Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for February 11th, 2010

Valentine, Kenali Pribadi Pasangan Luar-Dalam

by on Feb.11, 2010, under Information Lifestyles

HARI Valentine semakin dekat, pikiran dan hati kita pun bakal dipenuhi dengan cinta. Namun, apakah namanya cinta jika Anda tidak benar-benar tahu luar-dalam orang yang selama ini sangat dekat di hati?

Wanita akan merasa sangat beruntung dan sempurna jika pasangan bisa mengenalnya luar-dalam. Namun, nyatanya banyak pria tidak menjawab impian tersebut selama mereka mengikatkan diri dalam sebuah komitmen.

Sebuah survei yang dilansir The Sun, Rabu (10/2/2010), mengungkap bahwa satu dari delapan pria tidak mengetahui warna kacamata pasangannya. Survei ini mirip dengan sebuah acara televisi yang bernama “ITV”, dimana lewat tema “All Star Mr & Mrs”, acara tersebut menguji pengetahuan masing-masing pasangan. Hasilnya ditemukan bahwa pria Inggris tidak benar-benar mengenal pasangannya sendiri, termasuk warna kaca mata dan ulang tahun pasangannya.

Enam dari sepuluh pria pada jajak pendapat yang dihelat “The Parfum Shop” pada 2000 partisipan pria mengklaim bahwa mereka mengenal pasangan luar-dalam. Tetapi ketika ditanya lebih lanjut, sebanyak 10 persen dari total pria tersebut tidak tahu tanggal lahir pasangannya. Sedangkan, delapan persen lainnya tidak yakin dengan warna rambut alami pasangannya.

Lebih lanjut, satu dari tiga orang pria tidak tahu parfum favorit pasangannya. Sementara, 12 persen pria lainnya tidak mengetahui nama teman dari istri. Survei ini juga mengungkap, sekira 27 persen dari total partisipan mengaku telah membeli pakaian untuk pasangannya, namun tidak cocok ketika dikenakan.

Nah, kalau sudah begini, apakah namanya cinta, jika Anda kurang peduli dengan pasangan? Coba tanyakan pada hati kecil Anda.

source:www.lifestyle.okezone.com

5 Comments more...

Lupakan “Mr Right”, Pertimbangkan “Mr Right Now”

by on Feb.11, 2010, under Information Lifestyles

WANITA matang yang sering kali gagal menemukan pendamping hidup, sepatutnya berhenti mencari “Mr Right”, dan mempertimbangkan “Mr Right Now” yang ada di hadapannya. Wanita harus realistis dan memahami bahwa pernikahan bukan hanya berdasarkan cinta, melainkan bentuk kemitraan dalam menjalankan hubungan.

Tidak dapat dipungkiri, sering kali wanita menjadi bodoh dengan konsep happily-ever-after yang banyak dihembuskan film-film, program televisi, maupun buku tentang cinta. Sebuah novel karya Jane Austen menceritakan, memasuki gerbang pernikahan adalah menemukan seseorang pria yang benar-benar layak dijadikan pendamping hidup. Biasanya, wanita menyebutnya dengan “The One”.

Namun sebaliknya, Gottlieb berpendapat bahwa wanita harus realistis dan memahami bahwa pernikahan bukanlah hanya berdasarkan cinta, melainkan bentuk kemitraan dalam menjalankan hubungan. Konsep ini kerap diistilahkan dengan bisnis non-profit, dan sering kali dianggap membosankan.

Gottlieb juga mengklaim bahwa wanita yang mencari “Mr Right” malah membuat dirinya merasa sendiri dan tidak bahagia. Dengan sikap itu, mereka pun menghindari “Mr Good Enough” yang mungkin bisa menjadi pasangan bagi dirinya mengarungi bahtera rumah tangga.

“Wanita lajang sering menyangkal kesempatan untuk menemukan kebahagiaan dengan kegagalan yang didapatkan sehingga ini menurunkan harapan mereka,” ujar penulis terkenal Amerika, Lori Gottlieb, sebagaimana dikutip okezone dari The Sydney Morning Herald, Rabu (10/2/2010).

Terlepas dari apa yang ditulisnya dalam novel berjudul “Marry Him: The Case for Settling for Mr Good Enough”, Gottlieb yang merupakan single mother ini membagi kisahnya hidupnya. Ia berharap bisa bertemu pria kedua untuk menjadi pendamping hidupnya.

“Impianku seperti halnya impian wanita lain. Jatuh cinta, lalu menikah, dan hidup bahagia selamanya. Aku tahu, setiap wanita tidak peduli bagaimana mereka memeroleh kesuksesan, pintar mengelola emosi, dan keuangan, mereka akan merasa panik ketika memasuki usia 30 dan belum menikah. Namun, menikah dengan seorang pria yang tidak terlalu ‘sempurna’ mungkin sama layaknya, terutama jika Anda mencari pendamping hidup yang dapat diandalkan,” ungkapnya.

Wanita berusia 40 tahun ini juga memaparkan, apa yang menjadikan pernikahan indah tidaklah sama dengan apa yang membuat hubungan pacaran menjadi romantis.

“Kita tumbuh dalam idealisme pernikahan, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang lebih realistis. Kita mungkin telah melakukan banyak hal berbeda, tapi dengan menjalani hubungan yang terasa membosankan, itulah yang mungkin membuat kita bahagia,” jelas Gottlieb.

