Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Harga Sebuah Kebersamaan Bagi Beswan Djarum DSO Purwokerto 2009-2010

by on Oct.19, 2010, under Beswan Djarum

phto0252Suasana malam itu sangat mencekam, teman-teman Beswan DSO Purwokerto yang senantiasa ku dampingi sedang menekan-nekankan jemarinya di atas tubuh ruang rapat. Wajah mereka terlihat sangat serius. Keningnya berkerut. Alis matanya hampir bertaut. Kacamata yang bertengger di wajah Mufti, Candra, dan Ferry semakin mempertegas keseriusannya atas apa yang sedang mereka kerjakan. Sesekali mereka menghentikan gerakan jemarinya dan menatap langit-langit di ruang Rapat kantor Djarum Purwokerto yang dingin sembari menggigit ujung jempol kanan mereka masing-masing. Aku tahu mereka sedang mencari kata-kata untuk menuangkan idenya supaya “Malam Evaluasi dan Keakraban di Baturaden” nanti dapat berjalan dengan baik, menyenangkan dan manfaatnya bisa kami rasakan.

Majikan-majikanku ini adalah para mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di Purwokerto, seperti UNSOED, UMP, dan STAIN. Mereka juga berprofesi sebagai aktifis organisasi di kampus mereka masing-masing. Aku selalu bercerita kepada mereka mengenai banyak hal, dari kegiatan-kegiatan di kampus sampai masalah pacar. Selain itu juga mereka sering menceritakan keluh kesahnya, hal-hal yang mereka alami dalam kesehariannya, dan apapun yang ingin mereka cerita pada diriku ini. Yah, bisa dibilang aku juga tempat curhat mereka.

Hampir semua apa yang dialami mereka kuketahui. Seperti berita baru apa saja yang mereka baru ketahui, kegiatan mereka saat kuliah, sampai siapa wanita yang mereka sukai semua mereka ceritakan padaku. Inilah bukti kebersamaan kami sebagai Beswan Djarum Purwokerto.

Dalam menentukan hasil diskusi, kami selalu menarik angle yang berbeda. kami termasuk orang yang terbuka dalam menentukan pendapat apalagi kalau kami sudah mengkritik orang.

Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman Beswan Djarum terlibat pembicaraan yang cukup panas. Tampaknya ada beberapa teman Beswan yang ingin meluapkan keluh kesahnya selama di menjadi Beswan Djarum DSO Purwokerto, tapi salah satu dari kami tidak menyetujui tema pembicaraan itu dikarenakan salah satu dari kami tidak hadir pada saat itu.

Selain menyantap hidangan yang membuat lidah kami berkomat-kamit, kami jugta terus melanjutkan pembicaraan lain mengenai acara “Malam Evaluasi dan Keakraban di Baturaden”. Acara ini merupakan suatu konsep yang kami susun khusus untuk kami sebagai Beswan Djarum DSO Purwokerto 2009-2010. Dimana Acara ini selain sebagai acara terakhir kami sebagai penerima Beasiswa Djarum, tetapi juga untuk sharing dengan para alumni Beswan Djarum agar kita dapat mengetahui masa depan seperti apa yang dapat kami gapai setelah menjadi Beswan Djarum ini.

Partisipasi dan Kontribusi yang awalnya kami hanya sebagai mahasiswa biasa namun setelah kami mendapatkan Djarum Beasiswa Plus semua itu tidaklah menjadi biasa karena kami dihadapkan dengan berbagai kegiatan soft skill dan masalah. Dimana semua itu menjadi cambuk bagi kami untuk tetap survive dalam hidup. Karena itu semua adalah tanggung jawab yang selalu kami bawa sebagai Beswan Djarum agar kami dapat membuktikan kepada mata dunia bahwa generasi muda Indonesia memiliki kualitas yang berkompeten, “That’s it our job!”.

Pengalaman itu menjadi pendidikan yang belum pernah kami terima sebelumnya, baik itu dari lingkungan masyarakat sekitar, universitas, maupun dirumah. Sungguh kepentingan pribadi dan sosial benar-benar harus ditempatkan pada proposinya.

Dua bulan sudah berlalu sejak rapat itu. Malam ini aku menuliskan sesuatu dalam lepiku.

(continue reading…)

2 Comments :, , , , , more...

Strategi Penggunaan UU ITE Dalam Dunia Cyber Sebagai Kontrol Kebebasan Berekspresi Pada Media Baru

by on Oct.11, 2010, under Indonesian Issues 2010

1 Internet sebagai Media Ekspresi

Internet sebagai media yang tidak dapat lepas dari masyarakat Indonesia membuktikan bahwa internet memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, hal ini yang menyebabkan semua elemen masyarakat, dari anak kecil hingga dewasa banyak yang menggunakan fitur internet tersebut, sebagian besar kegiatan yang dilakukan pengguna media baru tersebut antara lain e-mail, instant messenger dan berkunjung ke situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Friendster, dan Koprol.[1] Hal tersebut sejalan dengan hasil pencatatan Alexa per 8 November 2009, bahwa Facebook saat ini menduduki peringkat teratas sebagai sebuah situs yang paling sering dikunjungi pengguna media baru di Indonesia. Secara berurutan, 10 besar situs yang paling banyak dikunjungi dari Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Facebook.com (situs jejaring sosial)
  2. Google.co.id (search engine)
  3. Yahoo.com (mail dan search engine)
  4. Google.com (mail dan search engine)
  5. Blogger.com (blog service)
  6. YouTube.com (video sharing)
  7. WordPress.com (blog service)
  8. Kaskus.us (local online forum)
  9. Detik.com (local news portal)
  10. Wikipedia.com (online encyclopedia)

