DOCTOR'S SECRET

Young Doctor. Struggling to make others smile

Category : Sisi Lain Mahasiswa Kedokteran

JAWA - Dalam bahasa Jawa, terdapat penyimpangan pola penamaan bilangan yang konon memiliki falsafah yang amat mendalam jika dikaitkan dengan penyebutan usia seseorang. Jika dicermati dengan seksama, penyimpangan ini memang berbeda dari lazimnya penyebutan angka-angka di kepulauan melayu atau nusantara.

Penyimpangan tersebut terjadi mulai dari beberapa angka belasan hingga sampai angka 60. Ya, sampai angka 60 saja! Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa penyebutan tersebut memang erat kaitannya dengan usia manusia, mengingat usia 60 merupakan rata-rata panjang usia seseorang.

Keunikan penamaan angka jawa

Dalam bahasa Jawa, angka 11 tidak disebut sebagai ‘sepuluh siji’, 12 bukan ‘sepuluh loro’, 13bukan ‘sepuluh telu’ dan seterusnya hingga angka 19 yang tidak disebut sebagai ‘sepuluh songo’. Namun, angka 11 disebut sebagai ‘sewelas’, 12 disebut sebagai ‘rolas’ dan seterusnya hingga 19yang disebut sebagai ‘songolas’.
Apa makna dibalik semua ini? Mengapa sepuluhan diganti dengan welasan?

Filosofinya, bahwa pada usia 11 tahun hingga 19 tahun adalah saat-saat berseminya rasa welas asih (belas kasih) pada jiwa seseorang, terutama terhadap lawan jenis. Itulah usia di mana seseorang memasuki masa akil baligh, masa remaja.

Asal usul angka Jawa Selawe seket dan sewidak

Sementara dalam banyak bahasa, bilangan 11 hingga 19 memang diberi nama dengan pola yang berbeda. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan belasan. Sedangkan dalam bahasa Inggrisdisebut dengan teen, sehingga para remaja pada usia tersebut disebut teenagers.

Seterusnya, bilangan 21 hingga 29 dalam bahasa Jawa juga dinamakan berbeda dengan pola umum yang ada.
Dalam bahasa lain biasanya sesuai pola. Misal dalam bahasa Indonesia diucapkan dua puluh satu, dua puluh dua, dan begitu seterusnya hingga dua puluh sembilan.

Sedangkan dalam bahasa jawa tidak demikian, angka 21 tidak disebut sebagai ‘rongpuluh siji’, 22tidak disebut rongpuluh loro, dst, melainkan 21 disebut selikur, 22 disebut rolikur, dan seterusnya hingga 29 yang disebut songo likur, kecuali angka 25 yang disebut sebagai selawe.

Di sini terdapat satuan Likur yang tidak lain merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.

Kenapa 25 itu Selawe , 50 itu Seket dan 60 Sewidak?

Mengapa disebut demikian? Falsafahnya, bahwa pada usia 21 hingga 29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “tempat duduknya”, baik itu berupa pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis, dan lain sebagainya.
Bahkan yang lebih menarik, angka 25 memiliki sebutan khusus, yang mana bilangan 25 tidak disebut sebagai limang likur, melainkan selawe.

Apa maknanya, Selawe konon merupakan singkatan dari SEneng-senenge LAnang lan WEdok, itulah puncak asmaranya seorang laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebutlah (25) pada umumnya seorang laki-laki berumah tangga (dadi manten),
Memang tidak semua orang menikah pada usia tersebut, tapi jika dirata-rata memang di antara usia21-29. Pada saat kedudukan sudah diperoleh, pada saat itulah seseorang siap untuk menikah.

Dari angka 30 hingga 49, penamaan angka dibaca normal seusai pola urutan, misalnya telung puluh, telung puluh siji, telung puluh loro, dst.
Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50. Mestinya, angka ini disebut sebagai limang puluh, namun sebutan populernya tidaklah demikian, angka 50 lebih sering disebut dengan seket.
Apa makna dibalik semua ini? Konon SEKET merupakan kependekan dari kalimat SEneng KEthonan, artinya suka memakai kethu / alias tutup kepala/topi/kopiah dan sebagainya.

Hal ini menandakan usia seseorang semakin lanjut, dan tutup kepala merupakan lambang dari semua itu. Selain itu tutup kepala merupakan alat untuk menutup rambut yang mulai botak atau memutih.
Di sisi lain, tutup kepala bisa juga berupa kopiah yang melambangkan orang yang sedang beribadah.

Memang demikian, pada usia 50 sudah seharusnya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya. Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun kemudian, yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat.

Lain 50, lain pula 60. Angka ini tidak populer dengan sebutan enem puluh, tapi lebih sering disebut dengan sewidak atau suwidak.
Usut punya usut, konon sewidak merupakan kependekan dari ‘SEjatine WIs wayahe tinDAK’.

Maknanya, sesungguhnya pada usia tersebut sudah saat seseorang bersiap-siap untuk pergi meninggalkan dunia fana ini. Maka kalau usia kita sudah mencapai 60, lebih berhati-hatilah dan tentu saja semakin banyaklah bersyukur, karena usia selebihnya adalah bonus dari Yang Maha Kuasa.

Asal usul angka Jawa

 

UNIK BUKAN ? ITULAH SALAH SATU DARI BANYAKNYA KEUNIKAN DI DALAM SUKU JAWA .
Sumber: http://www.blogilyas.com/2015/09/kenapa-25-itu-selawe-50-itu-seket-dan.html?m=1

Ini ditujukan kepada calon anakku nanti.

anakkuuuu

Kira-kira  anakku nanti seperti ini ^^ persis calon bapaknya lahhh..

 

Bukan untuk siapapun.

Kecuali yang tidak sengaja membaca dan mungkin tidak akan mengubah apapun dalam hidupm, pembaca.

Sebab ini hanyalah dilema antara hatiku dan pikiranku bahwa apa yang aku jalani selama ini teryata  hanyalah karena keinginan sesaat. Aku ingin menjadi dokter hanyalah keinginan sesaat. Tetapi namanya penyesalan ternyata tidak bisa semudah itu dipikirkan. Karena setelah memikirkan penyesalan selalu ada penyesalan selanjutnya. Penyesalan “kenapa aku harus menyesal, kan udah dijalani”

Lihatlah, di saat teman-temanku mengenyam gelar S2, aku bahkan baru merentas “AKAN” menjadi dokter. Terlalu lama sekolah, sebenarnya aku pun sudah ingin memanjakan orangtuaku dengan uang-uang yang bisa aku kembalikan kepada mereka. Meksipun ketika mereka sakit, aku tahu obat yang tepat untuk mereka, ketahuilah Anakku, bahwa ketika itu, justru dirimu tidak mampu mengawasi dan merawat diri mereka sendiri karena dirimu bukanlah hanya milikmu. Dirimu adalah untuk pasien-pasienmu, untuk masyarakat luas.

