Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for March 10th, 2010

Apa CINTA itu?

by on Mar.10, 2010, under Information Lifestyles

jangan butakan kedua2 matamu untuk cinta
sebelah mata butakan separuh dan
sebelah mata lagi celikkan separuh…
..yg penting buka luas mata hatimu…
————————————————————————————-
– Duduk sendirian itu lebih baik dari mendekati orang durjana,
sedang bergaul dengan orang baik [soleh] itu lebih baik dari
duduk sendirian-
Hadis Riwayat Al-Hakim

—– Original Message —–
From: dahlia putri
Sent: Thursday, July 21, 2005 5:29 PM
Subject: [mencintai-islam] Apa Cinta Itu?

Apa Cinta Itu ?

<img src=”Love Myspace Comments
MyNiceProfile.com” alt=”love” />

– Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung jawab
– Mereka yang bermain dengannya menyebutnya sebuah permainan
– Mereka yang tidak memilikinya menyebutnya sebuah impian
– Mereka yang mencintai menyebutnya takdir

Kadang Tuhan mengetahui yang terbaik akan memberi kesusahan untuk menguji kita.

Kadang Ia pun melukai hati supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam

Jika kita kehilangan cinta maka pasti ada alasan di baliknya
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti

Namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu
Ia telah siap memberi yang lebih baik

Mengapa menunggu?
– Karena kita tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa
– Karena kita tidak ingin sembrono
– Karena kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, dan tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu

Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.

Pada akhirnya…, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan ketimbang memilih apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.

Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius

Perlu kau ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam
Kota Roma tidak dibangun dalam sehari
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama
Dan penantian kita tidaklah sia-sia
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal [iman, keberanian, dan pengharapan-penantian] menjanjikan satu hal yang tidak da pat seorangpun bayangkan

Pada akhirnya…
Tuhan dalam segala hikmat-Nya meminta kita
menunggu karena alasan yang penting.

Jangan pernah bosan menunggu untuk
menemukan CINTA yang kau mau!!

cinta

Tiada yang lebih tinggi dan indah dari Islam…

7 Comments more...

Menikmati Proses

by on Mar.10, 2010, under Information Lifestyles

Sebenarnya yang harus kita nikmati dalam hidup ini adalah proses.
Mengapa? Karena yang bernilai dalam hidup ini ternyata adalah proses
dan bukan hasil. Kalau hasil itu Allah SWT yang menetapkan. Kita
hanya punya dua kewajiban, yaitu menjaga setiap niat dari apapun yang
kita lakukan dan selalu berusaha menyempurnakan ikhtiar yang
dilakukan, selebihnya terserah Allah SWT.

Seperti para mujahidin yang berjuang membela bangsa dan agamanya,
sebetulnya bukan kemenangan yang terpenting bagi mereka karena menang
kalah itu akan selalu digilir kepada siapapun. Tapi yang paling
penting baginya adalah bagaimana selama berjuang itu niatnya benar
karena Allah dan selama berjuang itu akhlaknya juga tetap terjaga.
Tidak akan rugi orang yang mampu berbuat seperti ini sebab ketika
dapat mengalahkan lawan berarti dapat pahala, kalaupun terbunuh
berarti bisa jadi syuhada.

Ketika berjualan dalam rangka mencari nafkah untuk keluarga, maka
masalah yang terpenting bagi kita bukanlah uang dari jualan itu,
karena uang itu ada jalurnya, ada rezekinya dari Allah SWT dan semua
pasti mendapatkannya. Karena kalau kita mengukur kesuksesan itu dari
untung yang didapat, maka akan gampang sekali bagi Allah SWT untuk
memusnahkan untung yang didapat hanya dalam waktu sekejap.

Dibuat musibah menimpanya, dikenai bencana, hingga akhirnya semua
untung yang dicari berpuluh-puluh tahun bisa sirna seketika. Walhasil
yang terpenting dari bisnis dan ikhtiar yang dilakukan adalah
prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan itu kita selalu menjaga
niat agar tidak pernah ada satu miligram pun hak orang lain yang
terambil oleh kita, bagaimana ketika berjualan itu kita tampil penuh
keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis
benar-benar dijaga kejujuran kita, tepat waktu, janji-janji kita
penuhi.

