DOCTOR'S SECRET

Young Doctor. Struggling to make others smile

Category : Kisah Pembentukan Karakterku Sendiri

Terkadang

Terkadang rasanya ingin menghilang
Menempati tempat baru
Di mana orang tidak mengenal
Di mana semua orang bisa kita beri senyum
Dan membalas senyuman kita dg tulus
Tanpa terpikirkan siapa kita dan apa maksud kita

Terkadang ingin rasanya menjadi orang lain
Yang berbeda dengan segenap peninggalan beban hidup
Berjalan satu tuju ke tempat baru
Dengan impian yang ternyata pupus
Ketika dihadapkan pada tembok kenyataan

Terkadang ingin rasanya ku tak miliki jantung
Karena rasa berdebar yang sangat kencang ini
Tak bisa aku kontrol dengan segenap genggam tangan
Hingga keringat dingin mengucur
Dan sesak ini muncul

Terkadang aku lupa
Bahwa banyak orang yang ingin menjadi sepertiku
Satu muara permasalahan hidup
Sebenarnya bukan pada melarikan diri
Namun dihadapi dengan senyuman

Keberadaanku sekarang berwarna hijau. haha bukan ini yg mau kutulis, tapi tentang diriku ketika SMA.  sebenarnya kelemahanku adalah suka seenak jidat dalaM bertingkahlaku. melihat sesuatu yang bagiku tdk masuk akal tetapi menjadi aturan, tdk akan aku patuhi. banyak hal yang kecil mritil dan aneh, tetapi karena rasa takut, banyak orang mematuhinya dan itu terjadi di SMA Taruna Nusantara, contoh: siswi kelas 1 tidak boleh cantik. hahaha sebenarnya tidak seperti itu aturannya, tetapi seperti ini: siswi kelas 1 tidak boleh memakai jepit yg berwarna selain hitam, tsk boleh memakai bando dgn warna apapun, tdk bole memakai anting yg mencolok. mungkin bagiku ini nggak masuk akal. anting? Anting kita sendiri, bando? Bamdo kita sendiri. begitu juga dengan jepit. ujungnya, ketika disadari, hal ini lebih kepada cara pembelajaran kedisplinan, yang akhirnya benar-benar tertanam sampainaku lulus: aku ga suka pake jepit selain warna hitam, aku ga suka pake bando slain untuk menyibak poni yg terlalu panjang, aku ga suka pake anting. salut deh sama SMAku. hahaha. tetapi, jangan salah, sebelum bisa diterapkan dalam kehidupam sehari-hari seperti sekarang, aku sempat mekanggarnya, hahahaha, sehingga dilabrak oleh kakak kelas, dan akhirnya aku mnurut.
okelah, yg tadi itu adalah aturan antar adik-kaka tingkat. masih banyak lagi aturan antar siswa di asrama, antar siwa di meja makan, antar siswa dan guru, dan yang lainnya. hahaha lalu berkat serangkaian aturan itu, aku pernah dibawa menjadi orang dengan penyandang nilai kepribadian terburuk di angkatanku, dengan nilai rapot menjadi salah satu yg terbaik di angkatan. miris sekali, mengingat di SMAku tdk sekedar nilai akdemik yang dipertimbangkan, tetapi juga nilai kepribadian (sikap dan tingkah laku) serta nilai kesehatan jasmani. Sebagai penyandang cacat, ups, maksudku, sebagai penerima beasiswa dari gubernur propinsi tempatku berasal, saat itu Pak Mardianto, lalu beliau menjabat Mendagri 2tahun setelah memberikanku beasiswa, halo Paaaak hahahaha, oke lanjut lagi, memiliki nilai kepribadian trendah di angkatan adalah sesuatu yg tdk baik. Seketika itu aku terkenal di kalangan Wakasek hahaha, lalu aku ditanyai macam-macam kenapa bisa nilai kepribadianku rendah seperti itu. lah kenapa nanya ke aku Pak? Ya tanya dong kepada pemberi aturan sehingga sikapku yg biasa saja malah dianggap salah. haha.
bukan, memang aku nakal sih. aku pernah membentak guru (disana disebut pamong) ketika hariku buruk, dia menegurku untuk masalah yang ga penting, tetapi menegur dengan agak membentak, lalu aku diam, dan dia semakin membemtak, akhirnyaa aku balas bentak “Saya lagi banyak masalah Bu! Jgn marah-marah dong.” lalu dia meledakledak membentakku dgn lebih panjang, aku diceramahi macam-macam, semacam jangN MEMBENTAK dan dia jg menjelaskan bahwa dia jg punya banyak masalah. yah begitulah. toleransi untuk perasaan di sana sangat sedikit, apalagi untuk seseorang yg bukan anak dari siapa-siapa sepertiku. untunglah hal ini hanya berdampak untk nilai kepribadianku, dan untunglah dalam mencari perguruan tingi, nilai rapot tdk dipertimbangkan.tetapibsejak itu aku semakin mengerti, bahwa ketika ada ibu ibu marah marah di hadapanmu, hadapilah dgn diam, karena masalah beliau pasti lebih banyak dari diri kita yg belum ibu ibu hahahaha.
masalahku yg lain adalah, aku menyukai sesuatu yg baru. karena seragam SMA ku yang berwarna biru muda itu aku rasa membosankan, akhirny aku berjalan-jalan ke mall yg cukup ramai dengan kakak kelas, ketika it memang diperbolehkan pesiar, dan aku berganti baju, mengenakan baju bebas. oke, aku memang masih kelas 1, teapi cukup banyak kakak kelas yg mengenaliku, aku kira bergantibaju ketika pesiar it bole dan sah saja, ternyata itu adalah hal yg ilegal, akhirnya sepulang dari pesiar, aku langsung disidang oleh kakak-kakak yg memang sayang dan care dengan diriku hehehe, lalu aku disuruh minta maaf di depan teman- teman seangkatan, saat itu malu, tapi ternyata mereka support aku banget, dan dari situ, aku menyadari, pelajaran berharga kali ini bukanlah: AKU DILARANG MEMAKAI BAJU BEBAS KETIKA PESIAR , karena bagiku Tuhan pun tdk mempermasalahkan baju apa yang aku pakai, tetapi lebih kepada: WOW TEMAN-TEMANKU BAIK HATI DAN SUPPORT AKU APAPUN KONDISIKU, dan di situlah kekeluargaan TN yg pertama kali kurasakan. humm.
banyak hal yg terjadi ketika SMA, kenangan pahit dan manis, dan aku sadar, aku adalah bagian dari sesuatu yg membanggakan, terlepas dari kebiasaanku yg suka berkonflik, karena sesungguhnya masih banyak konflik yg pernah aku perbuat di sana. handphone? Hahaha tiga kali aku berganti ponsel ketika SMA, dan dua kali aku terangkap basah membawa ponsel. hukumannya adalah ponselkundisita dan diambil ketika hari kelulusan. hahahaa selain itu, hukumannya adalah mengenakan jubah hukuman, yaitu jubah yg berwarna hijau seperti pakaian hansip. kisahnyapun selalu bodoh: aku ketiduran ketika memegang ponsel, lalu pegangan kendor, dan ponselku merangkak merosot ke lantai, dan ahirnya jengjeeeeng, ditemukan oleh pamong lalu disita. menyebalkan. saking sebelnya, aku pernah membawa kisah ini ke alam mimpi ketika sudah berkuliah dan sudah 3 tahun lepas dari SMA ini. hahahaha.
kisah konflik yang lain adalah, saking banyaknya, bingung mau menceritakan yang mana lagi, hahahaa, kisah konflik lain adalah terperangkap dalam asiknya pesiar. tidak setiap minggu diijinkan pesiar, sehingga setiap keluar pesiar, aku malas untuk pulang ke asrama, akhirnya aku dengan teman-teman, bagaikan burung yg dilepas dari sangkar (lebay, tapi memang begitulah keadaan yg kita hadapi) selalu memanfaatkan jam pesiar dengan maksimum, bahkan lebih dari maksimum, alias telat. kalau apes, ya ketawan pamong graha dan dihukum lari keliling graha atau dihukum sekom (swmacam skotjam tapi cuma jongkok-berdiri-jongkok-berdiri), yah begitulah. Selalu aa konsekuensi dari apapun yg kita perbuat bukan, bersenang-senang dahulu, bersakit-sakit kemudian. Setelah sekian lama keluar dari asrama, aku merssa jalan-jalan dan menghirup udara bebas adalah hal yg biasa, dan malah membosankan, sesuatu yg dulu langka aku dapatkan, justru kini adalah sesuatu yg membosankan. Fiyuuuuh.. Konflik lain akan aku ceritakan kapan-kapan, karena blog ini sudah mulai penuh, dan aku juga mulai jenuh menceritakan rangkaian konflik yg pernah aku alami di tarnus, yg jelas hidupku menjadi tdk membosankan krn aku memang suka berkonflik utk menambah pengalaman. Ucapan terimakasih tak putus-putusnya kuucapkan kepada para pamong yg tidak bosan menghukum dan meladeni diriku utk berkonflik. Hahahaa. Horeeeee.. Salam hangat dariku, seorang anak yg tdk pandai mengetik tetapi tetap berusaha menulis.