Apa yang orang katakan di luar sana Nak? Ketika dokter mengeluhkan SEDIKIT saja apa yang dirasakan, pasti ada selentingan “Dokter itu mengabdi!”

Ya tapi dokter kan punya keluarga juga, dokter juga bisa sakit, dokter juga bisa merasa sedih. Apa iya harus terus tersenyum terus kepada pasiennya? Jawabannya IYA! Lelah loh tersenyum terus, apalagi ketika diri ini merasa ingin menangis karena lelah atau kesakitan.

Dokter tidak selamanya harus kuat selalu, Nak. Tetapi untukmu Nak ibu akan terus kuat, kuat, dan kuat. Berjuang dan berjuang.  Dan pada akhirnya kamulah sumber kekuatan ibu sehingga ibu tidak akan lelah tersenyum.

Tetapi, alih-alih menjadi dokter, kamu bisa mendapatkan masa depan yang lebih cerah Nak. Menjadi pengusaha, menurut ibu adalah solusi yang bagus. Usaha, asal kamu mau menggeluti, akan berkembang dengan pesat.  Atau politikus. Ubahlah negeri ini Nak. Ngeri ibu melihat pemberitaan dimana-mana, dan itu juga BELUM TENTU BENAR. Pahitnya dunia ini Nak.

Ibu pun, daripada mengambil keuntungan dari menjadi dokter, mengambil bayaran dari orang yg sakit, apalg di tengah maraknya BPJS dan tarif dokter yang konon hanya Rp2000 perpasien, ibu lebih memilih berbisnis BATU MULIA. Hahaha, semoga nanti bisa ibu wariskan bisnis ini padamu.

ibu ceritakan sedikit padamu. Sejak kecil ibu sudah suka berjualan. Pasti jualan ibu laku keras. Mulai dari kertas binder, sticker-sticker kesukaannya anak-anak SD, lalu ibu berjualan “selember kertas” yang kita sebut apa ya, “catatan sekolah” mungkin? Yang isinya PR-PR begitu. Ibu suka menciptakan uang sendiri, daripada harus meminta pada orangtua. SD ibu mendapat beasiswa karena selalu ranking 1, dan SMP ibu di sekolah negeri yang bisa dibilang murah sekali. Kakek dan nenekmu adalah pekerja keras yang bisa dibilang sebenarnya keluarga mampu juga, sehingga ibu sebenarnya bisa berkecukupan.

SMA, ibu di asrama, dan ibu mendapat beasiswa full. Padahal perbulannya jika kita membayar, 1,5 juta nak, dengan uang masuk 15 juta, yang pada jaman ibu SMA, itu sudah terbilang mahal nak. Hahaha. Lucu sekali aku memanggil NAK pada orang yang belum lahir.

Oya, tadi ibu berkata lebih baik menjadi pengusaha eh? Ya memang Nak, pengusaha, bahkan Nabi saja mengajarkan untuk berdagang. Tapi tidak dibenarkan menjadi dokter yang mendagangkan dokternya, sehingga dokter dan pedagang harus memiliki batasan tegas, atau nanti kita malah  “memeras” pasien kita.

Nak, ketika ibu menulis ini, sebenarnya ibu hanya ingin kamu tahu, bahwa menjadi dokter itu tidak mudah. Namun, menjadi dokter adalah profesi yang mulia, jika kita menjalankan dengan hati yang mulia. Ada seorang teman ibu, sahabat ibu malah, yang mungkin belum menyadari rasanya MULIAnya profesi ini, sehingga dia menjalankan dengan setengah hati. Tidak berpkir bahwa nanti selagi bekerja, kita bisa menabung amalan untuk nanti di akhirat. Maka, di dunia ini tak semuanya ditabung dengan UANG. Yang terpenting adalah kehidupan setelah mati ini Nak.

Entahlah. Ibu baru saja mengalami kecelakaan, sesungguhnya ibu hanya retak pada jari kanan ibu, dan luka-luka lecet di wajah. Namun, ibu tidak percaya diri untuk pergi keluar. Alhamdulilah, ternyata salat itu tidak harus wudhu, bsa hanya bertayamum, dan ibu melakukannya: TAYAMUM. Karena luka-luka ini, sejatinya sebagiknya hindari dulu terkena air. Ibu sudah merindukanmu untuk datang ke dunia, Nak. Ibu hanya berpikir, apakah hari-hari akan terasa hampa seperti ini, seperti ibu merindukan kesembuhan. Karena jujur, ibu tidak bisa melakukan apapun pasca terjatuh dari motor 4 hari yang lalu.

Hahahah konyol, ibu berbicara pada sosok “anak” yang belum lahir. Tapi ibu janji akan membacakan ini untukmu kelak. Ibu akan berkata ketika ibu menuliskan ini, ibu berusia 24 tahun, dengan retak jari tangan kanan, muka penuh lecet.

I will miss your born in this world, my child.

 

Image44

hahhahaha aku rasa aku kenapa mesti mencantumkan ini? Karena gadget ibu remuk rusak pecah ketika ibu terjatuh dalam kecelakaan 4 hari lalu. Ibu masih tidak membayangkan, ibu terbanting beberapa meter dari motor dan hape ini juga, tapi alangkah beruntungnya Ibu karena tidak ada kendaraan yang menghantam ibu dari belakang, jika tidak? ibu jadi “manusia penyet”. Nah foto ini hanya pengingat saja, ibu pernah seperti ini HAHAHAHA.

Image50

Ini tanganku Nak. Alih-alih di gips, dasar dokter soktau, akhirnya aku elastic bandage saja. Hehehe…

Oya, ibumu ini sedikit gila, dan sedikit galak. Tapi ibu akan melakukan yang terbaik untukmu Nak. Ibu dulu pernah jauh sekali dari orangtua ibu, namunibu tidak akan jauh darimu Nak. Ibu akan menjagamu. Oya, ibu juga malu, ibu belum bisa mengaji. Ibu ingin belajar mengaji. Ah, sepertinya liburan ini saat yang tepat untuk ibu belajar mengaji supaya tidak malu nanti di hadapanmu.

Oke, doakan ibu ya dari langit sana, supaya ibu segera dianugerahimu, Nak, jiwa yang suci dan murni.

 

December 11, 2015 | Posted in Berita, berita-lengkap, news-nasional

 

DSC_4924 edit

Mahkamah Konstitusi (MK) akhirnya menolak seluruh permohonan uji materi Undang-undang no.20 tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran yang diajukan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI). Ini berarti, Fakultas Kedokteran wajib menyelenggarakan program Dokter Layanan Primer (DLP).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lantas mengambil sikap untuk tetap tidak menerima pendidikan tersebut. Bahkan mereka akan mengambil langkah hukum lain dalam bentuk legislatif untuk tetap menjamin keberlangsungan kinerja dokter umum di layanan primer.

