Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for February 1st, 2010

10 Masalah Kesehatan yang Paling Memalukan

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

Jakarta, Masalah kesehatan yang dimiliki oleh seseorang ternyata tidak hanya membuat orang merasa tersiksa secara fisik, tapi juga bisa menimbulkan malu yang mempengaruhi psikisnya. Masalah kesehatan apa saja yang bisa bikin malu?

Rasa malu itu timbul karena masalah kesehatan ini sangat terkait dengan kebersihan, etika dan kepantasan penampilan. Seperti dikutip dari FoxNews dan Timesonline, Kamis (28/1/2010) ada 10 masalah kesehatan yang bisa bikin malu si empunya tubuh, yaitu:

1. Bau mulut
Tingkat malunya tinggi, karena bisa berhubungan dengan kepercayaan diri. Penyebabnya bisa karena adanya lubang di gigi, sisa makanan yang tertinggal, karang gigi atau bisa juga karena adanya suatu penyakit di tubuh. Cara mengatasinya bisa dengan gosok gigi secara teratur, menggunakan cairan pembersih mulut atau rajin membersihkan gigi ke ahlinya.

2. Bau kaki
Tingkat malunya tinggi, karena berhubungan dengan kebiasaan pribadi yang jorok. Penyebabnya bisa kombinasi antara kaki berkeringat dengan kurangnya menjaga kebersihan, penggunaan sepatu yang tidak tepat atau adanya infeksi. Cara mengatasinya dengan mengganti kaus kaki setiap harinya, rajin membersihkan kaki serta mencuci sepatu secara teratur.

3. Wasir
Tingkat malunya sedang, karena bisa membuat seseorang tak nyaman untuk beraktivitas. Penyebabnya karena adanya pelebaran pembuluh darah vena di anus atau dubur. Penyakit ini biasanya menimbulkan rasa gatal, nyeri dan tak nyaman ketika sedang duduk. Jika masih awal bisa diatasi dengan beberapa gerakan latihan, olahraga atau banyak makan sayuran, tapi jika sudah parah harus dilakukan operasi.

4. Anus yang gatal
Tingkat malunya tinggi, karena bisa membuat seseorang menjadi canggung dan menurunkan kepercayan dirinya. Gatal yang awalnya hanya biasa saja, tapi jika tidak ditangani akan semakin memburuk. Terkadang hal ini disebabkan oleh adanya infeksi atau masalah kulit seperti eksim. Cobalah untuk menjalani pola hidup yang bersih.

Jika langkah-langkah kebersihan tidak membantu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penyebabnya dan memberikan resep krim yang efektif dan tidak berbahaya.

5. Keringat yang berlebihan
Tingkat malunya termasuk sedang, karena bisa berhubungan dengan bau badan dan enggan untuk mencari bantuan. Penyebabya bisa karena kelenjar keringat yang produksinya berlebih, stres atau tiroid yang terlalu aktif.

Untuk mengatasinya bisa dengan latihan relaksasi untuk mengontrol ketegangan atau menggunakan deodoran dengan antiperspirant yang kuat. Tak ada salahnya untuk menghubungi dokter dan melakukan tes darah untuk mengetahui ada masalah tiroid atau tidak.

6. Rambut berlebih pada perempuan
Tingkat malunya sangat tinggi, karena takut dicap mirip laki-laki. Penyebab tumbuhnya rambut yang tidak diinginkan ini seringkali karena faktor keturunan, penyakit yang ada ditubuhnya atau efek samping dari suatu obat.

Cara mengatasinya bisa dengan melakukan waxing, mencukur, menggunakan krim perontok rambut, perawatan laser atau elektrolisa. Jika masalah ini disebabkan oleh faktor hormonal, maka tak ada salahnya jika meminta bantuan medis.

7. Payudara pada laki-laki (gynecomastia)
Tingkat malunya tinggi, karena hal ini biasanya terjadi pada kaum perempuan. Penyebab tumbuhnya payudara pada laki-laki adalah karena adanya gangguan pada hormon testosteron dan estrogen. Gangguan ini menyebabkan puting menjadi sakit, payudara membengkak atau keduanya. Pada beberapa kasus bisa hilang dengan sendirinya, tapi ada juga yang menjadi permanen dan memerlukan bantuan medis.

