Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Indonesian Issues 2010

Anak-Anak Tak Seharusnya Dipenjara

by on Feb.09, 2010, under Indonesian Issues 2010

BANDUNG – Program perlindungan anak terlalu riskan jika dilakukan secara parsial, terpisah, dan sektoral. Saat ini sekira 74 juta anak di Indonesia harus mendapat perlindungan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari mengatakan seharusnya kasus-kasus kejahatan yang melibatkan anak tidak harus berakhir di penjara. Jika ada kasus kejahatan anak, katanya, penanganannya tidak harus dengan cara pengamanan.

“Seharusnya kalau anak terlibat kejahatan, jangan dimasukkan ke penjara. Mereka sebaiknya ditangani dengan cara masuk ke panti, pusat rehabilitasi, atau tempat pembinaan khusus,” kata Linda kepada wartawan, usai memberikan materi kepada para hakim di Hotel Savoy Homann, Bandung, Senin (8/2/2010).

Menurut Linda, dilihat dari kebijakan pembangunan kesejahteraan dan perlindungan anak, pemerintah telah banyak memberikan terobosan. Namun, kata dia, lantaran persoalan anak spektrumnya sangat luas dan bergerak searah dengan kemajuan pembangunan, apa yang dilakukan tidak memberikan dampak signifikan terhadap upaya pemenuhan hak anak.

“Perlindungan anak merupakan hak asasi anak yang harus diberikan kepada semua anak tanpa diskriminasi. Hal tersebut diatur dalam UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” tandas Linda.

source:www.news.okezone.com

1 Comment more...

Tiga Instruksi Presiden untuk Polri Senin, 8 Februari 2010 – 12:53 wib

by on Feb.09, 2010, under Indonesian Issues 2010

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan tiga instruksi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri), tujuannya supaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
Instruksi yang dimaksud, pertama, Polri terus melakukan konsolidasi, reformasi, dan peningkatan kinerja. Kedua, jalankan tugas secara profesional sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Ketiga, meningkatkan Kamtibnas.

Menurut SBY, keamanan dan keteriban masyarat tetap penting dan relevan. “Dengarkan apa yang disukai dan keingingan rakyat di seluruh Indonesia. Tegakkan hukum dan perangi kejahatan seperti teroris, korupsi, utang negara, kejahatan pajak, dan lain-lain tidak boleh dibiarkan,” tutur Presiden SBY, saat memberikan sambutan rapat pimpinan Polri, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (8/2/2010).

Selain itu, kata Presiden, Polri harus melindungi dan mengayomi masyarakat, menjaga norma etika dan perilaku sosok yang profesional. Hal itu merupakan ajakan, harapan, dan instruksi Presiden SBY untuk tetap menjalankan tugas Polri dengan baik.

Usai membacakan instruski ini, SBY langsung memukul gong sebagai tanda dibukanya rapat pimpinan Polri.

source:www.news.okezone.com

Leave a Comment more...

Hukuman Mati untuk Pembobol Century

by on Feb.09, 2010, under Indonesian Issues 2010

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan tersangka kasus pelarian dana nasabah Bank Century, Rafat Ali Rizvi dan Hesyam Al Warraq bisa dihukum mati, bila terbukti melakukan tindak pidana korupsi (tipikor).

“Bila nanti mereka terbukti melakukan korupsi saat negara dalam keadaan krisis ekonomi, maka mereka dapat dijatuhi hukuman mati,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Marwan Effendi kepada okezone, Selasa (9/2/2010).

Namun, Kejagung hingga saat ini masih menunggu pelimpahan berkas pencucian uang (money laundering) dari Mabes Polri. Berkas kasus tersebut bila sudah rampung selanjutnya akan disatukan dengan berkas kasus korupsinya, sebelum diajukan ke pengadilan.

”Karena dalam perkara pencucian uang ada penyitaan aset juga, maka kami satukan berkas korupsi dan pencucian uangnya, agar tidak terjadi penyitaan di atas penyitaan,” imbuhnya.

Mengenai upaya penarikan aset milik keduanya yang berada di luar negeri, Kejagung telah berupaya membuktikan agar mereka, dapat dinyatakan bersalah oleh majelis hakim.

Marwan menjelaskan, salah seorang tersangka Rafat Ali Rizvi, sudah kirim surat dan menyatakan dirinya tidak bersalah. “Dia minta diperiksa di Singapura, alasan dia tidak mau datang ke Indonesia, karena merasa telah dicekal, padahal kita tidak pernah mencekalnya. Kalau memang tidak bersalah, sebaiknya datang ke Indonesia,” papar Marwan.

Sebagaimana diketahui, kedua tersangka penggelapan dana nasabah Bank Century yakni pemegang saham pengendali, Rafat Ali Rizvi dan komisaris Bank Century Hesyam Al Warraq melarikan diri ke luar negeri, bersama adik Robert Tantular, Dewi Tantular.

Robert Tantular juga merupakan terdakwa tindak pidana perbankan terkait kasus pengalihan dana nasabah di PT Bank Century Tbk, dan PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia.

source:www.news.okezone.com

Leave a Comment more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!