Berdasarkan hasil dari data di atas, setidaknya ada tiga situs utama yang dapat memfasilitasi pengguna media baru di Indonesia untuk berekspresi kepada publik dan saling bertukar informasi, yaitu situs jejaring sosial seperti Facebook dan situs layanan blog Blogger.com dan WordPress.com.

Media baru semacam Blog, Twitter dan Facebook juga digunakan untuk menyampaikan kebebasan berpendapat dan berekspresi.[2] Berdasarkan hasil survai online yang dilakukan oleh ICT Watch pada Oktober 2008 yang diikuti oleh 11600 responden, ternyata 53% responden memilih Blog sebagai media informasi yang paling dapat mendukung kebebasan berekspresi di Indonesia. Dari data tersebut dapat dibuktikan bahwa pemanfaatan media bagi kebebasan berekspresi dan memperoleh informasi didapat dari media baru.

Pentingnya media baru, membuat masyarakat menjadi lebih konsumtif untuk mengakses internet itu sendiri, sehingga banyak kalangan yang membuat suatu komunitas sebagai wadah aspirasi bersama, sebagai contoh ketika komunitas Facebooker membuat komunitas yang bernama “Dukungan Bagi Ibu Prita Mulyasari”. Sepeti yang kita telah ketahui bahwa Prita Mulyasari adalah seorang ibu yang mempunyai dua anak balita, yang melakukan kritik melalui e-mail dan kemudian menyebar ke berbagai mailing-list terhadap layanan dokter dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera Tangerang yang diterimanya. Prita kemudian sempat harus ditahan di dalam di penjara wanita Tangerang selama tiga minggu karena didakwa, salah satunya dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Pasal 27 Ayat 3 tentang Pencemaran Nama Baik (melalui Internet) dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun.

Berdasarkan Undang-undang No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, dengan adanya ancaman penjara di atas lima tahun, maka jaksa atau kepolisian berhak melakukan penahanan. Hanya beberapa hari setelah cause Facebook tersebut di bentuk, pada 3 Juni 2009 telah terkumpul 23.000 dukungan. Para Facebooker, yang sebagian juga Blogger tersebut, terus menyuarakan aspirasi dan ekspresinya, yang intinya meminta Prita untuk dibebaskan dari tahanan. Hal inilah yang menjadi ciri bahwa masyarakat Indonesia mulai menyadari UU ITE perlu ditempatkan pada proposinya.

Dari contoh di atas, maka media baru seperti Facebook, Blog, dan sebagainya adalah ranah publik yang memiliki peran signifikan dalam pembentukan kultur dan opini masyarakat. Kebebasan dan keterbukaan dalam berekspresi dan berinformasi dari-oleh-untuk masyarakat dapat tumbuh subur dengan pemanfaatan seoptimal mungkin layanan media baru tersebut. Dasar dari media baru yang alamiahnya bersifat cair, dapat seketika mengkristal dan menjadi sebuah parlemen online. Ketika saluran formal untuk menyampaikan aspirasi dan partisipasi publik terhambat, maka media barulah yang menjadi sarana yang ampuh, sehingga para anggota parlemen online ini merasa lebih bebas berekspresi, berpendapat, menyampaikan ketidakpuasan serta mengkritik segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Parlemen online ini pun segera mendapatkan respon masyarakat yang semakin meluas dalam berbagai bentuk, termasuk dalam bentuk aksi turun ke jalan, walaupun seperti itu kemampuan untuk mengoptimalkan media baru tersebut ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat atau setidaknya penggunanya terhadap aspek kebijakan dan hukum yang terkait didalamnya.

Berbagai kasus di Indonesia menunjukkan bahwa ada kesenjangan antara kebebasan berpendapat yang dikemukakan secara online dengan tindakan hukum yang menyertainya. Dengan mudah, kini seseorang yang memberikan pendapat, ekspresi ataupun informasinya melalui media baru, dapat didakwa melakukan perbuatan melanggar undang-undang. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati untuk melakukannya agar tidak ingin terjerat pada hal-hal yang dirasa dapat merugikan diri kita sendiri.

Hal-hal inilah yang kemudian dapat menjadi penghambat ataupun halangan atas kebebasan berekspresi dan keterbukaan informasi di Indonesia melalui media baru. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya pasal 27 ayat 3, secara jelas telah memakan “korban”. Pasal tentang pencemaran nama baik secara online tersebut, adalah pasal karet yang rentan disalahgunakan untuk melindungi “perasaan” seseorang yang lebih mampu secara finansial, kedudukan maupun politik ketimbang “nama baik”.