8. Mendengkur
Masalah kesehatan ini memiliki tingkat malu yang tinggi, serta seringkali membuat seseorang menjadi kurang tidur. Penyebabnya bisa bermacam-macam seperti adanya kelainan pada anatomi rahang dan tenggorokan, karena tidur terlentang atau bisa juga akibat adanya polip di hidung.

Masalah ini bisa jadi salah satu gejala awal dari gangguan pernapasan di malam hari. Sebaiknya konsultasikan denga dokter jika hal ini terus berlangsung dan sudah sangat mengganggu waktu tidur.

9. Kebotakan pada laki-laki
Tingkat malunya tinggi, karena bisa menurunkan kepercayaan diri. Penyebabnya kemungkinan karena faktor genetik atau usia yang semakin bertambah.

Cara mengatasinya bisa dengan menggunakan obat penumbuh rambut, tapi cara ini tidak efektif untuk semua orang. Jika kebotakan dialami sat masih muda, sebaiknya meminta bantuan dokter untuk mengatasinya seperti pemberian obat seperti minoxidil.

10. Disfungsi ereksi
Saat ini tingkat malunya sudah lebih rendah dari sebelumnya. Kemungkinan penyebabnya adalah masalah sirkulasi, depresi, diabetes, konsumsi alkohol, efek samping obat atau masalah psikoseksual. Tapi biasanya tidak ditemukan penyebab yang spesifik.

Jika ingin mengatasinya sendiri cobalah untuk mengurangi alkohol, berhenti merokok, olahraga teratur serta menghindari penggunaan viagra yang dijual bebas. Jika tidak ada kemajuan, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahlinya agar diketahui penyebabnya.

source:www.health.detik.com

2 Comments more...

Wanita Butuh Tidur 20 Menit Lebih Banyak Dari Pria

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

New York, Perempuan butuh tidur 20 menit lebih banyak ketimbang laki-laki. Otak wanita yang lebih kompleks dan banyak berpikir dan berbuat (multitasking) membuatnya harus istirahat lebih banyak daripada pria.

Professor Jim Horn dari Sleep Research Centre, Loughborough University mengatakan perempuan harus lebih banyak tidur karena sifat multitasking-nya lebih besar dan otaknya lebih kompleks daripada laki-laki. Semakin sering otak digunakan, semakin banyak sel-sel otak yang harus diistirahatkan.

“Wanita lebih banyak melakukan pekerjaan dalam satu waktu. Mereka juga menggunakan otaknya lebih sering daripada pria. Untuk itulah, waktu tidurnya pun harus lebih banyak,” kata Prof Horne seperti dikutip dari Newyorkdailynews, Kamis (28/1/2010).

Pria juga sebenarnya butuh tidur lebih banyak ketika banyak pekerjaan yang membutuhkan pemikiran berat, tapi masih tidak sebanyak yang wanita butuhkan.

“Wanita punya lebih banyak komitmen untuk mengerjakan sesuatu, contohnya seorang istri baru bisa tidur setelah semua pekerjaan rumahnya selesai,” kata Michael Breus, pengarang buku ‘Beauty Sleep: Look Younger, Lose Weight, and Feel Great Through Better Sleep’.

Dalam The American Academy of Sleep Medicine, peneliti dari North Carolina menyebutkan bahwa wanita lebih banyak terganggu tidurnya daripada pria. Dan salah satu pengganggu tidur wanita adalah pria yang tidur di sampingnya.

Wanita hamil juga lebih sulit tidur karena posisi perutnya yang agak mengganggu. Selain itu, seorang ibu juga lebih sensitif dan akan terbangun saat anaknya menangis. Tapi menurut Prof Horne, hal itu justru menyebabkan otak wanita lebih lambat mengalami penuaan daripada laki-laki.

“Seorang wanita berusia 75 tahun akan memiliki struktur otak yang sama dengan pria berusia 70 tahun. Itu artinya, otak pria lebih cepat tua dibanding wanita yang berarti risiko pikun lebih besar terjadi pada pria,” jelas Prof Horne.

Rata-rata orang dewasa butuh tidur 6 hingga 8 jam, tapi tiap-tiap individu bisa berbeda kebutuhannya. Yang pasti, jika merasa otak sudah terlalu sering terpakai, maka istirahatkanlah lebih banyak.


source:www.health.detik.com

Leave a Comment more...

Menikah dengan Bule Bisa Perbaiki Keturunan?

