Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

My Lovable Place When KKN at SOMAWANGI Village, Kab.Banjarnegara.

by on Mar.10, 2011, under Story Life

Kecamatan Mandiraja khususnya Desa Somawangi secara demografis memiliki banyak potensi, diantaranya bidang pertanian yang dapat dioptimalkan dalam usaha untuk pembangunan desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut. Namun, pada kenyataan yang diperoleh di lapangan, berbagai potensi tersebut selama ini belum dapat dioptimalkan dengan baik oleh masyarakat terkait. Untuk mendukung hal tersebut, perlu juga dilakukan peningkatan di bidang kesehatan dan pendidikan sebagai dasar terbentuknya sumber daya manusia yang berpotensi agar tercipta sumber daya masyarakat.

kkn-somawangi


Berdasarkan permasalahan di atas, dilaksanakanlah program ”Peningkatan Potensi Desa dan Pengembangan Masyarakat dengan Sistem Pemberdayaan Masyarakat” oleh tim Kuliah Kerja Nyata Pos Pemberdayaan Keluarga (KKN POSDAYA) Desa Somawangi, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara. sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai anggota masyarakat.

A. Kondisi Umum Desa Somawangi

1. Keadaan Geografis

Desa Somawangi terletak di wilayah Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara, Propinsi Jawa Tengah. Adapun posisi Desa Somawangi dengan pusat penerintahaan dan pusat pelayanan adalah sebagai berikut:

a. Jarak dari pusat pemerintah Kecamatan : 2,5 Km

b. Jarak dari pusat pemerintah Kabupaten : 27,4 Km

c. Jarak dari pusat pemerintah Propinsi : 316 Km

d. Jarak dari Pasar : 2,5 Km

e. Jarak dengan fasilitas pendidikan :

1. SD : 0 Km

2. SLTP : 1,5 Km.

3. SLTA : 6 Km

4. Perguruan tinggi : 68 Km

f. Jarak dengan fasilitas kesehatan

1. Puskemas : 2,5 Km

2. Rumah Sakit : 17 Km

Adapun batas-batas administrasi Desa adalah:

a. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kebumen

b. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Mandiraja Kulon

c. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kaliwungu

d. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Purwonegoro

2. Luas Daerah dan Penggunaan Tanah

Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 4 dusun 8 Rw ( Rukun warga ) dan 45 Rt. ( Rukun Tetangga ) dengan rincian sebagai berikut :

a. Dusun I (Wanasepi) terdiri dari 2 Rw dan 12 Rt.

b. Dusun II (Kembaran) terdiri dari 2 Rw dan 11 Rt.

c. Dusun III (Kalirau) terdiri dari 2 Rw dan 10 Rt.

d. Dusun IV (Kalipacet) terdiri dari 2 Rw dan 12 Rt.

Luas wilayah Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara adalah : 690 hektar, dengan pembagian sebagai berikut:

a. Status Tanah

1. Tanah Sawah dengan luas 140 Ha

2. Tanah Kering dengan luas 550 Ha

b. Penggunan Tanah

Kondisi luas wilayah Desa Somawangi sesuai dengan Penggunaan dan pemanfaatan tanah di desa, rincian lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel II.1. Penggunaan Tanah di Desa Somawangi

No

Jenis & Penggunaan Tanah

Luas Tanah

(Ha)

Persentase

I

Tanah Kering

a.

Perumahan & Perkatoran

218

31,6

b.

Tegalan

227

32,9

c.

Hutan

80

11,5

d.

Lain-Lain

25

3,6

II

Tanah Sawah

a.

Irigasi

125

18,2

b.

Tadah Hujan

15

2,2

Total Luas Tanah

690

100 %

Sumber data : monografi Desa Somawangi tahun 2009

Dari tabel II.1 dapat di ketahui bahwa sebagian besar tanah di desa somawangi adalah tanah kering yaitu seluas 550 Ha yang di gunakan untuk Bangunan rumah, Perkantoran 218 ha, tegalan seluas 227 ha, Hutan 80 ha, dan untuk yang lainnya seluas 25 ha. Sedangkan selebihnya adalah tanah sawah dengan rincian sawah Irigasi seluas 125 ha dan sawah tadah hujan seluas 15 ha.

