Sejarah Nama Bengkulu


Masa sebelum tahun 1685, di wilayah Bengkulu pernah berdiri beberapa kerajaan seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Dipati Tiang Empat, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sungai Itam, dan Kerajaan Anak Sungai.
peta provinsi Bengkulu
Pusat Kerajaan Sungai Serut terletak di sebelah kanan hulu sungai Bengkulu atau Sungai Pasar Bengkulu. Raja pertama Kerajaan Sungai Serut ialah Ratu Agung yang berasalah dari Kerajaan Majapahit. Ratu Agung mempunyai tujuh orang anak, yaitu Raden Cili, Manuk Mincur, Lemang Batu, Tajuk Rumpung, Rindang Papan, Anak Dalam Muaro Bangkahulu dan Putri Gading Cempaka. Putri Gading Cempaka memiliki wajah yang sangat cantik dan menawan hati bagi setiap orang yang memandangnya, sehingga rona kecantikannya ini tersiar sampai ke Negeri Aceh. Oleh karena kecantikannya seorang putra Raja Aceh datang untuk meminang Putri Gading Cempaka. Setelah lamaran (pinangan) putra Raja Aceh tersebut diterima oleh Ratu Agung, Putra Raja Aceh kembali ke Negerinya, akan tetapi malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, ketika Putra Raja Aceh datang lagi ke Kerajaan Sungai Serut untuk melaksanakan pernikahan dengan Putri Gading Cempaka, Ayahanda dari Putri Gading Cempaka yaitu Ratu Agung baru saja meninggal dunia. Karena Kerajaan Sungai Serut masih dalam suasana berkabung, rencana pernikahan terpaksa ditolak oleh kakak Putri Gading Cempaka yang bernama Raja Anak Dalam Muaro Bangkahulu yang menggantikan Ayahandanya sebagai Raja Sungai Serut.
Mendapat penolakan itu, Raja Aceh sangat tersinggung dan terjadilah perang antara Kerajaan Sungai Serut dengan pasukan Raja Aceh. Dalam perang yang tidak seimbang, karena laskar Raja Aceh lebih banyak dan lebih siap, maka kerajaan Sungai Serut hanya mampu bertahan dengan membuat empang (blokade) ke hulu. Dengan taktik blokade atau empang ke hulu Sungai Serut, tentara Aceh dapat dikalahkan dan akhirnya kembali ke Aceh. Dalam peristiwa itu Raja Anak Dalam Muaro meneriakkan “Empang ka hulu, empang ka hulu” yang berarti hambat, jangan sampai ke hulu. Dari kata-kata inilah, lahir nama Bangkahulu atau Bengkulu. Seusai perang, Kerajaan Sungai Serut meninggalkan Kerajaan yang sudah hancur dan pindah ke dusun Rindu Hati dan Gunung Bungkuk. Beberapa tahun kemudian keluarga kerajaan ini turun gunung dan membuat daerah pemukiman baru di Muara Sungai Serut. Putri Gading Cempaka akhirnya menikah dengan Datuk Bagindo Maharajo Sakti dari Kerajaan Pagaruyung Sumatra Barat.

, , , ,

  1. #1 by Franklyn on April 18, 2016 - 9:12 am

    My brother suggested I might like this blog. He was once totally right.
    This put up truly made my day. You can not
    imagine just how so much time I had spent for this information! Thanks!

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?