 

PS: Ini catatan harianku ketika aku berusia 20 tahun sepertinya, masih labil, tapi aku suka <3

Sebelumnya sempat ngehits kepribadian yang dilihat dari jenis SANGUINIS, KOLERIS, PLEGMATIS, dan MELANKOLIS… Dahulu saya diklaim oleh badan psikolog yang menyelenggarakan itu sebagai: SANGUINIS MELANKOLIS, tetapi setelah ditelusuri, saya jg ada kok unsur kolerisnya, bahkan plegmatisnya *sebenernya saya juga bingung apa tuh sanguinis, melankolis wkwkwk* intinya, masih ada penolakan dalam diri.

NEW VERSION!

Metode golongan darah untuk kepribadian? BUKANNN! Ini ada lagi yang lebih baru.

Sekarang, metode baru untuk mengetahui kepribadian diri kita yang sebenernya ada dalam GENETIK kita dapat dengan mudah ditilik.  Baru-baru ini, saya mencoba satu tes yaitu tes STIFIN, berupa tes kepribadian yang menurut saya:

GUE BANGET!

Kok bisa?

Hmmm, singkatnya, suatu malam, saya ikut suatu seminar tentang “SHARING BUSSINESS”, tanpa maksud apapun, tapi ternyata HAL INI MENGUBAH HIDUPKU *jengjengjeng lebaaaay*

SATU HAL UNTUK SELAMANYA.. Tuhan menciptakan manusia sekali ketika lahir, tetapi aset-aset manusia, panca indera, tangan, kaki, tubuh ini, adalah untuk selamanya sampai akhir hayat kita bukan? Nahhhh…

Gimana tuh? Sekarang tangan kita ada 5 jari yang menunjukkan KECERDASAN manusia.

stifin1

Gambar 1. Jari-jari KECERDASAN manusia

Yah, ini pengenalan aja sih, biar mudah menghafal yaaa.. STIFIN

JEMPOLLLL —> #S = Sensing

Beda yaaa sama sensitif. Orang Sensing itu cenderung RAJIN dan MEMORINYA KUAT! Cara belajarnya kudu pake STABILO. Kalau milih baju susah, kudu MATCHING, kalo cewe pun, CENDERUNG DANDAN, atau at least, good looking lah. kenapa JEMPOL? Karena orang sensing SUKA DIPUJI.

Kalau dikaitkan dengan ilmu kedokteran, MEMORI itu dipusatkan pada SISTEM LIMBIK yang berada pada sisi otak dominan (otak kiri) bagian dalam, sehingga orang SENSING, cenderung mempergunakan MEMORI-LIMBIK dalam berkarya.  Maka, orang ini jago banget MENGHAFAL, MENIRU, sehingga mesin kecerdasannya adalah: MEMORIAL QUOTIENT (ceileeeh udah ga jaman lagi ya hanya sekedar INTELEGENT QUOTIENT / IQ)

 

TELUNJUKKKK —> #T = Thinking

Nah, kalo Thinking udah jelas, orangnya PEMIKIR. Orang-orang kayak gini nih yang cocok jadi dosen, profesor, karena LOGIKAnya jalan banget. Kalau di lingkungan sekolah atau kuliah ini tampak orang-orang pinter yang sekali baca buku langsung ngerti, nah bisa jadi mereka golongan ini nih.  Apalagi orang-orang Thinking ini memiliki jiwa RESPONSIBLE yang tinggi, di dunia formal, nilai C, eh nilai B deh, udah kebakaran jenggot. Awwww jenggot gue maaaaaak kebakarrrrr nilai B. Sedangkan tipe-tipe yang selain Thinking pasti cuma menggumam “Gue ga habis pikir, nilai di mata kuliah X ini kan susah bener, kok dia dapet B aja kayak orang gila.”

Huff. Dunia memang berat. Tetapi, kalau kita punya dosen pembimbing yang KILLER, kerjaannya bolak balik revisi, gapapa sob, ini semata demi sesuatu yang disebut PROSES. Orang THINKING itu selalu melihat PROSES. Jadi, ikutin aja maunya, kalo revisi di halaman A ya di halaman A, besok ketemu doi ya ketemu lagi aja, yang penting proses. Perkara hasil akhirnya kita tetep ga pinter, yang penting kita udah mengikuti alur yang dibuat si Dosen Thinking ini.

Nah, bicara orang thinking, dari sisi kedokteran, jelas bagian otak yang digunakan adalah hemisfer kiri alias otak besar kiri, yaitu otak yang dominan melakukan fungsi seperti membaca, menghitung, menulis, dll.

 

JARI TENGAAAAH —> #In = Insting

 Insting ini disebut juga orang dengan INDRA KETUJUH alias FIRASATnya KENCENGGGG. Orang insting itu, kekuatannya ada di NALURI, DAN SERBA BISA.  Hmm, tetapi hati-hati, kalau marah atau kena tekanan, TEMPERAMENTAL sekaleee. Maka, orang insting cenderung dekat dengan Tuhan, alias RELIGIUS. Ya kalau muslim jadi USTADZ yang bener ya tapi, kalau Katolik ya jadi PASTOR yang bener ya tapi, kalau Budha ya ya gitulah sesuai agamanya masing-masing.

Terus kalau ga jadi kayak gitu jadi apa dong Mbak?

Jadi…. PREMAN. Yak, jadi kalau marah, orang insting bisa tanpa pikir panjang nyamperin orang yang dia keselin, terus ditonjok.

Otak dominan mana nih yang digunakan orang INSTING? OTAK TENGAH, alias dalam nama kedokteran itu: MESENSEFALON. Otak tengah ini merupakan salah satu pusat pernapasan, pusat irama jantungmu, dan lain-lain. Hiihiihii.

 

JARI MANIS —> #I = Intuiting

Orang dengan kecerdasan Intuiting bakal sanggup berimajinasi sejauh apapun, karena orang intuiting itu KREATIF, berorientasi pada KUALITAS, PERFEKSIONIS padahal mungkin tidak disadari oleh orang itu sendiri.  Hmm, cara mudahnya sih, saking imajinasinya tinggi, orang Intuiting diberi mainan belum 1 hari aja udah rusak.  Jiwa perusaknya tinggi.  Hidup buat dirinya itu DINAMIS. Antinyontek, karena dialah yang menciptakan arus! Kalau orang Insting itu punya INDRA KETUJUH, orang Intuiting ini punya INDRA KEENAM.

Hmm, secara perawakan fisik, karena imajinasinya menjulang tinggi sampai ke langit, orang intuiting ini serba panjang, kakinya panjang, tangannya panjang, bahkan anunya pun panjang! *jangan ngecek punyanya masing-masing yaaa* ahahaha.. Leher dan bahunya membentuk roket untuk membawa pikirannya melayang jauh ke langit, sehingga seringkali orang intuiting disebut MAHLUK LANGIT.

