Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for March, 2010

New Technology Brings Blind Computing Into 21st Century

by on Mar.31, 2010, under Information Technology

A new technology that creates full-page, refreshable Braille displays promises to bring 21st century computing to the blind.

Today’s Braille displays can show just one line of text at a time, making it difficult for those without eyesight to perform common online tasks such as browsing the Internet. And they also are often expensive, carrying an average price tag of $8,000.

Even so, “this one-line display is very helpful,” said Peichun Yang, who is leading the effort to develop the new Braille technology at North Carolina State University.

“If you add another line, it’s a tremendous help. A full page … that’s another world,” said Yang, who lost his eyesight more than 10 years ago and is himself blind.

The new technology would allow a full page of text at a time, refresh in milliseconds and display images in the same way that images and text are displayed — as raised bumps on a tactile display.

The key to the new Braille display is what the researchers refer to as the “hydraulic and latching mechanism.”

Here’s how it works:  Similar to pixels in visual displays, these Braille displays would be made up of thousands of dots that are raised like bumps to form Braille letters and numbers.

Each dot can be thought of as a tiny container made out of a special shape-shifting material that is filled with liquid. When electricity is applied, the sides of this container bend and push the liquid filler upward, creating a tiny bulge at the top of the container.

braille displayThis kind of shape-changing material has been tried before but with little success until now. The main challenge has been with “latching” or locking the dot in place once it’s raised, Yang told TechNewsDaily.

The latch allows the raised dots to stay put when a blind person is touching them.

Yang’s solution involved a pin attached to a support block, which inflates with the liquid, pinning it in place. When it’s time to refresh the page, the pin gets pulled down and the dot deflates.

Working prototypes of the new Braille display should be available in one to two years, with the first commercial version ready for customers in five years, Yang said.

Yang and his colleagues presented their research earlier this month at the International Conference on Electroactive Polymer Actuators and Devices in San Diego.

Source: www.technewsdaily.com

6 Comments :, , more...

Pengaruh Sebutir PASIR dalam Kehidupan

by on Mar.31, 2010, under Story Life

pasirPenakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan tentang apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun!

Lantas apa?

“Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary.

Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya,

“Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kakipun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”

Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya. Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan.

Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan orang lain.

Menyepelekan pekerjaan – pekerjaan kecil juga akan memberikan efek yang sama buruknya pada prestasi kerja kita.

ana dapet cerita ini dari Zidna..Syukron. ^^

Leave a Comment :, , more...

Tidaklah Mudah Berada di Puncak Kehidupan

by on Mar.31, 2010, under Story Life

puncak-itu____Merubah kebiasaan yang telah menjadi tabiat kita sehari-hari bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Seperti menjadikan diri lebih baik atau menjadikan diri lebih buruk dari hari-harinya. Seperti yang disampaikan oleh Ibnu Jauzi bahwa dalam merubah diri menjadi lebih baik itu tidak mudah, mengangkat kaki dari jalan yang salah kepada jalan yang benar itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, merubah diri dari kelalaian kepada suatu ketaatan itu sulit. Karena jalan yang kita tempuh itu penuh dengan hal-hal yang kita benci,banyak halangan duri-duri tajam yang membuat kita sakit. Akan tetapi, ketika selesai melakukannya kita akan merasakan lezatnya iman hidup dalam kebenaran yang Allah berikan kepada kita. dari kebiasaan keburukn menjadi suatu kebaikan

Perbanyak dia melatih jiwa agar tidak banyak komentar Lisan banyak diam Sesungguhnya lisan akan cenderung diam jika jiwa tidak bergejolak Dengan diam akan meraba keburukan bila telah teraba maka jiwa akan luluh dan hancur dan jiwa akan menyadari bahwa kita berada di jalan kehendak Alloh

Ingatkan jiwa dengan kekliruan2 satu persatu kenali akibat kekeliruan hingga sadar.

Lupakan sejenak ketaatan.

