Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for June 26th, 2010

SIMULASI DELTA MODULATION DENGAN PROGRAM OCTAVE

by on Jun.26, 2010, under Information Technology


DELTA MODULASI

  1. DESKRIPSI SIMULASI

Delta modulasi (DM) adalah metode konversi A/D yang sederhana dan handal pada sistem yang membutuhkan komunikasi digital secara serial dari sinyal analog. Delta Modulasi terdiri dari komparator pada bagian umpan maju dan integrator sebagai umpan balik untuk membentuk suatu loop kontrol yang sederhana. DM dibatasi oleh frekuensi dan amplitudo analog input yang akan diproses. Dengan DM, suatu input analog didekati melalui fungsi tangga yang bergerak naik turun dengan satu level kuantisasi (?) pada setiap level interval sampling (Ts). Contoh mengenai hal itu ditunjukkan pada gambar 1.1 dimana fungsi tangga berhimpit pada gelombang analog yang asli. Karakteristik terpenting untuk fungsi tangga ini adalah jalannya mirip biner. Pada setiap waktu pengambilan sampel, fungsi bergerak naik turun sebesar ? sehingga output dari proses modulasi delta dapat ditampilkan sebagai suatu digit digital biner tunggal untuk setiap sampel. Pada dasarnya, aliran bit lebih dihasilkan oleh pendekatan derivatif sinyal analog dari amplitudonya, yaitu A1 dibangkitkan bila fungsi tangga menaik sepanjang interval sedangkan 0 dibangkitkan dengan cara sebaliknya.

deltamodulasi1


Gambar 1.1 Contoh Modulasi Delta

Transisi (naik atau turun) yang terjadi di setiap interval pengambilan sampel dipilih sedemikian hingga fungsi tangga melintasi sedekat mungkin bentuk gelombang analog yang asli. Untuk transmisi yang terjadi adalah sebagai berikut:

pada setiap waktu pengambilan sampel, input analog dibandingkan dengan nilai yang terbaru dari fungsi tangga pendekatan. Bila nilai dari bentuk gelombang dijadikan sampel melebihi nilai pada fungsi tangga, maka hasil yang akan didapat adalah 1, bila sebaliknya,maka akan dihasilkan 0 (Nol). Jadi tangga selalu berubah sesuai arah sinyal inputnya. Dengan kata lain, output proses DM adalah runtutan biner yang dapat digunakan receiver untuk merekontruksi fungsi tangga, kemudian fungsi tangga dapat diperhalus lagi dengan melalui lebih banyak jenis proses integrasi agar dapat menghasilkan pendekatan analog dari sinyal input analog.

Ada dua parameter terpenting dalam skema DM yaitu ukuran langkah yang ditempuh tiap digit biner, ?, dan rate sampel. ? harus dipilih agar menghasilkan keseimbangan antara kedua jenis error dan derau. Bila bentuk gelombang analog berubah dengan lambat sekali, maka akan muncul derau kuantisasi. Derau ini meningkat sejalan dengan meningkatnya ?. Dengan kata lain, bila bentuk gelombang analog berubah lebih cepat dibanding kemampuan gelombang tangga, maka akan terjadi slope overload. Derau ini meningkat saat ? diturunkan. Sedangkan jika rate sampel ditingkatkan, maka akan meningkatkan tingkat keakuratan skema sehingga akan meningkatkan rate data sinyal output.

Keuntungan utama DM dibanding PCM adalah kesederhanaan dalam implementasinya. Umumnya PCM melampirkan karakteristik SNR yang lebih baik pada rate data yang sama.

  1. MANFAAT SIMULASI

1) Mendekati sinyal analog dengan serangkaian segmen.

2) Membandingkan setiap segmen dari sinyal yang didekati dengan gelombang analog yang asli untuk menentukan kenaikan atau penurunan amplitudo relative.

3) Mengetahui hasil dari proses untuk memunculkan state bit yang berurutan, dimana hal tersebut ditentukan oleh perbandingan kenaikan dan penurunan amplitudonya.

4) Mengetahui perubahan informasi yang dikirim saja, yaitu hanya dengan peningkatan atau penurunan amplitudo sinyal dari sampel yang dikirim sebelumnya saja, sedangkan kondisi perubahannya tidak menyebabkan sinyal termodulasi untuk tetap berada di keadaan 0 atau 1 yang sama dari sampel sebelumnya.

  1. KODE PROGRAM

Program untuk simulasi Delta Modulation (DM) ini dijalankan di OCTAVE. Berikut ini Source Codes simulasi Modulasi Deltanya :

input('ENCODING DATA');

input('DELTA MODULATION');

input('x1 = Batas Awal');

input('x2 = Rentang');

input('x3 = Batas Akhir');

x1 = input('masukan nilai x1 :', 'str');

x1 = str2num(x1);

x2 = input('masukan nilai x2 :', 'str');

x2 = str2num(x2);

x3 = input('masukan nilai x3 :', 'str');

x3 = str2num(x3);

disp ('x1 ='); disp (x1);

disp ('x2 ='); disp (x2);

disp ('x3 ='); disp (x3);

x = x1:x2:x3;

y = sin(x);

stairs (x,y)

subplot(2,1,1); plot(x,y)

i=1

while(i<=6.28/0.1)

if(y(i)<y(i+1))

y(i)=1

else

y(i)=0

end

i=i+1

end

subplot(2,1,2); stairs(x,y)

  1. OUTPUT PROGRAMdm

Hasil Program :

(continue reading…)

1 Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!