2. Penggunaan UU ITE pada Media Baru

Dunia maya atau lebih dikenal dengan cyber sudah semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat Indonesia. Salah satu situs jejaring sosial yang saat ini ratingnya sangat baik dalam mesin pencarian Google, Yahoo, Bing atau mesin pencari lain adalah Facebook. Hal ini akan menjadi permasalahan hukum apabila kita baik disengaja maupun tidak disegaja akan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang disetujui oleh Pemerintah dan DPR pada tanggal 25 Maret 2008 dan diundangkan pada tanggal 21 April 2008.

Peran yang sangat besar dari UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE ini untuk mengatur kehidupan manusia khususnya bagi para pengguna Facebook, ada tiga ancaman yang dibawa UU ITE yang berpotensi menimpa facebook di Indonesia yaitu ancaman pelanggaran kesusilaan [Pasal 27 ayat (1)], penghinaan dan/atau pencemaran nama baik [Pasal 27 ayat (3)], dan penyebaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) [Pasal 28 ayat (2)].

Peran yang sangat besar dari UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE ini untuk mengatur kehidupan manusia khususnya bagi para pengguna Facebook, ada tiga ancaman yang dibawa UU ITE yang berpotensi menimpa facebook di Indonesia yaitu ancaman pelanggaran kesusilaan [Pasal 27 ayat (1)], penghinaan dan/atau pencemaran nama baik [Pasal 27 ayat (3)], dan penyebaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) [Pasal 28 ayat (2)].

Dari Pasal 27 ayat (1) UU ITE dapat kita pahami bahwa setiap user/member Facebook yang memberikan gambar-gambar senonoh atau memberikan jasa penjualan seks komersial sebagai tempat transaksi akan dapat dikenakan dalam pasal ini. Walaupun pengertian porno masih sangat kabur dan tidak dapat diinterpretasikan dengan jelas. Ataupun gambar tersebut dikategorikan sebagai unsur seni fotografi. Jadi diperlukan prosedur dan pemahaman dari para penyidik dan hakim.

(continue reading…)

2 Comments :, , more...

Curhatan Sang Pemimpin

by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum

f0be05578e86826f417f1f007b6aed2e1Malam kian larut, Aku masih terjaga dan ternyata ada banyak hand out yang belum kubaca. Entah apa saja yang kulakukan selama enam bulan ini, sampai-sampai tak sedikit pun materi kuliah mampir di otakku. Apa aku terlalu sibuk dengan kegiatan sebagai Beswan Djarum? kurasa tidak. Karya tulis ilmiah? Ide lagi kering. Demo? Lagi sepi, lagi malas nampang di media masa. Cewek? Baru dapat target. Belum sempat penetrasi, baru menyusun relationship consept, menyusun jadwal caper dan adaptasi kanan kiri. Huh…aku harus ngebut malam ini. Lagi-lagi sistem pendidikan kebut semalam kutelusuri.

“Dor…dor…dor!!! Sron ada temen lu tuh!” belum satu lembar ku baca, Ibnu menggedor-gedor pintu kamar ku keras-keras. Kebiasaan buruk laki-laki.

“Siapa Nu? Cowok atau cewek?”

“Cewek!!”

“Cewek? Siapa sih malam-malam begini, orang lagi musim ujian juga!”

Ku buka pintu hijau muda itu. Spontan hingar bingar menusuk gendang telinga. Ada obrolan, bunyi mangkuknya penjual mie ayam, radio kamar sebelah, gitar rombeng dan nyanyian anak kos-kosan depan, dan yang paling jelas adalah suara TV 14 inchi yang sedang dipelototi Opik dengan seksama.

Di depan pintu ku lihat wajah yang tak asing berdiri tegang dengan mimik pilu dan agak pucat. Ia tampak bigung dan panik.

”Eh Windy, ada ap…” belum selesai aku bicara Wi sudah memotong.

”Gawat Sron, gawat!!! Lu dalam keadaan bahaya!!”

”Emang kenapa? Ada apa sih? Kok panik gitu?”

”Aduh gimana ya jelasinnya? Jangan di sini ngobrolnya dong, bisa gak? Di dalam aja yuk!”

Kami meneruskan perbincangan di ruang tamu belakang, meski privacy-nya kurang terjamin karena teman kosku sering bolak-balik ke kamar mandi, mungkin sambil menguping.

“Ada masalah apa sih Wi? Ceritanya jangan panik, tenang aja!”

”Sron sebelumnya sorry gue udah melibatkan lu. Lu inget gak kemaren waktu kita ngobrol di depan kantor Djarum berdua?”

”Iya gue inget, terus?”

”Nah habis itu cowok gue ngejemput gue kan? Itu loh yang pake motor warna biru, pake sweater abu-abu?”

“Oh itu cowok lu? Iya, iya terus apa masalahnya?”

“Kemarin dia langsung marah-marah ke gue, gue ditampar., terus dimaki-maki abis-abisan”, ucapanya jadi terpotong-potong, lalu matanya basah dan tangisnya pun tak bisa tertahankan lagi.