Dari sisi kedokteran, orang Intuiting ini mengutamakan otak HEMISFER KANAN untuk berpikir, dimana otak kanan adalah otak seni, otak imajinasi. Hmm, tak heran, kalau kita ngobrol sama orang Intuiting, orang ini mungkin seolah mendengarkan kita, tapi jangan salah, isi pikirannya sudah terbang kemana-mana. Hufhuf.

KELINGKING —> #F = Feeling

Nah, orang dengan kecerdasan Feeling itu, bisa kita lihat pada sosok Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Mantan Presiden Soekarno, yahh, kira-kira para pemimpin besarlah. Keren kan? Hmm, tunggu dulu, ada plus dan ada minusnya.  Orang feeling ini memang JAGO MENGUTAK-ATIK EMOSI ORANG LAIN, mudah bergaul, sehingga kalau kata orang “Ga ada Lo ga Rame!”, kalau pun itu cowok, cowok itu LEBAY,cenderung feminim, gampang nangis, dan hati-hati, kalau udah ga suka bakal dendam banget terus teriakkkk di tengah kota “GA SUKAAAA”. Oya, orang feeling juga serba nggak enakan. Dia ga enak sama si A, ga enak sama si B, ga enak sama si C, sehingga kadang mengorbankan perasaannya sendiri karena ga enakan sama orang lain.

Menilik Presiden Soekarno, yahhh kalau mau dituruti, gitu deh orang Feeling, suka tebar pesona dimana-mana, jadi hati-hati, mungkin sih, jiwa pemimpin ada, tetapi, memimpin rumah tangga lebih dari 1, itu bakatnya orang Feeling! hiiihiiihiii. Ya gimana lagi, orang feeling itu jago mengutak-atik hati orang lain, dan kalau udah suka banget, bakal dikejar bangeeeet.

Kalau dari sisi kedokteran, orang Feeling ini cenderung menggunakan otak SISTEM LIMBIK KANANnya, yaitu otak yang berhubungan dengan emosi dan relasi dengan orang lain. Tak heran orang feeling akan meluapkan emosinya dimana-mana, dikit-dikit UPDATE status, dikit-dikit nangis, dikit-dikit curhat, tetapi dengan kaya gitu, orang Feeling punya banyak temaaaan.

stifin2

Gambar 2. Catatanku Ketika Mengikuti Seminar STIFIn

Pada gambar di atas ada sedikit seupil tentang belahan penampang otak, yang mungkin kita tidak sadari bagian mana yang dominan kita gunakan sejak kecil. Kenapa daritadi saya membahas tentang KECERDASAN? Padahal yang dijadikan judul BLOG ini adalah KEPRIBADIAN. Mungkin banyak yang bertanya, KEPRIBADIAN kan juga dibentuk oleh LINGKUNGAN! That’s right. Tetapi ibarat kata, lingkungan adalah kepribadian yang dapat dimodifikasi, sedangkan GENETIK tidak dapat diubah lagi, SEUMUR HIDUP MELEKAT pada diri kita.

Hmm, okay, kecerdasan tadi melandasi kepribadian kita. Ketika kita lahir, kita membawa suatu gen dan dengan tes STIFIn inilah, kita ingin mengetahui secara tepat, GEN KITA INI MEWARNAI KECERDASAN mana? sehingga dalam melangkah kaki di samudera kehidupan ini, kita tidak salah langkah, umpama nih: “Ternyata aku tu INTUITING, aku cocok banget nih kerja di bidang seni, mendesain, membuat novel, dll, tetapi aku sekarang terjerumus di SAINS MATEMATIKA.” *sick* terpenjara dalam angka-angka, padahal imajinasinya setinggi langit.

Akhirnya, 3 hari lalu, saya memutuskan untuk tes STIFIN. Dan sayaaa adalah seoranggggg…. jengjengjengggggg……

SENSING EXTROVERT.

Apa itu? Hmmm, lebih dalam lagi nih sepertinya. Mesin kecerdasan apabila ditambah Introvert/Extrovert adalah suatu KEPRIBADIAN nyata yang tadi sudah sedikit dibicarakan.

Saya bersyukur sebagai seorang manusia sudah mengenal diri saya, lalu ditambah dengan tes STIFIN, saya SEMAKIN mengenal diri saya.

Kelak pada blog lain, akan saya bahas tentang KEPRIBADIAN itu, atau kalau memang penasaran, segera ajah tes stifin,

bisa follow twitternya di

@guestifin #GUEBANGET dan di @dodirustandi (STIFINman)

dan daftar untuk tes bisa juga follow dan tanya-tanya langsung ke twitter saya di @ursulapenny :D kalau tesnya di Semarang, saya bisa memberi tahu tempat yang recommended dan terpercaya :D

:D mudah dan murah, untuk seumur hidup lagi…

Sedikit cuplikan nih, kalau kita udah tahu tentang MESIN KECERDASAN ini, sangat enak loh menghadapi orang lain. Umpama nih, DARI CATATAN SAYA SELAMA SEMINAR SIH:

stifin4Gambar 3. Catatan Kecil tentang STIFIN

orang SENSING, fokus pada PENAMPAKAN, sehingga sangat memperhatikan tampilan fisik. Kalau ulangtahun pun, butuh satu KADO, sebagai perlambang perhatian seseorang pada dirinya. Karena fokus pada PENAMPAKAN, orang sensing inin cenderung untuk CINTA LOKASI. Haahaahha. Orang sensing juga cenderung berorientasi pada HARTA, jadi sekalian ya, kadonya yang MAHAL. hahaha *dihhhh padahal gue gak gitu* wkwkwk. *ada iyanya ding*

orang THINKING, fokus pada PELAJARAN, sehingga sangat memperhatikan prestasi ketika di kelas atau di bangku kuliah. Lha kalau udah kerja? fokusnya ganti dong, pada TAHTA, sehingga kado yang pas kalau orang thinking ulangtahun adalah : NAIK JABATAN. Hahahaha.

orang INSTING, fokus pada PERANAN, sehingga orang Insting aktif berperan serta dalam kehidupan di masyarakat. Orang Insting ini suka menolong, sehingga kado yang pas kalau orang Insting ulangtahun adalah disuruh bantu orang-orang susah, buat acara ke anak-anak panti asuhan, yeiy!

orang INTUITING, fokus pada IMAJINASI, pikirannya setinggi langit, mimpi-mimpinya berada bersama bintang-bintang di atas awan, sehingga, jika orang Intuiting ulangtahun, kita beri kado berupa kertas kosong saja untuk melukiskan mimpi-mimpinya. *pffffft* tapi yang jelas, orang Intuiting sangat berorientasi pada KUALITAS, sehingga sebisa mungkin, orang Intuiting akan memperbaiki kualitas dirinya, maupun produk yang diciptakannya.

orang FEELING, fokus pada PERSAHABATAN, sehingga kalau ulangtahun, tidak perlu diberikan kado apapun, cukup dengan kehadiran SAHABAT-SAHABATnya, orang feeling merasa senang…

Hiihihi, STIFIN menarik yaaa.. Yuuukkkkkk kita tes STIFIN untuk mengenal lebih jauh karakter kita, sebelum kita melangkah lebih jauh agar semakin mantap menapaki kehidupan ini, karena hidup ini akan menjadi :

GUE BANGET! setelah tes STIFIN. ***

 

 

 

 

images (1)

 

Power Rangers sebelum beraksi mengeluarkan “kekuatan” yang sebenarnya harus berubah wujud menjadi batu. Ups salah, itu kan Malin Kundang ya..

.unduhan

Malin Kundang berubah menjadi batu setelah mengubah hatinya menjadi sekeras batu, menolak ibunya sendiri.

Sebenarnya apa sih PERUBAHAN itu? Bagaimana menyikapi perubahan itu?  Kita bisa menyikapi perubahan dengan menjadi orang yang optimis, ataupun pesimis, tergantung bagaimana diri kita memahami perubahan itu.

Maka, kita harus memahami karakteristik perubahan.

1. PERUBAHAN ITU MISTERIUS

Misterius. Tidak dapat ditebak kapan datangnya. Begitu dateng, kita bisa aja sadar, tapi ga bisa dipegang. Begitu bisa dipegang, eh dia udah lari lagi. Itulah perubahan. Misterius.