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

Jakarta, Perempuan di kota besar seperti Jakarta banyak memilih menikah dengan bule (orang kulit putih). Selain cinta alasan lainnya adalah untuk memperbaiki keturunan. Benarkah pernikahan antar ras menghasilkan keturunan unggul?

Ahli demografi William H Frey, seperti dikutip dari Bnet, Kamis (28/1/20101) mengatakan meningkatnya tren menikah antar ras dikarenakan faktor imigrasi dan domisili yang menyebabkan bertemunya berbagai ras. Contohnya yaitu pada pelajar yang menuntut ilmu lintas negara atau orang bekerja di luar negaranya.

Pernikahan antar ras biasanya lebih banyak terjadi pada golongan muda. Hampir sepertiga orang Asia antara umur 15 hingga 24 tahun menemukan pasangan dari ras atau grup yang berbeda. Pasangan menikah beda ras biasanya punya tingkat kesuburan yang lebih rendah dibanding pasangan menikah satu ras.

Perbedaan rhesus adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan sebelum melakukan pernikahan antar ras. Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tidaknya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D.

Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif. Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan.

Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya.

Bila ternyata pada kehamilan kedua, janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.

Sepasang orang tua memiliki dua tipe gen yang berbeda, yaitu dominan dan resesif. Gen yang lebih dominan akan menghasilkan keturunan sesuai gen yang ada dalam tubuhnya. Gen itulah yang menentukan ciri-ciri fisik seperti tipe atau ukuran hidung, tinggi badan, warna kulit, rambut dan lainnya.

Alasan orang-orang menikah dengan bule untuk memperbaiki keturunan mungkin disebabkan karena secara fisik, orang bule memiliki fisik yang lebih baik seperti hidung mancung, badan tinggi, kulit putih dan lainnya. Namun secara mental, belum tentu menikah dengan bule lebih baik atau menghasilkan anak yang unggul.

Faktor gen unggul memang memiliki peranan besar dalam menghasilkan keturunan unggul, tapi faktor lingkungan juga punya pengaruh yang cukup besar. Meskipun seorang anak punya gen unggul dari orangtuanya, tapi jika tidak pernah distimulasi dan mendapat rangsangan dari lingkungan, gen unggul itu lama kelamaan bisa melemah.

source:www.health.detik.com

36 Comments more...

Bahaya Atap Rumah dari Asbes

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

, Asbes masih banyak digunakan untuk atap bangunan rumah. Dalam jangka panjang menghirup asbes terus menerus bisa menimbulkan risiko kesehatan. Asbes masuk ke dalam tubuh melalui cara inhalasi.

Dampak bahaya dari menghirup serat asbes tidak bisa dilihat dalam jangka waktu singkat. Terkadang gejala penyakit ini baru muncul dalam waktu 20-30 tahun setelah terpapar serat asbes pertama kali.

Seperti dikutip dari Health.nsw, Jumat (29/1/2010) serat asbes yang terhirup dan masuk ke dalam paru-paru bisa menyebabkan asbestosis (timbulnya jaringan parut di paru-paru), kanker paru-paru dan mesothelioma (kanker ganas yang menyerang selaput mesothelium).

Risiko terkena penyakit ini akan meningkat setara dengan banyaknya jumlah serat asbes yang dihirup. Selain itu risiko kanker paru-paru akibat menghirup serat asbes lebih besar dibandingkan dengan asap rokok.

Ini disebabkan asbes terdiri dari serat-serat kecil yang mudah terpisah, sehingga jika serat tersebut berterbangan di udara dan terhirup oleh tubuh akan berbahaya bagi kesehatan.

Biasanya serat asbes ini bisa menimbulkan risiko kesehatan jika masuk ke dalam tubuh melalui cara inhalasi. Jumlah kecil serat asbes di udara yang dihirup seseorang saat bernapas tidak akan menimbulkan rasa sakit.

Rata-rata orang hanya menghirup asbes dalam jumlah yang sangat kecil dan berisiko rendah terhadap kesehatan. beberapa penelitian menunjukkan asbes yang berbentuk lembaran tidak menunjukkan risiko kesehatan yang berarti.

Orang yang sangat berisiko memiliki gangguan kesehatan akibat asbes umumnya yang bekerja di pertambangan atau industri.