Sadari diri ketika buat dosa dan inagtakan kelalialaian itu hingga erngkau terus berada dalam mengingatnya. Lupakan ketatan yang telah hingga suara hati berteriak menangis. Jika tidak nangis kau harus cepat jauhkan diri dari semua yang menjadi tanmgga maksiat. Yakinkan pada diri kau tidak akan bertubat jika tidak bisa meningglkan apa yang menjadi tangga maksat

Lemahkan jiwa dengn lapar. Hancurkan jiwa dengan banyak puasa dan rasa lapar. Ia kan tunduk dengan menerima papun.

Perangi sikap menunda. Jika engkau keinginan menunda untuk kembvali kepad Allah ingatkan jiwa bahwa tidak ada ajal yang dapat diperkirakan. Ajal akan tiba akan tiba ketika kita belun kembali pada Allah dalam taubat

Cari teman jiwa yangf dapat memberi petunjuk

Ajari dzikir, teliti dari kecerobohan

Kelajatan munajat Pelajari ilmu pengetahuan

Kenali akhlak-akhlak sobat nabi

Kebiasaan akan kebaikan..

1 Comment :, , more...

Based on D’True Story : HARTA VS CINTA

by on Mar.27, 2010, under Story Life

jam1

“Cit cuit…cit cuit! Kik kuk! Kik kuk!”

Suara itu memekakan telingaku hingga aku terpaksa terbang dari kerajaan mimpi tidur siangku. Ku buka kelopak mata yang berat ini perlahan. Lalu kupicingkan pandangan pada jam beker warna kuning berbentuk burung di atas meja belajar. Hanya suaranya yang keras dan khas yang mempan untuk telingaku. Sudah tiga tahun ia setia membangunkanku, mengingatkan jadwal kuliah, janji-janji yang (sepertinya) penting, dan praktikum siang ini. Ya, sekarang aku ingat jam tiga ada praktikum fisiologi. Jarum pendeknya menunjuk hampir ke angka tiga dan jarum panjangnya tepat ke angka enam.

”Hah, 14.30!”

Aku terperanjat. Cepat kumatikan bekerku. Ia seakan tertawa dan mengejek ku.

”Ha…ha…ha…Kamu terlambat lagi Rangga!”

Aku coba bangkit dari pembaringanku yang sudah dua jam ku arungi. Tapi tubuh ini serasa lengket dengan kasur. Berat sekali. Kalau bukan karena para asisten yang killer dan peraturan yang ketat, aku lebih memilih meneruskan tidur siangku atau taking relax membaca novel sambil ngemil. Daripada harus keluar kost-an disiang yang panas ini. Lebih panas dari biasanya.

”Wah, kalau makan sup buahnya bu Rini enak banget nih. Hmmm…segerrr!”

Tapi apa boleh buat, lebih baik aku segera mandi biar segar, terus berangkat. Oh iya, aku punya rencana khusus siang ini. Berangkat bareng Novi. Sudah berkali-kali aku mengajaknya berangkat bareng, tapi selalu gagal. Pertengkaran lecil sehabis kuliah tadi pagi membuatku geram. Ajakanku untuk pulang bareng ia tolak mentah-mentah. Gara-garanya si Blacky, motor bebek item kesayanganku yang bututnya minta ampun. Nono lebih memilih pulang bareng Aldo, sama-sama anak kedokteran tapi dia angkatan 2004 sedang aku dan Nono angkatan 2005. tam[angnya sih biasa saja, tapi motor racing-nya bisa bikin cewek sekampus ngiler ingin menclok. Apalagi yang matre seperti Nono. Setahuku Aldo sering dekat dengan beberapa cewek, tapi tak satu pun yang jadi pacarnya, tak tahu kenapa.

Nono memang matre abis. Nono adalah panggilan sayangku untuk Novi. Memang nama itu tak lazim bagi seorang perempuan. Itu merupakan ejekan yang kreatif. Dia akan merasa malu kalau ku panggil begitu. Aku tahu panggilan itu secara tidak sengaja saat aku berkunjung ke kost-annya Nono untuk mengerjakan tugas kelompok. Semua teman kost-nya memanggilnya begitu. Dan mungkin selamanya aku akan memanggilnya begitu.