”Wah…wah…wah, parah tuh!!”

“cek…cek…cek parah banget sih cowok lu. Udah lah, yang kayak gitu sih jangan diharepin. Apalagi dia udah lu putusin aja! Lagian masih banyak yang mau sama lu”.

(continue reading…)

8 Comments :, , , , more...

Perjuangan Menggapai Beasiswa Djarum

by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum


beswan1Rabu pagi yang damai, ketika embun masih mengecup bumi, ketika burung bersautan. Semua orang bergegas mencari hidup, melawan dinginnya pagi. Begitu pula aku yang tampak tergesa-gesa hendak berangkat ke kampus. aku terlambat lagi pagi ini. Maklum semalaman aku bergadang mengerjakan  tugas yang dead line-nya tinggal dua hari lagi.

Tas cangklok warna hitam sudah kenyang dijejali buku-buku teks book yang hanya aku bawa ke sana kemari tanpa sekali pun aku membacanya, kecuali ketika ada tugas, itu pun hanya halaman depannya saja yang aku baca. Lebih kreatif lagi, mencatat dapus-nya saja.

“Wah sudah jam tujuh lewat lima menit. Gawat nih, sudah dua kali aku tidak ikut kuliahnya pak Aris. Bisa-bisa aku tidak diperbolehkan ikut ujian akhir. Kacau…”

Buru-buru aku memakai kemeja dan jeans Lea yang sudah satu minggu tidak dicuci. Tunggangan besinya tak sempat aku panaskan. Padahal biasanya aku panaskan dahulu sekitar 5 sampai 10 menit. Agar mesinnya awet katanya. Maklum motor jalu kesayanganku itu satu-satunya identitas dan simbol harga diri yang aku miliki. Lumayan, hasil merengek pada orang tua. Dalihnya  aku tak mau kuliah kalau tak dibelikan motor. Itu baru mahasiswa.

Di antara adrenalin yang membuncuh, mata pedih, wajah penuh debu, asap hitam beracun yang keluar dari kentut sapi-sapi besi dan kuda-kuda rongsokan yang terus menerus menghalangi lajunya. Sekecil apapun celah aku terobos, waktu manjadi sangat berharga saat itu. Karena pada saat itu juga waktu sangat menghimpitku untuk bertemu seorang Dosen yang dimana tetesan tinta dari tangannya sangat berharga bagiku sebagai bukti IPK ku semester 5 lalu berada di atas 3,00. Wilayah banyumas ku terusuri demi bertemu sang Dosen tersebut karena waktu untuk pengiriman semua berkas pengajuan Beasiswa Djarum sangatlah mendesak. Libur semester yang membutakan mata membuat diri ini terkekang dalam ruang kosong yang tidak mengetahui Update News di kampus sana sebagai pusat pendidikan di mana langkah kakiku setiap hari selalu tertuju padanya dan kehidupan sosialku teruji disana. Di mana para mahasiswa se-Indonesia saling bersaing untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Plus ini.

Para generasi muda yang membutuhkan motivasi, baik dari keluarga, masyarakat, dan lingkungannya sangat berarti demi mencerdaskan bangsa Indonesia ini. Adanya partisipasi dan kontribusi dari PT. Djarum yang memberikan beasiswa ini memberikan semangat picu yang tinggi seperti kuda yang berlari kencang. Tanggung jawabku sebagai mahasiswa untuk mencerdaskan bangsa, hal tersebut bisa terwujud berkat jerih payah orang tuaku yang terus membanting tulang sehingga membuat aku ingin meringankan beban orang tuaku yang selama 3 tahun ini mereka pikul di usianya yang sudah senja. Beasiswa Djarum adalah kunci dari teka-teki selama ini yang aku butuhkan untuk meringankan beban orang tuaku dan dapat menjadi bekal serta motivasi belajar yang lebih giat lagi kedepannya, karena pada saat itu akupun tau bahwa suatu hari ketika aku mendapatkan Beasiswa Djarum ini akan banyak sekali pelajaran, pengalaman, dan  softskill yang akan ku pegang. Tak terasa diujung usahaku yang penuh terjalan gelombang untuk mengajukan beasiswa Djarum ini akhirnya selesai pada pukul 14.04 WIB.

Jarum jam yang selalu berputar selalu ku pandangi hingga pengumuman yang lolos dan berhak menerima beasiswa Djarum pun aku tunggu tiap nadi nafas ini. Akupun tertidur setelah seharian berpetualang demi mengumpulkan semua persyaratan pengajuan beasiswa Djarum ini.

(continue reading…)

Leave a Comment :, , , , , more...