2. PERUBAHAN ITU BUTUH KEBERANIAN YANG LUAR BIASA

Power Ranger berubah itu butuh keberanian yang luar biasa loh guys. Sekarang nih, ada monster dateng dengan tampang serem, terus bisa aja kan power ranger memilih untuk tidak berubah, tapi karena sudah mengumpulkan energi keberanian, maka mereka memutuskan untuk BERUBAAAAAAAAH!

3. PERUBAHAN ITU TIDAK DAPAT DILIHAT SEMUA ORANG

Ada orang-orang tertentu yang peka terhadap perubahan. Dari 100 orang yang peka, 10 orang memiliki keoptimisan, merekalah sang optimis, 50 orang mencemooh dan hanya mengomentari, melihat, menonton, itulah sang realis, dan sisanya menyerah pada keadaan, bahkan tak melihat adanya perubahan, itulah sang pesimis. Hello, hidup terlalu singkat broooo…

4. PERUBAHAN ITU TERJADI SETIAP SAAT

Tik tok tik tok, perubahan terjadi setiap detiknya, bahkan setiap hembusan nafas kita.  Setiap detik parasit saja bertambah di bumi ini, begitu pula jumlah kuman yang ada di tubuh kita, makanyaaaaa MANDI! HAAHAHAHAHA.

5. PERUBAHAN ITU MEMILIKI SISI KERAS DAN LEMBUT

Sisi keras dari perubhan adalah: perubahan sesungguhnya butuh modal, butuh energi, butuh uang, butuh teknologi! Ga percaya? Malin Kundang aja jadi batu butuh energi PETIR loh! Wkwkwwk.

Sisi Lembutnya, perubahan itu melibatkan manusia serta mengorganisasi manusia untuk menuju sesuatu yang membuat otaknya bekerja, ototnya digerakkan. Simpelnya, sisi lembut perubahan adalah mendayagunakan apa yang kita miliki sebagai seorang manusia. Tinggal manusianya aja sih sebenernya.

6. PERUBAHAN ITU DAPAT DITAKLUKKAN

Iya, perubahan dapat ditaklukan melalui kematangan kita untuk berpikir, kepribadian yang teguh, kumis yang tebal, mata yang tajam, pisau yang diasah, celana yang dijahit, kulit yang dilotion, *apa coba*

7. PERUBAHAN ITU MEMBUTUHKAN UPAYA KHUSUS

Upaya khusus ya semacam kerja ekstra. Misal, tadinya anak ayam mau berubah jadi angsa yang cantik, nah, si anak ayam harus bekerja ekstra gimana caranya biar mirip angsa, misal beli kok bulutangkis terus bulu-bulunya ditempelin di badannya, terus, beli cermin untuk ngaca udah mirip angsa belum. Ya semacam itulah!

8. PERUBAHAN ITU MEMBUTUHKAN PENGORBANAN

Pengorbanan itu bukan hal yang melulu menyedihkan atau mengharukan, karena kita melihat untuk jangka panjang. Hal kecil aja, kita mengorbankan waktu tidur untuk mengerjakan skripsi, nah, ini adalah suatu pengorbanan meskipun membuat fisiologis tubuh agak tidak seimbang karena menyita waktu istirahat, tetapi setidaknya halaman skripsi kita berubah, dari yang tadinya cuma 7 halaman sekarang seenggaknya nambah jadi 14 halaman. Ceileee udah bab 2 loh karena ga tidur semalaman.

9. PERUBAHAN ITU AKAN MENIMBULKAN PENGHARAPAN BARU

Pengharapan baru, alias penasaran, bakal kayak gimana nih setelah upaya khusus, energi ekstra, pengorbanan, dan lain-lainnya itu, bakal gimana nih kondisi barunya itu.

10. PERUBAHAN ITU MENAKUTKAN

Ah… tapi yang perlu kita takutkan cuma TUHAN. Hihihi…

Perubahan terjadi apabila suatu kondisi yang stabil tetiba mengalami sesuatu sehingga timbul kondisi baru yang asing, baru, lalu apabila kondisi itu mendapatkan tangan-tangan orang optimis dan oportunis, maka kondisi baru ini akan menjadi bertumbuh dan berkembang, sedangkan orang-orang pesimis dan realis? Mereka hanya ngedumel, ngomment, tapi ga melakukan apa-apa, atau bisa jadi mencemooh aja. Kasihan. Padahal bumi aja berputar, setiap hari setiap saat posisi detik jam saja berubah, masa kita mau gitu-gitu aja? Huf huf huf.

rain

 

Semua orang ingin menjadi KAYA, tetapi siap nggak buat jadi kaya?

Ada suatu cerita nih mas mbak bro.

Dahulu kala, suatu desa yang sedang dirundung kekeringan, kemarau berkepanjangan. Ladang dan sawah tak lagi menghasilkan.  Akhirnya kepala suku memutuskan untuk melakukan tarian hujan. Kostum sudah siap. Kepala suku yang cantik ini (ceritanya kepala sukunya cewek, karena desa ini terkenal akan emansipasinya untuk pertama kali dalam sejarah), sudah menyiapkan tari-tarian untuk menunggu hujan turun. Lalallaala akhirnya mereka nari-nari hujan tuh (kepala suku bersama warga desa itu).

Di tengah tarian, kepala suku marah-marah: “Woy warga! Kita tuh lagi nari tarian untuk meminta hujan, mana nih, kok nggak ada yang bawa payung, bahkan pake payung? Capek deh! Siap nggak nanti kalau hujan dateng?”

Nah, cerita di atas memberi ilustrasi bahwa kalau kita meminta kekayaan, kita harus siap menjadi kaya.. Untuk menjadi orang yang besar, orang yng sukses, kita harus berpikir besar, berpikir maju, berpikir sukses!

Salam sukses, @ursulapenny

love

Romansa, bumbu cinta. Pasti setiap orang pernah merasakannya. Perih jika kita mendapatkan cinta yang bertepuk sebelah tangan.  Setiap penyakit memiliki obat, begitu pula dengan sakit hati, pasti ada obatnya.  Ada yang berkata bahwa setiap manusia sudah diciptakan berpasang-pasangan, setiap tulang rusuk yang hilang akan ditemukan pada satu titik jodoh yang telah digariskan Yang Kuasa.

Seorang gadis, 22 tahun. Dalam angannya, kisah cinta adalah kisah yang bahagia. Tidak memimpikan apapun, tidak menyandarkan apapun pada harta dan materi. Cinta apa adanya. Ya, itulah impiannya.  Beberapa kali pria mendekatinya, bahkan menjalin hubungan serius dengannya, tetapi apa daya, hatinya belum menemukan ikatan yang tepat dengan pria-pria sebelumnya. Tak alang, pria pertama yang serius menjadi kekasihnya adalah seorang abdi negara, pria berseragam yang membuat hati wanita lain luluh dengan kemapanan yang ditawarkan. Paras yang gagah, mahir memainkan senjata, mampu memberikan apa yang gadis ini minta.   Tetapi, bukan itu yang dia cari. Ya, gadis itu masih belia. Mungkin hatinya belum mantap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.  Jarak usia yang terlampau jauh membuat gadis ini merasa, dia masih terlalu kecil untuk menjadi pendamping hidup pria ini.

longlovelife

Usailah perjalanan cinta mereka.  Gadis ini tidak lagi begitu muda. Gadis ini belum pula tua. Melalui serangkaian keaktifannya di dunia kampus, gadis ini melejit menjdi sosok yang digemari teman-temannya. Tetapi semakin banyak orang suka, semakin pula banyak orang yang tidak suka. Datanglah pria kedua yang datang ke dalam hidupnya, mewarnai kesehariannya, memberikan kelayakan dan kepastian masa depan untuk gadis ini.

