Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Landak, Aku Ingin Memelukmu…

by on Mar.26, 2010, under Story Life

landakSuatu Hari… Yulia menunggu dengan antusias.
Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan.
Diliriknya jalan raya depan rumah… Belum ada.
Yulia masuk lagi… Keluar lagi, belum ada juga.
Masuk lagi… Keluar lagi… Begitu terus selama hampir satu jam.
Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tid ak dia gubris.
Pukul 18:30, “Tinnn… Tiiiinnnnn.. .!!”

Yulia kecil melompat girang, “Mama pulang! Papa pulang!”
Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah.
Yang satu langsung menuju ke kamar mandi.
Yang satu lagi menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala.
Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga,bagi sikecil Yulia juga… yang tentunya belum mengerti banyak.
Dalam otaknya yang sedang berkembang, Yulia cuma tahu bahwa ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang karena Mama dan Papa sudah pulang.
“Mama, mama…. Mama, mama….”, Yulia menggerak-gerakkan tangan meminta perhatian.
“Mama….”, Mama diam saja.
Dengan cemas Yulia bertanya, “Mama sakit ya? Mana yang sakit?… Mam, mana yang sakit?”
Mama tid ak menjawab, hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata.
Yulia makin gencar bertanya, “Mama, mama… mana yang sakit? Yulia ambilin obat ya? Ya? Ya?”
Tiba-tiba… “Yulia!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik dong!”, Mama membentak dengan suara tinggi.
Kaget…!!
Yulia mundur perlan…

Matanya menyipit.
Kaki kecilnya gemetar…

Bingung…
”Yulia salah apa? Yulia sayang Mama..
. Yulia salah apa?” Takut-takut, Yulia menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama darI jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.
Otak kecil Yulia terus bertanya-tanya, ”Mama, Yulia salah apa? Mama tid ak suka dekat-dekat Yulia ya? Apa Yulia mengganggu Mama? Yulia tid ak boleh sayang Mama?”


Berbagai peristiwa sejenis terjadi.
Dan otak kecil Yulia merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu.
Yulia tid ak lagi kecil.
Yulia bertambah tinggi.
Yulia remaja…

Yulia mulai beranjak menuju dewasa.
“Tin.. Tiiinnn… !”

Mama pulang. Papa pulang.
Yulia menurunkan kaki dari meja.
Mematikan TV.
Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya dan mengunci pintu.
Menghilang dari pandangan.
“Yulia mana?”
“Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya.”
Malam itu mereka kembali hanya makan berdua.
Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka, ”Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya t idak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku?
Ah, anak-anak jaman sekarang memang tid ak tahu hormat sama orangtua!
Tidak seperti jaman dulu”.
Di atas, Yulia mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam.
Dari jauh… Dari tempat di mana ia tidak akan terluka.
“Mama, Papa. Katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?”.

i got it from Zidna..thank you so much^^

di dunia ini, tidak ada yang lebih PENTING dari ALLOH SWT dan KELUARGA KITA.

Jadi, luangkan waktu yang layak diterimanya.

:, ,

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 7 times 5?

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!