Setidaknya ada 3 Alasan utama IDI menolak program pemerintah tersebut, yaitu:

1. Kesepakatan Muktamar

Menurut Ketua Umum IDI, Prof Dr Ilham Oetama Marsis, SpOG pada wartawan, ditulis Jumat (11/12/2015) saat Muktamar ke 29 beberapa waktu lalu di Medan, perwakilan dokter di seluruh Indonesia secara mufakat telah menolak DLP.

“DLP akan memberatkan calon dokter dan dianggap merendahkan serta meragukan kompetensi dokter umum yang melayani di layanan primer,” katanya.

‎Menurut Marsis, kesepakatan di forum menganggap Perhimpunan Dokter Layanan Primer Indonesia tidak diakui sebagai Perhimpunan Dokter dibawah IDI. Hal ini akhirnya menjadi konsekuensi profesi yang diatur dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dalam hal pengakuan dan rekomendasi izin Praktik serta merugikan masyarakat.

2. Sudah ada SDKI

Kata DLP telah ada dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012 sebelum lahirnya undang-undang Pendidikan Kedokteran. Dalam hal ini, SKDI telah disusun oleh PB IDI bersama Perhimpunan Dokter Pelayanan Primer (PDPP) yang terdiri atas Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) serta disahkan Konsil Kedokteran Indonesia.

Hal inilah yang menjadi landasan hukum atas pengakuan kompetensi lulusan dokter baru melalui Uji Kompetensi dan penjagaan kompetensinya lebih lanjut setelah 5 tahun melakukan praktik kedokteran melalui Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan.

Marsis mengatakan, dokter dengan SKDI dirasa cukup mengatasi masalah di layanan primer. Dengan adanya DLP itulah yang akan mengancam kompetensi mereka karena ada dokter umum dan dokter spesialis layanan primer.

“DLP apakah masuk spesialis atau umum, dalam. UU masih rancu. Sementara ada 80 ribu lebih dokter yang menjadi anggota IDI dan mereka menjadi gate keeper di Fasilitas Kesehatan Primer,” kata Marsis.

 3. Kurangnya Sarana dan Prasarana

‎IDI menganggap, DLP akan sulit berjalan karena kurangnya sarana dan prasarana, termasuk langkanya dosen Kedokteran di beberapa daerah terpencil. Belum lagi dengan kurangnya alat di Faskes Primer.

“Mengapa banyak orang lari ke rumah sakit dan malas ke puskesmas atau klinik? Karena disana tidak lengkap alatnya. Di sisi lain, bagaimana dokter umum mau pintar kalau d‎ia tidak pernah pegang alat EKG atau rontgen. Jadi kenapa bukan ini dulu dibenahi,” katanya.

‎Marsis menambahkan, saat ini yang jadi permasalahan bukan hanya kompetensi dokternya karena kompetensi mereka akan meningkat dengan sarana dan prasarana yang memadai.Tetapi ada 6 komponen yang saling berkaitan seperti sarana yang bagus, obat bagus, tersedianya alat kesehatan, ada tenaga media, pembinaan operasionalisasi serta tenaga medis yang kompeten.

Sumber : liputan6.com

Sebelumnya sempat ngehits kepribadian yang dilihat dari jenis SANGUINIS, KOLERIS, PLEGMATIS, dan MELANKOLIS… Dahulu saya diklaim oleh badan psikolog yang menyelenggarakan itu sebagai: SANGUINIS MELANKOLIS, tetapi setelah ditelusuri, saya jg ada kok unsur kolerisnya, bahkan plegmatisnya *sebenernya saya juga bingung apa tuh sanguinis, melankolis wkwkwk* intinya, masih ada penolakan dalam diri.

NEW VERSION!

Metode golongan darah untuk kepribadian? BUKANNN! Ini ada lagi yang lebih baru.

Sekarang, metode baru untuk mengetahui kepribadian diri kita yang sebenernya ada dalam GENETIK kita dapat dengan mudah ditilik.  Baru-baru ini, saya mencoba satu tes yaitu tes STIFIN, berupa tes kepribadian yang menurut saya:

GUE BANGET!

Kok bisa?

Hmmm, singkatnya, suatu malam, saya ikut suatu seminar tentang “SHARING BUSSINESS”, tanpa maksud apapun, tapi ternyata HAL INI MENGUBAH HIDUPKU *jengjengjeng lebaaaay*

SATU HAL UNTUK SELAMANYA.. Tuhan menciptakan manusia sekali ketika lahir, tetapi aset-aset manusia, panca indera, tangan, kaki, tubuh ini, adalah untuk selamanya sampai akhir hayat kita bukan? Nahhhh…

Gimana tuh? Sekarang tangan kita ada 5 jari yang menunjukkan KECERDASAN manusia.

stifin1

Gambar 1. Jari-jari KECERDASAN manusia

Yah, ini pengenalan aja sih, biar mudah menghafal yaaa.. STIFIN

JEMPOLLLL —> #S = Sensing

Beda yaaa sama sensitif. Orang Sensing itu cenderung RAJIN dan MEMORINYA KUAT! Cara belajarnya kudu pake STABILO. Kalau milih baju susah, kudu MATCHING, kalo cewe pun, CENDERUNG DANDAN, atau at least, good looking lah. kenapa JEMPOL? Karena orang sensing SUKA DIPUJI.

Kalau dikaitkan dengan ilmu kedokteran, MEMORI itu dipusatkan pada SISTEM LIMBIK yang berada pada sisi otak dominan (otak kiri) bagian dalam, sehingga orang SENSING, cenderung mempergunakan MEMORI-LIMBIK dalam berkarya.  Maka, orang ini jago banget MENGHAFAL, MENIRU, sehingga mesin kecerdasannya adalah: MEMORIAL QUOTIENT (ceileeeh udah ga jaman lagi ya hanya sekedar INTELEGENT QUOTIENT / IQ)

 

TELUNJUKKKK —> #T = Thinking

Nah, kalo Thinking udah jelas, orangnya PEMIKIR. Orang-orang kayak gini nih yang cocok jadi dosen, profesor, karena LOGIKAnya jalan banget. Kalau di lingkungan sekolah atau kuliah ini tampak orang-orang pinter yang sekali baca buku langsung ngerti, nah bisa jadi mereka golongan ini nih.  Apalagi orang-orang Thinking ini memiliki jiwa RESPONSIBLE yang tinggi, di dunia formal, nilai C, eh nilai B deh, udah kebakaran jenggot. Awwww jenggot gue maaaaaak kebakarrrrr nilai B. Sedangkan tipe-tipe yang selain Thinking pasti cuma menggumam “Gue ga habis pikir, nilai di mata kuliah X ini kan susah bener, kok dia dapet B aja kayak orang gila.”