Bendera MERAH PUTIH Yang Sempat Hilang

by on Aug.17, 2010, under Indonesian Issues 2010

bendera-indonesia1Melihat hari ini yang begitu sejuk dirumahku, di kota udah Cirebon membuat saya ingin merasakan liburan kuliah lebih lama lagi untuk menikmati udara dan suasana di rumahku ini. Tak terasa sudah 3 pekan ku habiskan waktu libur dirumah, dan tak terasa pula hari ini adalah tanggal 17 Agustus, dimana ketika umur ku 12 tahun aku bersiap diri untuk menyambut DIRGAHAYU INDONESIA-HUT RI atau biasa kami menyebutnya 17 Agustusan dengan mengikuti berbagai lomba dari makan kerupuk, memasukan paku kedalam botol, mencari koin di semangka yang berlumuran oli, cerdas cermat hingga menyanyi dangdut. Itu semua aku ikuti di sekitar kawasan rumahku. Alhamdulillah pada saat itu ku mendapat juara 1 untuk cerdas cermat dan juara 2 untuk lomba menyanyi dangdut di umurku yang ke-12 Tahun. Itu menjadi moment yang tak terlupakan bagiku di Tanggal 17 Agustus. Namun hari ini tanpa ku sadari adalah Tanggal 17 Agustus, hari yang dinantikan kedatangannya oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Begitu banyak hal yang dilakukan untuk menyambut hari ini, dari Upacara Bendera, Berbagai perlombaan, Menghias rumah/gedung dengan ornamen-ornamen khas Indonesia, dan yang paling umum di setiap rumah adalah memasang Bendera Merah Putih INDONESIA.

Hari ini aku beserta kakak dan orangtua ku hampIr tidak menyadari bahwa hari ini adalah tanggal 17 Agustus, sehingga kami pun lupa untuk memasang bendera di depan rumah. Mungkin hal ini terjadi karena selain kami sekeluarga tidak menyadari, tetangga kami pun yang tepat berada di depan rumah belum memasang bendera Merah Putih juga. Sehingga Bapak RT yang rumahnya tidak jauh dari rumah KAMI berusaha mengingatkan kami untuk segera memasang Bendera Merah putih yang sudah menjadi hal yang umum. Ketika itu aku disuruh orangtua ku untuk mencari bendera merah putih yang kami punya sebanyak dua helai, saya pun langsung mencari di rak baju, namun bendera itu tidak ku temukan. Aku cari lagi di setiap sudut rumah dengan rasa khawatir, ternyata tidak ada. Lalu ku coba membuka kards yang berisi pakaian lama yang seharusnya bendera yang satunya lagi (bendera Merah putih yang sudah Lama) ada di kardus tersebut, namun anehnya bendera itu tidak ada juga. Aku berfikir dan mmengingatnya beratus-ratus kali dimana bendera Merah putih itu aku simpan, karena terakhir yang menyimpan Bnedera itu adalah aku. Aku pun terus disuruh orang tuaku untuk mencarinya, namun tetap saja setelah ku cari-cari hasilnya Nihil. Aku pun menyerah dan memutuskan unttuk membeli Bendera Merah Putih di pagi hari ini, di mana semua orang sedang beristirahat setelah Sahur tadi pagi. Aku bergegas untuk membelinya. Namun ditengan Jalan aku berpapasan dengan Tetangga rumah ku yang lain dan memintaku unutk berhenti. Akupun dengan perasaan yang terburu-buru tidak menghiraukannya, langsung ku tancap gas motor dengan kencang untuk membeli bendera Merah Putih INDONESIA. Akhirnya tidak jauh ku menemukan seseorang yang berjualan bendera, langsung saja ku membelinya dengan harga yang cukup murah dibandingkan dengan sebelum Tanggal 17 Agusutus ini, mungkin untuk Melarisi dagangan bapak-bapak itu. Langsung ku pergi kerumah dengan rasa tenang karena sudah membawa bendera Merah putih yang baru saja ku beli tadi.

Aku segera menuju kerumah dan ketika aku menuju kerumah, Bendera sudah terpasang, akupun kaget kenapa bendera itu bisa terpasang dirumaku, padahal aku baru saja membelinya. Dan disitu pula ada tetanggaku yang berkata”Kenapa tadi dipanggil dijalan, tidak menjawa?” akupun langsung berbicara, maaf Bu buru-buru untuk membeli bendera ini. Ibu itupun berkata : “Loh kok beli Bendera lagi, unutk pa?” untuk dipasang bu di rumah, karena bendera yang kami miliki hilang. Mmmmmmmm Itu Bendera ada sudah dipasang, kok masih membeli yang baru?,  begitu banyak Tanda Tanya (??????????) dikepalaku, kenapa bendera yang sempat hilang itu bias kembali lagi?. Jawabannya adalah ada di Ibu-ibu tetanggaku yang sempat meminjam bendera tersebut beberapa bulan yang lalu untuk anaknya yang membutuhkan bendera itu. Dan aku baru menyadarinya, Bendera itu aku pinjamkan ke ibu tetanggaku dirumah. Hufhhh..

Bendera yang sempat hilang ternyata tidak hilang, jadi Hai ini dirumahku hanya memasang satu bendera yaitu bendera yang sudah dikembalikan oleh tetanggaku. Bendera yang baru ini, saya simpan saja dirak baju sebagai cadangan. Dan Akhirnya dengan ada bendera Merah Putih di depan rumahku, kami serasa lenkapuntuk memperingati HUT RI Ke-65 Tahun ini.

