara yg kasar. Mungkin kondisinya tidak sedewasa sekarang. Itu adalah cinta monyet, dan ketika itu dia suka mengejekku mbok jamu, jadi pikirku mana mungkin dia menyukaiku. Aku merasa aku sedang dipermainkan, dan ternyata penolakan itu berbekas pada dirinya sampai sekarang. Entah apakah memang ada, dan entah bagaimana mekanismenya, dia melabeli diriku “cinta pertama”nya.

 

Waktu berlalu. Aku harus berasrama ketika SMA. Kami pun berpisah kota, berpisah sekolah. Aku pun tak pernah tahu pernah menjadi cinta pertama seorang anak manusia yang ternyata sekarang  aku sebut namanya di setiap doaku. Anak manusia yang menjadi tujuanku siapakah nanti suamiku. Semasa aku di SMA, aku berasrama, tetapi ketika aku liburan, aku bermain bersama dirinya. angga bermain ke rumahku, lalu kita pergi bersama sebagai teman. Ketika aku masuk perkuliahan, angga telah menemukan kekasih hatinya saat itu tetapi dia mengetahui banyak hal tentang diriku, melalui facebook. Dia tahu kapan aku mengawali karir sebagai pemilik butik, memiliki kedai dimsum, memiliki kesempatan ke Amerika Serikat, dan baginya, kesempatan untuk mendekatiku juga masih ada.

 

Suatu moment yang besar terjadi dalam hidupku. Singkat cerita aku berganti kepercayaan dan kini aku memiliki agama yg sama dengan dirinya. Ketika itu sudah 4 tahun lamanya dia seperti menghilang dari diriku, tanpa aku tahu sekarang kondisinya seperti apa. Tetapi dia selalu mengerti kondisiku, facebook bisa menceritakan apakah aku sedang apa dan bagaimana, meskipun aku tidak terlalu update utk facebook ku sendiri,tetapi aku selalu mengupdate facebook dr bisnis yang sedang aku jalani. Ketika tahu kita sudah memiliki agama yang sama, dia benar-benar mencariku dan mengajakku bertemu. Aku kepo facebooknya untuk mengenal dia lebih jauh mengingat sudah 9 tahun kita tidak bertemu. Ternyata aku menyimpulkan dia sudah memiliki kekasih sehingga aku bisa tahu batasan bertemu teman antar teman, dengan tetap menjaga perasaan kekasihnya. Baiklah. Lalu kami bertemu dan bercerita banyak hal, dan ternyata dia mengetahui dan memahami agama dengan baik, agamaku yang baru. Aku butuh bimbingan dan aku sering bertanya kepadanya. Aku menjadi mengetahui mana yang dianjurkan dan diwajibkan, dan dia selalu menjadi tentor yang baik krn selalu mencontohkan, bukan menggurui. Yang paling amazing, dia berpuasa daud sudah 5 tahun, puasa selang sehari puasa sehari tidak sehari puasa sehari tidak. Ketika aku bertemu dengannya lagi, aku seperti kembali mengingat masa ketika 9 tahun yang lalu. Muda kembali. Cinta monyet.

 

Kadang ketika sedang merenung sendiri, aku merasa ingin memiliki kisah cinta yang indah seperti dongeng putri putri disney. Tapi setelah dipikir, itu terlalu romantis sehingga kuturunkan standardku menjadi kisah novel. Hmmm. Aku pikir sekarang aku sedang berada dalam kisah yang tak akan terlupakan untuk diceritakan kepada anak cucuku, bahwa aku mendapatkan hati seorang pemuda tampan, berpendidikan tinggi, berbadan tegap, jago olahraga, ibadahnya bagus, ngajinya oke, dan terlebih, menempatkanku sebagai cinta pertamanya, dan insya Allah sebagai cinta terakhirnya. Sebelum kita dipertemukan kembali oleh Allah, kita memiliki kisah romansa masing-masing dan kenakalan masing-masing. Dari sini aku merasa bahwa 9 tahun perpisahan kita sudah menggores banyak cerita di lembar buku kita masing-masing. Seiring berjalannya waktu, halaman-halaman buku kita bertemu, untuk kemudian ditulis bersama. Tak ada lagi dua wanita dalam satu waktu, tiga wanita dalam satu waktu sekaligus, gembrik, dan sebagainya. Ketika mengetahui bahwa diriku menjadi mualaf, dia berjanji pada Allah agar membuatku menjadi satu-satunya dan yang terakhir, dan kenakalan masa muda sudah berakhir.