Entah apa yang menarik dari gadis mungil asal kota Cirebon itu. Semua sifat yang aku benci ada padanya. Matrealistis, sombong, pemarah, korban mode, cerewet, manja, malas, dan sepertinya (aku yakin) dia tidak bisa masak. Tipe isteri paling buruk sejagat raya. Malang benar lelaki yang jadi suaminya. Tapi aku akui parasnya memang cantik, lucu, dan imut-imut, mesikpun kalau marah bisa jadi sangat menyeramkan.

Hubunganku dengan Nono cukup aneh dan unik. Secara samar-samar aku suka dia. Tapi sifatnya, terutama matre-nya itu, sering membuatku sebal dan jengkel. Dan sialnya lagi, kita satu kelas. Kadang aku berfikir, mengapa Tuhan menciptakan perempuan seperti dia? Dan kenapa kita harus bertemu di dunia yang luas ini? Aku memang benci dengan sifatnya, tapi entah kenapa aku bahagia jika dekat dengannya, dan senang jika bercanda dengannya. Kita juga sering bicara dari hati ke hati, saling curhat dan diakhiri dengan candaan mesra khas Rangga.

Awalnya hubungan kita biasa saja. Tapi karena aku sering menggodanya, teman-teman sekampus menyangka kalau aku punya perasaan khusus padanya. Dan tak jarang mereka bergosip yang tidak-tidak tentang hubunganku dengan Nono. Mungkin karena itulah Nono sebal padaku. Dan kita sering terlibat pertangkaran-pertengkaran kecil. Terutama masalah materialisime.

(continue reading…)

Leave a Comment :, , more...

Sprint’s new 4G technology not the only high-speed game in town

by on Mar.27, 2010, under Information Technology

four1This week at the CTIA Wireless Show, Sprint rolled out its new 4G-capable phone – but speed demons don’t necessarily need to become Sprint customers.

The device – made by Taiwanese phone company HTC and called the EVO 4G – is certainly impressive. It runs Android 2.1, has two cameras and runs on a 1-gigahertz Snapdragon processor – and, on paper, it bests even Google’s well-received Nexus One, PC magazine noted Wednesday.

But the 4G, or WiMAX, service that is the EVO 4G’s trademark is also its Achilles’ heel. At the moment, 4G speed is only available to about 30 million people in a select cadre of cities. Sprint promised to quadruple that number by year-end – but, as PC pointed out, the wireless company overpromised with WiMAX years ago, and has been under-delivering ever since.

It’s good to know, then, that another new high-speed network will soon be available.

T-Mobile announced this week an upgrade to its HSPA 3G standard, dubbed simply HSPA+. The new version of 3G – which InformationWeek said would be “peppier” than T-Mobile’s current 3G service – will be introduced across the carrier’s network by the end of the year.

source:www.job-news.odesk.com

6 Comments :, , more...

Kisah Seribu Kelereng

by on Mar.27, 2010, under Story Life

master-marble-glass2-300x300Mari kita ikuti kisah menarik ini :

Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya :
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang – bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.
“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku  yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.
Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.
Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk – duduk dan mulai menghiitung – hitung. Kan umumnya orang rata – rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata – rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata – rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar – benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.
“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

(continue reading…)

22 Comments :, , more...

NILAI DARI SEKEPING UANG KUNO

by on Mar.27, 2010, under Story Life

uang-kunoFaris keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Sebenarnya Faris sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.
Ketika Faris tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok,” gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank.

“Sebaiknya koin ini Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller Bank memberi saran. Faris mengikuti anjuran teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 300 ribu.
Faris merasa sangat gembira dan dia mulai memikirkan apa yang akan di lakukannya dengan rejeki nomplok ini. Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples.
Sesudah membeli kayu seharga 300 ribu, Faris memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul Faris. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 1 juta pada Faris. Faris nampak ragu – ragu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan bahkan menawarkan mebel yang sudah jadi agar dipilih Faris. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya. Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Faris-pun segera membawanya pulang.