Huff. Dunia memang berat. Tetapi, kalau kita punya dosen pembimbing yang KILLER, kerjaannya bolak balik revisi, gapapa sob, ini semata demi sesuatu yang disebut PROSES. Orang THINKING itu selalu melihat PROSES. Jadi, ikutin aja maunya, kalo revisi di halaman A ya di halaman A, besok ketemu doi ya ketemu lagi aja, yang penting proses. Perkara hasil akhirnya kita tetep ga pinter, yang penting kita udah mengikuti alur yang dibuat si Dosen Thinking ini.

Nah, bicara orang thinking, dari sisi kedokteran, jelas bagian otak yang digunakan adalah hemisfer kiri alias otak besar kiri, yaitu otak yang dominan melakukan fungsi seperti membaca, menghitung, menulis, dll.

 

JARI TENGAAAAH —> #In = Insting

 Insting ini disebut juga orang dengan INDRA KETUJUH alias FIRASATnya KENCENGGGG. Orang insting itu, kekuatannya ada di NALURI, DAN SERBA BISA.  Hmm, tetapi hati-hati, kalau marah atau kena tekanan, TEMPERAMENTAL sekaleee. Maka, orang insting cenderung dekat dengan Tuhan, alias RELIGIUS. Ya kalau muslim jadi USTADZ yang bener ya tapi, kalau Katolik ya jadi PASTOR yang bener ya tapi, kalau Budha ya ya gitulah sesuai agamanya masing-masing.

Terus kalau ga jadi kayak gitu jadi apa dong Mbak?

Jadi…. PREMAN. Yak, jadi kalau marah, orang insting bisa tanpa pikir panjang nyamperin orang yang dia keselin, terus ditonjok.

Otak dominan mana nih yang digunakan orang INSTING? OTAK TENGAH, alias dalam nama kedokteran itu: MESENSEFALON. Otak tengah ini merupakan salah satu pusat pernapasan, pusat irama jantungmu, dan lain-lain. Hiihiihii.

 

JARI MANIS —> #I = Intuiting

Orang dengan kecerdasan Intuiting bakal sanggup berimajinasi sejauh apapun, karena orang intuiting itu KREATIF, berorientasi pada KUALITAS, PERFEKSIONIS padahal mungkin tidak disadari oleh orang itu sendiri.  Hmm, cara mudahnya sih, saking imajinasinya tinggi, orang Intuiting diberi mainan belum 1 hari aja udah rusak.  Jiwa perusaknya tinggi.  Hidup buat dirinya itu DINAMIS. Antinyontek, karena dialah yang menciptakan arus! Kalau orang Insting itu punya INDRA KETUJUH, orang Intuiting ini punya INDRA KEENAM.

Hmm, secara perawakan fisik, karena imajinasinya menjulang tinggi sampai ke langit, orang intuiting ini serba panjang, kakinya panjang, tangannya panjang, bahkan anunya pun panjang! *jangan ngecek punyanya masing-masing yaaa* ahahaha.. Leher dan bahunya membentuk roket untuk membawa pikirannya melayang jauh ke langit, sehingga seringkali orang intuiting disebut MAHLUK LANGIT.

Dari sisi kedokteran, orang Intuiting ini mengutamakan otak HEMISFER KANAN untuk berpikir, dimana otak kanan adalah otak seni, otak imajinasi. Hmm, tak heran, kalau kita ngobrol sama orang Intuiting, orang ini mungkin seolah mendengarkan kita, tapi jangan salah, isi pikirannya sudah terbang kemana-mana. Hufhuf.

KELINGKING —> #F = Feeling

Nah, orang dengan kecerdasan Feeling itu, bisa kita lihat pada sosok Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pak Mantan Presiden Soekarno, yahh, kira-kira para pemimpin besarlah. Keren kan? Hmm, tunggu dulu, ada plus dan ada minusnya.  Orang feeling ini memang JAGO MENGUTAK-ATIK EMOSI ORANG LAIN, mudah bergaul, sehingga kalau kata orang “Ga ada Lo ga Rame!”, kalau pun itu cowok, cowok itu LEBAY,cenderung feminim, gampang nangis, dan hati-hati, kalau udah ga suka bakal dendam banget terus teriakkkk di tengah kota “GA SUKAAAA”. Oya, orang feeling juga serba nggak enakan. Dia ga enak sama si A, ga enak sama si B, ga enak sama si C, sehingga kadang mengorbankan perasaannya sendiri karena ga enakan sama orang lain.

Menilik Presiden Soekarno, yahhh kalau mau dituruti, gitu deh orang Feeling, suka tebar pesona dimana-mana, jadi hati-hati, mungkin sih, jiwa pemimpin ada, tetapi, memimpin rumah tangga lebih dari 1, itu bakatnya orang Feeling! hiiihiiihiii. Ya gimana lagi, orang feeling itu jago mengutak-atik hati orang lain, dan kalau udah suka banget, bakal dikejar bangeeeet.

Kalau dari sisi kedokteran, orang Feeling ini cenderung menggunakan otak SISTEM LIMBIK KANANnya, yaitu otak yang berhubungan dengan emosi dan relasi dengan orang lain. Tak heran orang feeling akan meluapkan emosinya dimana-mana, dikit-dikit UPDATE status, dikit-dikit nangis, dikit-dikit curhat, tetapi dengan kaya gitu, orang Feeling punya banyak temaaaan.

stifin2

Gambar 2. Catatanku Ketika Mengikuti Seminar STIFIn

Pada gambar di atas ada sedikit seupil tentang belahan penampang otak, yang mungkin kita tidak sadari bagian mana yang dominan kita gunakan sejak kecil. Kenapa daritadi saya membahas tentang KECERDASAN? Padahal yang dijadikan judul BLOG ini adalah KEPRIBADIAN. Mungkin banyak yang bertanya, KEPRIBADIAN kan juga dibentuk oleh LINGKUNGAN! That’s right. Tetapi ibarat kata, lingkungan adalah kepribadian yang dapat dimodifikasi, sedangkan GENETIK tidak dapat diubah lagi, SEUMUR HIDUP MELEKAT pada diri kita.

Hmm, okay, kecerdasan tadi melandasi kepribadian kita. Ketika kita lahir, kita membawa suatu gen dan dengan tes STIFIn inilah, kita ingin mengetahui secara tepat, GEN KITA INI MEWARNAI KECERDASAN mana? sehingga dalam melangkah kaki di samudera kehidupan ini, kita tidak salah langkah, umpama nih: “Ternyata aku tu INTUITING, aku cocok banget nih kerja di bidang seni, mendesain, membuat novel, dll, tetapi aku sekarang terjerumus di SAINS MATEMATIKA.” *sick* terpenjara dalam angka-angka, padahal imajinasinya setinggi langit.