10 Comments : more...

Based on D’True Story: When The Time Delayed

by on Aug.08, 2010, under Information Lifestyles

delayed-time1At one place, there lived a boy. He lives in a happy family, with parents and relatives. But, he always thought it was something normal. He continued to play, interfering with his sister and brother, making trouble for others is her favorite. When he realized his mistake and want to apologize, she would always say, “Nothing – what, tomorrow it could be.“.


You know friends?When a bit older, school is very fun for him. He learned, make friends, and very happy. However, he considers it reasonable – Only fair. All just fro that he considers all of it's natural. One day, she fights with her best friend. Although he knew it was wrong, but never took the initiative to apologize and mend fences with her best friend. The reason is, “Nothing – what, tomorrow it could be.”
When he was a little big, a good friend was not his friend anymore. Although he still saw his friend, but they never chided each other. But it's not a problem, because he felt still had plenty of other good friends.


After graduating, working to keep her busy. He met a woman who was very beautiful and good. This woman later became his wife. He was so busy with work, because he wanted to be promoted to the highest position in the shortest possible time. In his career, sometimes – sometimes she longs to meet friends – his old friend. But he never again contacted them, even over the phone. She always says, “Ah, I'm tired, I call them tomorrow.” It's not too distracting him because he had friends – fellow worker who was always willing to come out.


So, time passed, he completely forgot to call your friends – friends. After she married and had children, she worked harder to be a happy family. He never again buy flowers for his wife, or even to remember his wife's birthday and their wedding day. It does not matter to him, because he thought his wife was always understood him, and never blame him.


Sometimes – sometimes she feels guilty and anxious to have the opportunity to tell his wife “I love you”, but he never did. The reason is, “Nothing – what, I'm sure tomorrow will tell.” He never had time to come to a child's birthday party – her son, but he did not know that this will perpengaruh in children – her son. Child – the child begins to stay away, and never really – really spend their time with her father.


One day, misfortune came when his wife died in an accident, his wife was hit by a run. When it happened, he was a meeting at the office. He does not realize that it was a fatal accident, he only comes when she will be picked to death. Before he could say “I love you“, his wife had died. Man – his heart broken and trying to amuse themselves through child – her son after the death of his wife.
But, he realized that the boy – her son never wanted to communicate with him. Soon, kids – adults and children to build their families – each. No one cares about this old man, who in the past have never taken the time to them.


We started old, she moved into a nursing home is best, which provides very good service. She used the money originally saved for a wedding anniversary celebration to the 50th, 60th, and 70th. Initially the money would be used to go to Hawaii, New Zealand, and the State – another country with his wife, but now uses to pay the cost of living in these nursing homes. From then until he died, there are only people – parents and nurses who cared for him.

He now feels very lonely, feeling he had never felt before. When he wants to die, he summoned a nurse and said to him, “Ah, I wish I realized this sooner ….Then he slowly exhale the last, and she died with tears welling in.

Leave a Comment : more...

The Circulation of Electric Cigarette in INDONESIA

by on Aug.08, 2010, under Information Lifestyles

e-cigarettesAs we all know, electric cigarette or known by the dangers of e-cigarette with conventional cigarette in Indonesia have started circulating illegally. However, BPOM could not watch this product because the classification is not yet clear.

Nicotine Electronic Delivery System (ENDS) marketed under various names, including 'Electric cigarettes', 'ecigarro', 'electro-smoke', 'green CIG' and 'smartsmoker'.

This product is claimed to be an alternative for smokers who want to quit smoking. However, this product is basically as dangerous as conventional cigarettes, though no harm to others (there is no passive smokers).

Products manufactured in China for real already circulating in Indonesia is illegal manner. Although if you want to find a bit difficult. Products are usually marketed as 'door to door'.

“Because this product is illegal, then there is no guarantee of this product is healthy or not. And because it is illegal, then BPOM could not do surveillance,” said Dr. Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K), the Director of Drugs Control Agency for Food and Drug Administration (BPOM ), in a media gathering at Kemenkes Building,.

According to Dr Danardi, there is no clear classification of these products, whether including cigarettes, product substitutions, medication or food, so until now, both BPOM and the Ministry of Health has not been able to oversee the circulation of this product.

In addition, for supervising ideally there should be two things, namely any of the content contained in these products and the producers who are responsible for its content. And these products do not have it both terms.

“Until now there has been no country that validate that this is an official product and is allowed to circulate. In some countries, including Indonesia, its circulation is still illegal,” explained Dr Danardi.

However, Dr Danardi confirmed that this product is as dangerous as conventional cigarettes, so that consumers are not fooled by the labels that use the word 'Health', as it turns out this is not a healthy product.

“Everywhere is still illegal, because no one has examined exactly, because every time conducted the research results are always different,” Dr Danardi said.

In some countries such as Australia, Brazil, China, Singapore, Thailand and Uruguay have had a ban on cigarette sales and marketing of this electrically.

While in Indonesia, according to data BPOM, electric cigarette is starting to circulate, as in Makassar, Semarang, Lampung, Palembang and Surabaya.

It Proves to us that developing of Technology going to forward, if we see from the effectiveness This electric cigarettes is will be new way. Especially for Engineers to make new technology that can make easy for human being.