Ya, bagaimana tidak,pria ini seorang dokter, juga pengusaha. Hari demi hari berlalu bersama pria kedua ini. Terlahir ke dunia sebagai seorang yang memiliki visi, pria ini hidup dalam mimpi-mimpinya yang besar, yang turut membesarkan mimpi si gadis. Namun, mereka memiliki kehebatan masing-masing yang membuat hubungan mereka yang tadinya harmonis menjadi hubungan persaingan. Mereka saling unjuk kebolehan masing-masing, memberikan sejuta angan pada diri masing-masing. Waktu berjalan, kerasnya hati mereka masing-masing terasah menjadi batu karang yang tajam, menusuk cinta masing-masing, kandaslah cinta mereka dengan sejuta harapan yang telanjur terpatri di angan si pria bahwa si gadis tidak akan melepaskan pria hebat, sehebat dia.  Tetapi si pria lupa, hidup tak hanya karir, tak hanya angan, tak hanya asa pribadi. Relasi dan komunikasi itu penting. Perhatian dan cinta kasih tak ubahnya air di padang gurun pada kisah mereka berdua.

Kini gadis ini tak lagi muda. Kini dia berada di ujung malam. Gadis ini telah tua pada usianya.  Memilih pria? Tentu bisa dia lakukan. Tetapi kali ini hatinya telah buta oleh tahta maupun harta. Kehidupan bahagia bukan lah semata oleh karena dua hal itu. Gadis ini telah mendapatkan keduanya pada kisah sebelumnya. Tetapi apa? Bahagiakah yng didapat? Entahlah, dalamnya hati siapa yang tahu. Bahkan gadis itu sendiri. Yang jelas, gadis ini merumuskan kisah bahagianya pada pria ketiga. Pria yang berparas menyenangkan, disukai banyak orang, memiliki banyak teman, tetapi satu hal yang kurang: restu keluarga.  Pria yang menakjubkan ini berhasil memberikan kebahagiaan pada gadis ini, meskipun bukan harta ataupun tahta yang dia bawa.  Ya, pria ini membawa hati.  Kebahagiaan yang sejati, yang ketika tanpa harta ataupun tahta sekalipun mereka dapat maju bersama.  Saling mendukung dan saling melengkapi.  Mereka suka berpetualang. Berkeliling pulau Jawa hanya dengan sepeda motor, mendaki gunung hanya untuk menjawab makna sebuah masalah, membuat hobi mereka menjadi suatu yang menghsilkan uang.

Gadis yang tak lagi muda ini memiliki semangat mudanya pada pria ini. Pria yang bahkan tak dapat dipahami oleh pria pertama dan kedua. Boleh jadi, pria pertama maupun kedua mengklaim diri mereka lebih baik. Silahkan. Sejuta makna kehidupan, tapi satu pun belum diresapi: kebahagiaan. Mungkin kalau ada kesempatan kedua, perbedaan yang ada di antara mereka ingin sekali dimusnahkan melalui satu jalinan ritual khusus pada kehidupan selanjutnya.  Restu keluarga menjadi satu-satunya hambatan. Ya, gadis ini tak lagi muda. Tetapi setidaknya, dia sempat merasakan kebahagiaan layaknya orang muda dengan romansanya.

Gadis itu tak jauh dari kita semua. Mungkin ada di sekeliling kita, di samping kita, di depan kita. Atau,bahkan di hati kita.

Satu hal: kehidupan ini sederhana apabila kita bisa bilang bahwa bahagia itu sederhana.

Follow me on twitter: @ursulapenny

Bagi aku, dan Adel, sahabat aku, yang sekarang ada di samping aku, tahun ini adalah tahun paling looooossss banget.. Banyak sekali moment kehilangan yang terjadi..

Loss berat badan, loss hati, loss pikiran, loss sahabat, loss cinta.. tapi jangan sampai loss cita dan harapan hidup..

Baru saja, pukul 11.50 malam, dengan Kereta Anggrek menuju Jekardah, my bestiest: Amanda Umihani, meninggalkan Semarang, officially akan kerja di Danone sebagai MT (Manager Training) dan dalam 2 tahun, pasti dan tentu, my bestiest ini akan menjadi Manager. Keren banget lah ya.. Kenapa? Manda has not been get her graduation from her college but she has stayed in a steady place in a work world. wawawawa.

248308_10151452109078034_1742019258_n

Amanda Umihani. You are such an amazing girl, luv. Why I said that? Because, in your young age: 21 years old, you have worked in the big company in the world, and you get your place in there without any hard work, or you can seem like slow-fun-friend, but you can reach big achievement. :)

Aku ga pernah berani membayangkan hari ini seperti apa. Hari ini, sampai di stasiun Tawang Semarang, masih dengan menggunakan rok kuliah, pertama kali berada di depan Manda, membawa big bouquete of flower in front of her, hahaha, the first stupidity thing was: I CRY. hahaha. Huff. Sontaklah teman-teman Manda yang lain marah-marah: “Heeeee jangan nangis, nangis itu nular, nanti kita nangis semua di sini.” Ah aku emang parah, hahaha, tapi nangisnya ga nular kok yah.

Hal-hal sedih kita kesampingkan lah ya, yang menyedihkan dari semua ini sebenarnya tidak ada. Hanya saja, entahlah semua kenangan indah itu apakah bisa diulang dengan mudah seintens dulu lagi? Tentu saja jawabannya TIDAK. Realistis kan. Inilah kehidupan. Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Ada datang dan ada pergi.

BYEBYE

The future is definitely something we all face :) and the separation between us is connected by our pray.. Take care @amandamanndy :*

Let’s rock our memories!

#1 thing: We don’t recognize each another

#2 thing: We know one another via our bestiest one, do you remember, Luv? haha.

#3 thing: We share our first stories, I still remember what story that was. Hahahaha,

#4: We stay in the same kost,

#5: We do failed things together in kost, start from cooking, eating a lot of our cooked food, and getting fat together.

#6: We do failed things together outside kost,

525452_4908106175600_1430074177_n

#7: We cry because of 2 movie: RECTOVERSO and SILVER LININGS PLAYBOOK, together with @dellyodeldel haha!

#8: Your last birthday in Semarang, aku, Minah, Kiki, dan Kurnia memberantakan isi kulkas dan rak sepatumu, serta memberikan tempelan-tempelan alay di depan kamarmu..

manda birthday

#9: Kita tidur bareng selalu setiap malam yah .. Hihihi. Lalu menceritakan pengalaman sehari-hari, menggalau, lalu ketika mau tidur, lampu dimatikan, dan nyalalah si lampu tidur kupu-kupu yang punya sensor gelap, tetapi wujud kupu-kupunya diragukan antara kupu-kupu atau lebah.

#10: Mengulang berulang-ulang lagunya Pink yang judulnya “TRY” karena entah kenapa itu memberikan semangat bagi kita. Semangat mandi setiap hari ketika tidak ada kewajiban untuk mandi.

#11: Sarapan sampe kemana-mana tanpa mandi dulu

#12:  We listen music with my double-plug-headset in the bus. Jangan salah, kita membuat perjalanan dari Malang ke Semarang dengan teknik “ngeteng” alias ganti-ganti oper oper bis satu ke bis lain, dan di bis, sepanjang perjalanan, lagu DANGDUT dengan suara GIGA MEMBAHANA diputar. Belum lagi pengamen yang ngamen di bis. Akhirnya, kita memutuskan mendengarkan lagu dengan headset, sehingga dalam 1 waktu, ada 3 musik yg didengarkan: 1. suara dangdut dari bis, 2. pengamen, 3. playlist gadget kita. Itu berisik sekalee dan semoga ga merusak telinga.

#13:  we talk about any & all differences and try to understand them ☺

#14: You sing Baby Beluga Song, till I can repeat the reff of that song.. zzz.. Jadi, Baby Beluga adalah bayi dari paus beluga. Paus beluga itu bentuknya kaya otak-otak yang dijual di @dimsum_ame (follow twitternya dimsum ame-ame ya)

baby beluga in the deep blue sea

baby beluga in the deep blue sea

#15: Shopping together. Sering sekali failed disini, padahal udah janji ga akan shopping di atas 2 items perbulan ya ya ya.. hahaha

942069_4908039893943_112889407_n

#16: Make “alay alphabet” in Blackberry Messenger, terus dikirim-kirim ke semua orang. Ya maksudnya adalah, kita sedang mencoba sekuat tenaga untuk menjadi alay, tetapi tetap saja susah karena kita berdua (aku dan Manda) ditakdirkan untuk tidak alay. Mihihi. Kita juga punya sebutan khusus untuk orang-orang alay yang alaynya itu alamiah tidak dibuat-buat: ALAY KONGENITAL. Kongenital kalau dalam bahasa kedokteran adalah kelainan bawaan sejak lahir. Hehehe.