Akhirnya, 3 hari lalu, saya memutuskan untuk tes STIFIN. Dan sayaaa adalah seoranggggg…. jengjengjengggggg……

SENSING EXTROVERT.

Apa itu? Hmmm, lebih dalam lagi nih sepertinya. Mesin kecerdasan apabila ditambah Introvert/Extrovert adalah suatu KEPRIBADIAN nyata yang tadi sudah sedikit dibicarakan.

Saya bersyukur sebagai seorang manusia sudah mengenal diri saya, lalu ditambah dengan tes STIFIN, saya SEMAKIN mengenal diri saya.

Kelak pada blog lain, akan saya bahas tentang KEPRIBADIAN itu, atau kalau memang penasaran, segera ajah tes stifin,

bisa follow twitternya di

@guestifin #GUEBANGET dan di @dodirustandi (STIFINman)

dan daftar untuk tes bisa juga follow dan tanya-tanya langsung ke twitter saya di @ursulapenny :D kalau tesnya di Semarang, saya bisa memberi tahu tempat yang recommended dan terpercaya :D

:D mudah dan murah, untuk seumur hidup lagi…

Sedikit cuplikan nih, kalau kita udah tahu tentang MESIN KECERDASAN ini, sangat enak loh menghadapi orang lain. Umpama nih, DARI CATATAN SAYA SELAMA SEMINAR SIH:

stifin4Gambar 3. Catatan Kecil tentang STIFIN

orang SENSING, fokus pada PENAMPAKAN, sehingga sangat memperhatikan tampilan fisik. Kalau ulangtahun pun, butuh satu KADO, sebagai perlambang perhatian seseorang pada dirinya. Karena fokus pada PENAMPAKAN, orang sensing inin cenderung untuk CINTA LOKASI. Haahaahha. Orang sensing juga cenderung berorientasi pada HARTA, jadi sekalian ya, kadonya yang MAHAL. hahaha *dihhhh padahal gue gak gitu* wkwkwk. *ada iyanya ding*

orang THINKING, fokus pada PELAJARAN, sehingga sangat memperhatikan prestasi ketika di kelas atau di bangku kuliah. Lha kalau udah kerja? fokusnya ganti dong, pada TAHTA, sehingga kado yang pas kalau orang thinking ulangtahun adalah : NAIK JABATAN. Hahahaha.

orang INSTING, fokus pada PERANAN, sehingga orang Insting aktif berperan serta dalam kehidupan di masyarakat. Orang Insting ini suka menolong, sehingga kado yang pas kalau orang Insting ulangtahun adalah disuruh bantu orang-orang susah, buat acara ke anak-anak panti asuhan, yeiy!

orang INTUITING, fokus pada IMAJINASI, pikirannya setinggi langit, mimpi-mimpinya berada bersama bintang-bintang di atas awan, sehingga, jika orang Intuiting ulangtahun, kita beri kado berupa kertas kosong saja untuk melukiskan mimpi-mimpinya. *pffffft* tapi yang jelas, orang Intuiting sangat berorientasi pada KUALITAS, sehingga sebisa mungkin, orang Intuiting akan memperbaiki kualitas dirinya, maupun produk yang diciptakannya.

orang FEELING, fokus pada PERSAHABATAN, sehingga kalau ulangtahun, tidak perlu diberikan kado apapun, cukup dengan kehadiran SAHABAT-SAHABATnya, orang feeling merasa senang…

Hiihihi, STIFIN menarik yaaa.. Yuuukkkkkk kita tes STIFIN untuk mengenal lebih jauh karakter kita, sebelum kita melangkah lebih jauh agar semakin mantap menapaki kehidupan ini, karena hidup ini akan menjadi :

GUE BANGET! setelah tes STIFIN. ***

 

 

 

 

KOAS PUTARAN KEDUA: KULIT KELAMIN.
Koas adalah bagian dari pendidikan dokter ketika kita menuntut ilmu menuju ke DOKTER UMUM. Aku koas alias dokter muda yang sedang berkelana di RSUP dr Kariadi mencari pasien, belajar dari pasien, sehingga aku harus berkata “Terimakasih Pasien!”

Kejadian NYATA yang harus aku pahami adalah: manusia memiliki sisi negatif, sisi gelap, sisi penuh dosa. Kenapa begitu? Kejadian di

kacamata

Seorang bapak-bapak bermuka baik-baik, pendiam, dan berkacamata
PASSSSSS BANGET aku menilai seorang bapak yang berwajah kebapakan *ya iyalah bapak-bapak ya mukanya kebapakan*, pendiam, ditanya jawab seperlunya.  Bapak ini dilahirkan ke dunia untuk menjadi bapak yang baik dan beruntungnya adalah si bapak sudah memiliki istri. Datang ke poli tempat saya praktik koas dengan keluhan “Saya kencing nanah, Dok.”

Lalalala.. kencing nanah. KENCING NANAH! hmm sebenernya itu bukan nanah sih, tapi bentuknya memang putih kaya nanah. Lalu dokter bertanya lagi lebih jauh “Bapak sempat berhubungan dengan wanita selain istri?” Si Bapak menjawab: “YA.” *Seolah petir menyambar, hatiku tersayat-sayat, walaupun saya bukan istrinya, hahaha, tapi, malah jadi kepikiran ayah sendiri, lebay juga diri ini. Jelas ayah saya tidak pernah seperti ini, tetapi membayangkan saja kalau ayah ‘nakal’ kayak gini, pfft. jahatnya bayangan imajinasiku.

Gambar diplokokus gram negatif pada infeksi gonorhea

Gambar diplokokus gram negatif pada infeksi gonorhea

Lanjutlah.. Si bapak akhirnya diperiksa ‘nanah’ yang keluar dari saluran pipisnya. Tralala, ada beberapa kemungkinan yang dapat terjadi: Uretritis Gonorhea (apabila pada gambaran mikroskop ditemukan gambaran diplokokus gram negatif) atau Non Spesifik Uretritis (bila hanya ditemukan gambaran sel leukosit >5 pada pembesaran 1000x mikroskop).

Ya Tuhan, saya hanya berharap si istri tidak tertular. Kasihaaan. Jadi memang sebagai dokter, saya harus memberikan edukasi kepada pasien untuk menghindari berhubungan seksual dengan siapapun, dan seharusnya pun membawa ‘mitra seksual nakal’ yang memang menjadi partner si bapak. hufhuf. kasihan… Tetapi tenanglah, pengobatannya tidak sulit, cukup dengan antibiotik yang diminumkan secara oral. Hmm, meskipun pengobatannya tidak terlalu sukar, tetapi jangan takabur karena dosa yang ditanggung di kemudian hari itu yang harus kita pikirkan, dan perasaan istri apabila mengetahui semua ini. Hiks….