3 Comments : more...

Friends, Sugar Can Be Medicines. Do You Know it?

by on Aug.08, 2010, under Information Lifestyles

Do you like Sugar Friends? Of course yes, right? i do too.

As we Already Know for Reducing sugar consumption intensified recently campaigned related risks of obesity and diabetes are caused. But sugar is not always dangerous because the sugar can also be a drug.
The following are some of the benefits of sugar that could be drugs:
1. Healing the wounds
Zimbabwean society tradition teaches that sugar is a very effective disinfectant. Local people sprinkle with granulated sugar wound open, with the aim that the healing process faster.

Research in the UK has proved capable of pulling sugar fluid around the wound so it does not overgrown with bacteria. The effect was the same as salt, but not causing pains when sown.

2. Pain relief
A research published in the journal Pediatrics reveals sugar solution efficacy in relieving pain in infants during immunization injections received. Most babies are given to drink 1 / 4 cup of the solution did not cry when injected, due to less pain.

3. Soften rough skin
Sugar is a softener (exfoliant) for natural skin. To soften the damaged skin, use a recipe from The Groove Park Inn Resort & Spa in North Carolina below.

Combine 1 / 2 cup granulated sugar with 1 / 4 cup canola oil, add the three drops of lavender essential oil. Use as a scrub, sweep with a circular motion.

4. Keeping the flowers blooming longer
A little extra sugar on the water in the vase can enhance endurance cut flower arrangements. According to Rita Azar, owner of a flower shop in Los Angeles, one teaspoon of sugar is enough to make fresh flowers blooming longer.

Leave a Comment : more...

Kontribusi Beswan Djarum 2009-2010 DSO Puerto Rico Terhadap Masyarakat, Lingkungan Sosial & Mahasiswa

by on Jul.27, 2010, under Beswan Djarum

dsc01019Hampir Setahun, saya bersama teman-teman Beswan Djarum DSO Purwokerto yang biasa kita menyebut nama kota kami dengan suatu negara yaitu Puerto Rico yang manjadi simbol kota Purwokerto ini. Begitu banyak hal, pelajaran, pengalaman, dan kesan yang sangat mendalam bagi diri saya dari Beasiswa Djarum Plus (Sebutan baru tahun 2010 ini bagi penerima beasiswa Djarum), karena Beasiswa Djarum Plus tidak hanya memberikan Beasiswa berupa uang, tetapi juga memberikan Pelatihan Soft Skill bagi penerimanya. Hal itulah yang manjadi Nilai Plus dari Beasiswa Djarum. Persaudaraan, itulah yang membuat kami menjai satu. Di setiap kegiatan kami: Rapat, SILATNAS, OUTBOUND, DTL (Dare to Be a Leader) dan Kegiatan Program Kerja kami di Purwokerto membuat kami menemukan apa arti teamwork.

Besi, Mufti(Opi), Adi, Andri, Ela, Ratih, Muammar(Hari/Pak Rektor), Dimas, Dewi, Diemas, Ferry, Candra, Tari, dan Linggar adalah Beswan Djarum 2009/2010 DSO Purwokerto yang membuat saya mendapat banyak sekali pelajaran dan pendidikan yang diperoleh dari penglaman hidup mereka. Mereka adalah orang-orang yang memiliki Kemampuan yang luar biasa, dimana  itu semua menjadikan diri saya menjadi lebih baik lagi karena dapat mempelajari hal-hal positif yang biasa mereka kerjakan.

Rapat di rumah makan selalu menjadi hal yang paling kami sukai, bukan hanya karena kami dapat makan gratis,HEHEHE.. :)  tetapi disitu pula kami dapat saling mengobrol, bercanda, narsis dengan foto-foto sampai kami tidak mempedulikan orang-orang sekitar yang menatap kami semua, tapi biarkanlah karena hal tersebut merupakan bentuk persaudaraan kami sebagai BESWAN DJARUM, serta pendidikan di bangku kuliah tetap kami jalani seperti biasa, walaupun begitu banyak kegiatan yang membuat kami sempat kewalahan untuk mengatur itu semua, namun dengan begitu banyak pelatihan dari PT.Djarum untuk Beswan Djarum, seperti Outbound dan DTL (Dare To Be Leader), itu semua tidak menjadi masalah untuk kami. Berbagai hal yang kami peroleh dari berbagai pihak, seperti dari para mahasiswa dalam acara yang kami bentuk di Maha-Star 2010 (Kompetisi Adu Bakat Mahasiswa) yaitu kita harus percaya diri akan bakat yang kita miliki karena kami sebagai mahasiwa harus bisa membuktikan bahwa para generasi penerus bangsa ini memiliki kemampuan, tujuan, dan tekad yang sama untuk membangun bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik lagi, selain itu juga pengalaman dari masyarakat di desa Datar Banyumas dimana kami memberikan kontribusi untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, seperti pemberian beras, minyak, mie instant, gula, hingga dana untuk membantu para warga desa Datar disana yang membutuhkan sebagai bukti Beswan Djarum atas nama PT.Djarum peduli kepada sesama dan lingkungan sosial,. Selain itu juga kontribusi bagi Universitas kami juga melalui pelatihan Entrepreneurship dimana para motivator adalah para Dosen yang juga memiliki pengalaman yang luas dalam dunia Entrepreneurship. Para motivator didatangkan dari beberapa Universitas di Purwokerto yang memiliki pe ngaruh yang besar bagi perkembangan jiwa usaha para mahasiswa saat ini.