 

Aku? Aku juga bukan seseorang yang tanpa dosa. Aku pernah membuatnya sakit hati karena kehadiran lelaki lain yang sebenarnya hanya teman, bahkan adik kelas, tetapi amarah terlalu menguasainya sehingga dia mengamuk sejadi-jadinya. Ingin aku redam, tetapi aku takut terkena pukulan atau fisiknya ketika emosinya masih memuncak. Entah dia berbicara menceritakan kekecewaannya karena cemburunya, lalu, dia pergi menuju sumber air yang ada di situ, dan dia mengambil air wudhu, lalu redamlah emosinya, dan dia menangis sejadi-jadinya. Di situ aku belajar lagi satu hal, melalui tindakannya lagi: amarah bisa menguasai, tapi setan bisa pergi dengan bismillah dan berwudhu.

 

Meskipun teman masa kecil, justru tidak semudah itu untuk memutuskan bahwa dia memang untukku. Aku memilih dirinya dari beberapa lelaki yang ketika itu menunjukkan niat keseriusannya untuk menjadi bagian dari masa depanku. Aku beristikharah. Ketika itu aku masih belajar salat, dan salat masih membaca teks untuk menghapalkan hapalannya. Istikharah aku niati setiap hari, dan ketika seminggu pertama, aku merasa belum diberikan petunjuk oleh Allah. Tapi aku tak patah arang, dari sekian lelaki tadi aku menginginkan yang terbaik menurut Allah, bukan dengan melibatkan subyrktivitasku, tetapi murni aku serahkan kepada Allah. Aku bertanya kepada teman, apa jawaban istikharah itu? Istikharah seringkali diberikan jawaban melalui mimpi, tetapi bisa juga berupa kemantapan hati sampai kamu yakin apa yang menjadi jawaban dari Allah itu memang ikhlas untuk kamu terima.

 

Seminggu sudah aku beristikharah. Taksadar ketika kuliah aku bercerita kepada temanku “Aku bermimpi berjalan-jalan dengan Angga. Lalu angga tersenyum kepadaku di mimpi itu.” Temanku mengingatkanku, “mimpi pen? Jawaban istikharah?”

Aku lupa bahwa mimpi ini bisa berkaitan dengan istikharah. Tapi lantas temanku mengingatkanku, “Hati-hati. Bisa jadi itu tipu daya jin. Tetaplah beristikharah. Lihat apakah mimpi itu bisa meyakinkanmu lagi di malam-malam selanjutny.”

 

Akhirnya aku beristikharah sampai satu bulan. Setiap hari selama aku beristikharah, aku tak bisa lepas diberi mimpi berupa Angga. Entah sedang bermain denganku, atau sekedar melintas di dalam mimpi. Akhirnya aku memilih dirinya dan dengan besar hati aku menolak beberapa lelaki lainnya. Sebenarnya agak eneg juga menceritakan bagian ini, karena seolah aku terlalu laku. Hahaha. Padahal enggak.

 

Aku hanya berharap ini cinta terakhirku, seseorang yang telah dipilihkan oleh Allah kepadaku. Dengan mendekat kepadaNya, aku hanya meminta satu hal, Allah menerjunkan berkah-berkahNya kepada diriku dan dirinya. Kini masing-masing dari kami sedang mengumpulkan restu, modal, dan menunggu kelulusanku sebagai dokter untuk menikah… semoga semua dipermudah.