Dan satu lagi, sebagai dokter, kita harus ingat kita hanya manusia biasa, sehingga saya harus tetap berdoa agar tidak nakal, hahhahahaa, dan tidak dinakali, dan juga, berdoa kepada si cewek yang menulari bapak berwajah baik-baik ini agar tidak nakal lagi dan segera bertobat. Kalau memang susah bertobat, segeralah berobat agar tidak menulari pasangan seksual lainnya di kemudian hari. Amin!

Seusai koas, seperti biasa aku jaga warung @dimsum_ame … Hihihi, setidaknya sambil jaga warung, ada kisah dan ilmu yang dapat saya bagikan kepada khayalak, untuk membuka mata bahwa “Don’t judge the book by the cover!”

Salam sehat, URSULA PENNY LOVE YOU ALL! #keceisyours

osce

Yaaa bisa dibilang ini perjalanan coassku yang dimana aku ingin menjadi spesialis anak. Tapi apa daya, ujian OSCE ini bener-bener bikin remuuuukkkk. GATOTITIT! Hikssssss. Hmmmm, jadi sistem ujiannya itu kita meriksa pasien pura-pura yang udah disetting sakit tertentu, ya trus aku ceritanya juga disetting sedang menjadi dokter di suatu Puskesmas. Lhaaa sebenernya aih akan menjadi mudah kalau ujiannya ga perlu ditonton sama dokter spesialisnya. Tapi kenyataannya, ujiannya ini mulai dari meriksa pasien sampai nulis resep, ditonton sama dokter spesialis alias superbisor. Bikin grogi. Asli. Sumpah. Seolah ilmu yang saya peroleh di stase anak selama 2 bulan ini lenyap begitu saja.

Dalam waktu 10 menit, dengan ajaib aku harus memeriksa pasien, memberikan resep dan edukasi kepada orangtua si anak supaya anak lekas sembuh dan tidak sakit serupa di kemudoan hari. Harus dengan bahasa yang ciamik sehingga bahasa kedokteran itu dimudengkan olehnibu pasien. Lalalalalaa.. Sudahlah, aku memang koas bodoh butiran debu, sia-sia sudah hidup ini. *lebay bangetlah ini hahahaha*

Sepuluh menit berlalu, aku sedang menulis resep, tau-tau waktnya abis! Omaigat, aku belum selesai nulis resep dan mengedukasi pasien serta orangtuanya. Aku terlalu lelet, lambat, grogi, gatotitit! Hiks. Sedih.

Semoga pasiennya besok di kehidupan nyata mau menungu aku periksa meskipun harus di atas 10 menit ya aku baru bisa memberikan resep. Itu sih angan-anganku. Aku ingin berlama-lama dengan pasien supaya pasien puas dengan pelayananku sbg dokter (pembelaan diri karena ujian tidak bisa mengerjakan dgn tepat waktu). Sungguh deh… Menyedihkan. Hahahah. Sakin sedihnya sampai hanya bisa tertawa.

images

*catatan seorang koas gatotitit*

love

Romansa, bumbu cinta. Pasti setiap orang pernah merasakannya. Perih jika kita mendapatkan cinta yang bertepuk sebelah tangan.  Setiap penyakit memiliki obat, begitu pula dengan sakit hati, pasti ada obatnya.  Ada yang berkata bahwa setiap manusia sudah diciptakan berpasang-pasangan, setiap tulang rusuk yang hilang akan ditemukan pada satu titik jodoh yang telah digariskan Yang Kuasa.

Seorang gadis, 22 tahun. Dalam angannya, kisah cinta adalah kisah yang bahagia. Tidak memimpikan apapun, tidak menyandarkan apapun pada harta dan materi. Cinta apa adanya. Ya, itulah impiannya.  Beberapa kali pria mendekatinya, bahkan menjalin hubungan serius dengannya, tetapi apa daya, hatinya belum menemukan ikatan yang tepat dengan pria-pria sebelumnya. Tak alang, pria pertama yang serius menjadi kekasihnya adalah seorang abdi negara, pria berseragam yang membuat hati wanita lain luluh dengan kemapanan yang ditawarkan. Paras yang gagah, mahir memainkan senjata, mampu memberikan apa yang gadis ini minta.   Tetapi, bukan itu yang dia cari. Ya, gadis itu masih belia. Mungkin hatinya belum mantap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.  Jarak usia yang terlampau jauh membuat gadis ini merasa, dia masih terlalu kecil untuk menjadi pendamping hidup pria ini.

longlovelife

Usailah perjalanan cinta mereka.  Gadis ini tidak lagi begitu muda. Gadis ini belum pula tua. Melalui serangkaian keaktifannya di dunia kampus, gadis ini melejit menjdi sosok yang digemari teman-temannya. Tetapi semakin banyak orang suka, semakin pula banyak orang yang tidak suka. Datanglah pria kedua yang datang ke dalam hidupnya, mewarnai kesehariannya, memberikan kelayakan dan kepastian masa depan untuk gadis ini.

Ya, bagaimana tidak,pria ini seorang dokter, juga pengusaha. Hari demi hari berlalu bersama pria kedua ini. Terlahir ke dunia sebagai seorang yang memiliki visi, pria ini hidup dalam mimpi-mimpinya yang besar, yang turut membesarkan mimpi si gadis. Namun, mereka memiliki kehebatan masing-masing yang membuat hubungan mereka yang tadinya harmonis menjadi hubungan persaingan. Mereka saling unjuk kebolehan masing-masing, memberikan sejuta angan pada diri masing-masing. Waktu berjalan, kerasnya hati mereka masing-masing terasah menjadi batu karang yang tajam, menusuk cinta masing-masing, kandaslah cinta mereka dengan sejuta harapan yang telanjur terpatri di angan si pria bahwa si gadis tidak akan melepaskan pria hebat, sehebat dia.  Tetapi si pria lupa, hidup tak hanya karir, tak hanya angan, tak hanya asa pribadi. Relasi dan komunikasi itu penting. Perhatian dan cinta kasih tak ubahnya air di padang gurun pada kisah mereka berdua.

Kini gadis ini tak lagi muda. Kini dia berada di ujung malam. Gadis ini telah tua pada usianya.  Memilih pria? Tentu bisa dia lakukan. Tetapi kali ini hatinya telah buta oleh tahta maupun harta. Kehidupan bahagia bukan lah semata oleh karena dua hal itu. Gadis ini telah mendapatkan keduanya pada kisah sebelumnya. Tetapi apa? Bahagiakah yng didapat? Entahlah, dalamnya hati siapa yang tahu. Bahkan gadis itu sendiri. Yang jelas, gadis ini merumuskan kisah bahagianya pada pria ketiga. Pria yang berparas menyenangkan, disukai banyak orang, memiliki banyak teman, tetapi satu hal yang kurang: restu keluarga.  Pria yang menakjubkan ini berhasil memberikan kebahagiaan pada gadis ini, meskipun bukan harta ataupun tahta yang dia bawa.  Ya, pria ini membawa hati.  Kebahagiaan yang sejati, yang ketika tanpa harta ataupun tahta sekalipun mereka dapat maju bersama.  Saling mendukung dan saling melengkapi.  Mereka suka berpetualang. Berkeliling pulau Jawa hanya dengan sepeda motor, mendaki gunung hanya untuk menjawab makna sebuah masalah, membuat hobi mereka menjadi suatu yang menghsilkan uang.

