Nesospolitan
Shape my words to shape our city – Zulfika Satria's Blog
KKL Thailand (2): Kunjungan “Wajib” Pattaya & Bangkok
Categories: Jalan-jalan, review

Sudah kebijakan dari Pemerintah Thailand bagi turis yang mengikuti paket tour untuk mengunjungi sejumlah objek wisata wajib. Salah satunya adalah Honey Market. Dijamin semua wisatawan yang pakai jasa travel resmi Thailand kalau berkunjung ke Pattaya pasti harus dibawa ke sini. Tak mengherankan sebab objek wisata Honey Market ini dikembangkan oleh kerajaan Thailand untuk memproduksi madu Thailand sekaligus mempromosikannya pada para turis. Cara mempromnosikannya pun patut diacungi jempol. Pemerintah bahkan memperkerjakan orang Indonesia untuk dapat mempromosikan madu ini (mengingat banyak turis dari Indonesia). Suatu langkah yang dapat ditiru bagi pariwisata Indonesia sepertinya. Selain Honey Market ini sebenarnya Pattaya Floating Market yang ada pada hari pertama juga merupakan salah satu kunjungan wajib bagi turis yang diatur oleh Pemerintah Thailand.

Honey Market yang dikembangkan Kerajaan Thailand

Mbak-mbak asal Jawa Timur sebagai pemandu di Honey Market

Perjalanan berlanjut dengan mengunjungi sebuah taman wisata yang bernama Nongnooch Village Pattaya. Taman wisata ini layaknya di Indonesia Taman Wisata Mekarsari. Bedanya di taman ini selain memang menyajikan keindahan taman-taman bunga, terdapat juga atraksi pertunjukan budaya Thailand seperti tarian khas, Thai Boxing, dan drum khas Thailand. Selain itu juga ada atraksi pertunjukan gajah Thailand yang dilatih sehingga mampu menghibur penonton. Nongnooch Village ini milik swasta, tetapi turis yang mengunjungi Pattaya biasanya sangat tertarik untuk mengunjungi objek wisata ini karena cukup tersohor dan memang sangat bagus.

Atraksi Gajah Thailand

Taman Bunga di Nong Nooch Village, Sayang Tas Lupita (Kerudung Kuning) Merusak Suasana 

Penataan Taman dan Objek Wisata yang Terpadu dengan Transportasi Umum untuk keliling

Kunjungan wajib berikutnya adalah mengunjungi Gems Factory atau pabrik permata. Kunjungan ini sejujurnya tidak sesuai dengan segmen rombongan PWK Undip ini karena mayoritas merupakan mahasiswa. Namun, di sini kita dapat melihat bagaiman permata tersebut diproses dan dipilih sehingga menjadi sebuah permata yang cocok untuk masing-masing orang. Selain menjual berbagai macam aksesoris permata, di sini juga menjual aneka coklat. Menurut pengamatan, kebanyakan coklat di sini produksi dari Malaysia yang kemudian dikemas untuk Thailand.

Observasi tentang perkotaan sedikit bisa dilakukan saat malam hari saat bus sudah tiba di Kota Bangkok. Kotanya secara keseluruhan memang persis dengan Jakarta. Keramaiannya, jalan layang yang tersebar di mana-mana, PKL yang membuka lapaknya di sepanjang pedestrian, hingga kemacetannya. Menuju hotel rombongan yaitu Dynasty Hotel, bus melewati jalan Ramkhamhaeng yang ramai dan padat. Di sepanjang pedestriannya sudah berderet PKL-PKL yang menjual berbagai macam barang. Karena keadaannya yang ramai dan padat maka banyak juga perdagangan-perdagangan formal yang tumbuh seperti mall, supermarket, bioskop, restoran, dll.

Kota Bangkok mirip Jakarta?

PKL di Pedestrian Jalan Ramkhamhaeng Bangkok

Oke kita kalah! Di Bangkok sudah ada tap water gratis untuk pedestrian

Bioskop di Bangkok. Judul filmnya Battleship bukan ya ini? :D

(bersambung……)

What’s next: Kuliah Bersama di Thammasat University dan mengunjungi kota tua Ayutthaya

1 Comment to “KKL Thailand (2): Kunjungan “Wajib” Pattaya & Bangkok”

  1. Pita says:

    Tasku merusak suasana jul ??? T.T

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 6 + 3?