Tapi bukan berarti atap rumah yang terbuat dari asbes tidak berbahaya sama sekali, hanya saja risiko gangguan kesehatannya lebih rendah. Berbagai bentuk material dari asbes membuat tingkatan risiko kesehatan yang berbeda.

Jika serat asbes dalam bentuk yang stabil seperti lembaran dan kondisinya masih baik, maka risiko kesehatannya kecil. Namun jika lembaran tersebut sudah ada yang rusak, berlubang atau salah dalam hal penggunaannya, maka bisa menimbilkan risiko yang lebih tinggi.

Bahan bangunan asbes umumnya digunakan sebagai lembaran semen (fibro), drainase, cerobong pipa, atap rumah atau papan bangunan lainnya. Sejak tahun 1960-an dan 1970-an, serat asbes banyak digunakan oleh masyarakat sebagai isolasi atap rumah.

Untuk mengurangi paparan dari serat asbes dan melakukan pencegahan jangka pendek bisa dengan melakukan beberapa cara:

1. Menyemprotkan air ke lembaran asbes untuk mencegah tanah, debu atau serat beterbangan di udara.
2. Menutup asbes dengan lembaran plastik atau terpal untuk menghindari paparan cuaca.
3. Mencegah anak untuk bermain di atap rumah yang terbuat daria asbes.
4. Mengganti lembaran asbes yang sudah rusak atau berlubang.
5. Sebisa mungkin memberikan ruang batas antara asbes denga ruangan dalam rumah.

source:www.health.detik.com

7 Comments more...

Barang Elektronik Bikin Anak Kuper

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

Exeter, Inggris, Kemajuan teknologi telah memberikan dua sisi yang berbeda. Bukan hanya sisi positif yang didapat tapi juga ada sisi negatifnya terutama anak-anak.

Kemajuan teknologi ini membuat anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan barang-barang tersebut dibandingkan bersosialisasi dengan sesamanya.

Adanya barang-barang elektronik seperti televisi, video game, handphone atau komputer membuat anak-anak menghabiskan sepertiga harinya dengan multimedia ini.

Peneliti menemukan anak-anak berusia 8-18 tahun menghabiskan lebih banyak waktu di luar sekolah dengan barang-barang ini daripada bermain dengan teman-temannya.

Revolusi elektronik ini telah membuat anak-anak dengan mudahnya mengakses berbagai program televisi, musik, film atau permainan. Hasil ini bisa sangat mengkhawatirkan kesejahteraan dari anak tersebut.

“Keadaan ini sangat menyedihkan, karena beberapa orangtua justru menggunakan perangkat elektronik ini agar anaknya tetap tenang sehingga terlihat seperti candu bagi mereka,” ujar Michele Elliot, psikolog dari Kidscape, seperti dikutip dari Timesonline, Senin (1/2/2010).

Elliot menjelaskan anak-anak yang menggunakan barang elektronik ini secara tidak langsung telah membatasi komunikasi atau kemampuan berinteraksinya dengan orang lain.

Anak-anak ini mungkin mahir jika berbicara lewat kata-kata, tapi kemampuan ini belum tentu sama bagusnya jika anak-anak tersebut harus bertatap muka langsung dengan orang lain.

“Agar tidak menghambat perkembangan si anak, sebaiknya orangtua membatasi jumlah waktu anak-anak dalam menggunakan barang-barang elektronik ini terutama jika si anak masih sangat kecil,” ujar Elliot.

Para ahli sendiri memiliki perbedaan pendapat mengenai dampak dari penggunaan elektronik yang berlebihan dalam hal kesehatan, kesejahteraan emosional dan keterampilan sosialnya.

Profesor Rupert Wegerif dari University of Exeter mengungkapkan penggunaan elektronik juga bisa memberikan dampak positif seperti membuat anak menjadi lebih kreatif dan sangat interaktif.

Meskipun begitu orangtua tetap saja harus membatasi jumlah waktu yang dihabiskan oleh anak-anaknya dalam menggunakan alat elektronik, sehingga anak masih bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain secara langsung.

Hal ini juga penting untuk membangun kepercayaan diri si anak dan agar anak tidak tumbuh menjadi seseorang yang pemalu.

source:www.health.detik.com

Leave a Comment more...