3. Keadaan Pengairan

Sumber air yang di pergunakan oleh penduduk desa somawangi untuk kebutuhan sehara-hari adalah air sumur dengan kedalaman rata-rata 6 – 10 meter untuk sebelah Utara, dan 10 – 16 meter untuk sebelah Selatan. Perbedaan kedalaman sumur ini karena tanah di sebelah Selatan merupakan tanah liat dan berbukit bukit ( Pegunungan ) sedangkan di sebelah Utara adalah tanah datar dekat dengan area pesawahan Sedangkan sumber air untuk pertanian adalah dengan menggunakan saluran irigasi Singo merto.

4. Keadaan tanah dan iklim

a. Keadaan tanah

Desa somawangi merupakan daerah dataran rendah yang jauh dari sungai dan laut, sehingga tidak pernah mengalami banjir pada musim hujan dan sebagian besar tanah nya merupakan tanah kering. Jenis tanah di desa somawangi adalah tanah liat berwarna hitam sangat mendukung untuk lahan Pertanian baik tanah sawah maupun tanah kering. Berikut pembagian tingkat kesuburan tanah di Desa Somawangi :

Tabel II.2. Tingkat Kesuburan Tanah Desa Somawangi

No

Tingkat Kesuburan

Luas ( Ha )

Persentase

1.

Subur

480

69,6 %

2

Sedang

178

25,8 %

3

Tidak subur

32

4,6 %

Jumlah

690

100 %

Sumber data : Monografi Desa Somawangi tahun 2009.

Melalui tabel di atas dapat di ketahui bahwa tingkat kesuburan tanah di desa somawangi 480 ha subur, 178 ha sedang dan yang kurang subur seluas 32 ha yaitu sebagian yang berada di wilayah selatan sungai karena bentuk tanahnya adalah tanah bercadas, dari data di atas pada dasarnya tanah di desa somawangi sebagian besar sangat cocok untuk semua jenis tanaman. Baik tanaman padi maupun palawija.


b. Keadaan Iklim.

Desa Somawangi mempunyai topografi dataran rendah dengan ketinggian tanah 63 m dari permukaan laut. Desa Somawangi beriklim treopis dengan suhu udara rata-rata 23 drajat serta mengalami dua musim yaitu : Musim kemarau dan Penghujan. Musim kemarau biasanya jatuh pada bulan April s/d Oktober sedangkat musim penghujan jatuh pada bulan oktober s/d April dalam setiap tahunnya. Adapun curah hujan rata-rata pertahun adalah 257 mm.

4. Keadaan Demografi

a. Jumlah Penduduk

Jumlah Penduduk merupakan modal dasar dalam pembangunan yang dapat di bina, di arahkan dan di manfaatkan sebagai tenaga kerja yang menguntungkan guna peningkatan pembangunan desa di segala bidang, selain itu penduduk juga sebagai subyek sekaligus obyek dalam pembangunan yang di laksanakan.

Jumlah penduduk Desa Somawangi berdasarkan data monografi Desa adalah : 8532 Jiwa. berikut adalah tabel mengenai jumlah penduduk menurut unsur dan jenis kelamin.

Tabel II.3. Jumlah Penduduk Desa Somawangi

No

Jenis Kelamin

Jumlah Penduduk

Persentase

1

2

Laki- Laki

Perempuan

4168 Jiwa

4364 Jiwa

48,8 %

51,2 %

JUMLAH

8.532 JIWA

100 %

Sumber data : Monografi Desa Somawangi tahun 2009.

Dari data tabel di atas dapat kita lihat bahwa jumlah penduduk laki-laki sebanyak 4168 jiwa dan perempuan 4364 jiwa jadi total jumlah penduduk Desa Somawangi 8.532 jiwa.

b. Jumlah Penduduk Menurut Umur.

Adapun jumlah penduduk menurut umur sebagai berikut :

Tabel II. 4. Jumlah Penduduk Menurut Umur / Usia

No

Umur (Tahun)

Jumlah Penduduk

1

0 – 4

974

2

5 – 9

1022

3

10 – 14

1256

4

15 – 24

1746

5

25 – 54

2629

6

55 ke atas

905

Jumlah

8532

Sumber data : Monografi Desa Somawangi tahun 2009.