Gadis yang tak lagi muda ini memiliki semangat mudanya pada pria ini. Pria yang bahkan tak dapat dipahami oleh pria pertama dan kedua. Boleh jadi, pria pertama maupun kedua mengklaim diri mereka lebih baik. Silahkan. Sejuta makna kehidupan, tapi satu pun belum diresapi: kebahagiaan. Mungkin kalau ada kesempatan kedua, perbedaan yang ada di antara mereka ingin sekali dimusnahkan melalui satu jalinan ritual khusus pada kehidupan selanjutnya.  Restu keluarga menjadi satu-satunya hambatan. Ya, gadis ini tak lagi muda. Tetapi setidaknya, dia sempat merasakan kebahagiaan layaknya orang muda dengan romansanya.

Gadis itu tak jauh dari kita semua. Mungkin ada di sekeliling kita, di samping kita, di depan kita. Atau,bahkan di hati kita.

Satu hal: kehidupan ini sederhana apabila kita bisa bilang bahwa bahagia itu sederhana.

Follow me on twitter: @ursulapenny

Bagi aku, dan Adel, sahabat aku, yang sekarang ada di samping aku, tahun ini adalah tahun paling looooossss banget.. Banyak sekali moment kehilangan yang terjadi..

Loss berat badan, loss hati, loss pikiran, loss sahabat, loss cinta.. tapi jangan sampai loss cita dan harapan hidup..

Baru saja, pukul 11.50 malam, dengan Kereta Anggrek menuju Jekardah, my bestiest: Amanda Umihani, meninggalkan Semarang, officially akan kerja di Danone sebagai MT (Manager Training) dan dalam 2 tahun, pasti dan tentu, my bestiest ini akan menjadi Manager. Keren banget lah ya.. Kenapa? Manda has not been get her graduation from her college but she has stayed in a steady place in a work world. wawawawa.

248308_10151452109078034_1742019258_n

Amanda Umihani. You are such an amazing girl, luv. Why I said that? Because, in your young age: 21 years old, you have worked in the big company in the world, and you get your place in there without any hard work, or you can seem like slow-fun-friend, but you can reach big achievement. :)

Aku ga pernah berani membayangkan hari ini seperti apa. Hari ini, sampai di stasiun Tawang Semarang, masih dengan menggunakan rok kuliah, pertama kali berada di depan Manda, membawa big bouquete of flower in front of her, hahaha, the first stupidity thing was: I CRY. hahaha. Huff. Sontaklah teman-teman Manda yang lain marah-marah: “Heeeee jangan nangis, nangis itu nular, nanti kita nangis semua di sini.” Ah aku emang parah, hahaha, tapi nangisnya ga nular kok yah.

Hal-hal sedih kita kesampingkan lah ya, yang menyedihkan dari semua ini sebenarnya tidak ada. Hanya saja, entahlah semua kenangan indah itu apakah bisa diulang dengan mudah seintens dulu lagi? Tentu saja jawabannya TIDAK. Realistis kan. Inilah kehidupan. Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Ada datang dan ada pergi.

BYEBYE

The future is definitely something we all face :) and the separation between us is connected by our pray.. Take care @amandamanndy :*

Let’s rock our memories!

#1 thing: We don’t recognize each another

#2 thing: We know one another via our bestiest one, do you remember, Luv? haha.

#3 thing: We share our first stories, I still remember what story that was. Hahahaha,

#4: We stay in the same kost,

#5: We do failed things together in kost, start from cooking, eating a lot of our cooked food, and getting fat together.

#6: We do failed things together outside kost,

525452_4908106175600_1430074177_n

#7: We cry because of 2 movie: RECTOVERSO and SILVER LININGS PLAYBOOK, together with @dellyodeldel haha!

#8: Your last birthday in Semarang, aku, Minah, Kiki, dan Kurnia memberantakan isi kulkas dan rak sepatumu, serta memberikan tempelan-tempelan alay di depan kamarmu..

manda birthday

#9: Kita tidur bareng selalu setiap malam yah .. Hihihi. Lalu menceritakan pengalaman sehari-hari, menggalau, lalu ketika mau tidur, lampu dimatikan, dan nyalalah si lampu tidur kupu-kupu yang punya sensor gelap, tetapi wujud kupu-kupunya diragukan antara kupu-kupu atau lebah.

#10: Mengulang berulang-ulang lagunya Pink yang judulnya “TRY” karena entah kenapa itu memberikan semangat bagi kita. Semangat mandi setiap hari ketika tidak ada kewajiban untuk mandi.

#11: Sarapan sampe kemana-mana tanpa mandi dulu

#12:  We listen music with my double-plug-headset in the bus. Jangan salah, kita membuat perjalanan dari Malang ke Semarang dengan teknik “ngeteng” alias ganti-ganti oper oper bis satu ke bis lain, dan di bis, sepanjang perjalanan, lagu DANGDUT dengan suara GIGA MEMBAHANA diputar. Belum lagi pengamen yang ngamen di bis. Akhirnya, kita memutuskan mendengarkan lagu dengan headset, sehingga dalam 1 waktu, ada 3 musik yg didengarkan: 1. suara dangdut dari bis, 2. pengamen, 3. playlist gadget kita. Itu berisik sekalee dan semoga ga merusak telinga.

#13:  we talk about any & all differences and try to understand them ☺

#14: You sing Baby Beluga Song, till I can repeat the reff of that song.. zzz.. Jadi, Baby Beluga adalah bayi dari paus beluga. Paus beluga itu bentuknya kaya otak-otak yang dijual di @dimsum_ame (follow twitternya dimsum ame-ame ya)

baby beluga in the deep blue sea

baby beluga in the deep blue sea

#15: Shopping together. Sering sekali failed disini, padahal udah janji ga akan shopping di atas 2 items perbulan ya ya ya.. hahaha

942069_4908039893943_112889407_n

#16: Make “alay alphabet” in Blackberry Messenger, terus dikirim-kirim ke semua orang. Ya maksudnya adalah, kita sedang mencoba sekuat tenaga untuk menjadi alay, tetapi tetap saja susah karena kita berdua (aku dan Manda) ditakdirkan untuk tidak alay. Mihihi. Kita juga punya sebutan khusus untuk orang-orang alay yang alaynya itu alamiah tidak dibuat-buat: ALAY KONGENITAL. Kongenital kalau dalam bahasa kedokteran adalah kelainan bawaan sejak lahir. Hehehe.

