Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for March 31st, 2010

New Technology Brings Blind Computing Into 21st Century

by on Mar.31, 2010, under Information Technology

A new technology that creates full-page, refreshable Braille displays promises to bring 21st century computing to the blind.

Today’s Braille displays can show just one line of text at a time, making it difficult for those without eyesight to perform common online tasks such as browsing the Internet. And they also are often expensive, carrying an average price tag of $8,000.

Even so, “this one-line display is very helpful,” said Peichun Yang, who is leading the effort to develop the new Braille technology at North Carolina State University.

“If you add another line, it’s a tremendous help. A full page … that’s another world,” said Yang, who lost his eyesight more than 10 years ago and is himself blind.

The new technology would allow a full page of text at a time, refresh in milliseconds and display images in the same way that images and text are displayed — as raised bumps on a tactile display.

The key to the new Braille display is what the researchers refer to as the “hydraulic and latching mechanism.”

Here’s how it works:  Similar to pixels in visual displays, these Braille displays would be made up of thousands of dots that are raised like bumps to form Braille letters and numbers.

Each dot can be thought of as a tiny container made out of a special shape-shifting material that is filled with liquid. When electricity is applied, the sides of this container bend and push the liquid filler upward, creating a tiny bulge at the top of the container.

braille displayThis kind of shape-changing material has been tried before but with little success until now. The main challenge has been with “latching” or locking the dot in place once it’s raised, Yang told TechNewsDaily.

The latch allows the raised dots to stay put when a blind person is touching them.

Yang’s solution involved a pin attached to a support block, which inflates with the liquid, pinning it in place. When it’s time to refresh the page, the pin gets pulled down and the dot deflates.

Working prototypes of the new Braille display should be available in one to two years, with the first commercial version ready for customers in five years, Yang said.

Yang and his colleagues presented their research earlier this month at the International Conference on Electroactive Polymer Actuators and Devices in San Diego.

Source: www.technewsdaily.com

6 Comments :, , more...

Pengaruh Sebutir PASIR dalam Kehidupan

by on Mar.31, 2010, under Story Life

pasirPenakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya wartawan tentang apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam. Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan gersang sekali pun!

Lantas apa?

“Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari kaki,” kata Hillary.

Wartawan heran, tetapi sang penjelajah melanjutkan kata-katanya,

“Sebutir pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kakipun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus ditandu.”

Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya. Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan.

Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan orang lain.

Menyepelekan pekerjaan – pekerjaan kecil juga akan memberikan efek yang sama buruknya pada prestasi kerja kita.

ana dapet cerita ini dari Zidna..Syukron. ^^

Leave a Comment :, , more...

Tidaklah Mudah Berada di Puncak Kehidupan

by on Mar.31, 2010, under Story Life

puncak-itu____Merubah kebiasaan yang telah menjadi tabiat kita sehari-hari bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Seperti menjadikan diri lebih baik atau menjadikan diri lebih buruk dari hari-harinya. Seperti yang disampaikan oleh Ibnu Jauzi bahwa dalam merubah diri menjadi lebih baik itu tidak mudah, mengangkat kaki dari jalan yang salah kepada jalan yang benar itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, merubah diri dari kelalaian kepada suatu ketaatan itu sulit. Karena jalan yang kita tempuh itu penuh dengan hal-hal yang kita benci,banyak halangan duri-duri tajam yang membuat kita sakit. Akan tetapi, ketika selesai melakukannya kita akan merasakan lezatnya iman hidup dalam kebenaran yang Allah berikan kepada kita. dari kebiasaan keburukn menjadi suatu kebaikan

Perbanyak dia melatih jiwa agar tidak banyak komentar Lisan banyak diam Sesungguhnya lisan akan cenderung diam jika jiwa tidak bergejolak Dengan diam akan meraba keburukan bila telah teraba maka jiwa akan luluh dan hancur dan jiwa akan menyadari bahwa kita berada di jalan kehendak Alloh

Ingatkan jiwa dengan kekliruan2 satu persatu kenali akibat kekeliruan hingga sadar.

Lupakan sejenak ketaatan.

Sadari diri ketika buat dosa dan inagtakan kelalialaian itu hingga erngkau terus berada dalam mengingatnya. Lupakan ketatan yang telah hingga suara hati berteriak menangis. Jika tidak nangis kau harus cepat jauhkan diri dari semua yang menjadi tanmgga maksiat. Yakinkan pada diri kau tidak akan bertubat jika tidak bisa meningglkan apa yang menjadi tangga maksat

Lemahkan jiwa dengn lapar. Hancurkan jiwa dengan banyak puasa dan rasa lapar. Ia kan tunduk dengan menerima papun.

Perangi sikap menunda. Jika engkau keinginan menunda untuk kembvali kepad Allah ingatkan jiwa bahwa tidak ada ajal yang dapat diperkirakan. Ajal akan tiba akan tiba ketika kita belun kembali pada Allah dalam taubat

Cari teman jiwa yangf dapat memberi petunjuk

Ajari dzikir, teliti dari kecerobohan

Kelajatan munajat Pelajari ilmu pengetahuan

Kenali akhlak-akhlak sobat nabi

Kebiasaan akan kebaikan..

1 Comment :, , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!