Dari tabel di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah penduduk yang berusia 0 s/d 4 th sebanyak 974 jiwa, 5 s/d 9 th sebanyak 1022 jiwa, 10 s/d 14 th sebanyak 1256 jiwa, 15 s/d 24 th sebanyak 1746 jiwa, 25 s/d 24 th sebanyak 2629 jiwa, dan untuk penduduk usia 55 tahun ke atas sebanyak 905 jiwa, dari rincian tersebut paling banyak untuk penduduk Desa Somawangi adalah yang berusia antara 25 – 54 yang boleh di bilang usia yang masih sangat produktif untuk mendukung pelaksanaan pembangunan Desa.

c. Perubahan Penduduk

Perubahan atau perkembangan jumlah penduduk baik secara alamiah maupun sosial, merupakan hal yang wajar, peroses lahir, mati, datang, dan pergi dalam suatu wilayah. untuk lebih jelasnya perubahan penduduk di desa Somawangi pada tahun 2009 dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel II. 5. Perubahan Penduduk Desa Somawangi

No

Penyebab

Pria

Wanita

Jumlah

1

Lahir

21

23

44

2

Mati

10

15

25

3

Datang

18

12

30

4

Pergi

28

16

40

Sumber : Monografi Desa Somawangi tahun 2009.

Angka pertumbuhan penduduk desa somawangi sebesar 0,10 % per tahun. Ini berarti bahwa angka pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sangat kecil. Banyak warga desa somawangi yang pergi dari desanya dengan alasan Mengikuti suami ataupun mengikuti istri atau bahkan prosentase lebih besar adalah urbanisasi dengan alasan mencari pekerjaan di kota.

5. Keadaan Ekonomi

Sebagian besar penduduk Desa Somawangi bermata pencaharian sebagi petani dan buruh tani sebagai mana dapat kita lihat pada tabel Jumlah Penduduk Menurut Pekerjaan sebagai berikut :

Tabel II. 6. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

No

Mata Pencaharian

Jumlah

Persentase

1

Petani

1455

17 %

2

Buruh Tani

2713

29,5 %

3

Pedagang

421

7,3 %

4

Industri

609

7,1 %

5

Pengrajin

17

0,3 %

6

PNS

42

0,5 %

7

Penjahit

11

0,12 %

8

Supir

102

1,2 %

9

Tukang

27

0,3 %

10

Karyawan Sewasta

16

0,2 %

11

TNI / POLRI

3

0,03 %

12

Pensiunan

33

0,35 %

13

Tidak / Belum Bekerja

3083

36,1 %

J u m l a h

8532

100 %

Sumber data : Monografi Desa Somawangi tahun 2009

Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian dari tabel dapat di ketahui bahwa yang berprofesi sebagai petani 1455 orang, Buruh tani 2713 orang, pedagang 421 orang, Industri rumah tangga 609 orang, Pengrajin 17 orang, PNS 42 orang, Penjahit 11 orang, Sopir 102 orang, Tukang kayu dan tukang batu 27 orang, Karyawan sewasta 16 orang TNI/Polri 3 orang, Pensiunan 33 orang dan yang belum bekerja serta tidak bekerja sebanyak 3083 orang, Dengan proporsi masing-masing 17 % untuk yang bekerja sebagai Petani dan 29,5 % untuk yang bekerja sebagai buruh tani dapat di simpulkan bahwa mayoritas penduduk Desa Somawangi bekerja sebagai petani dan buruh tani karena itu mata pencaharian penduduk disektor pertanian mempunyai andil besar dalam kontribusi terhadap perkembangan kondisi pembangunan perekonomian Desa.

a. Pertanian

Sebagian besar penduduk di desa somawangi hidup di sektor pertanian. Adapun macam tanaman yang diusahakan para petani dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel II. 7. Jenis Tanaman dan Produk Pertanian

No

Jenis tanaman

Hasil

1.

Padi

Rp 18.600.000/Ha

2.