Keuntungan saat berproses dalam mencari nafkah adalah dengan menjaga
nilai-nilai perilaku kita. Uang bukanlah hal yang harus selalu
dipikirkan, karena Allah Mahatahu kebutuhan kita, lebih tahu dari
kita sendiri. Kita sama sekali tidak akan terangkat oleh keuntungan
yang kita dapatkan, tapi kita akan terangkat oleh proses mulia yang
kita jalani. Hal ini perlu dicamkan baik-baik oleh siapa pun bahwa
yang termahal dari kita adalah nilai-nilai yang selalu kita jaga
dalam proses.

Termasuk ketika kuliah bagi para pelajar, kalau kuliah hanya
menikmati hasil ataupun hanya ingin gelar, bagaimana kalau meninggal
sebelum diwisuda? Apalagi kita tidak tahu kapan meninggal. Karena
itu, hal terpenting dari perkuliahan adalah selalu bertanya pada
diri, mau apa dengan kuliah ini? Apakah sekadar untuk mencari isi
perut? Bukankah Imam Ali ra pernah mengatakan, ”Orang yang
pikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh
beda dengan yang keluar dari perutnya.

” Kalau hanya ingin cari uang, hanya tok uang, maka asal tahu saja
penjahat juga pikirannya hanya uang. Bagi kita kuliah adalah suatu
ikhtiar agar nilai kemanfaatan hidup kita meningkat. Kita menuntut
ilmu supaya tambah luas ilmu hingga akhirnya hidup kita bisa lebih
meningkat manfaatnya. Ikhtiar dalam meningkatkan kemampuan salah satu
tujuannya adalah agar dapat memberi manfaat bagi orang lain. Kita
cari nafkah sebanyak mungkin supaya bisa menyejahterakan orang lain.

Dalam mencari rezeki ada dua perkara yang perlu selalu kita jaga,
ketika sedang mencari kita sangat jaga nilai-nilainya, dan ketika
mendapatkannya kita distribusikan sebanyak-banyaknya. Inilah yang
terpenting. Dalam melakukan hal apapun, bertanyalah selalu, untuk apa
kita melakukan semua itu. Saat melamar seseorang, kita harus siap
menerima kenyataan bahwa yang dilamar itu belum tentu jodoh kita.
Mungkin kita sudah datang ke calon mertua, sudah bicara baik-baik,
sudah menentukan tanggal, tiba-tiba menjelang pernikahan ternyata ia
mengundurkan diri atau akan menikah dengan yang lain.

Sakit hati adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, tapi ingat bahwa
kita tidak pernah rugi kalau niatnya dan caranya sudah benar. Mungkin
Allah SWT telah menyiapkan calon lain yang lebih cocok bagi kita.
Mungkin pula kita sudah daftar ibadah haji, sudah dipotret, sudah
manasik, dan sudah siap untuk berangkat, tiba-tiba ada sesuatu hal
yang membatalkan kepergian kita, seperti yang terjadi kemarin. Apakah
ini suatu kerugian?

Belum tentu! Siapa tahu ini merupakan pertolongan dari Allah SWT,
karena kalau jadi berangkat ibadah haji kita belum tentu mabrur.
Allah SWT sangat tahu kapasitas keimanan dan keilmuan kita. Oleh
sebab itu, sekali lagi jangan terpukau oleh hasil. Hasil yang baik
menurut kita belum tentu baik menurut perhitungan Allah SWT. Jika
kualifikasi mental kita hanya uang lima puluh juta, maka uang satu
milyar bisa menjadi musibah bagi kita. Datangnya rezeki akan efektif
kalau keilmuan dan keimanan kita mantap.

Kalau tidak, datangnya uang, gelar, pangkat, atau kedudukan yang
tidak dibarengi kualitas pribadi yang bermutu sama dengan datangnya
musibah. Ada orang yang hina gara-gara dia punya kedudukan, karena
kedudukannya tidak dibarengi dengan kemampuan mental yang baik.
Sahabat, selalulah kita menikmati proses. Seperti saat seorang ibu
membuat kue lebaran, ternyata kue lebaran yang sangat enak itu telah
melewati proses yang begitu panjang dan lama.