#17: Make dreams to go to some place, holiday together with our own money. Yang jelas, manda ingin sekali ke Igloo House ya? Itu loh, rumah yang dingin banget karena semuanya se-tempat tidurnya aja terbuat dari es. Dan satu lagi, petualangan nonton paus dari deket, langsung di laut terbuka.

IGLOO HOUSE, Manda pengen banget bermalam di dalamnya. Kasian suaminya nanti. Pffft. Kedinginan

IGLOO HOUSE, Manda pengen banget bermalam di dalamnya. Kasian suaminya nanti. Pffft. Kedinginan

#18: Punya usaha lapak makan, karena kita hobi masaaaaak hihihi. Anyway, Manda menyumbangkan kipas angin yang ada logo Hello Kitty-nya kepada calon lapak yang nantinya akan kita buat. Manda suka banget sama Hello Kitty, dan akuuuuuuhhh tidaaaaaak! hahaha.

#19: Potong rambut super pendek: sebahu, yang awalnya panjang sepunggung. Karena manda selama ini membayangkan dirinya adalah cewe kantoran yang kece dengan rambut sebahu tapi kelakukan tetep aja cacat. hahaha.

RAMBUT BAHU

#20: Kita suka banget sama serial “Malam Minggu Miko” yang bagian SHERLY dan dia mau ikutan casting JERALANG (Jerawat Ilang), sehingga di setiap kesempatan ada barang hilang, kita suka banget ngomong “HILANG” ala Raditya Dika di serial JERALANG itu. Dan suatu kesempatan ada tulisan JELARANG, Manda heboh banget sampe tangannya ilang (lihat foto di bawah ini, tangan kanan manda kemanah?).

jeralang

#21:  Manda sering kaya kesandung atau jatoh seolah tersandung batu gitu padahal ga ada batu.. haha.

#22: Manda cinta anak kecil tapi harus cowok ya, kalo cewek, apalagi manja, manda bisa ngomel sendiri hahhaha, padahal dulunya Manda juga pernah jadi anak kecil dan dia kan cewek ya. Manda dan aku sukanya mainan sama anak kecil..contohnya mainan sama keponakannya @dellyodeldel namanya Arfa. Ya kalau ditanya sudah siap punya anak kecil, ya belum siap, makanya mainan sama anaknya orang aja. hahaha. *padahal ga ada yang nanya*

Arfa sukanya mainan ultraman atau tulang-tulangan yang seharusnya dipake belajar Anatomi.

ARFA AND MANDA

ARFA AND MANDA

Yah itulah sedikit tentang Amanda Umihani.

Semangat menjadi THE NEW AMANDA (Rectoverso banget) *no more tears! no more cry!* haha.

Our distance is no matter, we are connected by our pray. Keep rock and roll my beibih. haha. Masih ga percaya aja dunia kerja sudah ada di hadapanmu.. sementara saya masih menjadi mahasisa, tetapi saya bahagia dan bangga pernah benar-benar dekat dengan Manda, and our friendship is everlasting!

So, bagaimana pengalamanmu dengan sahabatmu? :)

Mungkin kalau ditanya ICU itu apa, banyak literatur menjelaskan secara teori apa itu ICU. Ya kalaupun mau, aku pun bisa mengulasnya, terlebih itu adalah materi skripsi akuuu muhuhuhuhuhu…. Jadi ICU adalah suatu bagian dari rumah sakit yang memang memberikan fasilitas mutakhir, lengkap, dan berdaya guna untuk menyelamatkan pasien yang memang masih bisa diselamatkan. Memang ada ya pasien yang tidak bs diselamatkan? secara moral, medis mengusahakan agar selalu dan pasti agar pasien sembuh. Tetapi ada yang anamanya skor APACHE, yaitu skor tingkat keparahan pasien yang memang digunakan di ICU untuk menentukan tingkat keberhasilan perawatan ICU. Dalam artian begini, apabila APACHE skornya semakin tinggi, maka itu artinya pasien semakin parah dan daya ICU untuk menyembuhkan agar lebih tinggi dan tentunya lebih menggunakan banyak fasilitas dan tentunya akan membutuhkan biaya yang lebih. Fiyuuuuuh… itu deh intinya.

Nah, kali ini, penelitian saya di ICU adalah mengungkap fenomena “mahalnya harga perawatan di ICU” sementara output pasien rata-rata meninggal. Masa sih? ah ga juga. Ternyata memang semakin tinggi skor APACHE (makin parah kan yak si pasien), maka memang makin tinggi biayanya karena fasilitas yang diupayakan makin banyak (bisa sih biaya makin dikit, tapi itu artinya, medis meminimalisir peralatan dan fasilitas karena udah tau pasiennya parah keadaannya dan dadaaaaaaaahhh selamat jalaaaan pasiennnn), yah begitulah rumitnya. Kita tidak sekedar menggunakan otak tetapi menggunakan hati. Kita sebagai dokter tidak sekedar menggunakan ilmu pengetahuan tetapi menggunakan seni kita dalam menghadapi kehidupan.

Ya mungkin ke depannya ada yang bilang profesi dokter tidak akan banyak berguna. Ya itu memang benar karena pengetahuan sekarang bisa diakses dengan mudah, dan seni dalam moral juga dapat didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi aku bahagia menjadi mahasiswa kedokteran, apalagi ternyata skripsi yang aku ambil tidak sekedar mengajarkan ilmu, tetapi juga mengajarkan kehidupan. Setiap hari aku harus ke ICU untuk menilik pasien yang sebenarnya akan menjadi sampel penelitianku. Tetapi alih-alih menjadi sampel, sebenarnya aku memperlakukan mereka sudah seperti sahabatku sendiri.

Kisah pertama
Kisah ini datang dari seorang dosenku, yang mungkin dia lupa kalau aku adalah mahasiswanya, ya mungkin karena aku sering bolos, atau kalaupun masuk, aku tidak aktif bertanya di kelas, tetapi aku tau dia dosenku. Ayahnya sudah terkapar di ICU selama kurang lebih 14 hari, dan itu adalah waktu yang cukup lama, apalagi dengan ventilator (alat bantu nafas yang emang rempong segede gaban). Setiap hari dosenku ini merawat ayahnya sendiri, tanpa harus menunggu jam besuk tiba (enaknya jadi staf rumah sakit yang bersangkutan). Profesinya sebagai dokter dapat ia gunakan untuk menemani keseharian ayahnya, dan mengerahkan segenap ilmunya untuk merawat si ayah. Tetapi apa daya, skor APACHE (lagi-lagi balik ke teori, wkwkwk) dari si ayah memang tidak begitu baik (alias agak tinggi), dan waktu perawatan memang sudah terlalu lama (alias hanya menghabiskan uang), tetapi sekali lagi, tuntutan moral. Si dosen dan keluarganya memang mampu membiayai perawatan ayahnya, sehingga mau selama apapun, ayahnya diusahakan dirawat di sana. Si ayah yang dirawat di ICU ini memang termasuk sampel penelitianku. Dan menyenangkan bisa mengetahui sisi lain kehidupan sebelum meninggalnya si ayah. Karena tak lama, mungkin sekitaran total perawatan 18 hari, si ayah ini meninggal dengan tenang setelah ada jarkoman bahwa si ayah butuh golongan darah O.