Jagung

Rp 3.800.000/Ha

Sumber data: daftar isian tingkat perkembangan desa tahun 2009

Dengan melihat tabel II. 7 di atas di ketahui bahwa jenis tanaman produksi yang ditanam adalah padi dan palawija jagung. Di sektor pertanian inilah, dengan penggunaan subsidi benih varitas unggul oleh petani melalui Kelompok Tani, produksi pertanian dalam tahun 2009 mengalami peningkatan, sedangkan untuk sector perkebunan, dengan budidaya palawija dan tanaman buah seperti rambutan, durian, salak dan lainnya tingkat produksinya baik. Demikian juga dengan hasil tanaman kayu keras seperti akasia, bibit jati dan albasiah.

b. Peternakan

Selain sektor peertanian, sektor peternakan juga dapat mendukung sektor ekonomi sebab dengan memelihara ternak dapat menambah panghasilan sehingga dapat menjadi tabungan bila suatu saat di butuhkan. Berikut ini jenis jumlah ternak yang ada di desa somawanngi:

Tabel II. 8. Jenis dan Jumlah Ternak

No

Jenis Ternak

Jumlah ( Ekor )

1

Ayam Kampung

2.850

2

Ayam Ras

58.500

3

Kambing

304

4

Sapi

104

5

Kerbau

16

Sumber data: monografi desa somawangi tahun 2009.

Dengan melihat tabel II. 8 dapat di ketahui bahwa jumlah ternak yang paling banyak di desa somawangi adalah jenis ternak ayam utamanya ayam ras atau ayam potong. Sektor peternakan yang berkembang dimasyarakat adalah budidaya ternak kambing, ayam potong, sapi dan lainnya, walaupun saat ini mengalami kemuduran atau sedikit penurunan produksi karena terbentur mahalnya biaya produksi.

c. Perdagangan

Perdagangan memegang peran penting karena akan membantu arus distribusi produksi yang di hasilkan masyarakat. untuk memperlancar kegiatan perdagangan, maka di perlukan sarana-sarana penunjang perdagangan yaitu:

Tabel II. 9. Sarana Perdagangan

No

Jenis Perdagangan

Jumlah

1

Pengepul Hasil Industri RT

33

2

Kios Perorangan

19

3

Warung

81

4

Pedagang Keliling

288

Sumber data : Monografi desa somawangi 2009

d. Perindustrian

Perindustrian dapat di bagi menurut jenisnya yaitu industri besar, industri sedang/menengah dan industri kecil. Berdasarkan data monografi desa somawangi di ketahui bahwa industri yang ada di desa somawangi adalah industri kecil sebanyak 10 buah, yaitu: industri Pafing dan batu bata 7 buah dan industri kerajinan bambu dan kayu 9 buah serta industri gula kelapa 104 buah.

e. Usaha Ekonomi Produktif.

Dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, terdapat 9 (sembilan) kelompok Usaha Ekonomi Produktif dan Simpan Pinjam Perempuan yang melalui Program Pengembangan Kecamatan. Dari 9 (sembilan) Kelompok usaha tersebut terdapat 2 (dua) kelompok Usaha yang berjalan tidak lancar. Berkembangnya sector –sektor perekonomian desa tersebut tentunya akan memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap tingkat pendapatan masyarakat.

6. Keadaan Sosial dan Budaya

a. Tingkat Pendidikan

Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan masyarakatnya. Apabila tingkat pendidikan masyarakatnya tinggi tentu akan lebih memudahkan dalam memperkenalkan ide-ide baru kearah peningkatan kesejaterahan. Sebaliknya apabila tingkat pendidikan masyarakatnya rendah tentu sangat sulit untuk merubah nilai-nilai lama yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pembangunan.

Hal ini karena masyarakat yang berpendidikan rendah lebih berpegang pada naluri atau insting dalam memecahkan suatu persoalan dari pada menggunakan pikiran, Akan tetapi Proses perubahan masyarakat dari tradisional ke moderen juga bisa berdampak pada pola hidup warga masyarakat yang kemudian menjadi individual dan materialistis, apa bila tidak di bekali dengan pendidikan dan pengetahuan yang cukup, karena itu betapa pentingnya peningkatan pendidikan pada wilayah desa guna mendukung program pembangunan. untuk mengetahui tingkat pendidikan masyarakat desa somawangi dapat di lihat pada sbb :

Tabel II. 10

Jumlah Penduduk Menurut tingkat pendidikan

No

Tingkat Pendidikan

Jumlah ( orang )

Persentase

1

Tidak Tamat SD

1822

21,3 %

2

Tamat TK

407

4,7 %

3

Tamat SD

3765

38,5 %

4

Tamat SLTP

1022

11.9 %

5

Tamat SLTA

1042

12.2 %

6

Tamat perguruan tinggi

274

11.4 %

7

Sekolah Luar Biasa

-

8

Kursus / Keterampilan

-

Jumlah

8.532

100 %

Sumber data : Monografi Desa Somawangi tahun 2009.