#17: Make dreams to go to some place, holiday together with our own money. Yang jelas, manda ingin sekali ke Igloo House ya? Itu loh, rumah yang dingin banget karena semuanya se-tempat tidurnya aja terbuat dari es. Dan satu lagi, petualangan nonton paus dari deket, langsung di laut terbuka.

IGLOO HOUSE, Manda pengen banget bermalam di dalamnya. Kasian suaminya nanti. Pffft. Kedinginan

IGLOO HOUSE, Manda pengen banget bermalam di dalamnya. Kasian suaminya nanti. Pffft. Kedinginan

#18: Punya usaha lapak makan, karena kita hobi masaaaaak hihihi. Anyway, Manda menyumbangkan kipas angin yang ada logo Hello Kitty-nya kepada calon lapak yang nantinya akan kita buat. Manda suka banget sama Hello Kitty, dan akuuuuuuhhh tidaaaaaak! hahaha.

#19: Potong rambut super pendek: sebahu, yang awalnya panjang sepunggung. Karena manda selama ini membayangkan dirinya adalah cewe kantoran yang kece dengan rambut sebahu tapi kelakukan tetep aja cacat. hahaha.

RAMBUT BAHU

#20: Kita suka banget sama serial “Malam Minggu Miko” yang bagian SHERLY dan dia mau ikutan casting JERALANG (Jerawat Ilang), sehingga di setiap kesempatan ada barang hilang, kita suka banget ngomong “HILANG” ala Raditya Dika di serial JERALANG itu. Dan suatu kesempatan ada tulisan JELARANG, Manda heboh banget sampe tangannya ilang (lihat foto di bawah ini, tangan kanan manda kemanah?).

jeralang

#21:  Manda sering kaya kesandung atau jatoh seolah tersandung batu gitu padahal ga ada batu.. haha.

#22: Manda cinta anak kecil tapi harus cowok ya, kalo cewek, apalagi manja, manda bisa ngomel sendiri hahhaha, padahal dulunya Manda juga pernah jadi anak kecil dan dia kan cewek ya. Manda dan aku sukanya mainan sama anak kecil..contohnya mainan sama keponakannya @dellyodeldel namanya Arfa. Ya kalau ditanya sudah siap punya anak kecil, ya belum siap, makanya mainan sama anaknya orang aja. hahaha. *padahal ga ada yang nanya*

Arfa sukanya mainan ultraman atau tulang-tulangan yang seharusnya dipake belajar Anatomi.

ARFA AND MANDA

ARFA AND MANDA

Yah itulah sedikit tentang Amanda Umihani.

Semangat menjadi THE NEW AMANDA (Rectoverso banget) *no more tears! no more cry!* haha.

Our distance is no matter, we are connected by our pray. Keep rock and roll my beibih. haha. Masih ga percaya aja dunia kerja sudah ada di hadapanmu.. sementara saya masih menjadi mahasisa, tetapi saya bahagia dan bangga pernah benar-benar dekat dengan Manda, and our friendship is everlasting!

So, bagaimana pengalamanmu dengan sahabatmu? :)

MAKNA SENYUMAN

SENYUM

Apa yang ada di balik sebuah senyuman? Senyuman bisa bermakna ganda, bahkan triple, atau trople (apa coba trople itu?)

Apa senyuman terindah yang paling kamu inginkan?

Kalau aku yang ditanya, dengan santai aku akan menjawab, TIDAK ADA. Ah bohong! Bohong! haha. Ya, aku memang bohong. Aku menginginkan senyuman orang yang kita sayang. Bahkan, hanya sekedar senyum hambar yang tidak memancarkan keikhlasan. Tetapi dengan berusaha tersenyum, setidaknya kita sudah menggerakkan otot-otot wajah kita sehingga saraf wajah menjadi lebih terlatih. Hiathiathiahtaiha.

Senyum kecut — senyum karena abis makan yang kecut-kecut. Mulutnya senyum, tapi bisa jadi ga simetris, karena ga dari hati. Matanya memancarkan amarah atau kecewa, tapi berusaha pura-pura gembira. Senyum kecut membuat yang melihat menjadi kecut juga hatinya.

Senyum amarah — ini biasa aku temukan di dalam sunggingan senyum guru SMAku ketika mau menghukum sit up, push up, atau keliling lapangan maraton. hahha. Dengan senyum dari kejauhan, menyambut beberapa siswa yang sudah tercatat kesalahannya apa, tetapi disimpan di dalam catatan kertas yang siswa itu tidak bisa lihat. Lalu ketika siswa sudah mendekat kepada si pamong alias guru dengan senyum ini, muka pamong berubah menjadi marah, lalu menyuruh lari keliling 5x sesuai banyaknya kesalahan. Huff cerita klasik. Sepertinya aku dulu setiap hari dihukum deh.. Yahahaha.

Senyum malumalu — Nah senyum ini lucuk deh. Matanya memancarkan mau, tapi senyumannya seolah menahan untuk tidak, tapi ya pengen. Ahahaha.. gimana gitu. Matanya malu-malu melihat ke arah lain, padahal yang diajak obrol adalah cowok yang kita suka dan itu ada di depan kita, lalu mata kita malu menatap matanya, tapi sesekali curi pandang. Senyuman tetap tersungging di mulut kita..

Senyum sedih — ini senyum sejuta makna.  Menurut aku, karena untuk menutupi kesedihan yang ada, tetapi alih-alih menangis, orang memilih tersenyum. Kesedihan itu terlalu sedih untuk diceritakan, bahkan untuk ditangisi, sehingga ia memilih untuk tersenyum. haha… hoho.. hehe.. hati-hati kalau kebablasan malah jadi ketawa-tawa, terus kurang tujuh sendok deh, alias gila.

Senyum ikhlas — ya kalau ini memang ingin senyum, karena bahagia. Dan ini senyuman yg diinginkan semua orang. Matanya juga memancarkan kebahagiaan mendalam.

:’) — nah ini senyum dengan upil. itu ada upilnya. tapi mulutnya senyum. hihi.

Sekian senyuman hari ini.

Ayo, sudahkah kita berbagi senyuman kepada orang di sekitar kita?

DELAY

Delay..

So you will  settle down..

in the comfort zone..

You’ve never realized..

A precious thing..

Is waiting for you…

In a back of that wall..

Yes, that wall in front of you..

 

Delay..

Maybe you can say..

To the wall you face..

 

 

You say..

Time will answer anything..

And you don’t realize..

That the wall is answering..

In a whispering sound..

Time will destroy everything..

And that wall..

Seeing to itself..

Feeling that its body..

Ruin by years..

 

 

 

by: Ursula Penny

Follow me @ursulapenny