Penjelasan Gottlieb mengenai pencarian “Mr Right” juga mengundang penjelasan seorang psikolog dari Universitas Lancaster, Inggris, Prof Carry Cooper.

“Wanita tidak mampu menemukan pria impian. Tidak ada pria atau wanita yang mendapatkan pasangan sesuai dengan karakteristik yang diharapkan. Adalah sebuah keajaiban jika Anda menemukanya dalam satu paket,” kata Prof Cary Cooper.

Lebih lanjut, Prof Cooper menyarankan bahwa dalam memilih pendamping hidup, sebisa mungkin Anda menemukan seseorang dengan karakteristik yang baik atau positif. Namun, hal ini juga mengundang masalah baru.

“Masalah utama adalah banyak orang belum berhasil mendalami karakteristik orang lain. Orang perlu duduk dan bekerja di luar apa yang mereka inginkan, kemudian pergi mencari orang yang pantas dijadikan prioritas hidup,” ungkapnya.

Lantas, apakah pencarian menemukan “Mr Right” merupakan alasan wanita enggan terikat komitmen pernikahan?

“Aku kadang bertanya-tanya, apakah wanita yang mengatakan bahwa mereka sedang menunggu ’Mr Right’ sebenarnya hanya menghindari hubungan atau komitmen pernikahan? Menemukan seseorang sepatutnya tidak usah terlalu rumit,” tukas Prof Cooper.

source:www.lifestyle.okezone.com

Leave a Comment more...

7 Kiat Tangkal Perselingkuhan

by on Feb.11, 2010, under Information Lifestyles

DALAM perkembangan teknologi dan gaya hidup, selingkuh rasanya hal lazim dilakukan. Pelakunya juga tidak lagi malu menunjukkan kelakuannya. Kini, isu tidak setia selalu mengemuka dalam berbagai hubungan, bahkan pada hubungan yang kuat sekalipun.

Menurut jajak pendapat tentang ketidaksetiaan yang dihelat oleh Woman Savers pada 2010 terhadap 6.330 wanita didapatkan hasil bahwa 92 persen wanita percaya bahwa selingkuh emosional akan mengarah ke selingkuh fisik. Dan, hanya 7 persen yang tidak percaya.

Di bawah ini beberapa bukti ketidaksetiaan yang akan meningkatkan kesempatan Anda untuk memiliki hubungan sehat dan satu untuk selamanya.

Bangun minat dan hobi

Kalau Anda dan pasangan selalu menghabiskan waktu masing-masing untuk menikmati hobi, ada kemungkinan lebih besar salah satu di antara Anda bertemu seseorang dengan hobi yang sama. Dari sekadar kesamaan minat, hubungan bisa mengarah pada kesamaan perasaan. Kalau Anda kerap menggeluti minat dan hobi bersama, kemungkinan sangat besar untuk bisa tetap bersama.

Olahraga dan makan dengan benar

Jangan abaikan diri Anda secara fisik. Olahraga dan pola makan yang baik tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga pasangan. Kalau Anda berhenti menjalani hidup sehat hanya karena telah merasa nyaman dengan diri sendiri, jangan heran jika pasangan akan mencari seseorang yang bisa menghargai dan memuaskan dirinya.

Jangan rencanakan pertemuan kerja dengan lawan jenis

Cobalah merencanakan pertemuan kerja dalam sebuah kelompok. Sebab, cara ini membantu mengurangi intimasi yang mungkin tercipta dengan lawan jenis selama dan setelah meeting.

Bepergian bersama

Ungkapan lama mengatakan, “Saat kucing lewat, tikus pasti tidak akan tinggal diam” adalah benar adanya. Jangan libatkan diri Anda pada situasi yang memungkinkan Anda untuk selingkuh. Misal, pergi liburan atau ke bar sendiri. Kalau Anda bepergian untuk bisnis dan pasangan tak bisa menemani, maka telepon dia sesering mungkin agar intimasi tetap terjaga.

Jangan campurkan antara bisnis dan kesenangan

Kalau Anda di kantor, maka urusannya adalah bisnis, bukan untuk bergosip atau bermesraan dengan lawan jenis. Jangan menggoda, menyentuh, atau mengenakan pakaian terlalu terbuka di tempat kerja. Jaga profesionalitas Anda!

Kreatif dalam urusan seks

Perlu adanya usaha untuk menjaga api seks tetap membara di ranjang setelah biduk rumah tangga berjalan sekian tahun. Jadilah petualang dan berpikir di luar kebiasaan dalam urusan seks.

Selama Anda berdua saling merasa nyaman, maka tak akan ada hal membahayakan. Pasangan yang bahagia dalam kehidupan seksnya kemungkinan lebih kecil untuk terjadinya selingkuh.

Jangan membagi terlalu banyak hal pada lawan jenis

Hal-hal intim sebaiknya hanya dibagi ke pasangan. Banyak bukti bagaimana ketidaksetiaan emosional mengarah pada ketidaksetiaan fisik. Kalau obrolan menjadi terlalu intim untuk Anda, segera alihkan percakapan atau libatkan orang lain di dalamnya.

source:www.lifestyle.okezone.com

Leave a Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!