Dari tabel tingkat pendidikan sebagai mana tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa SDM Masyarakat Desa Somawangi masih sangat kurang dapat di lihat bahwa tingkat pendidikan Masyarakatnya mayoritas baru tamat SD sebanyak 3765 orang, SLTP 1022 orang, SLTA 1042 orang, Perguruan Tinggi 274 orang, TK 407 sedangkan yang tidak tamat SD / Tidak Sekolah sebanyak 1822 dari rincian tersebut dapat di simpulkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat Desa Somawangi masih di bawah setandar.

b. Sarana Pendidikan

Sarana pendidikan merupakan suatu kebutuhan yanng sangat penting dalam proses belajar mengajar, baik pada masyarakat pada umumnya dan belajar pada khususnya, karena bidang pendidikan mempunyai arti penting dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Sarana pendidikan di desa somawangi dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel II. 11

Sarana Pendidikan Formal

No

Jenis

Jumlah ( Unit )

1

PAUD

3

2

TK

4

3

SD / MI

7

Sumber data : monografi desa somawangi tahun 2009

Dengan melihat tabel II. 11 dapat diketahui bahwa sarana pendidikan di desa somawangi cukup memadahi yaitu gedung sekolah dasar / SD 7 buah, TK 4 buah dan PAUD sebanyak 3 buah.

c. Tingkat Kesehatan

Tingkat kesehatan masyarakat Desa Somawangi cukup baik dan prasarana kesehatanpun cukup mendukung walaupun belum bisa menyeluruh utamanya untuk sebagian wilayah selatan ( Kadus IV ) untuk menjangkau fasilitas kesehatan yang ada di desa masih lumayan jauh akan tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala yang fatal karena transpotasi untuk sekarang ini mulai ada peningkatan dan sudah lumayan cukup lancar.

Tabel II. 12

Fasilitas Kesehatan Desa Somawangi

No

Jenis

Jumlah

1

PKD ( Pos Kesehatan Desa )

1

2

Posyandu

12

3

Dokter

1

4

Mantri / Perawat

1

5

Bidan

2

6

Dukun Terlatih

4

Sumber data: monografi desa somawangi tahun 2009

Desa Somawangi selalu melakukan usaha-usaha Peningkatan di bidang kesehatan, karena kesehatan merupakan faktor yang sangat penting untuk mendukung perkembangan pembangunan Desa, adapun usaha-usaha yang telah di lakukan adalah :

1. Peningkatan Gisi Keluarga

2. Pemantauan Kesehatan Ibu dan Anak

3. Membentuk Desa SIAGA ( Kesiapan dan Kemampuan Menghadapi masalah Penanggulangan Bencana, Kesehatan dan Kegawat Daruratan )

4. Memperbanyak Pos Pelayanan Kesehatan dll.

Dan usaha lain di antaranya yairu dengan peningkatan fasilitas kesehatan yang ada dengan cara meningkatkan peran potensi-potensi yang ada di desa di antaranya adalah : PKD 1 buah, Posyandu 12 Pos, Mantri atau perawat, 2 Orang, bidan 2 orang dan dukun terlatih 4 orang.

d. Agama dan Kepercayaan

Di Desa Somawangi adalah gambaran indonesia mini hampir semua agama yang ada di indonesia ada juga di Desa Somawangi, begitu juga dengan urusan tempat ibadahnya, Mengenai tempat ibadah untuk lebih jelasnya dapat di lihat dari tabel berikut:

