Dia yang Tak Pernah Hilang dari Ingatan


 

Masuklah, akan kuceritakan tentang dia yang tak pernah hilang dari ingatan…

Tinggi badannya selalu membuatku harus mendongak untuk menatap wajah rupawannya. Senyuman khas di bibirnya masih melekat pekat tertinggal di dalam indera penglihatan.  Hidungnya membentuk sempurna di wajahnya nan ramping. Serasi dengan rahangnya yang kokoh. Di bening kedua matanya aku ingin berenang seharian melepas kegerahan.

Harum tubuhnya masih tertinggal. Melekat pekat di dalam indera penciuman.

Hangat genggaman tangannya pun masih melekat pekat di dalam indera perabaan.

Suara beratnya terdengar jelas lembut memanggil namaku. Membuai hening di dalam ingatan.

 

When i'm with youi love you

 

Hingga bingkai-bingkai berbicara. Sadarku semakin nyata. Dia yang tak pernah hilang dari ingatan telah lepas dari genggaman dan berjalan entah ke mana tujuan.

Penuh sesak. Rindu yang lama kutampung melebihi kapasitasnya. Berdesakan keluar mencari pintu pertemuan. Mendorong butir-butir air yang jatuh di pelupuk mata.

 

 

Ternyata aku masih saja berharap bisa menunggunya. Tapi, entah kapan harapan menjadi nyata. Atau sebaliknya, aku pergi saja dan membunuh semua tentang dia hingga tak bersisa ?

Should i go or not ?

i should ‘move on’

 

Ya, seharusnya aku beranjak dari tempat ini. Aku harus melangkah ke depan dan melupakan kamu yang tak pernah hilang dari ingatan. Membiarkan diriku meratapi kebahagiaan yang menjamu dikemudian hari.

Smile

  1. No comments yet.
(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

what is 7 plus 2?