Kisah kedua
Hmmm,, kisah ini agak gimana gitu. Jadi memang tugasku adalah mencatat rekam medis (kondisi dan diagnosis pasien) yang memang tercatat di buku pasien. Aku melakukan penelitian ini berdua dengan temanku Andreas Tobing, dan dia memang seru abis anaknya. Tetapi keseruannya mendadak menjadi speechless ketika harus menghadapi pasien yang tadinya hidup tau-tau monitornya “flat line” alias garis lurus alias meninggal di depan mata, tepat ketika kaki Tobing menginjakkan diri di bed, mau mencatat rekam medis si pasien di ruang itu. Dan tak lama, datang keluarga dari si pasien ini. Ternyata… keluarga yang datang ini adalah dosenku yang galak. Mmm, mungkin aura galaknya agak menyeruak. Monitor pasien yang tadinya sudah flat line (tidak ada detak jantungnya lagi) langsung tau-tau ada sandi rumputnya lagi. Idup lagi, meskipun cuma 8 menit, terus flat line lagi sih. tapi bener-bener deh, kita sedang menyaksikan kehidupan antara hidup dan mati. Antara ada dan tiada. Mungkin kalau dibayangkan, arwah si pasien yang baru saja meninggal bisa jadi sedang melewati aku yang sedang mencari-cari dimana rekam medis pasien itu.

Kisah Ketiga
Suatu hari ketika aku sedang mencari-cari dimana rekammedis pasien ku, aku menemukan satu buku rekam medis yang menuliskan bahwa si pasien yang masuk ke ICU itu adalah karena combutio (luka bakar) derajat berat. Waduh sebenernya ini gapapa sampai kita mendatangi langsung bed si pasien. Mukanya hangus, tangannya kebakar, badannya diliputi selimut untuk mencegah terjadinya dehidrasi… jadi bisa ditebak kalo 50% kebakar, artinya badannya juga kebakar. Dan yang paling membuat miris adalah, usia pasien ini baru 17 tahun. Dia seorang vulkanisir ban, dan ini termasuk kecelakaan akibat kerja. Setiap harinya ibu dari anak ini menemani si anak ini sambil melafalkan ayat-ayat doa agar si anak dikuatkan. Luka bakar ini juga menyebabkan terjadi kerusakan ginjal akut pada anak ini karena mungkin dehidrasi yang amat sangat karena cairan tubuh berkurang akibat luasnya luka bakar. Hufft. Sekarang bagi kita yang membaca ini, ayo doakan agar pasien ini lekas sembuh. Amin.

icu

Kisah keempat
Kisah ini tentang seorang ibu, seusia ibuku sekarang, 49 tahun. Ibu ini memiliki skor APACHE yang tinggi, kisaran 43. Hmmm.. di tengah-tengah masa perawatannya (yang memang dicover full oleh kantornya, karena dia bisa bertahan di tengah-tengah biaya mahal pada hari ke-20an di ICU), dia dilubangi lehernya karena nafasnya tidak tertolong lagi. Maka lehernya dilubangi, alias dilakukan suatu krikotiroidektomi, lalu keluarlah darah deras dari lehernya, dan otomatis selang bisa masuk langsung ke lehernya (nafas ga lewat idung lagi) dan ini sungguh menyedihkan. huffttness…
yasudahlah.

Kisah apalagi yang ada di ICU? sangat banyak. Seriously. Tetapi yang jelas, hidup di dunia ini tidak ada yang tahu sampai kapan. Ada yang memang harus bersusah payah dengan ditimpakan penyakit, ada yang meninggal dengan tenang. Tetapi yang pasti, kalangan awam menilai bahwa ICU adalah suatu tempat terminal bagi para pasien. Tetapi bukankah itu aneh? Bisa dibilang ICU adalah ruangan yang paling memiliki fasilitas intensif dan mahal. Naaaah, harusnya,,,,, pasiennya juga banyak yang selamat. Ya intinya, di sini saya tidak ingin menilai bagaimana kepentingan manusia untuk memasuki ICU, tetapi di sini saya hanya ingin berbagi cerita dan mencatat apa yang ada, fakta yang ada.

Doakan saya (kok jadi saya? tadi pake aku, sekarang saya) haha.. doakan saya agar skripsi ini berjalan mulus, lancar, dan oke. Memberikan suatu manfaat dan mujarab bagi kemajuan kesehatan Indonesia dan dunia. hehehehe.. syalalalalaa…

Salam,
@ursulapenny

icuuu

Aku, lebih tepatnya adikku yang lebih merawatnya, memiliki 2 hewan piaraan.  Satu berwarna cokelat, satu berwarna putih. Keduanya lucu, dan ketika kami berjalan-jalan, semua mata menuju ke arah mereka berdua, karena sangat unyu! Yang satu mirip kapas berjalan, yang satu mirip sulak berjalan. Hihihihi.. lucu banget. Yang mirip kapas namanya Shiro, kenapa aku namai Shiro, karena dia mirip anjing Shinchan, berbulu putih lebat. Dia sangat manja, suka dipangku, ato berjalan mengitari kaki kita.  Kalau diliat ras anjingnya (maaf kali ini kita agak menyinggung yang berbau SARA, wkwk), Shiro termasuk ras maltese, atau puddle gitu deh. Pokonya lucu.  Entah kenapa ukurannya sangat besar, bahkan seperti raksasa jika dibandingkan dengan anjing satunya, anjing dari ras Pomeranian, yang juga unyu dan lucu, lebih lincah, lebih kecil, dan lebih tua. Si pomeranian bernama Choco, karena warnanya cokelat. Dia lebih kurus dan lincah, dan entah kenapa mukanya mirip cicak, haha (itu menurutku, dan adikku selalu tidak terima kalau aku bilang mukanya mirip cicak).

Tidak setiap hari aku bisa bertemu dengan mereka, terlebih dengan kesibukanku sebagai mahasiswa kedokteran di Semarang, sedangkan kedua belahan jiwaku ini berada di Solo, maka aku hanya bisa bertemu mereka ketika liburan, atau ketika aku menyempatkan diriku ke Solo. Solo adalah tempat adikku yang hanya terpaut 1 tahun denganku menempa ilmu meraih cita-cita (ceilleee) di ATMI.  Dia memelihara 2 jagoan ini di rumahnya, sedangkan karena di Semarang aku kos, aku tidak bisa membawa mereka tinggal bersamaku. Wkwk. Tetapi ketika libur, aku menghabiskan waktu bersama mereka di rumahku di Salatiga. Jadi sesungguhnya, Choco dan Shiro sering trip Solo-Salatiga loh. Haha.

Choco dan Shiro adalah dua sahabat. Mereka sebenarnya berbeda jenis kelamin, tetapi mereka tidak menikah (haha kawin kali) karena mungkin Shiro masih di bawah umur, tetapi ukurannya juga lebih besar. Entah deh kalo Choco sudah berumur (usia produktif anjing) haha. Hmm, lalu setelah di Salatiga, aku selalu bangun pagi hanya untuk berjalan-jalan pagi dengan mereka. Ini adalah ritual wajib yang harus dilakukan supaya mereka tidak buang air kecil ataupun air besar sembarangan. Huwek cuh. Haha, tapi kalau memang sudah telanjur buang air di rumah ya apa boleh buat, harus dibersihkan.  Tetapi tentu saja, rumahku tetap wangi, karena Choco dan Shiro rajin mandi dan senantiasa memakai parfum khusus anjing. Wkwk.

Choco yang cokelat, Shiroo yang putih, mereka sedang jalan-jalan pagi membuang air kecil dan besar serta lari-lari menyehatkan jantung. Wkwk.

Choco yang cokelat, Shiroo yang putih, mereka sedang jalan-jalan pagi membuang air kecil dan besar serta lari-lari menyehatkan jantung. Wkwk.

Hmm, anjing pun memiliki metabolisme yang sama dengan manusia, maksudnya: Apabila banyak makan dan sedikit gerak, mereka akan menggendut seperti Shiro, wkwk, tetapi jika ga doyan makan tetapi lincah dan banyak gerak akan ramping dan atletis (haaha) seperti Choco. Mereka berdua saling melengkapi. Apabila Choco lagi ngga doyan makan, maka Shiro yang menghabiskannya (lah, pantes gembrot) haha. Apabila Shiro ingin tidur setelah makan, tetapi Choco malah bergerak dengan lincahnya, maka Shiro mengikuti Choco berlari-lari. Yah begitulah mereka. Lucu kan.