(continue reading…)

6 Comments :, , more...

New Wafer Technology Points Towards Realization of Diamond Electronic Devices

by on Mar.26, 2010, under Information Technology

Nanowerk News) Researchers in Japan have developed a technology for manufacturing inch-size large-area wafers of single crystal diamond.
Wafer TekhnologySince diamond has excellent properties including high hardness, high thermal conductivity, high transmittance in a wide wavelength region, a wide band gap, and chemical stability, they have possible applications in semiconductor devices, electron-emitting devices, and biosensors, as well as in tools and optical parts. Among the applications of diamonds in electronics, diamond power devices which would surpass silicon or silicon carbide power devices are expected. Applications of diamond power devices in control modules for electric cars and industrial equipment may lead to considerable energy saving. However, the technology for manufacturing inch-size wafers of single crystal diamond is indispensable for the application of diamond devices in electronics.
Earlier, AIST developed the technology for synthesizing large single crystals of diamond and successfully synthesized a 10-mm2 wafer. This was enabled by the establishment of the “Direct Wafer-making technique,” by which laminar single crystals and seed crystals of diamond can be separated. This technology is expected to enable low-cost production of unprecedentedly large single crystals.
AIST has produced several laminae of diamond single crystals with uniform properties by adopting the Direct Wafer-making technique, and bonded these laminae together to obtain a large-area wafer. We established the bonding technology to achieve a better bonding than that achieved by adopting the conventional technologies and applied our bonding technology to successfully produce single crystal diamond wafers with a large area of approximately 1 inch2 (Photo 1).
The results of this research will be presented at the 57th Spring Meeting, 2010, of the Japan Society of Applied Physics to be held at Shonan Campus, Tokai University on March 17–20, 2010.
One-inch-size mosaic large-area wafers of single crystal diamond
Photo 1 : One-inch-size mosaic large-area wafers of single crystal diamond.
Social Background for Research
Since diamond has various useful properties such as high hardness, high thermal conductivity, high transmittance in a wide wavelength region, low dielectric constant, and chemical stability, the applications of diamond in various devices are anticipated. There are particularly high expectations for realizing the applications of diamond in semiconductors. Production of inch-size single crystal wafers is necessary for the practical application of diamond to semiconductors, in order to utilize semiconductor production processes.
Single crystals of natural diamond that have sizes of several millimeters or more are very rare, and it is almost impossible to increase crystal size to the order of an inch during a synthesis under ultrahigh pressure. Several attempts have been made to grow diamonds by chemical vapor deposition (CVD) because there are relatively few restrictions involved in this method; however, crystal growth cannot be easily maintained over a long period, and the technology for the mass production of large-area wafers of single crystal diamond has not yet been realized.

(continue reading…)

11 Comments :, more...

Landak, Aku Ingin Memelukmu…

by on Mar.26, 2010, under Story Life

landakSuatu Hari… Yulia menunggu dengan antusias.
Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan.
Diliriknya jalan raya depan rumah… Belum ada.
Yulia masuk lagi… Keluar lagi, belum ada juga.
Masuk lagi… Keluar lagi… Begitu terus selama hampir satu jam.
Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tid ak dia gubris.
Pukul 18:30, “Tinnn… Tiiiinnnnn.. .!!”

Yulia kecil melompat girang, “Mama pulang! Papa pulang!”
Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi.
Yang satu lagi menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala.
Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga,bagi sikecil Yulia juga… yang tentunya belum mengerti banyak.
Dalam otaknya yang sedang berkembang, Yulia cuma tahu bahwa ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang karena Mama dan Papa sudah pulang.
“Mama, mama…. Mama, mama….”, Yulia menggerak-gerakkan tangan meminta perhatian.
“Mama….”, Mama diam saja.
Dengan cemas Yulia bertanya, “Mama sakit ya? Mana yang sakit?… Mam, mana yang sakit?”
Mama tid ak menjawab, hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.
Yulia makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Yulia ambilin obat ya? Ya? Ya?”
Tiba-tiba… “Yulia!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik dong!”, Mama membentak dengan suara tinggi.
Kaget…!!
Yulia mundur perlan…

Matanya menyipit.
Kaki kecilnya gemetar…

Bingung…
”Yulia salah apa? Yulia sayang Mama..
. Yulia salah apa?” Takut-takut, Yulia menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama darI jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.
Otak kecil Yulia terus bertanya-tanya, ”Mama, Yulia salah apa? Mama tid ak suka dekat-dekat Yulia ya? Apa Yulia mengganggu Mama? Yulia tid ak boleh sayang Mama?”