Mulai dari mencari bahan, memilah-milahnya, menyediakan peralatan
yang pas, hingga memadukannya dengan takaran yang tepat. Begitu pula
ketika ibu-ibu punya anak, lihatlah prosesnya. Hamilnya sembilan
bulan, sungguh begitu berat, tidur susah, berdiri juga berat, masya
Allah. Kemudian saat melahirkannya pun sakit setengah mati. Padahal
setelah si anak lahir belum tentu balas budi.

Bayangkanlah kalau semua proses tersebut tidak disertai keikhlasan,
apa yang kita dapatkan? Oleh sebab itu, bagi para ibu, nikmatilah
proses hamil sebagai ladang amal. Nikmatilah proses mengurus anak,
pusingnya, dan rewelnya anak sebagai ladang amal. Nikmatilah proses
mendidik anak dengan penuh jerih payah dan tetesan keringat sebagai
ladang amal. Jangan pikirkan apakah anak mau balas budi atau tidak,
sebab kalau kita ikhlas menjalani proses, insya Allah tidak akan
pernah rugi. Rezeki kita bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang
dengan ikhlas dapat kita lakukan. Wallahu a’lam bish-shawab

2 Comments more...

Seorang Anak Perempuan Yang Mengeluh Pada Sang Ayah

by on Mar.10, 2010, under Information Lifestyles

Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat.

Girls Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata. Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir. Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya: “Sayangku, apa yang kaulihat?” “Wortel, telur, dan kopi,” jawab anaknya. Sang ayah membawa anaknya mendekat dan memintanya meraba wortel. Ia melakukannya dan mendapati wortel-wortel itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya si anak mendapatkan telur matang yang keras. Yang terakhir sang ayah meminta anaknya menghirup kopi. Ia tersenyum saat mencium aroma kopi yang harum. Dengan rendah hati ia bertanya “Apa artinya, bapa?Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda telah merasakan penderitaan yang sama, yakni air yang mendidih, tetapi reaksi masing-masing berbeda. Wortel yang kuat, keras, dan tegar, ternyata setelah dimasak dalam air mendidih menjadi lembut dan lemah. Telur yang rapuh, hanya memiliki kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah dimasak dalam air mendidih, cairan yang di dalam itu menjadi keras. Sedangkan biji-biji kopi sangat unik. Setelah dimasak dalam air mendidih, kopi itu mengubah air tawar menjadi enak. “Yang mana engkau, anakku?” sang ayah bertanya. “Ketika penderitaan mengetuk pintu hidupmu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau wortel, telur, atau kopi?”

AYAH

Apakah Anda seperti sebuah wortel, yang kelihatan keras, tetapi saat berhadapan dengan kepedihan dan penderitaan menjadi lembek, lemah, dan kehilangan kekuatan?
Apakah Anda seperti telur, yang mulanya berhati penurut? Apakah engkau tadinya berjiwa lembut, tetapi setelah terjadi kematian, perpecahan, perceraian, atau pemecatan, Anda menjadi keras dan kepala batu? Kulit luar Anda memang tetap sama, tetapi apakah Anda menjadi pahit, tegar hati,serta kepala batu? Atau apakah Anda seperti biji kopi? Kopi mengubah air panas, hal yang membawa kepedihan itu, bahkan pada saat puncaknya ketika mencapai 100 C. Ketika air menjadi panas, rasanya justru menjadi lebih enak. Apabila Anda seperti biji kopi, maka ketika segala hal seolah-olah dalam keadaan yang terburuk sekalipun Anda dapat menjadi lebih baik dan juga membuat suasana di sekitar Anda menjadi lebih baik.