Perilaku Anak Tanpa Ayah

by on Feb.01, 2010, under Uncategorized

Jakarta, Memiliki orangtua lengkap adalah idaman semua anak. Tapi kadang kenyataan yang dijalani tak seperti itu. Lebih banyak anak yang hidup hanya dengan ibunya selama bertahun-tahun. Berbedakah perilaku anak yang hidup tanpa ayah?

Kehidupan anak tanpa ayah ini karena alasan bermacam-macam, seperti kepala keluarga yang berpulang lebih dulu, gugur dalam tugas atau yang menjadi tren saat ini karena perceraian.

Yang lebih banyak disoroti adalah perilaku anak tanpa ayah karena perceraian. Banyak anak yang merasa sedih, frustasi, marah dan takut dalam menghadapi situasi ini.

Seperti dikutip dari parentsworld, sosok ayah bagi anak mewakili lebih dari sekadar pencari nafkah, tapi juga sebagai penyelamat, pelindung, pembimbing dan persahabatan. Sehingga banyak anak yang orangtuanya bercerai melampiaskan emosinya pada perilakunya. Tapi memiliki ayah juga bukan jaminan anak akan patuh.

Saking tingginya tingkat perceraian di Amerika, mulai banyak pertanyaan masih pentingkah peran ayah. Karena lebih banyak yang percaya anak bisa hidup tanpa ayahnya karena ibu telah terbukti menjadi orangtua tunggal (single parent) yang teruji.

Psikolog Ike R. Sugianto, Psi dari Klinik Medikids Greenville, saat dihubungi detikHealth, Minggu (31/1/2010) mengatakan jika anak hanya tinggal bersama ibu maka perilakunya tergantung dari pola asuh sang ibu.

Menurutnya karakter seorang anak tidak bisa ditentukan oleh salah satu faktor saja, karena itu anak yang diasuh oleh orangtua tunggal belum tentu memiliki perilaku yang salah atau menyimpang.

“Sebenanya tidak ada perilaku khas yang membedakan antara anak yang masih memiliki orangtua lengkap atau anak yang hanya memiliki ibu saja. Karena karakter seorang anak tidak bisa dikaitkan dengan satu variabel saja,” ujar Ike.

Ike menuturkan hal yang paling mempengaruhi perilaku dari anak adalah bagaimana pola asuh dari ibunya. Jika si ibu terus menekan atau menuntut agar anak bisa melakukan segala hal sehingga tak perlu tergantung pada laki-laki, maka kemungkinan besar anak akan tumbuh menjadi sosok mandiri.

Namun jika ibu terlalu protektif terhadap anaknya, maka ada kemungkinan anak akan tumbuh menjadi sosok yang manja.

“Pola asuh orangtua sangat berperan dalam hal ini. Karena meskipun si anak masih memiliki orangtua yang lengkap tapi si ayah tidak berperan dalam perkembangannya, bisa saja anak memiliki perilaku yang menyimpang,” ujar psikolog yang lulus dari UI tahun 1997 ini.

Ike memberikan beberapa tips pola asuh bagi orangtua tunggal, yaitu:

1. Cobalah untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Terlepas dari apakah menjadi orangtua tunggal akibat cerai hidup atau meninggal, tapi syukuri segala kondisi yang ada. Bagaimana ibu bisa menolong anaknya kalau ia tidak bisa menolong dirinya sendiri.

2. Memberikan pola asuh yang seimbang antara faktor disiplin dan kasih sayang, sehingga anak nantinya tidak tumbuh menjadi sosok yang emosional, manja atau terlalu sensitif.

3. Anak tetap harus punya figur atau panutan laki-laki dewasa, seperti dari paman, kakek atau gurunya. Hal ini dibutuhkan agar saat anak tumbuh dewasa nanti, anak menjadi tahu bagaimana perilaku dan peran dari seorang laki-laki.

4. Ibu harus tetap mengizinkan anak untuk berkomunikasi dengan ayahnya, jika single parent diakibatkan oleh perceraian. Jika anak belum bisa menerima semuanya, coba bantu anak dengan memberikan beberapa pengertian dan tunggu kesiapan dari anak tersebut.

Diakui Ike sangat berat bagi ibu yang mengasuh anak sendirian maka itu penting menjaga komunikasi terhadap anak sehingga keduabelah pihak tahu apa yang diinginkan agar bisa menjalani hidup dengan normal.

source:www.health.detik.com

5 Comments more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!