Tabel II 13

Sarana Peribadatan

No

Jenis sarana

Jumlah

1

Masjid

5

2

Mushola

42

3

Gereja

2

4

Wihara

1

5

Pura

-

6

Gedung Kepercayaan

1

Dari tabel II. 13 sebagai mana tersebut di atas dapat dilihat dari fasilitas tempat ibadah yang ada jelas bahwa Agama yang di Desa Somawangi cukup beraneka ragam walaupun mayoritas atau 90% lebih di dominasi oleh warga masyarakat yang beragama Islam dengan jumlah tempat ibadah bagi pemeluk agama islam yaitu : 5 masjid, 42 mushola, sedangkan untuk pemeluk agama yang lain dengan tempat ibadah 2 gereja, 1 wihara dan 1 gedung tempat ibadah penghayat kepercayaan, untuk lebih jelasnya dapat kita lihat pula dari tabel jumlah pemeluk agama dan kepercayaan di bawah ini :

Tabel II. 14

Jumlah Pemeluk Agama & Kepercayaan

No

A g a m a

Jumlah Penganut

Persentase

1

Islam

7825

91,7 %

2

Kristen

312

3,6 %

3

Hindu

-

-

4

Budha

44

0,6 %

5

Kepercayaan

351

4,1 %

JUMLAH

8.532

100 %

Sumber data : monografi desa somawangi tahun 2009

Dari tabel di atas cukup jelas bahwa masyarakat Desa Somawangi mayoritas penduduknya beragama islam yaitu 91,7 %, yaitu sebanyak 7825 jiwa sedangkan aliran kepercayaan 4,1 %, yaitu 351 jiwa, agama Kristen 3,6 % dengan jumlah pemeluk 312 jiwa dan yang beragama hindu 0,6 % dengan jumlah pemeluk 44 jiwa.

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa masih banyak rumah non permanen yaitu sebanyak 781 buah dan semi permanen sebanyak 348 buah sedangkan rumah yang tergolong permanen hanya sebanyak 488 buah.

B. Latar Belakang KKN Posdaya

Pembangunan adalah hal mutlak yang harus dilaksanakan oleh bangsa Indonesia dan seluruh bangsa lain di dunia. Pelaksanaan pembangunan di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja melainkan juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai otonomi daerah, maka pemberdayaan masyarakat desa harus lebih ditingkatkan baik sumber daya alam yang ada maupun sumber daya manusia sebagai subjek dan objek pembangunan. Pembangunan yang menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, tentu saja tidak lepas dari peran serta berbagai pihak, yaitu instansi pemerintah, swasta, masyarakat maupun perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga ilmiah. Melalui Kuliah Kerja Nyata-POSDAYA diharapkan mahasiswa dapat memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada khususnya masalah kesehatan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai program pendidikan, Kuliah Kerja Nyata-POSDAYA bertujuan agar mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya serta dengan cara kerja antar sektor Interdisipliner. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa mengamalkan ilmu dan menanggulangi masalah secara pragmatis. Dengan kata lain, melalui Kuliah Kerja Nyata-POSDAYA mahasiswa diharapkan dapat membantu pembangunan masyarakat, sehingga peran serta masyarakat sangat menentukan keberhasilan Kuliah Kerja Nyata-POSDAYA.

1. Dasar Kegiatan

Pelaksanaan KKN Unsoed didasarkan pada:

a. Surat Keputusan Rektor Unsoed No Kept. 060/XII/1974 yang disempurnakan dengan Surat Keputusan Rektor Unsoed No Kept. 109/J23/Kep/KN/1997

b. Surat Keputusan Rektor Unsoed No Kept. 71/J23/PP/2002 tanggal 14 Maret tentang mata kuliah pengembangan kepribadian Unsoed. KKN (UNO 113) merupakan salah satu mata kuliah pengembangan kepribadian (MPKP) dan diwajibkan bagi mahasiswa Unsoed dengan bobot 3 SKS.

c. Buku Pedoman Unsoed 2004-2005, Bab III tentang system pendidikan point F, disebutkan tugas akhir program sarjana meliputi Praktek Kerja Lapangan (PKL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Seminar, Skripsi dan Ujian Pendadaran.

d. Tri Darma Perguruan Tinggi

2. Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud Kegiatan

a. Meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna melaksanakan pembangunan.

b. Meningkatkan relevansi materi kerikulum dengan realitas pembangunan dalam masyarakat.

c. Media belajar memecahkan masalah yang muncul dalam masyarakat melalui alternatif yang paling sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

Tujuan Kegiatan

a. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga, melalui ketertiban dalam masyarakat yang secara langsung menemukan, merumuskan, memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan secara pragmatis dan interdisipliner.

b. Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu, teknologi dan seni dalam upaya untuk menumbuhkan, mempercepat gerak serta mempersiapkan kader-kader pembangunan.

c. Perguruan Tinggi dapat menghasilkan sarjana pengisi tekno struktural dalam masyarakat yang lebih menghayati kondisi, gerak dan permasalahan yang kompleks yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

d. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah, Instansi Teknis dan Masyarakat, sehingga Perguruan Tinggi dapat lebih berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitian dengan tuntutan nyata dari masyarakat yang sedang membangun.