13 Comments more...

Pentingnya Mengucapkan Salam dan Berjabat Tangan

by on Mar.10, 2010, under Information Lifestyles

Mengucapkan salam dan berjabat tangan kepada sesame. Muslim adalah perkara yang terpuji dan disukai dalam Islam. Dengan perbuatan ini hati kaum Muslimin dapat saling bersatu dan berkasih sayang di antara mereka.
berjabat-tangan
Namun apa yang terjadi jika perbuatan terpuji ini dilakukan tidak pada tempat yang semestinya? Tidak ada kebaikan yang didapat bahkan pelanggaran syariatlah yang terjadi.

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam beliau bersabda, “Apabila salah seorang dari
kalian bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah salam padanya. (Kemudian) jika pohon, tembok, atau batu
menghalangi keduanya dan kemudian bertemu lagi maka salamlah juga padanya.” (HR. Abu Dawud)

Pada hadits ini Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memerintahkan seorang Muslim mengucapkan salam kepada saudaranya yang Muslim jika menjumpainya. Karena salam dapat menggalang persatuan, menghilangkan
rasa benci, dan mendatangkan cinta.

Tidak dibedakan dalam mengucapkan salam tersebut antara orang yang berada di dalam ataupun di luar masjid. Bahkan sunnah menunjukkan disyariatkannya mengucapkan salam kepada orang yang berada di dalam masjid, baik ketika shalat maupun tidak.

Dari Ibnu Umar radliyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam keluar menuju Quba dan
shalat di sana. Lalu datang orang-orang Anshar kemudian mereka mengucapkan salam kepadanya sedangkan beliau sedang shalat. Dia (Ibnu Umar) berkata, Lalu saya bertanya kepada Bilal, “Bagaimana kamu lihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab salam mereka ketika mereka mengucapkan salam kepadanya
padahal dia sedang shalat?” Ibnu Umar berkata, Bilal berkata, “Begini, sambil membentangkan telapak tangannya.” Begitu pula Ja’far bin ‘Aun membentangkan tangannya dan menjadikan telapak tangannya di bawah
sedangkan punggungnya di atas.” (HR. Abu Dawud).
Dalil disyariatkannya mengucapkan salam setelah shalat di masjid adalah hadits tentang orang yang buruk
shalatnya, hadits yang terkenal (masyhur) dari Abu Hurairah :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam masuk ke masjid. Lalu seseorang masuk dan shalat. Kemudian dia
datang lalu mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Maka Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjawab salamnya seraya berkata : “Kembalilah shalat karena sesungguhnya kamu belum shalat!” Maka orang itu kembali lalu shalat sebagaimana dia telah shalat sebelumnya. Kemudian dia datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Hal itu dia lakukan tiga kali. (HR. Bukhari, Muslim dan yang lainnya).
“Hadits ini menjadi dalil disyariatkannya mengucapkan salam kepada orang di dalam masjid sebagaimana juga hadits tentang ucapan salam orang-orang Anshar kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam di Masjid Quba sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya.

Jadi salam dan berjabat tangan dilakukan ketika datang atau hendak berpisah walaupun hanya sebentar. Sama saja apakah di dalam Masjid atau di luar masjid.Al‘Izzu bin Abdussalam berkata, “Jabat tangan setelah shalat Shubuh dan Ashar termasuk bid’ah kecuali bagiyang baru datang dan bertemu dengan orang yang menjabat tangannya sebelum shalat. Maka sesungguhnya jabat tangan disyaratkan tatkala datang. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berdzikir setelah shalat dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan dan
beristighfar tiga kali kemudian berpaling.

Madzhab Hanafi, Syafi’i dan Maliki menyatakan dengan tegas tentang makruhnya (tidak disukai) jabat tangan setelah shalat dalam segala hal karena para sahabat tidak saling berjabat tangan setelah shalat dan
bahwasanya perbuatan itu termasuk kebiasaan-kebiasaan
Rafidlah.”Ibnu Hajar berkata, “Apa yang dikerjakan manusia berupa jabat tangan setelah shalat lima waktu adalah perkara yang dibenci, tidak ada landasannya dalam
syariat.”
Perlu diperingatkan bahwa tidak boleh bagi seorang Muslim memutuskan tasbih (dzikir) saudaranya yang
Muslim kecuali dengan sebab syar’i. Namun demikian bukanlah termasuk hikmah jika kita menolak bersalamandengan tangan yang sudah terulur kepada kita, karena ini merupakan sikap yang kasar yang tidak dikenal dalam Islam. Akan tetapi ambillah tangannya dengan lemah lembut dan jelaskan kepadanya kebid’ahan jabat tangan ini yang diada-adakan manusia.
Betapa banyak orang yang terpikat dengan nasihat dan dia orang yang pantas dinasihati. Hanya saja
ketidaktahuan telah menjerumuskannya kepada perbuatan menyelisihi sunnah. Maka wajib atas ulama dan
penuntut ilmu menjelaskannya dengan baik.

