Another Blog!

hey. setelah sekian lama. saya sudah hijrah ke blog yang satunya. well bukan karena tidak senang disini, tapi kenapa ya…   sekarang mungkin tidak menulis seperti dulu. ya, lebih senang cerita-cerita fiksi aja hehehe   feel free to visit another blog. tetap blog saya juga >> 18april92.wordpress.com <<   -salam seikat-

No Comments

[FIKSI] Delusional

Aku mendengar dentingan piano dalam kekosongan… Suaranya hampir lirih namun jelas.. Hujan deras bagai badai tak melunturkan tiap denting tuts yang ditekan.. Jantungku bedebar cepat.. Sekelebat bayangan melintas.. Tersenyum menggenggam erat jemari.. Benarkah kau kembali?   . . . Satu masa ketika kau mengalami hidupmu selalu berada dipuncak. Mungkin sebuah kebahagiaan. Ketika kau cukup bisa […]

,

1 Comment

cerita seputar 300 kata

aku nggak tau demi apa bisa ampe nulis postingan ini. sesungguhnya menulis sesuatu itu bener-bener seperti tertular virus. Bukan virus yang berbahaya juga sih, entah bermanfaat atau nggak tergantung sama penulisnya juga. Ini berawal dari baca tulisan bedul yang berjudul kebetulan [klik aja kalo penasaran ama ceritanya] entah kenapa tangan ini gatel banget mau ngetik sesuatu. jadilah […]

, ,

1 Comment

Tanpamu [Balada Move On]

    Aku membuka lembar yang sama setiap harinya… Membaca setiap kata dan mengulangnya… Menghabiskan satu buku yang sama setiap harinya… Tapi tetap saja ada yang berbeda, ada yang kurang… Karena tidak ada kau yang memberikan petunjuk Dimana bagian paling menarik dari buku itu..   Aku menggores pena… Berusaha menuliskan tiap kata yang aku dengar […]

, ,

14 Comments

Lefthander story : Chapter 21

Perpustakaan hari ini benar-benar sangat sepi. Mungkin hanya ada 3 atau 4 orang saja disana. Shin begitu asik membaca buku. Hari ini dia menghabiskan waktunya untuk membaca di perpustakaan. Entah kenapa laki-laki itu malas sekali ingin menjalankan rutinitasnya hari ini. Mata abu-abu gelapnya menyapu satu persatu kata. Dia tidak begitu menghiraukan orang-orang yang datang hari […]

, ,

4,702 Comments

Lefthander story : Chapter 20

Rei menelan ludahnya. Wajahnya benar-benar sangat tidak enak. “Mereka…. Orang tuaku…. Aku seperti tidak punya orang tua.” Kulihat raut wajahnya berubah muram. Wajahnya menjadi sangat sedih. Aku tidak melanjutkan pertanyaanku. Seolah-olah mengerti perasaannya. “Sudah lanjutkan saja makan eskrim mu. Setelah ini kau ingin kemana, Rei? Pria tampan nan baik hati ini akan mengantarmu.” Aku mengedipkan […]

, ,

80 Comments

lefthander story : chapter 19

“Halo, Shin. Maaf tiba-tiba menelponmu. Apa kau ada waktu siang ini?” siang ini Shouko menelpon Shin. Dia ingin mengajak laki-laki itu berkencan. “Oh, Shouko. Tidak apa-apa. Siang ini? Aku sudah ada janji dengan orang lain. Ada apa?” “Oh, benarkah? Boleh aku tau kau ada janji dengan siapa? Tidak, aku hanya ingin bertemu denganmu. Tapi sudahlah […]

, ,

81 Comments

lefthander story – chapter 18

“Halo…” “Halo, Rei. Apakah aku mengganggu?” malam itu Shin memutuskan untuk menelpon Rei. Dia benar-benar khawatir setelah melihat Rei menangis seperti itu. “Oh tidak. Tumben kau menelponku? Ada apa, Shin?” “Ah, tidak. Mungkin aku hanya ingin mendengar suaramu saja, Rei. Sepertinya aku rindu padamu.” DEG! Rei merasakan jantungnya berdebar kencang saat mendengar Shin mengatakan bahwa […]

, ,

61 Comments

lefthander story : chapter 17

Pikiranku sangat kacau. Entah mulai kapan aku merasa tidak punya tempat lagi di dunia ini. Bahkan rumah pun seperti makam. Yang terpikir olehku saat ini adalah Fuji. Perasaanku sakit sekali, terlebih pada perlakuan orang tuaku hari ini. Mereka bahkan membentakku. Aku hanya sedikit tidak peduli pada mereka, tapi mereka akhirnya membentakku seperti itu. Ya Tuhan, […]

, ,

82 Comments

welcome campus life! welcome to the jungle!

ini sudah masuk hari kedua pengenalan mahasiswa baru atau yang disebut PMB. rasanya melihat adik-adik baru dengan rambut cepak (yang cowok) dan ceweknya juga menyadarkan saya bahwa sekarang saya tidak muda lagi (apa ini?!). maksudnya, saya bukan mahasiswa baru seperti mereka lagi. terlihat jelas wajah-wajah cemas mereka waktu “senior” didepan berbicara dengan nada yang sedikit […]

,

13 Comments