3. Latar Belakang Program

Program KKN POSDAYA disusun berdasarkan telaah mengenai permasalahan yang timbul di desa Kebakalan. Permasalahan tersebut kemudian dirinci tiap bidang dan dicari strategi permasalahannya. Permasalahan yang ada adalah sebagai berikut

a. Bidang Pendidikan

Masalah utama dalam bidang pendidikan di desa somawangi adalah pengembangan belajar siswa. Selain itu juga minimnya pelajaran tambahan bagi siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian. Terkai dengan PAUD, hanya perlu melakukan pengembangan.

Solusi yang masalah yang ditawarkan adalah mengadakan bimbingan belajar bagi kelas 6 yang diikuti dengan adanya simulasi UASBN. Selain itu juga diadakan kegiatan motivasi menghadapi UASBN

muslim

Dalam bidang pendidika kaitannya dengan agama kami akan memberikan materi di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang diadakan untuk meningkatkan pendidikan non formal religius anak-anak desa Somawangi

b. Bidang Kesehatan

Terkait dengan bidang kesehatan, masyarakat di desa somawangi belum memiliki kesadaran untuk dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Selain itu juga masih kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan pencegahan penyakit yang seringkali terjadi di desa tersebut, seperti ISPA, Diare, malaria dan DBD. Terkait dengan golongan darah, hampir sebagaina besar masyarakat desa somawangi belum mengetahuinya.


Solusi masalah yang ditawarkan adalah mengadakan penyuluhan hidup sehat dan bersih, dimana akan disosialisasikan untuk dapat memisahkan sampah organik dan anorganik.

Untuk mengurangi angka prevalensi terjadinya penyakit menular, diadakan penyuluhan tentang penyakit menular yaitu Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya baik pencegahan maupun penanganannya. Selain itu, diadakan penyuluhan tentang diare dan ISPA yang merupakan penyakit menular yang prevalensinya tinggi pada balita dan anak-anak.

c. Ekonomi dan kewirausahaan.

Masyarakat kurang mengetahui tentang perlunya peningkatan dalam mengembangkan UKM pada masyarakat sehingga perkembangan usaha mikro di desaSomawangi masih rendah. Selain itu belum banyaknya variasi masyarakat yang menggunakan potensi desa somawangi untuk dijadikan usaha. Masih banyaknya masyarakat yang masih menggunakan pupuk anorganik membuat biaya pertanian lebih besar dan itu sangat memberatkan para petani di Desa Somawangi

Mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan motivasi berwirausaha masyarakat desa Somawangimerupakan penyelesaian masalah bidang ekonomi produksi. Selain itu, diadakan juga pelatihan pembuatan suatu produk tertentu untuk merangsang minat penduduk untuk berwirausaha, yang mana memanfaatkan potensi dan bahan yang banyak terdapat di desa Somawangi. Terkait dengan meminimalisir biaya pertanian maka diadakannya penyuluhan pembuatan pupuk organik.

d. Pemberdayaan Lingkungan

Pekarangan rumah warga desa Kebakalan kebanyakan tidak dimanfaatkan secara optimal seperti untuk tanaman obat keluarga (TOGA) maupun tanaman yang bermanfaat seperti sayuran dan buah. Selain itu juga rawanya desa somawangi akan terjadinya erosi

Penyelesaian masalah lingkungan yang akan dilakukan adalah penyuluhan pemanfaatan pekarangan dengan penanaman toga dan tabulampot. Pembagian polybag dilakukan untuk mengatasi minimnya lahan pekarangan yang dimiliki oleh warga. Selain itu juga perlu adanya penanaman pohon. untuk mencegah terjadinya erosi

:, ,

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 plus 4?

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!