dsc01330

Perjalanan yang bisa dikatakan cukup panjang ini membuat hari-hari hidup saya semakin berwarna, foto-foto disaat kami sedang bersama menjadi kenangan yang tak terlupakan. Para generasi Muda tentunya akan memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di Era Globalisasi ini, dengan adanya partisipasi dari PT.Djarum dalam memberikan kontribusi kepada para mahasiswa dalam program Beasiswa Djarum Plus sebagai tanggung jawab karena merupakan bagian dari komponeen negara Indonesi dalam mencerdaskan para generasi muda Indonesia untuk lebih berprestasi di mata dunia.

Kantor PT.Djarum Purwokerto menjadi saksi akan keberadaan dan kebersamaan kami sebagai Beswan Djarum DSO Purwokerto, karena kami selalu berada di tempat tersebut untuk rapat, dan berkumpul ceria, hahaha… Unforgetable Moments

(continue reading…)

4 Comments :, , , , , more...

My Story: IF TOMORROW NEVER COMES (We All Love You Mba Gadis)

by on Jul.27, 2010, under Story Life

diriku-dan-waktuAs an apology to an old friend who I had never greeted, a friend who had a long time I did not hear the voice and the word, friends who in the past may have hurt me, then please send me this paper: “It's okay, do you still exist today tomorrow ”

At one place, there lived a child. She lives in a happy family, with parents and relatives. But, he always regard it is something normal. He kept playing, interrupting his sister and his brother, create problems for other people is his favorite. When he realized his mistake and want to apologize, he always said, “It's okay, tomorrow it could be.”

When a bit older, school is very fun for him. He learned, make friends, and very happy. However, he considers it perfectly natural course. All just fro that he considers all of it's natural. One day, she fights with her best friend. Although he knew it was wrong, but never took the initiative to apologize and mend fences with her best friend. The reason is, “It's okay, tomorrow it could be.”

When he was a little big, a good friend was not his friend anymore. Although he still saw his friend, but they never chided each other. But it's not a problem, because he still had plenty of other good friends. He and his friends do everything together, playing, doing homework, and roads. Yes, they are all his friends the best.

After graduating, working to keep her busy. He met a girl who was very beautiful and good. This girl later became his girlfriend. He was so busy with work, because he wanted to be promoted to the highest position in the shortest possible time.

Sure, he longed to see her friends. But he never again contacted them, even over the phone. She always says, “Ah, I'm tired, tomorrow I call them.” It's not too distracting him because he had a co-worker friends are always willing to come out.

So, time passed, he completely forgot to call her friends.

After she married and had children, she worked harder to be in a happy family. He never again buy flowers for his wife, or even to remember his wife's birthday and their wedding day. It does not matter to her, because she always understood him, and never blame him.

Sure, sometimes she feels guilty and anxious to have the opportunity to tell his wife “I love you”, but he never do it. The reason is, “It's okay, I'm sure tomorrow will tell.” He never had time to come to a birthday party her children, but she did not know that this will change on his children. The children began to stay away, and never really spend their time with her father.

One day, misfortune came when his wife died in an accident, his wife was hit by a run. When it happened, he was no meeting. He does not realize that it was a fatal accident, he only comes when she will be picked to death. Before he could say “I love you”, his wife had died. The man crushed his heart and tried to console himself through his children after the death of his wife.

But, she realized that her children never wanted to communicate with him. Soon, her children grown and develop their own family. No one cares about this old man, who in the past have never taken the time to them.

We started stooped, he moved into a nursing home is best, which provides very good service. She used the money originally saved for a wedding anniversary celebration to the 50th, 60th, and 70th. Initially the money would be used to go to Hawaii, New Zealand and other countries with his wife, but now uses to pay the cost of living in these nursing homes. From then until he died, there were only people

parents and nurses who cared for him. He now feels very lonely, feeling he had never felt before.

As he would die, he summoned a sister and told him, “Ah, I wish I realized this sooner ….” Then he slowly exhale the last, He died with tears welling.

What I want to try to tell you, that time never stops. You go ahead and forward, before you actually realize, you turned out to have advanced too far.

If you ever quarrel, make up soon!

If you feel you want to hear the voice of a friend, do not hesitate to call him immediately.

Last, but this is the most important, if you feel you want to say to someone that you love him/her, do not wait until too late. If you continue to think that another new day you'll tell him, this day would never come.

If you always think that tomorrow will come, so “tomorrow” will go so fast until you realize that time has left you.

It's Note also  for Mba Gadis (Beswan Djarum 2008/2009) which is already in place is best for her, close to Alloh”

We all Beswan Djarum Love you so Much mba Gadis……………………………….

1 Comment : more...

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!