Hadits tentang mengangkat tangan dalam berdoa termasuk hadits mutawatir maknawi yaitu hadits yang
sampai kepada kita dengan jalan periwayatan yang banyak sekali walaupun redaksinya berbeda-beda. Jumlah haditsnya adalah sekitar seratus hadits dan Imam As-suyuthi telah menghimpun hadits-hadits tersebut dalam satu juz yang diberi judul “Fadhul Wi’ai fi Ahadits Raf’il Yadaini fi Du’ai” (Membongkar Wadah tentang Hadits-hadits Mengangkat Tangan dalam Berdoa).

Di antara hadits-hadits tersebut adalah sebagai berikut Rasulullah s.a.w. bersabda, “Sesungguhnya Allah itu baik yang tidak mau menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa yang dipertintahkan kepada para Rasul. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang
beriman makanlah yang baik dari yang Kami anugerahkan kepadamu sekalian dan bersyukurlah kepada Allah.” Allah juga berfimran, “Wahai para Rasul makanlah yang baik-baik dan lakukanlah amal shaleh.” Kemudian Nabi menyebutkan seorang laki-laki yang lama bepergian, kusut dan kotor, mengangkat keduan tangannya ke langit dan menyeru: Ya Rabbi ya Rabbi, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan barang haram, maka bagaimana dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim).

Nabi Bersabda, “Sesungguhnya Tuhanmu adalah Dzat yang Maha hidup dan Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya jika dia mengangkat kedua tangan-Nya kepada-Nya untuk mengembalikannya dalam keadaan hampa.
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa mengangkat tangan adalah sebab dikabulkannya doa dan memakan
haram atau maksiat adalah sebagai penghalang dikabulkannya doa. Dengan demikian mengangkat tangan
dalam doa adalah sesuatu yang disyariatkan dan dianjurkan.

Jadi mengangkat tangan dalam berdoa landasannya kuat dan keshahihannya tidak diragukan lagi. Dengan
demikian mengangkat tangan dalam berdoa sehabis shalat sama sekali bukan perbuatan bid’ah dengan catatan tidak dijadikan suatu ketentuan atau kebiasaan yang harus selalu dilakukan, karena Nabi s.a.w. tidak selalu mengangkat tangan saat berdoa sehabis shalat.

Adapun dalil mengusap wajah setelah berdoa adalah sebagai berikut:
Dari Umar bin Khattab ra. Dia berkata, Rasulullah saw apabila mengangkat tangannya dalam doa, beliau tidak
menurunkannya hingga mengusapkan keduanya kepada wajahnya. (H.R. Tirmidzi)

Bid’ah dhalalah adalah bid’ah dalam urusan ibadah, sedangkan bid’ah hasanah adalah bid’ah dalam urusan
keduniaan atau yang lebih dikenal di kalangan para ulama dengan istilah “maslahah al-mursalah” misalnya pembukuan al-Qur’an, pendirian sekolah-sekolah, penaggalan dan sebagainya.

Wallahu A’lam bishawwab.

12 Comments more...

D’Miracle of Water

by on Mar.10, 2010, under Information Technology

Air merupakan suatu zat yang sangat penting sekali di dunia air, banyak sekali manfat air, terutama agi makhluk hidup.
Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30)
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air. Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, “Arigato”. Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata “setan”, kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur. Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal segi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.
Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa “mendengar” kata-kata, bisa “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit. Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.
Rasulullah saw. bersabda, “Zamzam lima syuriba lahu”, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya”. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah … Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s. Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air. Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.
air

2 Comments more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!