(continue reading…)

Leave a Comment :, , more...

PINTU JALAN MASUKNYA SYETAN

by on Mar.26, 2010, under Story Life


pintuHati manusia bagaikan benteng sedangkan syetan adalah musuh yang senantiasa mengintai untuk menguasai benteng tersebut. Kita tidak bisa menjaga benteng kalau tidak melindungi atau menjaga dan menutup pintu-pintu masuknya syetan ke dalam hati.

Kalau kita ingin memiliki kemampuan untuk menjaga pintu agar tidak diserbu syetan, kita harus mengetahui pintu-pintu mana saja yang dijadikan syetan sebagai jalan untuk menguasai benteng tersebut.

Pintu tempat masuknya syetan adalah semua sifat kemanusiaan manusia yang tidak baik. Dengan demikian, sebenarnya sangat banyak pintu yang dapat dimasuki syetan, namun kita akan membahas pintu-pintu utama saja, yang dijadikan prioritas oleh syetan untuk masuk menguasai manusia.

Di antara pintu-pintu besar yang akan dimasuki syetan itu adalah :

1. MARAH

Marah adalah kalahnya tentara akal oleh tentara syetan. Bila manusia marah, maka syetan bisa mempermainkannya seperti anak-anak mempermainkan kelereng atau bola. Orang marah adalah orang yang sangat lemah di hadapan syetan.

2. HASAD

Manusia yang hasud dan tamak menginginkan sesuatu dari orang lain, maka ia akan menjadi buta. Rasulullah bersabda: ”Cintamu terhadap sesuatu bisa menjadikanmu buta dan tuli”.

Mata yang bisa mengenali pintu masuknya syetan akan menjadi buta bila ditutupi oleh sifat hasad dan ketamakan sehingga tidak melihat. Saat itulah syetan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke hati manusia sehingga orang itu mengejar untuk menuruti syahwatnya walaupun jahat.

3. PERUT KENYANG

Rasa kenyang menguatkan syahwat yang menjadi senjata syetan. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Iblis pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Yahya bin Zakariyya a.s. Beliau melihat Iblis membawa beberapa belenggu dan gantungan pemberat.

Nabi Yahya bertanya, ”Wahai iblis belenggu dan pemberat apa ini?”

Iblis menjawab, ”Ini adalah syahwat yang aku gunakan untuk menggoda anak cucu Adam.

”Apa hubungannya pemberat ini dengan manusia ?”

”Bila kamu kenyang, maka aku beri pemberat sehingga engkau enggan untuk sholat dan dzikir”.

”Apa lainnya?”

”Tidak ada!”, jawab syetan.

Kemudian Nabi Yahya berkata, ”Demi Allah, aku tidak akan mengenyangkan perutku dengan makanan selamanya.

Iblispun berkata, ”Demi Allah aku tidak akan memberi nasehat pada orang Muslim selamanya”.
Kebanyakan makan mengakibatkan munculnya enam hal tercela :
1. Menghilangkan rasa takut kepada Allah dari hatinya.

2. Menghilangkan rasa kasih sayang kepada makhluk lain karena ia mengira bahwa semua makhluk

sama kenyangnya dengan dirinya.
3. Mengganggu ketaatan kepada Allah.
4. Bila mendengarkan ucapan hikmah ia tidak mendapatkan kelembutan.
5. Bila ia bicara tentang ilmu maka pembicaraannya tidak bisa menembus hati manusia.
6. Akan terkena banyak penyakit jasmani dan rohani

(continue reading…)

26 Comments :, , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!