Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Archive for September, 2010

Curhatan Sang Pemimpin

by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum

f0be05578e86826f417f1f007b6aed2e1Malam kian larut, Aku masih terjaga dan ternyata ada banyak hand out yang belum kubaca. Entah apa saja yang kulakukan selama enam bulan ini, sampai-sampai tak sedikit pun materi kuliah mampir di otakku. Apa aku terlalu sibuk dengan kegiatan sebagai Beswan Djarum? kurasa tidak. Karya tulis ilmiah? Ide lagi kering. Demo? Lagi sepi, lagi malas nampang di media masa. Cewek? Baru dapat target. Belum sempat penetrasi, baru menyusun relationship consept, menyusun jadwal caper dan adaptasi kanan kiri. Huh…aku harus ngebut malam ini. Lagi-lagi sistem pendidikan kebut semalam kutelusuri.

“Dor…dor…dor!!! Sron ada temen lu tuh!” belum satu lembar ku baca, Ibnu menggedor-gedor pintu kamar ku keras-keras. Kebiasaan buruk laki-laki.

“Siapa Nu? Cowok atau cewek?”

“Cewek!!”

“Cewek? Siapa sih malam-malam begini, orang lagi musim ujian juga!”

Ku buka pintu hijau muda itu. Spontan hingar bingar menusuk gendang telinga. Ada obrolan, bunyi mangkuknya penjual mie ayam, radio kamar sebelah, gitar rombeng dan nyanyian anak kos-kosan depan, dan yang paling jelas adalah suara TV 14 inchi yang sedang dipelototi Opik dengan seksama.

Di depan pintu ku lihat wajah yang tak asing berdiri tegang dengan mimik pilu dan agak pucat. Ia tampak bigung dan panik.

”Eh Windy, ada ap…” belum selesai aku bicara Wi sudah memotong.

”Gawat Sron, gawat!!! Lu dalam keadaan bahaya!!”

”Emang kenapa? Ada apa sih? Kok panik gitu?”

”Aduh gimana ya jelasinnya? Jangan di sini ngobrolnya dong, bisa gak? Di dalam aja yuk!”

Kami meneruskan perbincangan di ruang tamu belakang, meski privacy-nya kurang terjamin karena teman kosku sering bolak-balik ke kamar mandi, mungkin sambil menguping.

“Ada masalah apa sih Wi? Ceritanya jangan panik, tenang aja!”

”Sron sebelumnya sorry gue udah melibatkan lu. Lu inget gak kemaren waktu kita ngobrol di depan kantor Djarum berdua?”

”Iya gue inget, terus?”

”Nah habis itu cowok gue ngejemput gue kan? Itu loh yang pake motor warna biru, pake sweater abu-abu?”

“Oh itu cowok lu? Iya, iya terus apa masalahnya?”

“Kemarin dia langsung marah-marah ke gue, gue ditampar., terus dimaki-maki abis-abisan”, ucapanya jadi terpotong-potong, lalu matanya basah dan tangisnya pun tak bisa tertahankan lagi.

”Wah…wah…wah, parah tuh!!”

“cek…cek…cek parah banget sih cowok lu. Udah lah, yang kayak gitu sih jangan diharepin. Apalagi dia udah lu putusin aja! Lagian masih banyak yang mau sama lu”.

(continue reading…)

8 Comments :, , , , more...

Perjuangan Menggapai Beasiswa Djarum

by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum


beswan1Rabu pagi yang damai, ketika embun masih mengecup bumi, ketika burung bersautan. Semua orang bergegas mencari hidup, melawan dinginnya pagi. Begitu pula aku yang tampak tergesa-gesa hendak berangkat ke kampus. aku terlambat lagi pagi ini. Maklum semalaman aku bergadang mengerjakan  tugas yang dead line-nya tinggal dua hari lagi.

Tas cangklok warna hitam sudah kenyang dijejali buku-buku teks book yang hanya aku bawa ke sana kemari tanpa sekali pun aku membacanya, kecuali ketika ada tugas, itu pun hanya halaman depannya saja yang aku baca. Lebih kreatif lagi, mencatat dapus-nya saja.

“Wah sudah jam tujuh lewat lima menit. Gawat nih, sudah dua kali aku tidak ikut kuliahnya pak Aris. Bisa-bisa aku tidak diperbolehkan ikut ujian akhir. Kacau…”

Buru-buru aku memakai kemeja dan jeans Lea yang sudah satu minggu tidak dicuci. Tunggangan besinya tak sempat aku panaskan. Padahal biasanya aku panaskan dahulu sekitar 5 sampai 10 menit. Agar mesinnya awet katanya. Maklum motor jalu kesayanganku itu satu-satunya identitas dan simbol harga diri yang aku miliki. Lumayan, hasil merengek pada orang tua. Dalihnya  aku tak mau kuliah kalau tak dibelikan motor. Itu baru mahasiswa.

Di antara adrenalin yang membuncuh, mata pedih, wajah penuh debu, asap hitam beracun yang keluar dari kentut sapi-sapi besi dan kuda-kuda rongsokan yang terus menerus menghalangi lajunya. Sekecil apapun celah aku terobos, waktu manjadi sangat berharga saat itu. Karena pada saat itu juga waktu sangat menghimpitku untuk bertemu seorang Dosen yang dimana tetesan tinta dari tangannya sangat berharga bagiku sebagai bukti IPK ku semester 5 lalu berada di atas 3,00. Wilayah banyumas ku terusuri demi bertemu sang Dosen tersebut karena waktu untuk pengiriman semua berkas pengajuan Beasiswa Djarum sangatlah mendesak. Libur semester yang membutakan mata membuat diri ini terkekang dalam ruang kosong yang tidak mengetahui Update News di kampus sana sebagai pusat pendidikan di mana langkah kakiku setiap hari selalu tertuju padanya dan kehidupan sosialku teruji disana. Di mana para mahasiswa se-Indonesia saling bersaing untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Plus ini.

Para generasi muda yang membutuhkan motivasi, baik dari keluarga, masyarakat, dan lingkungannya sangat berarti demi mencerdaskan bangsa Indonesia ini. Adanya partisipasi dan kontribusi dari PT. Djarum yang memberikan beasiswa ini memberikan semangat picu yang tinggi seperti kuda yang berlari kencang. Tanggung jawabku sebagai mahasiswa untuk mencerdaskan bangsa, hal tersebut bisa terwujud berkat jerih payah orang tuaku yang terus membanting tulang sehingga membuat aku ingin meringankan beban orang tuaku yang selama 3 tahun ini mereka pikul di usianya yang sudah senja. Beasiswa Djarum adalah kunci dari teka-teki selama ini yang aku butuhkan untuk meringankan beban orang tuaku dan dapat menjadi bekal serta motivasi belajar yang lebih giat lagi kedepannya, karena pada saat itu akupun tau bahwa suatu hari ketika aku mendapatkan Beasiswa Djarum ini akan banyak sekali pelajaran, pengalaman, dan  softskill yang akan ku pegang. Tak terasa diujung usahaku yang penuh terjalan gelombang untuk mengajukan beasiswa Djarum ini akhirnya selesai pada pukul 14.04 WIB.

Jarum jam yang selalu berputar selalu ku pandangi hingga pengumuman yang lolos dan berhak menerima beasiswa Djarum pun aku tunggu tiap nadi nafas ini. Akupun tertidur setelah seharian berpetualang demi mengumpulkan semua persyaratan pengajuan beasiswa Djarum ini.

(continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!