Pernah suatu hari Shiro sakit, lalu dibawa ke dokter hewan, entah kenapa, dokter hewannya meresepi Gentamicin, Amoxicillin, dan segenap obat-obat lain yang sebenarnya setara dengan antibiotik (ya Tuhan, manusia ajah ga boleh diresepi antibiotik dobel-dobel, itu dokter hewannya ngawur banget meresepi antibiotik dobel-dobel ke anjing yang sebenernya lebih ringan dari balita).  Kenapa aku bandingkan dengan balita? karena sesungguhnya untuk anak-anak, dosis obat itu dihitung perberat badan, sedangkan berat badan anjing kan pastinya lebih ringan dari balita (untuk kasus anjingku sih memang mereka ga segede balita), nah, dokter hewan jangan membodohi pasiennya yah. Kasihan kalau nanti si anjing jadi resisten antibiotik, mereka kan unyu. Apa akibat kalau resisten antibiotik? Penyakit apapun yang diakibatkan bakteri, yang menyerang si anjing, tidak akan bisa disembuhkan, karena bakteri sudah resisten atau kebal terhadap obatnya.

Ini adik aku, Ignatius Alvin, bersama Choco, sedang jalan-jalan pagi. haha. Lucu kan.

Ini adik aku, Ignatius Alvin, bersama Choco, sedang jalan-jalan pagi. haha. Lucu kan.

Jadi, bukannya aku gimana, tapi sakitnya anjing dengan sakitnya manusia itu sebenarnya obatnya sama apabila sakitnya setipe. Misalnya pernah, anjing aku demam. Taunya demam gimana? Tau dong, sesuai ajaran kedokteran, demam akan meningkatkan metabolisme, sehingga denyut jantung anjing menjadi meningkat, tetapi dia tidak gencar beraktivitas seperti biasa, dan hidungnya tidak sebasah biasanya, bahkan cenderung kering. Okay, lalu biasanya orang akan membawanya ke dokter hewan, tetapi aku cukup meresepi obat penurun panas (antipiretik: Paracetamol, 250 mg, biasanya 1 tablet 500 mg) haha. dan voila! Lama-lama anjing akan ceria lagi seperti biasa.

Tetapi anjing tidak perlu dimandikan setiap hari, karena mereka memang tidak membutuhkan mandi sesering manusia mandi.  Kalau kita sudah merasa kebauan, atau bulu-bulunya (terutama Pomeranian dan Maltese) yang panjang sudah mulai jempet, atau menggumpal karena terkena kotoran apapun, termasuk kotoran dari dirinya sendiri (hiyeeeks), maka kita harus memandikannya. Jangan lupa, setiap hari harus disisiri, supaya tampak cantik haha. Nah, ini dia poin penting, bahwa ketika aku mendandani anjingku, aku jadi ingat diriku sendiri yang malas dandan dan asal-asalan. Ternyata hal itu tidak baik, mengingat aku sama sekali tidak indah kalau tidak mau merawat diriku. Jadi, sering sekali setelah aku mengurusi Shiro, aku sisiri, aku mandikan, lalu aku berkaca pada diriku bahwa aku belum keramas seminggu, dan aku tersadar aku harus keramas. Hahaha! Kemproh.

Yah kira-kira, begitulah kedua anjing ini mempengaruhi kehidupanku. Selain aku menjadi sadar bahwa merawat diri sendiri itu penting, aku juga jadi rajin olahraga (lari pagi mengantar mereka buang air) dan juga bangun tidurku setiap hari otomatis menjadi pagi, layaknya wanita rajin yang anggun (apa coba). Wkwk. Sekian dari saya, apabila ada yang mau ditanyakan, bisa langsung setelah ini (hah, kaya kuliah di kelas,haha).

Shiro putih bulat menggemaskan seperti arum manis atau bola kapas. Entahlah. haha.

Shiro putih bulat menggemaskan seperti arum manis atau bola kapas. Entahlah. haha.

Memang bagi sebagian manusia, ada yang tidak mengetahui sisi “free” dari SMA Taruna Nusantara. Kami berkesan disiplin dan sulit jalan-jalan apalagi pulang ke rumah dan tidur di rumah. Tetapi, selama 3 tahun pendidikan SMA, kami diberikan kesempatan untuk mendapatkan wisata nusantara yang tidak akan didapatkan oleh siswa manapun, sekalipun punya uang banyak. Kenapa? Karena wisatanya adalah: bertemu dengan Menteri Pertahanan, bertemu dengan Menteri Luar Negeri, berkunjung ke Kementrian apa, lalala, semacam itu. Jadi, sebenarnya, satu-satunya wisata yang harus menyetrika baju sampai rapi, yang harus berseragam, yang harus berbaris, adalah di SMA Taruna Nusantara.

Sayang sekali, tidak banyak dokumentasi yang bisa didapatkan kecuali langsung meminta kepada Humas TN, atau memoto dari kalender TN yang terbit ketika saya bersekolah di sana (yang sekarang entah dimana keberadaannya), kecuali dokumentasi yang di tag melalui Facebook. Masih teringat di benak saya, ketika kami bertemu dengan Kepala Staf TNI AD (Kasad) dan saya duduk di baris depan, sehingga tidak bisa mencuri-curi untuk tidur. Derita banget deh. Haha.

Sepenggal foto berada di Museum Iptek TMII 4 tahun yang lalu. Dari kiri ke kanan: Atrifia Aulia, Theresia Nathania, dan aku.

Sepenggal foto berada di Museum Iptek TMII 4 tahun yang lalu. Dari kiri ke kanan: Atrifia Aulia, Theresia Nathania, dan aku.

Selain itu, kami SMA TN juga mengunjungi Museum Iptek di TMII, dan di sana kita bisa mencoba-coba berbagai rumus fisika ataupun kimia yang biasanya hanya dibaca di kelas sambil ngantuk-ngantuk. Haha. Mulai dari gelas yang dipasang kawat untuk berkomunikasi dari jarak 5 meter, lalu sepeda yang bisa menimbulkan listrik ketika dikayuh, sampai dengan percobaan tentang bom. Wkwkwk.

Kami juga berkunjung ke Monumen Nasional, dan di sana lebih kepada mengulang pelajaran sejarah, sehingga “agak” membosankan. hahaha. Pen, kurang ajar banget kamu! Haha, ini kenyataan, tetapi aku senang karena aku bisa berfoto dengan teman-temanku. Di Monas juga bebas menggunakan ponsel, tidak seperti di asrama, terikat oleh aturan yang aneh: ponsel dilarang. Hello, zaman kayak gini? Wkwk. Tetapi banyak efeknya kok dengan berbagai aturan ketat di SMA TN.

Mungkin kunjungan-kunjungan itu terkesan membosankan, tetapi kami dipersiapkan dengan “lebay” oleh pamong-pamong SMA TN untuk dapat berhadapan dengan segenap orang penting di Indonesia.  Bagaimana persiapannya? Kami harus berlatih mengucapkan yel-yel SMA TN, dengan cara menggebrak-gebrakkan kaki ke lantai, diiringi dengan pukulan tinju bergantian ke paha dan dada (dalam posisi duduk tegak) sambil melantunkan yel-yel “TN.. Go! TN.. Go! Mantap!” dengan serentak.  Ketika hari-H, urutan pengucapan salam dan sambutan dari kami kepada pembicara penting di depan kami adalah sebagai berikut (dan ini setelah dipikir-pikir juga keren banget). Pertama, kami disiapkan oleh Komandan “Duduk siaaaap grak” (yang adalah teman kami sendiri, kami dalam posisi duduk), lalu mengucapkan yel-yel yang tadi, selanjutnya, “Istirahat di tempaaaaat graaaak.” Gitu.

Yahh, tidak terlupakan yah ritual-ritual kecil di TN, kaku tapi manis. Wkwk..

Ini ketika di Monas, bersama teman-teman saya, dari kiri ke kanan: Atrifia Aulia, saya, Theresia Nathania, Britan. Britan ini juga Beswan loh! haha.

Ini ketika di Monas, bersama teman-teman saya, dari kiri ke kanan: Atrifia Aulia, saya, Theresia Nathania, Britan. Britan ini juga Beswan loh! haha.